Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 151 Tidak Usah Bayar


Bab 151 Tidak Usah Bayar


Jagat pun mengambil beberapa jarum akupuntur yang ada di atas meja, tanpa beranjak dari tempat duduknya jagat malah melemparkan jarum akupuntur tersebut ke arah monakin.


"Ini 5 titik akupuntur di kepala untuk menghilangkan sakit kepala karena kekurangan oksigen atau migren. Ini untuk menghilangkan rasa sakit di badan dan sakit karena kesemutan di tangan dan kaki. Dan ini untuk nyeri haid pada wanita yang tidak tertahankan"


Jagat melemparkan jarum kearah kepala dada dan punggung monakin tersebut yang membuat master Han melongo.


Kemudian jagat pun meminta maaf kepada master Han "maaf aku tidak sopan dengan melemparkan jarum akupuntur tersebut, itu hanya untuk menghemat waktu ku saja karena itu hanya monakin saja, kalau perlakuan terhadap manusia aku pasti lebih berhati-hati"


Master Han pun beranjak dari tempat duduknya, kemudian mendekati monakin tersebut, setelah mendekat master Han pun semakin tercengang.


Karena jagat melempar jarum akupuntur itu tepat di titik titik akupuntur yang di tentukan, melihat itu master Han pun bergetar.


"Astaga, ini.... tidak mungkin, semua jarum menusuk tepat di titik akupuntur" guman master Han.


Master Han pun berbalik dan kemudian dia semakin merendahkan diri, karena jagat sekarang di anggap master yang lebih hebat dari pada dirinya.


"Dokter jagat siapa anda sebenarnya, dan siap yang mengajarkan anda teknik semacam ini ?" tanya master Han.


"Itu dinamakan jarum terbang, aku terbiasa berburu di kampung halaman ku dengan menggunakan duri yang di lemparkan seperti jarum tadi, dan yang mengajari semua keterampilan ku adalah kakek ku sendiri" jawab jagat.


Rasa ingin tahu master Han terus berkembang di dalam hati, dan dia pun tidak henti hentinya bertanya kepada jagat "Dari mana asal anda, dan siapa kakek anda itu"


"Aku berasal dari desa kecil di hutan larangan gunung moeza, dan desa tempat aku tidak itu bernama kampung moeza, dan kakek ku kebetulan orang yang di tuakan di kampung itu, kakek ku bernama Badar Sandjaya" jawab jagat.


"Apa...Badar Sandjaya, jadi kamu itu cucu dari Badar Sandjaya" master Han tersentak kaget.


Jagat pun mengangguk "iya, aku cucu kakek Badar Sandjaya, apa master Han kenal dengan kakek ku"


Mata master Han berbinar, seakan melihat jagat seperti melihat harta Karun, master Han pun menjawab pertanyaan dari Jagat "iya...aku kenal bukan hanya kenal tetapi aku juga salah satu murid beliau, aku tidak menyangka kalau anda itu cucu dari master ku sendiri"


Kemudian master Han memanggil wanita yang menjadi asistennya di depo obat herbal, "Tuti cepat kemari bawakan apa yang tuan muda ini apa yang dia inginkan"


Wanita tadi itu bernama Tuti dan Tuti pun cepat menghampiri master Han "iya master Hanzel akan aku siapkan"


Tidak lama kemudian Tuti pun datang dengan membawa semua pesanan dari jagat "ini master Hanzel, semua pesan dari dokter"


Kemudian master Han pun mengambil semua barang dari tangan Tuti dan kemudian menyerahkannya kepada jagat.


"Ambillah tidak usah di bayar, ini semua gratis untuk mu, sering seringlah berkunjung ke tempat ini, apa pun yang kamu butuhkan akan aku sediakan, asal kamu juga bersedia mengajari ku sesuatu, master ku tuan besar badar hanya sedikit memberikan pengetahuan kepada ku, dan kebetulan anda adalah cucunya, tidak salah kan kalau aku juga mendapatkan pengetahuan tuan besar dari anda"


Master Han sedikit memaksa jagat, dia tidak mau menjadi murid jagat, karena jagat masih sangat muda, sehingga dia berucap seperti itu supaya jagat mengajari dia tetapi tidak menganggap dirinya sebagai murid.


Master Han hanya akan mengganggap jagat sebagai seniornya saja karena dia memiliki pengetahuan lebih baik yang di dapatkan dari kakeknya sendiri.


Sedangkan master Han sendiri hanya di berikan beberapa nasihat dari tuan besar badar Sandjaya dan karena nasihatnya itu membuat master Han menjadi sedikit memiliki kemampuan dan mengganggap tuan besar badar Sandjaya sebagai guru atau masternya sendiri.


Jagat pun tidak mau report dia pun mengiyakan saja ucapan dari master Han, dan setelah semua pesanan sudah di peroleh, jagat pun kembali ke kantor divisi khusus.


