Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 278 Sial Dia Bisa Membaca Pikiran Ku


Bab 278 Sial Dia Bisa Membaca Pikiran Ku


Semua orang keluar dari ruangan pribadi pak Suwarno, di dalam hanya tinggal pak Suwarno sebagai pasien, jagat dan Elis.


Jagat pun mulai mengobati tangan pak Suwarno terlebih dahulu, di sana Elis bertanya "Apa perlu aku suntik anastesi untuk menghilangkan rasa sakit ?"


Jagat malah menggelengkan kepalanya "Pak Suwarno seorang ahli bela diri, pasti dia sudah tahan terhadap rasa sakit"


Jagat menoleh ke arah pak Suwarno "Bukan kah begitu pak Suwarno"


Pak Suwarno mengangguk "Ya lakukan yang terbaik, aku akan menahan rasa sakit ini, yang penting aku bisa di sembuhkan"


Jagat tersenyum "Baiklah kalau begitu"


Jagat mulai mengambil minyak urut yang di berikan oleh Elis, jagat langsung mengoleskannya keseluruh tangan pak Suwarno.


Sebelumnya jagat juga menancapkan jarum akupuntur yang di lapisi oleh energi petir, supaya pak Suwarno tidak bergerak teplek yang akan membuat cedranya lebih parah.


Jagat memijat dan mengalirkan tenaga dalam, dia menyambung urat syaraf yang putus dan mengembalikan tulang yang retak.


Krekak....


"Argh...." Pak Suwarno berteriak kesakitan.


Jagat tersenyum "Tahan ya pak ini masih belum seberapa, ada yang lebih menyakitkan lagi setelah ini"


Pak Suwarno tidak bisa berkata kata karena menahan rasa sakit yang menusuk sampai ke tulang.


Krekak....


Pletak....


Ugh....


Argh....


Suara ringis kesakitan terdengar sampai ke luar, bahkan pak Suwarno sampai menangis.


Anaknya pak Suwarno sampai ikut merasakan ngilu mendengar ringisan ayahnya itu.


Tiba-tiba, ada sekitar 20 orang yang masuk ke dalam Dozo dan membuat kegaduhan.


Mereka memakai pakaian bela diri putih putih dengan logo Aliran Gorio-rio.


Seorang lelaki paruh baya berteriak "Hai Suwarno, aku kesini ingin menagih janji, kalian pergi dari Dozo ini, dan Dozo ini menjadi milik ku, aliran beladiri Gorio-kai milik mu adalah aliran sampah yang tidak patut di pertahankan"


Beberapa murid dari Dozo yang bersabuk hitam langsung menghadang mereka.


Salah satunya adalah orang yang tadi mengantar jagat bertemu pak Suwarno.


"Jaga mulut mu, Aliran Gorio-kai sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, master ku mempertahankan tradisi beladiri ini supaya tidak punah, sekarang kalian mau menghapus aliran kami, kalian terlalu berani, ayo hadapi kami terlebih dahulu"


Semua murid yang sedang berlatih pun berhenti dan mereka pun menepi ke pinggir aula latihan.


Orang yang membuat kegaduhan itu maju berhadapan dengan murid murid yang bersabuk hitam, dan sebagian lagi menonton sambil berdiri di depan pintu masuk untuk menghalangi murid yang kabur.


Salah seorang dari mereka berteriak kepada seluruh murid Dozo "Hai kalian, dari pada mempelajari aliran Gorio-kai yang sampah lebih baik pindah ke perguruan kami, di sana kami lebih baik dari Dozo ini"


Ternyata masalahnya adalah perebutan rekrutmen murid, di Dozo ini lebih banyak murid muridnya, dari anak kecil sampai dewasa ada di Dozo ini tetapi dengan jadwal yang berbeda.


Sekarang jadwal untuk latihan Remaja dan dewasa, sehingga tidak ada anak kecil yang ikut berlatih.


Aliran beladiri Gorio-rio juga sebenarnya menginginkan Dozo ini, sehingga mereka menghajar master Dozo untuk bisa mendapatkan Dozo ini.


Salah satu murid membela Dozonya sendiri "Kalian hanya pembuat onar, seni bela diri yang kalian pelajari hanya untuk menindas orang, tetapi kami tidak takut, ayo hadapi kami, terlebih baik kami melawan dari pada harus bergabung dengan kalian yang pembuat onar"


Setelah ucapan itu salah satu dari mereka melambaikan tangannya, orang itu adalah pemimpin dari si pembuat onar tersebut "Maju dan hajar mereka"


Perkelahian pun tidak terelakkan mereka bertarung dan membuat kegaduhan.


Di dalam ruangan atau kamar pribadi, jagat sudah selesai mengobati satu tangan pak Suwarno, sehingga tinggal mengobati tangan sebelahnya lagi dan kedua kakinya.


Setelah jagat mencabut jarum akupuntur dia pun berkata "Coba gerakan tangan mu pak"


Pak Suwarno pun sedikit menggerakan tangannya "Syukurlah tangan ku sembuh dan bisa bergerak lagi"


"Jangan senang dulu, itu baru tangan kanan, belum tangan kiri dan kedua kaki" ucap Elis.


"Itu baru tahap awal pak, anda harus menjalani perawatan intensif dengan mengoleskan ramuan herbal, aku akan tulis resepnya nanti setelah selesai mengobati semuanya" timpal jagat


Pengobatan yang di lakukan jagat tidak langsung 100% sembuh total, ada tahapan supaya pak Suwarno bisa sembuh total.


"Dok, bisakah aku di suntik terlebih dahulu, jujur itu sangat menyakitkan, bahkan aku terasa di siksa di neraka" ucap pak Suwarno.


Jagat tersenyum dan mengangguk "Aku kira praktisi beladiri seperti anda tahan terhadap rasa sakit"


Pak Suwarno tersenyum canggung "Ah dokter bisa aja, aku juga masih manusia dok, yang bisa merasakan rasa sakit yang amat sangat"


Jagat mendengar keributan di luar dan dia tidak bisa konsentrasi untuk mengobati tangan sebelahnya lagi.


Kemudian jagat menoleh ke arah Elis "Beib, bisa kan aku minta tolong"


"Iya mas say, minta tolong apa ?" Tanya Elis.


"Suruh orang yang di luar supaya tidak berisik, aku tidak bisa konsentrasi kalau begini"


Elis mengangguk kemudian dia beranjak keluar dari kamar itu, kemudian jagat bersiap untuk mengobati tangan kiri pak Suwarno.


"Aku tidak bisa menyuntik anda pak, tapi jangan khawatir, dengan menusukkan jarum akupuntur anda tidak akan merasa sakit sedikit pun"


Pak Suwarno mengangguk setuju "Baiklah terserah dokter saja, yang penting tidak terasa sakit seperti tadi"


Jagat mengangguk, kemudian dia mulai menusukan jarum akupuntur yang dilapisi oleh energi tenaga dalam.


Jagat menusuk jarum di titik titik khusus supaya pak Suwarno tidak merasakan rasa sakit sedikit pun.


Tangan pak Suwarno hanya terasa kebas dan kesemutan saja setelah di tusuk jarum akupuntur, dan setelah itu dia tidak merasa sakit, bahkan tidak bisa merasakan sentuhan jagat di tangan yang terluka.


"Bukannya dari tadi, dokter memberi ku akupuntur, mungkin dia ingin mempermainkan ku supaya merasakan sakit yang amat sangat" gumam pak Suwarno.


Jagat tersenyum sambil mengurut tangan kiri pak Suwarno "Maaf pak, bukanya aku ingin mempermainkan pak Suwarno, tetapi itu supaya pak Suwarno bisa merasakan sensasi sakitnya di obati seperti ini, sehingga suatu hari nanti pak Suwarno tidak akan mematahkan tulang orang, karena sudah merasakan sakit patah tulang"


Pak Suwarno tersenyum dan kemudian bergumam "Sial dia bisa membaca pikiran ku"


Suara krekak tulang sekarang tidak di barengi dengan ringisan atau pun tangisan, jagat hanya konsentrasi untuk mengobati tangan pak Suwarno.


Dengan menyalurkan energi tenaga dalam jagat menyambung kembali dan memperbaiki tulang yang retak dan memposisikan ke tempat semula.


Di sana pak Suwarno pun berpikir "Apakah dokter ini seorang dokter atau apa, dia sangat hebat, dokter biasa hanya menyuntik pengurang rasa sakit dan memberikan obat pereda nyeri"


***


* Bersambung