Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 171 Ilmu Panca Sona


Bab 171 Ilmu Panca Sona


Pertarungan kedua Jawara di begitu sengit, mereka berdua menampilkan jurus jurus yang begitu hebat.


Bahkan tidak bisa di tebak siapa yang akan memenangkan pertarungan ini, kelihatannya mereka seimbang.


Jual beli serangan pun terjadi, pukulan dan tendangan silih berganti bahkan sampai mereka terengah-engah karena kehabisan tenaga.


Tetapi walaupun begitu mereka terus bersemangat untuk saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.


Di dalam pertarungan yang begitu sengit terlihat sekolebat cahaya merah melintas, dan hanya jagat saja yang bisa melihat cahaya itu.


Jagat menggunakan mata emas untuk melihat keanehan yang terjadi, dan benar saja cahaya merah itu menghantam tubuh jawara dari keluarga Tandjaya.


Brak....


"Ugh ...."


Jawara dari keluarga Tandjaya jatuh dan mengeluarkan seteguk darah kemudian dia pingsan.


Jagat pun mengamati siapa yang melakukannya, mereka licik dengan menggunakan sihir hitam untuk mengalahkan lawan.


Salah seorang dari keluarga Saksana tersenyum sambil menggerak gerakan jarinya, orang lain tidak menyadari, tetapi jagat dengan mata emas bisa melihatnya dengan jelas.


"Oh jadi di antara mereka, ada dukun sakti seperti ini, yang bisa menyerang orang dengan menggunakan mantra sihir" gumam jagat.


Jawara yang pingsan itu pun langsung di bawa dan di obati, di lapangan jawara baru pun muncul dari pihak keluarga saksana, dan jawara dari keluarga Tandjaya pun akan melangsungkan untuk menghadapi.


Tetapi disana Sofy mencegah jawara itu "Tunggu Pak, biar aku yang maju terlebih dahulu, aku sudah gatal ingin menghajar orang"


Sofy pun maju kelapangan dengan berani, Elis yang khawatir pun memegang tangan jagat "Bagai mana ini mas say"


Jagat tidak khawatir karena sofy sudah di tumpangi belatung gaib sehingga dia sekarang memiliki kekuatan yang besar, dan Sofy pun bukan orang yang selemah itu.


"Jangan khawatir sofy pasti menang melawan jawara itu" ucap jagat menenangkan Elis.


Di tengah lapangan jawara keluarga Saksana tersenyum dan mencibir "Hai wanita oriental, lebih baik kamu mengaku kalah dan pergi dari sini, sayang kalau kulit mu tersayat oleh golok ku ini, apalagi wajah mu yang cantik, bisa menjadi jelek kalau sampai golok ku ini mengenai pipi mu"


Sofy balas mencibir "Oh jadi yang ku hadapi ini hanya banci, yang melawan seorang wanita memakai senjata tajam"


"Hai cantik, mulut mu pedas juga, bagai mana kalau kita bermain kuda kudaan setelah pertarungan ini, aku perbolehkan kamu memakai senjata apa saja biar kita seimbang" ucap jawara itu.


Sofy pun menjawab "Baiklah aku akan kembali dan mengambil senjata untuk melawan anjing mesum seperti mu"


Sofy pun kembali kepinggir lapangan dan mencabut tongkat yang ada di sana, kemudian dia kembali ketengah lapang.


"Baiklah ayo kita mulai, aku akan memukul mu seperti anjing gila sampai kamu tidak sadarkan diri" cibir Sofy.


"Baiklah ayo kita mulai, jangan menyesal kalau sampai kulit mu tergores golok ku" ucap jawara


Kemudian jawara itu pun mulai menerjang, sofy bersikap santai dan tongkat itu pun dia ayunkan sambil kemutarkanya.


Sofy adalah sabuk hitam di beladiri taekwondo, tetapi dia juga ahli beladiri Wushu, karena keluarganya dari kampung Cina yang ada di sebrang.


Gerakan sofy begitu lincah bahkan jawara dari keluarga saksana pun kewalahan.


Sofy pun memprovokasi "Golok mu hanya 30 sampai 40 centimeter, sedangkan tongkat ku 2,5 meter, kamu tidak akan bisa menyentuh ku atau menggoreskan golok mu kepada ku"


Jawara itu tertawa "Hahaha....biar pun tongkat mu panjang tapi tidak akan bisa membunuh ku atau membuat kulit ku tergores seperti serangan golok ku"


Jawara itu disamakan dengan seekor anjing, sehingga membuat jawara itu menjadi marah "Dasar wanita ****** rasakan tebasan golok ku "


Jawara itu menyerang sofy semakin garang seolah dia ingin membunuh sofy dengan golok yang dia pegang.


Tetapi sofy tidak khawatir, dia mengayunkan tongkat kayu yang dia jadikan senjata ketitik vital dan titik akupuntur.


Sofy seorang dokter spesialis bedah, sehingga dia juga tahu titik titik vital manusia yang harus diserang untuk melumpuhkan musuh.


Tangan jawara itu sudah bengkak karena menahan pukul tongkat kayu sofy yang tidak tertahan golok, munggung dan badan sudah memar, bahkan sofy menusukkan tongkat di dada jawara itu.


Tetapi sesuatu terjadi yang hendak menyerang sofy, aura merah yang tak kasat mata menyeruak dan hendak menyerang sofy sehingga sofy melompat dan menghidar.


Aura merah itu di kirim oleh dukun yang berada di pinggir lapangan, aura itu tidak mengenai sofy karena sofy keburu menghidar.


Mata sofy pun berubah bercahaya hijau, kemudian sofy pun berteriak sambil mengayunkan tongkat itu ke aura merah. "Menyingkir jangan ikut campur"


Sofy seperti berkelahi dengan makhluk astral yang tidak bisa di lihat oleh orang lain, dan hanya sofy lah yang bisa melihatnya.


Semua orang dari keluarga Tandjaya menjadi heran karena sofy seperti kerasukan dan berkelahi sendiri, padahal dia sedang di serang makhluk astral berwarna merah.


Jagat pun tidak tinggal diam, dia pun membacakan mantra dan kemudian keluarlah cahaya hijau dari hidung sofy sebanyak 2 buah dan melawan makhluk astral merah itu.


Sofy pun terengah engah, dan sedikit lengah, si jawara itu pun mengambil kesempatan untuk menebas sofy, tetapi sofy keburu sadar dan di tahan dengan tongkat.


Tongkat sofy pun terbelah menjadi dua bagian sofy pun menjadi geram dia pun balik menyerang dengan tongkat kayu yang patah dan menjadi dua.


Sekarang jawara itu lebih unggul karena tongkat sofy tidak panjang lagi dan beberapa kali sofy terkena sayatan dari golok Jawara.


Tetapi tidak ada sedikitpun darah yang menetes ke Tanah yang membuat jawara itu pun menjadi heran.


"Ilmu apa yang wanita ini miliki, aku yang belajar kadugalan bisa tahan senjata tajam, tetapi wanita ini ! Dia di bacok dan kulitnya tersayat, tetapi luka yang dia derita langsung menutup kembali" gumam jawara itu.


Setiap sofy terkena Tebasan dadanya akan menyala berwarna merah, seperti jantung atau hati dari sofy mengeluarkan cahaya.


Dan setelah itu luka sofy pun kembali keawal seperti tidak terjadi apa-apa, itu karena regenerasi sel sofy begitu cepat.


Semua orang tercengang melihat sofy karena baru pertama melihat ilmu yang seperti itu, dia kena bacokan tetapi langsung sembuh kembali setelah golok itu lepas dari kulitnya.


Badrun pun tersentak kaget kemudian dia berbicara dengan spontan "Apa ini juga ilmu panca Sona yang sudah lama hilang, ilmu Kanuragan yang apabila terkena angin maka dia tidak akan bisa dikalahkan, bahkan tidak akan bisa mati"


Di kalangan jawara tanah Pasundan terkenal 2 ilmu sakti yang penggunanya tidak akan bisa di bunuh, ilmu ini salah satunya adalah panca Sona dan satu lagi adalah ilmu rawa rontek.


Panca Sona ilmu Kanuragan yang apabila terkena angin makan separah apapun luka akan sembuh kembali meskipun tangan dan kakinya di potong makan akan tersambung kembali.


Dan ilmu rawa rontek adalah tandingannya, ilmu ini apa bila di penggunaan meneteskan darah ke tanah maka ilmunya akan aktif dan setiap kali mati di atas tanah akan hidup kembali.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna