Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 118 Dasar Wanita Jurig


Bab 118 Dasar Wanita Jurig


Jagat yang mendengar Isak tangis seorang wanita itu seketika berhenti mengguyur tubuhnya dengan air.


Posisi mandi jagat yang berjongkok berlahan Berdiri, kemudian sedikit demi sedikit jagat mendongkakan kepalanya.


Terlihat sepasang kaki yang menggantung di atas tong tersebut sambil di ayun ayun kan kedepan dan kebelakang, sehingga kaki yang bertubrukan dengan dinding tong menimbulkan suara geduk geduk.


Jagat menyipitkan matanya karena, kamar mandi itu gelap, tetapi genting atas ada yang memakai genting kaca sehingga sedikit cahaya bulan masuk, meskipun masih nampak gelap.


Jagat sedikit demi sedikit mendongkakan kepalanya, terlihat kaki itu memakai pakaian putih panjang, pakaian seperti daster berwarna putih polos tanpa gambar apa pun.


Kalau saja orang lain yang melihat penampakan ini mungkin mereka akan langsung melarikan diri, meskipun tanpa memakai pakaian sedikit pun.


Tetapi jagat malah diam dan menatap sedikit demi sedikit kearah penampakan tersebut.


Suara rintihan tangis makin terdengar jelas terisak, yang menjadi bulu kuduk berdiri terkadang di sela tangisannya ada lenggingan tawa.


Hihihihi ...... suara itu terdengar sangat menyeramkan, tetapi setelah lenggingan tawa itu berakhir, berganti dengan tangisan kembali.


Kontrak yang sepi tidak terdengar satu orang pun bersuara, hanya bunyi jangkrik dan gemericik air yang keluar dari tong dan masuk ke ember yang di tampung jagat.


Tangan kanan jagat masih memegang gayung yang berisi air belum sempat dia guyur ketubannya, karena mendengar suara rintihan tangis tersebut.


Semakin mengongkak keatas terlihat lutut kaki menekuk dan semakin ke atas terlihat wajah wanita yang tersenyum sambil mengeluarkan suara rintihan.


Disana jagat langsung menyiramkan gayung yang berisi air tersebut ke arah wajah wanita itu.


"Dasar wanita jurig, ayo turun di kira aku taku apa" ucap jagat marah


Wurr.....air yang di siram dari gayung telak mengenai wajah wanita itu yang membuat matanya kelilipan.


Jagat tahu bahwa wanita itu bukan hantu, karena tidak terasa adanya aura intimidasi dari rintihan tadi.


Jagat meyakini bahwa ini adalah wanita yang di katakan ibu Rasmin, wanita yang super jahil apalagi sama penghuni kos baru.


Bu Rasmin sudah wanti-wanti supaya jagat berhati hati, karena biasanya di kamar kosan yang ditempati oleh penghuni baru suka tiba tiba ada ular atau pun laba laba besar.


Ini ulah dari wanita super jahil ini yang sekarang mencoba menakut nakuti jagat dengan menjadi hantu kuntilanak.


Jagat tahu bahwa Eriska kos di tempat ini tetapi dia tidak tahu kosan mana dia tinggal, dan sekarang jagat bertemu dengan wanita super jahil seperti ini.


Jagat pun melempar gayung ke ember dan kedua tangannya memegang pergelangan kaki wanita itu.


"Ayo turun atau aku tarik kamu" perintah jagat.


Wanita itu meringis kesakitan karena cengkraman jagat lumayan kuat yang membuat wanita itu kesakitan.


"Se....aw.... lepas.... lepaskan tangan mu, kaki ku sakit tahu" rintih wanita itu.


Jagat terus memegangi kaki wanita itu dan tanpa sadar jagat menarik sedikit demi sedikit kaki wanita itu, sehingga dia pun melorot dari tempat duduknya dan jatuh kebawah.


Dengan sigap jagat melepaskan genggaman tangannya di kaki wanita itu dan menangkap wanita yang terjatuh akibat di tarik oleh jagat.


Brak.... Jagat menangkap wanita itu sehingga wanita itu masuk kedalam dekapan tubuh jagat.


Wanita itu pun mendongkakan kepalanya melihat wajah jagat dan kaget "Jagat....Kamu jagat...."


