
Bab 310 Tumbang Begitu Saja
Wiliam Atmajaya tidak sadar sudah di bodohi oleh jagat, memilih siapa pun di antara mereka sama saja, Petarung milik Wiliam Atmajaya akan dengan mudah di kalahkan.
Wiliam Atmajaya pun menyeringai dan memindai bodyguardnya jagat, dia akan memilih yang dia rasa paling lemah di antara mereka.
Dari 6 bodyguard jagat, Wiliam Atmajaya harus memilih 3 orang untuk bertarung dengan petarungnya.
Wilayah memilih orang yang paling kecil dan kurus di antara mereka, karena orang kecil dan kurus Wiliam Atmajaya kira itu orang terlemah di antara mereka.
"Aku memilih kamu, kamu dan kamu" Wiliam Atmajaya memilih galih, Kurnia dan jaya
Mereka bertiga memang yang paling kurus di antara yang lainnya jagat pun menyeringai dan berkata "Kamu yakin memilih galih, Kurnia dan jaya"
Wiliam Atmajaya mengangguk "Ya aku yakin, mereka akan di pukuli dengan mudah oleh Petarung ku Hahaha...."
Wiliam Atmajaya tertawa terbahak-bahak dia yakin bahwa Petarung yang dia miliki akan menang.
Kemudian mereka pun keluar dari dalam ring sebelum jagat berbicara kepada galih Kurnia dan jaya "Bermain lah dulu, jangan langsung menghabisi mereka"
Galih, Kurnia dan jaya mengangguk "Baik tuan muda"
Kemudian jagat berkata lagi "Kalau penampilan kalian bagus, aku akan memberikan kalian bonus"
Mendengar itu mereka bertiga bersemangat.
Pertandingan pertama adalah 2 lawan 2, jagat menurunkan galih dan Kurnia, karena mereka Petarung ganda.
Sedangkan di sisi Wiliam Atmajaya dia menurunkan si tinjau petir dan si kaki kilat, itu berarti di Petarung berikutnya jaya akan bertarung melawan si beruang hitam.
Tetapi beberapa detik kemudian Bishal naik ke atas ring dan berkata melalui mikropon "Pertarungan ganda tidak akan seru karena akan tersisa satu orang yang akan bertanding, jika dari mereka kalah maka satu lagi tidak perlu bertarung, itu tidak Mengasikan"
Semua orang bersorak, kemudian Bishal mengusulkan "Bagai mana kalau semua Petarung langsung naik ring dan bertarung, Petarung siapa yang bertahan maka di lah pemenangnya"
Semua orang kembali bersok, jagat pun mengangguk dia mengikuti mereka saja dan itu juga di setujui oleh Wiliam Atmajaya.
Sehingga kali ini semua Petarung langsung naik ke atas ring dan mereka siap bertarung.
Tetapi formasi di pihak jagat tetap, yaitu Kurnia dan galih akan melawan si tinjau petir dan si kaki kilat sedangkan jaya melawan si beruang hitam.
Pertandingan pun di mulai, galih dan Kurnia menghadapi si tinjau petir dan si kaki kilat sedangkan jaya melawan si beruang hitam.
Wuss....
Si tinjau petir melayangkan pukulannya, tinjunya memang cepat seperti kilatan petir yang menyambar.
Tetapi di mata Kurnia itu masih lambat dan dia pun masih bisa menghindarinya.
Hiuk....
Si kaki kilat menendang dengan tendangan berputar yang sangat cepat juga, tetapi galih bisa menghindarinya dengan hanya berjongkok.
Kemudian Kurnia dan galih balik menyerang dengan gaya mereka berdua yang khas yaitu menggunakan jurus kera dari perguruan silat kera sakti.
Kurnia menggunakan jurus kera mengajul buah sedangkan galih menggunakan jurus kera memetik buah.
Biar pun begitu mereka juga menggunakan posisi jari pemecah kacang untuk menyerang lawan.
Pukulan demi pukulan di layangkan oleh di tinju petir, tetapi tidak ada satu pun yang kena karena Kurnia selalu menghindar dan menakis
Tetapi takisan yang dilakukan oleh Kurnia bukan takisan sembarangan, dia juga sambil menotok titik Meridian lawannya.
Di tempat menonton Elis berkata "Sungguh biadab si galih, apa dia mau memecahkan buah onon onon Petarung itu"
Sofy yang tidak mengerti bertanya kepada Elis "apa maksud mu ?"
Elis menunjuk ke arah galih "Lihat tangannya, itu jurus jari pemecah kacang, dan kalau buah onon onon Petarung itu, maka tamatlah riwayatnya, dia akan menjadi Kasim untuk selamanya"
Elis berasal dari keluarga jawara kuno sehingga sedikitnya dia tahu jurus yang di pakai oleh seseorang.
Sofy yang memiliki dasar beladiri Wushu dan taekwondo mengangguk "Si kaki kilat, memiliki banyak celah, tendangannya memang cepat, tetapi tangannya di simpan di dada ketika dia menendang, sehingga hanya atas saja yang di pake untuk bertahan"
Sofy menghela nafasnya lalu kemudian melanjutkan menjelaskan "untuk Petarung bebas posisi itu memang bagus, tetapi kalau menghadapi praktisi pencak silat seperti galih dan Kurnia itu sangat merugikan karena sekarang galih mengincar posisi bawah yang tidak di lindungi"
"Mereka Petarung bebas yang biasanya mengincar dari kepala sampai pinggang, mereka tidak berpikir bahwa ada yang sangat vital yang harus dilindungi ketika bertarung" jagat pun ikut berdiskusi.
Wiliam Atmajaya mendengus kesal mendengar diskusi Elis, sofy dan jagat. Wiliam Atmajaya kira mereka bertiga tidak memiliki kemampuan beladiri seperti dirinya dan mengandalkan para pengawal pribadi mereka.
Dia pun mencibir "Cih tahu apa mengenai beladiri, mereka adalah petarung propesional, dan sangat hebat"
Memang Petarung milik Wiliam Atmajaya hebat dan tidak terkalahkan di arena bawah tanah, tetapi itu di luar negeri yang para petarungnya mengandalkan keberanian dan pisik saja.
Sedangkan Petarung sebenarnya, mereka sudah berlatih dari sejak masih kecil bukan hanya di tempa pisik tetapi juga tenaga dalam yang mumpuni.
Meskipun terlihat Mereka saling jual beli serangan, sebenarnya para petarung milik Wiliam Atmajaya lah yang banyak terkena serangan fatal.
Jaya yang paling lemah ilmu beladirinya di cengkram oleh si beruang hitam yang besar, tetapi jaya menganggukan jurus belut sehingga setiap kali dia di peluk oleh si beruang hitam, Jaya masih bisa melepaskan diri dari cengkraman si beruang hitam.
Di situasi seperti ini jaya tidak bisa menggunakan jurus pengendalian roh. Di tambah lagi semua hantu yang dia miliki di sita oleh jagat, Sehingga jaya haya bisa mengandalkan kemampuan sendiri.
Jaya murid dari laskar hantu, yang mana tubuhnya selalu di jadikan media untuk dirasuki hantu jawara untuk melawan musuh
Tetapi untuk sekarang dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri tanpa mengandalkan hantu miliknya lagi untuk merasuki tubuhnya.
Walaupun begitu pemahaman beladirinya sudah cukup untuk mengalahkan si beruang hitam dalam beberapa gerakan.
Hanya karena perintah jagat yang di haruskan mereka bermain main terlebih dahulu, mereka pun hanya menahan diri dan tidak bertarung dengan sungguh sungguh.
Pertarungan pun sudah berlalu sekitar 15 menit, si tinjau petir tangannya sudah merasa kebas karena totokan yang di lancarkan oleh Kurnia.
Si kaki kilat pun sama, kakinya sudah terasa lemas karena terus menendang tanpa henti dan sesekali melompat kebelakang karena buah onon onon yang menggantung di selang hampir hampiran di remas oleh galih.
Begitu pula si beruang hitam, seluruh tubuhnya terasa sakit setelah menerkam jaya.
Di menit ke 20 mereka pun tumbang tanpa ada serangan yang berarti dari Kurnia, galih dan jaya.
Brak....
Mereka jatuh dengan mata melotot, semua alat gerak mereka sudah tidak bisa di gerakkan lagi, tangan dan kaki mereka lemas begitu saja.
Semua penonton tidak percaya bahwa mereka bertiga tumbang begitu saja.
Dari tadi mereka bertiga menyerang dengan ganas sehingga orang yang bertaruh kepada mereka berharap banyak dan sudah yakin menang.
Tetapi pada kenyataannya mereka tumbang begitu saja, padahal galih, Kurnia dan jaya tidak melihat menyerang dan hanya bertahan saja.
"Sialan kenapa mereka bisa tumbang, apa stamina mereka hanya sampai segitu aja" ucap salah satu penonton.
***
* Bersambung