Di sana sudah banyak orang yang hanya sekedar ngobrol sambil minum kopi, karena tidak ada lagi pasien yang harus mereka tangani.


Waktu pun menjelang sore mereka pun pulang ke rumah mereka masing masing.


Mobil Jagat tadi di bawa bodyguard untuk mengantarkan Eriska, dan beruntung kemarin sofy menyimpan mobilnya di rumah sakit.


Sehingga sofy pulang bersama jagat, disana jagat pun meminta untuk di antaranya terlebih dahulu ke hotel Arssad.


"Setelah antar aku ke hotel, jemput lah Elis di kosanya, kemudian bawa dia ke rumah kita, kunci sudah ada kan satu sama kamu" ucap jagat.


Sambil menyetir mobil sofy pun mengangguk "iya baiklah, aku akan menjemput Elis dan kunci sudah aku pegang satu, tapi ...."


Elis tidak melanjutkan ucapannya yang membuat jagat bertanya tanya.


"Tapi apa ?" Tanya Jagat


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di depan hotel Arssad, sofy tidak memasukan mobilnya ke tempat parkir, dia hanya mengantarkan jagat sampai kedepan hotel Arssad saja.


Tidak lupa jagat pun mengecup kening sofy dan dia pun keluar dari mobil.


"Cepatlah pulang, jangan lama lama di hotel, pasti dara, Dias dan Maya menunggu mu pulang" ucap Sofy


"Baiklah, aku tidak akan lama, hanya mengontrol perusahaan keamanan ku dan keadaan hotel ini saja" jawab jagat.


Dia pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju hotel, karena halaman depan hotel lumayan luas, sehingga jagat pun berjalan lumayan jauh.


Jagat pun masuk kedalam resepsionis, dan semua karyawan yang mengenal jagat langsung menyapa "Selamat Sore tuan muda Arya"


"Selamat sore juga !" jawab jagat.


Kemudian jagat pun bertanya kepada resepsionis di sana "Apakah Mira sudah pulang atau belum, siapa saja kepala bagian yang belum pulang"


Resepsionis itu pun menjawab "Bu Mira baru saja pulang, dan semua kepala bagian sudah pulang, tinggal Bu Farra saja yang masih ada di kantor, apa anda mau bertemu dengan Bu Farra biar aku yang memanggil, tuan muda tunggu saja di ruangan pak Bagas saja"


Jagat pun menggoyangkan tangannya "Tidak perlu, aku hanya bertanya saja, nanti aku titip pesan sama Mira, siapkan laporan harian dan mingguan, karena aku belum melihat pemasukan hotel ini"


"Baik tuan muda, akan aku sampaikan kepada Bu Mira, tetapi yang aku tahu, kemarin lusa Bu Mira sudah menyerahkan laporan tersebut ke pak Bagas, dan hasil pendataan sudah di laporkan kebagian keuangan" ucap resepsionis.


"Oh baik lah kalau begitu terima kasih, informasinya" jawab jagat.


Kemudian jagat pun berjalan ke koridor hotel, dia menuju pintu belakang, karena kalau memutar akan lebih jauh.


Sesampainya di sana, para security yang baru diterima sebagai scurity baru sedang berbaris, ada sekitar 50 orang laki laki dan 10 orang perempuan yang bergabung dengan perusahaan Moeza bodyguard ini.


Sehingga total security yang baru berjumlah 60 orang, dan yang memimpin adalah pak Hadiansyah, atau lebih di kenal pak Hadi.


Mereka sudah mengenal siapa jagat, karena sebelumnya jagat sudah berkenalan dengan mereka sebagai direktur utama perusahaan keamanan ini.


Setelah jagat berada di pintu belakang semua security pun menyapa "selamat Sore tuan muda"


Jagat pun melambaikan tangannya "selamat sore semua"


Kemudian jagat pun menghampiri pak Hadi "apa mereka menitipkan kunci mobil ku pak"


Mereka yang dimaksud jagat adalah ketiga bodyguard yang tadi menjemput jagat di Big mall, dan pak Hadi pun mengangguk. "Iya kebetulan mereka menitipkannya pada ku"


Pak Hadi pun merogoh saku celananya dan memberikan 2 kunci, kunci itu adalah kunci motor dan kunci mobil.


Motor milik jagat di parkiran berdampingan dengan mobil jagat yaitu di parkiran khusus direktur utama.


Jagat pun menerima kunci tersebut, tetapi memberikan kunci motornya kepada pak Hadi "aku butuh kunci mobilnya, untuk motor itu kuncinya bisa di titipkan ke resepsionis saja"


Pak Hadi pun mengangguk "baik mas jagat, nanti akan aku titip di resepsionis"


Pak Hadi, pak Alex dan yang dekat dengan jagat, dia memanggil jagat dengan mas jagat, berbeda dengan karyawan lainnya yang memanggil tuan muda Arya atau mas Arya.


Itu karena jagat yang meminta pak Hadi untuk memanggil nama panggilan nya tidak nama aslinya.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna