Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 115 Kosan Bogenvil


Bab 115 Kosan Bogenvil


Di tempat jagat, sebelum ke rumah sakit, jagat pulang terlebih dahulu ke rumah kontrakan yang berada di kampung Hoe.


Ini adalah hari terakhir dan jagat kesana hanya mengambil barang barang yang penting saja, yang sudah di siapkan dari semalam dan tinggal di bawa saja.


Setelah itu jagat menitipkan kunci rumah kontrakan kepada mang Maman.


"Nak jagat mau pindah ke mana" tanya mang Maman.


"Aku sudah dapat kosan baru mang, jarak dari sini terlalu jauh, aku nyari yang lebih dekat, oh iya apa mang Maman sudah bicara dengan Ceu Ceu belum" ucap jagat.


"Oh soal itu, iya mamang minat, tapi ...." Mang Maman tidak melanjutkan bicaranya.


"Mang Maman pasti tidak enak sama pak Bambang ya" timpal Jagat.


"Iya itu alasannya, soalnya, siapa lagi yang menggarap kebun dan sawah pak Bambang kalau bukan mamang" ucap mang Maman.


"Ya sudah mang Maman pikirin dulu aja, tapi saran dari aku, mang Maman pikirin penghasilan keluarga mang Maman sendiri, jangan mikirin orang lain. Kapan lagi mendapatkan kerja seperti ini lagi, dengan gaji yang lebih besar dari pada bertani" ucap jagat


Kemudian jagat pun ijin pamit pulang dan menitipkan kunci rumah kontrakan " mang aku pergi dulu ya, kapan kapan kita bertemu lagi"


"Iya hati hati nak Jagat" ucap mang Maman.


Setelah dari kampung Hoe, jagat pergi ke kosan yang di atur oleh om Wijaya, kosan itu dekat dengan kosan Eriska, sehingga jagat di suruh pindah ke kosan tersebut.


*


"Permisi Bu apa benar ini kosan bogenvil" tanya jagat kepada ibu kantin yang ada di gerbang kosan tersebut.


Terlihat kosan ini lumayan besar dengan 2 lantai dan banyak kamar dengan bangun berbentuk panjang anggare.


Kosan ini terlihat sepi dan terlihat hanya ada beberapa jemuran yang menggantung di depan pintu kosan.


Si ibu kantin pun menjawab dan sekaligus balik bertanya "iya ini memang kosan bogenvil, mas ini mencari siapa ya?"


"Aku tidak mencari siapa pun Bu, tapi aku di di suruh untuk pindah ke kosan yang ada di sini" jawab jagat.


Si ibu kantin itu pun menyeringai "Apa mas ini yang bernama Arya yang di panggil jagat"


Jagat pun mengangguk "iya Bu"


Kemudian ibu kantin itu berkata lagi "Perkenalkan nama ibu Rasmin Pemilik kantin ini dan sekaligus penjaga kosan ini,mas Arya...."


Ucapan si ibu kantin yang memperkenalkan diri bernama ramin itu tidak di lanjutkan karena keburu di sanggah oleh jagat.


"Panggilan saja aku jagat Bu" pinta jagat.


"Oh ya baiklah mas jagat kamar kosannya berada di ujung sebelah kanan dan ini kuncinya, kamar kosan nomor 26, tapi maaf kamar mandinya di dalam sedang rusak, belum di perbaiki sama si mamang tukang, tapi mas jagat bisa mandi di WC luar" Bu Rasmin menjelaskan kondisi kamar dan menunjuk kamar mandi yang ada di luar.


"Tidak apa apa Bu, terima kasih, aku permisi dulu mau beresin barang ku" ijin jagat.


Kemudian jagat pun berjalan ke lantai atas dengan menaiki anak tangga yang berada di tengah tengah.


Di jajaran kosan jagat hanya ada 5 kamar dan 1 kamar mandi di luar, tetapi terlihat bahwa kamar yang lainnya tidak berpenghuni dan ada juga kamar yang hanya di pakai untuk gudang.


Kamar jagat memang berada paling ujung dengan nomor 26 tetapi di kamar nomor 25 seperti tidak berpenghuni dan di sebelah kamar nomor 25 adalah kamar mandi luar.


Di sebelah kiri ada 2 kamar lagi yaitu kamar nomor 24 yang sama tidak berpenghuni dan di pakai sebagai gudang dan kamar nomor 23 kelihatan ada penghuninya karena terlihat ada jemuran yang menggantung.


"Jadi hanya satu kamar kosan yang di huni di lantai atas ini, 2 kamar yang aku isi sekarang" gumam jagat.


Jagat pun membuka pintu kamar kosan dan memasukan barang yang tidak banyak hanya tikar lipat dan tas ransel saja.


Setelah itu jagat pun pergi kerumah sakit walaupun hari ini sudah hampir menjelaskan sore, yang penting ada absen masuk di kantor divisi khusus itu sudah cukup.


Meskipun jadwal praktek jagat hanya seminggu 3 kali, tetapi 3 hari yang lainnya hanya wajib absen saja walaupun hanya datang lalu pulang lagi.


Setibanya di rumah sakit Wijaya tepatnya di ruang kantor divisi khusus semua orang sedang berkumpul, jagat pun masuk sambil menyapa.


"Selamat sore semua" sapa jagat sambil tersenyum.


Semua orang balik menyapa "selamat sore"


Kemudian jagat duduk di kursi kosong yang sudah tersedia di sana.


Banyak orang yang senyam senyum seperti ada hal yang lucu yang telah di ceritakan.


Jagat pun bertanya penasaran "Ada apa sih kok semua orang senyam senyum"


Di sana tidak ada yang menjawab pertanyaan dari jagat, tetapi ada satu orang yang menceltuk "ini loh dokter sofy tadi bercerita lucu, masa ada pasien yang nangis gara gara melihat suntikan sebesar, dia kira mau di suntik pake itu, eh ternyata dokter sofy lagi ngebetulin belangkar tempat tidur pasien yang macet"


Mendengar perkataan dari Arman, jagat pun Ikut tertawa dan semua orang pun tertawa terbahak-bahak.


Jagat melirik ke arah Sofy "siapa nama pasien itu"


"Dia Cakra yang kemarin ada yang memukuli di Club malam, aku kira dia lelaki pemberani, eh ternyata lelaki yang cengeng" ucap Sofy.


Jagat pun tertawa sambil menggelengkan kepalanya "sungguh tidak menyangka, Si Cakra yang arogan itu ternyata menangis gara gara begitu"


Tertawa mereka pun seketika berhenti ketika ada suara pun di ketuk.


Tok ... tok....tok.... Kemudian pintu terbuka dan yang masuk seorang perawat yang melapor.


"Dokter Calvin, ada pasien yang harus segera di tangani oleh dokter divisi khusus, tolong segera" pinta perawat itu.


Kemudian dokter Calvin pun menunjuk dokter dan perawat yang kompeten di bidangnya.


Yang pergi dokter Yohanes dan dokter Dian, sedang perawat yang mendampingi Arman dan suster Ratna.


Tidak beberapa lama lagi datang perawat lainnya yang melapor, ada pasien lagi yang harus di tangani, mereka pun segera keluar dan tersisa sofy, Elis dan jagat.


Sofy dan Elis tadi sudah menangani pasien sehingga mereka berdua tidak di ikut sertakan, karena dia baru saja datang dan beristirahat.


Sedangkan jagat sendiri tidak ada jadwal praktek untuk hari ini sehingga dia tidak ikut di tugaskan untuk menangani pasien.


Di sana sofy mulai membuka suara "Bagai mana dengan rencana kita untuk apartemen"


"Aku sudah berfikir keras, dari pada apartemen lebih baik cari rumah yang besar yang ada di komplek, biar kita bisa leluasa" jawab jagat.


"Wah mas say ku, berpikir sampai sejauh itu, aku setuju banget" ujar Elis.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna