Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 139 Tidak Akan Terbendung


Bab 139 Tidak Akan Terbendung


Setelah jagat mengunci pintu dia pun membuka pakaiannya, dan Sofy pun tersenyum "Benarkah kamu akan menumbalkan ku, siapa takut"


Sofy pun membuka pakaiannya sama seperti jagat karena dia akan di tumbalkan sehingga tidak perlu memakai pakaian.


Jagat pun tersenyum "Ayo kita mandi dulu, badan ku bau keringat"


"Ayo siapa takut, mau di tumbalkan di kamar mandi atau di tempat tidur aku okeh saja" sofy pun menantang jagat.


Mereka pun masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan ritual mandi bersama. Suara air yang memancar dari shower menyanarkan suara sofy yang meringis dan mendesah.


Busa Sabun mandi menutupi seluruh tubuh, busa sampo pun memenuhi rambut mereka.


Mereka pun saling membersihkan diri dengan saling menggosok satu dengan yang lainnya.


Setelah mereka selesai mandi mereka pun mengeringkan tubuh mereka dengan handuk, sofy terlebih dahulu keluar dari kamar mandi dan berbaring di tempat tidur dengan rambut di balut handuk dan tubuh di tutupi selimut.


Jagat pun keluar dari kamar mandi dan setelah sampai di ranjang, jagat pun membuka selimutnya kemudian masuk kedalam selimut dan menindih sofy.


Si doris yang sudah berdiri tegak mencari lobang goa yang gelap kemudian masuk ke dalam goa tersebut.


Sofy pun mendesah matanya merem melek sudut bibirnya di gigit giginya sendiri dan terkadang mulutnya terbuka sambil berucap "Ach...."


Sedangkan enak enak nya jagat main kuda-kudaan handphone milik nya berbunyi, beberapa kali jagat mematikan sambungan telepon Tetapi orang yang menelpon jagat terus menerus menelpon.


Dia sedikit kesal karena sedang enak enaknya, dengan terpaksa jagat pun mengangkat telponnya, tetapi sebelum mengangkat telpon jagat pun bergumam "Mengganggu saja"


Setelah itu jagat pun mengangkat telponnya "Halo dengan siapa ini"


Setelah berbicara begitu, seorang wanita dari ujung telpon berbicara dengan marah "Jagat kenapa kamu matikan telpon ku"


Jagat tahu suara familiar ini, dia adalah Eriska, tetapi jagat tidak tahu nomor telpon miliknya karena dia belum sempat meminta apalagi save nomer Eriska.


Eriska pun kembali bertanya "Kamu Sekarang Ada di mana ?, Sama siapa ?, dan sedang berbuat apa ?"


Si doris yang masih menancap di dalam goa milik sofy sedikit di goyangkan, sofy menutup mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara karena jagat sedang menjawab panggilan telpon.


"Kamu ini ya, bertanya seperti lirik lagu kangen band saja, tadi aku di suruh menemui pasien di rumahnya dan sekarang aku lagi sibuk, besok janji akan menjemput mu dan mengantarkan mu ke kampus.


Hari ini aku tidak pulang karena kosan di sana di tutup jam 9 malam, sekarang sudah lebih dari jam 9 malam jadi mungkin aku nginep di rumah teman" Jagat pun berbohong.


"Baiklah kalau begitu, tapi ingat jangan pergi dan menghilang setelah aku berikan kesucian ku kepada mu " ucap Eriska di ujung telpon.


"Ya aku janji" jagat pun dengan terpaksa mengiyakan ucapan Eriska.


Telpon pun di tutup dan mereka pun kembali bermain kuda kuda. Sofy yang penasaran dia pun bertanya kepada jagat sambil di hujami si doris dari dalam goanya. "Si ach .... siapah....ahc....Yangh... menelpon...ach..."


Jagat pun menjawab tanpa menyembunyikan suatu hal dari sofy karena dia sudah sah menjadi wanitanya "Yang telpon tadi Eriska"


"Apah....kamu....sud...ach... jadian dengan....ach...."


Jagat mengangguk "Iya kemarin lusa, aku di suruh pindah kontrakan ketempat Eriska kost oleh om Wijaya"


Sofy pun tidak bertanya lagi karena mulutnya sedang penuh dengan bibir dan lidah jagat, sampai dia pun terengah engah.


Lebih dari 45 menit mereka pun selesai berolahraga malam, dan terbaring lemas, apa lagi sofy yang sudah 3 kali keluar sedang jagat baru 1 kali dan berbarengan dengan Sofy.


Muka sofy pun menjadi pucat karena kecapaian "Andai saja Elis ada di sini, mungkin aku tidak akan tersiksa oleh kenikmatan mu, kamu terlalu kuat untuk melakukannya dengan satu lawan satu, aku sudah tidak sanggup lagi, aku lelah sayang"


Sofy berbaring dengan kepala ada di dada jagat, jagat pun tersenyum sambil mengelus rambut Sofy. "Kan aku sudah bilang bahwa kamu di tumbalkan kepada ku, tadi kamu bilang siapa takut, tetapi kamu sekarang menyerah"


"Ya Jujur aku menyerah, aku lelah, kalau kamu mau melakukannya lagi, ajak saja Dias sama dara, bukanya dia bantal dan guling mu, aku capek mau tidur" sofy menyerah


"Ya sudah tidur lah" jagat pun mengecup kening sofy dan mereka pun memejamkan matanya.


Sofy dan Elis menyadari kenapa mereka rela berbagi cinta karena kalau melakukannya sendirian maka, gairah jagat tidak akan terbendung, apa lagi Waktu di hotel Arssad.


Meskipun di layani sofy dan Elis, jagat bisa meminta berkali kali kepada mereka berdua dan itu seperti tidak ada lelahnya.


Untuk mengembalikan kekuatan jagat, dia harus melakukan hubungan, karena energinya sudah terkuras pada waktu dia mencabut santet di rumah sakit.


Dan besok juga jagat ada janji mau ke resto pak hendar, karena resto tempat dia usaha dikirimi santet oleh saingan bisnisnya.


Jagat dan Sofy tidak lama setelah itu mereka pun tidur, tetapi sekitar jam 12 malam jagat bangun karena kebelet pipis, dia pun pergi ke kamar mandi.


Selesai dari kamar mandi jagat memakai piama, kemudian dia keluar dari kamar, jagat khawatir dengan Maya, sehingga dia pun ke kamar Maya.


Jagat pun berlahan membukakan pintu, dan disana dara dan Dias masih terjaga, mereka berdua pun ingin menyapa tetapi jari jagat di tempelkan di bibir. Itu menandakan mereka tidak boleh berisik.


Jagat berjalan berlahan dan dia pun melihat wajah polos Maya, yang tidur dengan lelap. Terlihat wajah tanpa beban dan sepertinya dia senang.


Karena selama ini Maya berada di rumah besar sendiri tetapi sekarang Maya memiliki teman seperti Dias dan Dara yang sejenis dengan dirinya.


Setelah itu jagat pun keluar dari kamar Maya, tetapi dari belakang Dias dan Dara mengikuti jagat.


Dan sesudah diluar kamar Dias pun berbicara "Mas sudah lama aku dan dara tidak tidur bersama mu, apakah kamu masih menganggap kamu sebagai bantal dan guling mu"


Jagat pun tersenyum "ya tentu saja kalian berdua adalah bantal dan guling ku, bukanya aku tidak ingat kalian, tetapi kalian kan di pegang sama sofy dan Elis, jadi aku tidak bisa tidur dengan kalian berdua.


Baiklah kalau begitu aku akan jadikan kalian malam ini bantal dan guling ku, ayo pergi ke kamar lain dan kita tidur di sana.


Dara dan Dias pun merasa senang, dara meraih tangan jagat sedangkan Dias membuka pintu kamar baru dan mereka pun masuk kedalam kamar tersebut.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna