
Bab 111 Menyesal Aku Menolong Anjing
Di Rumah kontrakan Jagat, dia sudah selesai dengan tugas tugasnya, dia pun memejamkan matanya untuk tidur dan tidak lama kemudian dia pun terlelap.
Ke esokan paginya, pintu rumah kontrakan jagat ada yang mengetuk dan memanggil.
Tok....tok....tok.... tok.....
"Nak jagat ....nak jagat....apa kamu ada di rumah" teriak laki laki paruh baya.
Jagat yang sudah bangun dan sudah membersihkan diri pun membukakan pintu dan terlihat pak Bambang yang mengetuk pintu tersebut dan memanggil dia
"Oh pak Bambang, ada apa pak, silahkan masuk" ajak jagat.
Kemudian pak Bambang masuk ke dalam rumah karena tidak enak kalau terlihat tetangga, bicara di luar rumah.
"Silahkan duduk pak" pinta jagat.
Pak Bambang pun duduk di tikar spon dan di ikuti oleh jagat yang duduk di depan pak Bambang.
"Ada apa ya pak, tidak biasanya bapak datang sendiri ke sini, biasanya juga menyuruh mang Maman" tanya jagat.
"Begini loh nak jagat, maaf sebelumnya, bapak sangat berterima kasih kepada mu karena sudah menyembuhkan Ajeng dari penyakitnya, tetapi masalahnya ini menyangkut adat istiadat kampung ini" ucap pak Bambang ngaler ngidul.
"Ya terus pak, kalau bisa langsung pada intinya" ucap jagat.
"Ajeng melihat nak jagat ada di hotel Arssad kemarin, dan bersama 2 orang wanita cantik, Ajeng bilang kerjaan nak jagat sebagai pemuas Tante girang, apa itu benar" tanya pak Bambang.
"Maksudnya pak Bambang, kerjaan aku ini menjadi Gigolo begitu" ucap jagat sambil menyeringai.
"Maaf nak jagat bukan bapak menuduh mu bekerja seperti itu" ucap pak Bambang.
"Aku tahu maksud pak Bambang datang kesini bukan hanya ingin menanyakan tentang pekerjaan ku, tetapi ingin mengusir ku dari kampung ini secara halus, sebenarnya aku sudah mendapatkan tempat kosan baru dan besok lusa mau pindah dan ini hari terakhir ku berada disini.
Dan soal pekerjaan ku, apa yang bapak dengar atau bapak lihat itu belum tentu benar, kedua teman wanita ku itu adalah dokter dan suster di rumah sakit Wijaya tempat aku manggang.
Dan mungkin karena ada rasa iri kepada ku, karena aku bersama 2 orang wanita cantik maka Cakra selaku tunangan Ajeng menuduh ku sebagai Gigolo" jagat menjelaskan
"Apa kamu mengenal Cakra" pak Bambang sedikit kaget.
Jagat pun tidak menyangkal dan dia mengangguk "Ya pak aku kenal Cakra dia satu kampus dengan ku di universitas Wijaya dan selalu berselisih pendapat dengan ku, tapi sudahlah tidak perlu di bahas tentang itu.
Yang terpenting tujuan bapak kesini sudah tersampaikan dan aku besok akan berkemas untuk pindah dari rumah kontrakan ini, kalau begitu silahkan bapak pulang karena aku mau berangkat kuliah" tanpa ragu jagat mengusir pak Bambang dari rumah kontrakannya sendiri.
Pak Bambang pun bangkit dan pulang tanpa mengucapkan sepatah katapun, karena kecewa dan sedikit marah mendengar pengusiran dari jagat.
"Padahal itu rumah ku, tetapi kenapa aku yang di usir oleh jagat, seharusnya aku yang mengusir dia dari rumah ku sendiri" gumam pak Bambang.
Di sana jagat yang sudah di luar pintu berbicara, walaupun tidak keras tetapi kedengaran oleh pak Bambang "Aku bukan pemilik rumah ini tetapi aku masih berhak tinggal di rumah ini karena tempo aku kontrak rumah ini masih ada 2 Minggu lagi, seharusnya aku minta setengah uang yang sudah aku berikan tetapi aku tidak lakukan"
Di akhir kalimat jagat berbicara dan dengan Nada penekanan "Menyesal aku menolong anjing yang pada akhirnya menggigit ku sendiri"
Kemudian jagat menutup pintu dan menguncinya kemudian dia menaiki motor dan pergi dari rumah itu.
Tetapi sekarang pak Bambang sendiri ingin mengusir jagat dari rumah kontrakan tersebut karena perkataan Ajeng yang menuduh jagat sebagai gigolo.
Sebetulnya apa hubungannya pekerjaan jagat dengan rumah kontrakan yang dia tempati, toh jagat tidak berbuat senonoh di rumah kontrakan nya itu.
"Aku memang Anjing yang tidak berbalas jasa kepada penolong ku sendiri, bahkan aku lebih busuk dari pada binatang" gumam pak Bambang sambil melangkah pergi.
Sesampainya di rumah, pak Bambang langsung di sambut oleh Ajeng sambil mengajukan pertanyaan "Bagai mana pak apakah pria miskin itu sudah bapak usir ?..."
Pak Bambang menganggukan kepalanya "ya besok dia akan pindah"
Pak Bambang pun melangkah pergi meninggalkan Ajeng dengan wajah kusam dan masih merenungi perkataan dari jagat.
Mendengar jawaban pak Bambang Ajeng menjadi sangat senang "Rasakan itu Jagat, kamu mau tinggal di mana setelah di usir oleh bapak ku, dan kamu juga yang telah membuat mas Cakra ku masuk ke dalam rumah sakit, itu balasan yang setimpal untuk mu"
Ajeng menyeringai tampak wajah seperti di hinggapi rasa puas dan seringaian itu sangat mengerikan, tampak senyuman jahat terlintas.
"Kenapa kamu berbicara sendiri jeng, apa penyakit kamu kambuh lagi" ucap wanita yang ada di belakang Ajeng.
Ajeng pun melirik dan tersenyum puas "tidak Bu, bukan begitu, Ajeng sedang senang karena si Jagat telah di usir oleh bapak"
"Kenapa di usir jeng, kan nak jagat tidak kenapa kenapa" tanya ibunya Ajeng.
Ibunya Ajeng tidak tahu duduk perkaranya, karena Ajeng hanya bercerita kepada pak Bambang saja.
"Ini loh Bu, tau gak si jagat itu ternyata pekerjaan nya, adalah pemuas nafsu wanita girang, dan kata mas Cakra, dia itu bekerja sampingan jadi OB di hotel Arssad dan selain jadi OB dia juga menjadi pemuas nafsu wanita girang, sehingga aku suruh bapak untuk mengusir jagat dari rumah kontrakan kita" jelas Ajeng.
"Ah masa, orang sebaik nak Jagat kok bisa bekerja seperti itu" ucap ibu Ajeng penasaran.
"Iya Bu, ibu tidak percaya sama mas Cakra, bahkan aku melihat sendiri waktu di ajak berenang kemarin sama mas Cakra, si jagat itu bersama 2 wanita cantik di dalam kolam renang.
Bukan hanya itu aku juga berpapasan dengan dia, dan dengan 2 orang wanita yang sama, apa dia tidak gila melayani 2 wanita girang sekaligus" ucap Ajeng.
"Sudah ah, ibu tidak mau membahas tentang nak jagat, yang ibu tahu dia orang baik yang telah menyembuhkan mu, itu saja sudah cukup" ucap ibunya Ajeng yang seolah membela jagat.
Ajeng menggertakan giginya "kok ibu malah membela si jagat itu, dia itu lelaki miskin dan untuk dapat kuliah di universitas yang bonavid seperti universitas Wijaya dia rela bekerja sebagai apa saja bahkan jadi Gigolo"
"Hus...kamu jangan menghina terus nak Jagat, ingat kamu sembuh karena dirinya, jangan sampai air susu di balas dengan air tuba, dia memberikan kesembuhan untuk mu tetapi kamu malah membalas hinaan kepada dia" ibunya Ajeng menasehati.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna