Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 141 Apakah Aku di Pelet Oleh Mu


Bab 141 Apakah Aku di Pelet Oleh Mu


Setelah Eriska Melepaskan cubitan diperut jagat, jagat pun mengelus perutnya yang tadi di cubit "Sakit tahu ka...! Perut ku ini"


"Iya makanya kamu jujur, aku tidak masalah kalau kamu bersama suster Elis dan dokter sofy, aku tahu mereka itu cewek mu, tapi ingat aku juga pacaran mu, aku tidak mau di bohongin. Tau" Eriska sedikit marah.


"Aku sudah jujur padamu, terus apa lagi" ucap jagat


"Aku tidak masalah kalau kamu bekerja sampai larut malam, tetapi kamu menginap di rumah siapa ?" Tanya kembali Eriska.


"Aku kemarin malam bersama sofy karena Elis ada piket malam, aku sudah jujur padamu" jawab Jagat.


Eriska bertanya lagi seolah dia seorang polisi yang sedang mengintrogasi tersangka "Apa yang kamu lakukan dengan dokter sofy"


"Aku hanya lakukan apa yang aku lakukan kepada mu" jawab jagat.


Eriska pun kembali mencubit perutnya jagat dan Jagat pun kembali meringis kesakitan "Aw... sakit ka...."


"Kenapa kamu kemarin malam tidak jujur kalau kamu bersama dokter sofy, kalau kemarin kamu jujur aku akan pergi ke kosan dokter sofy, apa kamu tahu semalam aku sangat menderita" keluh Eriska.


Jagat pun sedikit kaget "Menderita, apa kamu sakit, ayo kita kerumah sakit dan periksa"


Eriska pun memarahi jagat "Dasar Bodoh, aku bukan sakit dan menderita karena penyakit, tetapi aku kesal sama kamu, aku sudah memakai baju Haram untuk menyambut mu, tetapi kamu tidak kunjung datang"


Jagat pun dengan terpaksa meminta maaf "Ya kalau begitu maafkan aku, karena ketidak Tahuan ku"


"Iya aku maafkan, tetapi lain kali aku akan memotong anu mu kalau sampai kejadian lagi, untuk menebus dosa mu, kita pergi ke mol dan belanja, kamu yang traktir" ucap Eriska.


Untuk melampiaskan kekesalannya, Eriska meminta jagat untuk mentraktirnya berbelanja di mol dan itu tidak bisa di tolak oleh jagat.


"Bukannya kita ke kampus sekarang ?" Tanya jagat


"Siapa bilang, aku minta di jemput kamu itu untuk berbelanja ke mol, jangan khawatir dengan kuliah, hari ini dosennya sedang tidak masuk, jadi hari ini tidak ada mata kuliah" Eriska pun menjelaskan.


"Pantas kamu semangat kalau mau belanja seperti itu, tapi pas jam makan siang aku harus menemui pasien di rumahnya, kamu boleh ikut kok, tetapi setelah itu kamu pulang karena hari ini banyak kerjaan yang harus aku selesaikan " ucap jagat.


"Baiklah tapi nanti malam kamu pulang ke kosan, ya. Kalau tidak awas saja" ancam Eriska.


"Baiklah...." Jawab jagat


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di Big mall, mall terbesar di kota B ini. Jagat pun melanjutkan motornya kearah parkiran yang berada di atas mall ini.


Parkir khusus sepeda motor berada di atas sedangkan, parkir mobil berada di bawah, sehingga jagat mengendarai motor jadulnya dengan sedikit berhati hati, karena menuju ke lantai atas bukan hanya nanjak tetapi berkelok kelok.


Sesampainya di atas mereka parkirkan motor dan masuk kedalam mall. Jagat dan Eriska pun dengan percaya diri masuk ke dalam mall tersebut.


Seperti biasa penampilan jagat itu sangat sederhana dengan hanya memakai celana jeans hitam dan kaos yang di tutupi jaket jeans.


Sedangkan Eriska dengan mengenakan celana jeans hitam dan kaos hitam, dengan rambut di biarkan tergerai. Dengan riasan seperti anak Black Metal.


Mereka berdua pun menjadi pusat perhatian karena kebanyakan yang datang ke mall ini kalangan menengah ke atas.


Sedangkan jagat dan Eriska berpenampilan urakan seperti sepasang gembal. Yang satu roker yang satunya lagi black metal.


Eriska sudah terbiasa dengan tatapan tersebut, karena memang dia lebih percaya diri dengan berpenampilan seperti itu, begitu pula jagat yang sangat sederhana.


Disana Eriska merasa bingung mau berbelanja apa mereka pun hanya berkeliling dari atas ke bawah dan keatas lagi dan kemudian duduk di kursi untuk beristirahat karena cape harus berjalan jalan.


Terlihat ada beberapa orang yang menghampiri mereka berdua, salah satunya adalah Lina, orang yang selalu mengekor Eriska.


"Hey Riska, kenapa kamu ada di tempat ini?" Tanya Lina.


"Hai Lin, biasa lah jalan jalan, kamu kenapa sama teman teman ada di sini juga ?" Eriska balik bertanya.


Ada sekitar 6 orang yang bersama Lina mereka sudah janjian untuk pergi bersenang senang di mall ini.


"Rencana kami ingin nonton film, setelah itu menyewa Room untuk berkaraoke ria, apa kamu mau ikut" ajak Lina.


Eriska pun menoleh ke arah jagat, tetapi jagat tidak menunjukkan ekspresi atau pun reaksi apapun, kemudian Eriska pun menoleh lagi ge arah Lina "kalian pergi saja, aku datang ke sini untuk berbelanja dengan jagat"


Kemudian Lina pun memaksa "Ayolah, ka. Kalau ada kamu pasti rame, ngapain kamu belanja dengan pria miskin ini, toh pasti uangnya dari kamu, mana mungkin dia mentraktir kamu"


"Lina, aku datang ke sini dengan jagat dan pulangnya juga harus bersama dia, dan ingat dia ini sekarang cowok ku, jadi jangan pernah menghina dia" Eriska pun memperingati.


"Aduh, kamu ini, ya Eriska, kenapa kamu pilih pria miskin ini sih, banyak loh laki laki kaya yang mau sama kamu, ingat kamu ini anak dari Candra Wijaya orang terkaya di kota ini, tetapi malah milih pacaran sama pria miskin seperti dia, jangan jangan kamu di pelet sama dia untuk mendapatkan uang dari mu" Lina pun tak mau kalah memperingatkan Eriska.


Kemudian teman lainnya pun mencibir "Ayolah Eriska, jangan gagara pria miskin kamu lupakan kami, benar tuh kata Lina kamu ini di pelet sama dia"


Cibiran demi cibiran terus di lontarkan oleh teman temannya, yang membuat Eriska tidak enak hati, kemudian Eriska pun pergi dengan menarik tangan jagat meninggalkan mereka.


Di sana Lina berteriak kepada Eriska "Ka, kamu akan menyesal karena berpacaran dengan dia, ingat dia itu memakai pelet hingga kamu tergila gila"


Eriska tidak memperdulikan perkataan Lina dan terus berjalan hingga sampai menuruni tangga berjalan.


"Maafkan teman temanku ya, karena telah mengina mu seperti itu" ucap Eriska yang meminta maaf atas nama teman temannya.


"Tidak apa-apa kok, aku sudah biasa menerima cacian seperti ini, orang kaya memang kebanyakan begitu, mereka menilai seseorang dari penampilannya" jawab jagat.


Kemudian Eriska teringat ucapan dari Lina dan kemudian dia bertanya dengan serius kepada Jagat "apa aku boleh bertanya, tetapi kamu harus menjawabnya dengan sejujur jujurnya"


"Apa yang ingin kamu tanyakan kepada ku, aku jarang untuk berbohong" ucap jagat.


"Kalau kamu jarang berbohong, berarti kamu sering dong melakukan kebohongan" hardik Eriska.


"Bukan begitu, kalau aku bilang aku tidak pernah berbohong, tadi juga pas di perjalanan kamu bilang aku berbohong karena tidak jujur, Padahal aku sudah mengatakan semua alasan kepada mu" jagat pun berusaha menjelaskan.


"Iya baiklah aku mengerti, tapi jawab dengan jujur, apakah aku di pelet oleh mu ?" Tanya serius Eriska.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna