
Bab 308 Sebentar Lagi Dia Akan Muntah
Karena di sana ada 2 meja besar sehingga 2 pertandingan di adakan dalam satu waktu.
Dias, dara dan Eriska pun sudah bersiap di posisi, Wiliam Atmajaya tersenyum dia pun bergumam "Pertandingan ini akan aku menangkan dengan mudah"
Wiliam Atmajaya memanggil 3 anak buahnya untuk bertanding, mereka lelaki yang tinggi besar.
Mereka semua adalah juara minum anggur dan beberapa kali memenangkan kejuaraan di negara ini.
"Aku mengeluarkan uang banyak untuk mengundang mereka, tidak mungkin aku kalah" ucap Wiliam Atmajaya di dalam hati.
Kemudian Wiliam Atmajaya juga memanggil 3 orang untuk bertanding makan kerupuk kulit, mereka juga juara makan tanpa pernah sekali pun minum air.
Tenggorokan mereka seperti sudah ada pelumas sehingga semua makanan berlalu begitu saja masuk ke dalam perut.
"Ayo siapa yang akan melawan orang ku ini" ucap Wiliam Atmajaya untuk bertanding makan.
Jagat menunjuk ke arah Sekar "kamu maju untuk lomba ini, bisa kan"
Sekar mengangguk "Iya suami ku, aku siap"
Kemudian jagat melirik ke arah para bodyguardnya "Siapa yang ingin maju dari kalian, yang merasa dirinya rakus dalam makanan"
Semua terdiam karena memang mereka semua rakus dalam makanan, tetapi mereka malu untuk mengakuinya.
Karena tidak ada yang maju jagat pun menunjuk "Darma, dan Wira kamu maju"
Jagat menunjuk mereka berdua bukan tanpa alasan, jagat menunjuk mereka karena tubuh mereka berdua paling besar dan tinggi di antara para bodyguard lainnya.
Mau tidak mau mereka berdua pun maju dan duduk di kursi, jagat pun berkata kepada Wiliam Atmajaya "mereka sudah siap, bagai mana aturannya"
Kemudian Wiliam Atmajaya selaku penantang yang menentukan aturan mainnya.
"Seluruh pertandingan ini memiliki 10 poin itu sudah termasuk kita para owner, yang kalah atau tidak bertahan berarti kehilangan 1 poin, siapa pun yang memiliki poin terbanyak itu pemenangnya bagai mana"
Jagat pun mengangguk "Baiklah aku setuju"
Di meja sebelah yang lomba makan, mereka masing masing di berikan 1 karung plastik kerupuk kulit yang beratnya sekitar 2 kilogram.
Aturan lomba makan ini memiliki tambahan, apabila pemain minum berarti dia gugur dan apabila menghabiskan satu karung plastik kerupuk kulit poin tidak akan di kurangi.
Sedangkan untuk lomba minum, setelah meminum satu botol mereka harus berjalan sejauh 10 meter dan kemudian duduk lalu melanjutkan minum.
Siapa pun yang jatuh tersungkur ketika jalan itu di nyatakan kalah dan yang bertahan sampai akhir sampai salah satu dari mereka tumbang semua itu pemenangnya.
"Baiklah kalau aturannya sudah di sepakati ayo kita mulai" teriak Wiliam Atmajaya.
Pertandingan pun di mulai dara, Dias dan Eriska meminum satu botol anggur merah tanpa hambatan mereka berdiri dan berjalan kemudian duduk kembali.
Begitu pun di pihak lawan mereka minum satu botol anggur merah dan berjalan tanpa hambatan.
2 botol sampai 3 botol anggur merah tidak jadi masalah, tetapi setelah botol anggur yang ke 4 baru lah mereka kelihatan oleng.
Mereka pun jalan sempoyongan dan setelah meminum anggur, botol ke 4 Eriska sempoyongan dan ambruk.
Di sana Wiliam Atmajaya merasa senang karena salah satu dari pihak jagat ambruk.
"Aku sudah tidak kuat lagi, kepala ku pusing"
Brak....
Eriska jatuh dan tidak bisa bangun lagi, Sofy dan Elis langsung mengangkat Eriska dan membaringkannya di sofa.
Di pihak jagat, Dara dan Dias masih terus minum, mereka semua sudah menghabiskan 8 botol anggur merah.
Di pihak Wiliam Atmajaya satu persatu mereka tumbang, dan di botol ke 10 semua anak buah Wiliam Atmajaya ambruk.
Wiliam Atmajaya menunjukkan wajah masam, tetapi dia masih bisa tenang.
"Jangan senang dulu, lihatlah di sebelah, lomba makan masih berlanjut" tunjuk Wiliam Atmajaya.
Di lomba makan mereka makan dengan lahap terlihat Sekar kerupuk kulit dengan santuy, tetapi Wira dan darma sudah kesusahan untuk menelan kerupuk kulit tersebut.
Mereka berdua sudah tidak bisa menelan kerupuk kulit tersebut dan bahkan napasnya terasa sesak, karena tenggorokannya tersumbat kerupuk kulit yang mereka telan.
Wajah mereka pun sudah memerah bahkan sudah napasnya sudah tersengal-sengal.
Wira dan Darma pun menyerah dia langsung meminum segelas air dan napas mereka pun sekarang menjadi lega.
"Dia orang mu sudah gugur, dan kamu sudah kehilangan 2 poin lagi" ucap Wiliam.
"Ya aku tahu, tetapi orang mu pun belum tentu menang karena kerupuk kulit milik mereka masih banyak" jawab jagat.
Tersisa Sekar dan 3 orang anak buah Wiliam Atmajaya, mereka belum ada yang menyerah dan masih terus memakan kerupuk kulit, meskipun tenggorokan mereka sudah seret.
Mereka kadang diam beberapa saat untuk mengumpulkan air ludah di mulutnya lalu kemudian di telan supaya kerupuk kulit yang di telan masuk ke dalam perut.
Mereka pun dengan susah payah menghabiskan kerupuk kulit itu dengan waktu 45 menit, dan yang pertama menghabiskan kerupuk kulit itu adalah Sekar.
Meskipun Sekar yang pertama tetap saja kalah, tetapi dari pihak jagat hanya di potong 2 poin saja.
Wira dan Darma pun menundukkan kepalanya Wira pun memohon maaf "Maafkan kami tuan muda, karena kami anda kehilangan 2 poin"
Jagat melambaikan tangannnya sambil tersenyum "tidak apa apa, ini hanya sebuah permainan, menang dan kalah itu sudah biasa, jadi jangan menyesalinya"
Kemudian darma mewakili mereka berdua untuk berterima kasih "Terima kasih atas kemurahan hati tuan muda"
Wiliam Atmajaya pun mencibir "Hahaha.... Kita sekarang seri, masing-masing dari kita kehilangan 3 poin, dan sekarang pertandingan terakhir yaitu bertarung, bagai mana kalau kita keluar dan bertarung di atas arena"
Jagat menunjukan pintu keluar "Baiklah ayo kita pergi"
Wiliam Atmajaya keluar terlebih dahulu dengan di ikuti oleh para anak buahnya sedangkan jagat belum beranjak pergi.
Jagat pun berbisik kepada Aditya "Aku yakin mereka akan curang, mereka akan kabur kalau kalah di pertarungan ini, siapkan anak buah mu untuk bersiaga supaya mereka tidak bisa kabur"
Aditya pun mengangguk "Siap tuan muda laksanakan"
Jagat pun menghampiri Eriska yang terbaring, kemudian jagat menotok titik akupuntur Eriska supaya dia mengeluarkan semua yang dia minum tadi.
Jagat memerintahkan kepada Dias dan Dara "Bawa Eriska ke toilet, sebentar lagi dia akan muntah, dan kalian juga keluarkan apa yang telah kalian minum, supaya tubuh kalian tidak mudah rusak"
Jagat menoleh ke arah Sekar "Kamu juga keluarkan yang telah kamu makan"
Mereka semua mengangguk "Baiklah...."
Kemudian jagat memerintah "Selain pengawal wanita ikut dengan ku"
Semua bodyguard laki-laki langsung berdiri dan berkata secara serempak "Siap laksanakan...."
Jagat pun pergi di ikuti oleh sofy dan Elis kemudian para bodyguard, termasuk Azuka.
Sesampainya di halaman Club Malam, Wiliam Atmajaya sudah berdiri di atas ring, dia memegang mikrofon.
"Para hadirin yang terhormat, kali ini kalian akan menyaksikan pertarungan yang hebat, aku sekarang sedang menantang Tuan muda Arssad kami baru saja menyelesaikan 2 pertandingan dan hasilnya imbang.
Sekarang aku mengajak Tuan muda Arssad itu untuk bertarung 3 lawan 3, ayo yang ingin bertaruh Petarung siapa yang akan menang silahkan bertaruh"
Wiliam Atmajaya terus mengoceh yang membuat semua orang heboh dan bersorak.
***
* Bersambung