Jagat pun merasa heran karena wanita itu mengenali dirinya, Jagat pun memandang wajah wanita itu secara seksama "Ternyata kamu Eriska, wanita super jahil yang di katakan oleh ibu Rasmin, apa yang kamu lakukan berpura-pura menjadi hantu, kalau kamu celaka bagaimana"


Jagat menasehati Eriska yang masih dalam pelukan jagat, tetapi Eriska berdalih "Aku hanya iseng saja, tidak membuat orang celaka kan, ternyata yang aku takuti itu kamu, aku kira penghuni kos baru itu orang lain sehingga aku berinisiatif untuk menakutinya, eh ternyata kamu hehehe ...."


Eriska berdalih sambil tertawa kecil menunjukkan wajah tidak bersalah tetapi jagat sedikit geram dengan perbuatan yang Eriska lakukan.


"Kan kamu bukan penakut, buktinya kamu tidak lari dari kamar mandi ini, dan kalau kamu serangan jantung tinggal serang balik aja jantung mu itu" dengan enteng Eriska menjawab perkataan jagat.


"Tidak akan aku biarkan, karena kamu sudah mengagetkan ku dan menakuti ku, maka kamu harus menerima hukuman dari ku" ucap jagat.


Jagat pun mengambil gayung yang berisi air, kemudian jagat mengguyur kepala Eriska dan terus menyiramkan air keseluruh tubuh Eriska sampai basah.


Eriska yang merasa kedinginan menggeliat geliat didepan jagat terkadang Memeluk jagat dan menggosok wajahnya di dada bidang jagat karena matanya terkena air.


Akibat Eriska yang tidak diam saat di siram air, apa lagi kedua gunung kembarnya menempel di dada jagat membuat si Doris, menjadi terbangun.


Yang awalnya layu karena dinginnya air sekarang si Doris pun bangun dengan sendirinya.


Eriska yang rambutnya basah dan air menetes ke wajahnya hingga air masuk ke matanya, langsung memeluk jagat.


Gunung kembar pun menempel dan wajah Eriska di gosokkan ke dada bidang jagat, Eriska pun diam sebentar tidak bergerak karena di bawah selangkangannya ada sesuatu yang mengganjal.


Jagat pun berhenti mengguyur tubuh Eriska dan dia pun diam mematung, Eriska melihat wajah jagat dan bertanya "Benda apa yang menusuk ************ ku"


Jagat yang baru tersadar bahwa dia tidak memakai pakaian dan didapati si doris sudah berdiri tegak langsung melepaskan pelukan Eriska, dia pun berbalik kebelakang.


"Maaf aku lupa aku tidak memakai sehelai benang pun dan tongkat sihir ku mengeras karena mu" wajah jagat langsung memerah karena malu.


Yang seharusnya malu itu adalah Eriska yang seorang wanita, tetapi ini jagat yang sudah berpengalaman.


Tetapi di sana Eriska malah tersenyum senang dia malah mendekat dan memeluk jagat belakang.


Eriska berbisik di telinga jagat "Siapa nama tongkat sihir mu, apa boleh aku memegangnya"


Tangan Eriska pun meraba tubuh jagat sampai ke bawah, tetapi keburu di cegah oleh tangan jagat.


"Jangan, Si Doris ku berbahaya, dia berbisa dan membuat kecanduan" ucap jagat.


"Aku hanya ingin tahu bagai mana bentuk si doris, dan apa kamu sudah lupa, aku ini pacarmu, dan cepat atau lambat si doris akan menjadi milik ku juga ucap Eriska.


Jagat yang mendapatkan ijin dari Eriska pun merasa senang dan dia tanpa ragu berbalik kearah Eriska.


Eriska yang dengan sengaja memegang si doris tersentak kaget, karena si doris yang sedang berdiri tegak memiliki ukuran yang besar dan panjang.


Eriska berbalik menjadi malu, dia melepaskan tangannya dan berbalik membelakangi jagat.


Tangan kanan jagat pun segera meraih pinggang Eriska, yang terbalut daster putih tipis yang telah menjadi basah.


Wajah Eriska pun menjadi memerah, tangan Eriska pun menempel di dinding tembok sedangkan bemper belakang sudah menempel dengan kepala si doris yang membuat Eriska menjadi geli.


Eriska yang sudah siap dia pun melebarkan kedua kakinya, dia memang memakai daster tetapi hanya daster saja tanpa memakai CD dan BH sehingga dia siap di hujam kapan saja.


Tetapi di sana jagat malah berdiri dan mengambil handuk kemudian menutupi bagian di bawah pusar jagat dia berjalan keluar dan berbicara dengan enteng "Pergilah baju mu basah nanti kamu masuk angin"


Perkataan itu membuat Eriska menjadi kecewa dan di tinggal pergi oleh jagat yang sudah selesai mandi.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna