Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 265 Jurus Delapan Belas Tinju Telapak Naga


Bab 265 Jurus Delapan Belas Tinju Telapak Naga


Setibanya di arena, Irvan langsung berteriak "Hai Ronal aku lawan mu"


Petarung yang sombong dan menantang banyak orang di arena di panggil dengan nama Ronal oleh Irvan.


Dia pun mencibir "Hahaha.... Oh Irvan, apa kamu tidak kapok juga setelah Minggu kemarin aku pukuli sampai babak belur, dan berlutut memohon belas kasihan ku"


"Cih.... Itu adalah Minggu kemarin, aku yang dulu berbeda dengan yang sekarang, aku akan menghajar mu dan menyuruh mu berlutut, seperti yang dilakukan aku Minggu kemarin" Irvan balik memprovokasi.


Ronal pun sedikit marah "Ayo kesini, akan aku hajar kamu sampai mati"


Irvan pun melangkah maju ketengah arena, dan tiba-tiba jeruji besi di turunkan kembali, ini kedua kalinya jeruji besi itu di turunkan.


Karena ucapan Ronal yang menyebutkan bahwa dia akan menghajar Irvan sampai mati, sehingga jeruji itu di turunkan.


Dan itu di anggap tantangan pertarungan hidup dan mati, sehingga si rambut kuning yang membawakan acara ini berteriak dan mikrofon di depan mulutnya.


"Ini adalah kali kedua, jeruji besi di turunkan, setelah pertarungan nona cantik dari ruangan VIP nomor 28 melawan wanita jepang dari ruangan VIP nomor 7, apakah kali ini akan ada nyawa melayang, entahlah, kita saksikan setelah para penonton memasang taruhan"


Semua orang langsung bersorak, terlihat mereka akan seimbang, tetapi beberapa orang yang pernah melihat mereka bertarung, lebih memilih bertaruh kembali kepada Ronal dari pada bertaruh kepada Irvan.


Para penjudi yang bertaruh 1 banding 2 banyaknya, dan kebanyakan bertaruh kepada Ronal, karena dia sudah di kenal sebagai juara yang beberapa kali bertarung tidak pernah terkalahkan.


Si rambut kuning pun berteriak kembali di luar ring jeruji besi "Pertarungan di mulai...."


Semua orang langsung bersorak dan seisi ruangan bergema dengan sorakan penonton.


Mereka tidak menggunakan senjata apa pun, mereka hanya mengandalkan tinju dan tendangan kaki.


Ronal yang pertama kali menyerang, dia meninju kearah Irvan, tetapi Irvan bisa mengelak dan kembali menyerang.


Kemudian mereka berdua pun saling menyerang, dan jual beli serangan pun terjadi.


"Ow .... Ternyata kamu sudah banyak berlatih ya, sehingga serangan ku dapat kamu hindari" ucap Ronal.


"Ya tentu saja, aku berlatih hanya untuk hari ini, balas dendam karena sudah mempermalukan ku" jawab Irvan.


"Halah.... Petarung pemula seperti mu itu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku" cibir Ronal.


Memang Irvan petarung pemula di arena pertarungan bawah tanah ini, sehingga Ronal berani mencibirnya.


Irvan pun menyeringai "Siapa bilang, tuan muda ku, sudah memberikan ku kekuatan sehingga aku memiliki kekuatan berkali kali lipat"


"Apa.... tuan muda mu memberikan kamu kekuatan, apa dia raja iblis, Hahaha...." Ronal kembali mencibir


Kalau begitu tunjukan kepada ku semua kemampuan mu itu" teriak Ronal.


Pertarungan mereka pun bertambah inten, pergerakan mereka sangat cepat, mereka adalah master beladiri, bukan hanya petarung yang hanya mengandalkan keberanian atau pun pengalaman.


Jurus jurus yang mereka tunjukkan di pertarungan ini membuktikan bahwa mereka ahli beladiri, bahkan bukan hanya serangan fisik, tetapi serangan tenaga dalam dia keluarkan.


Ronal berada di master tingkat lanjut sedangkan Irvan sekarang satu tingkat di atasnya.


Itu juga berkat latihannya selama ini dan belatung gaib yang di tanamkan oleh jagat, sehingga perubahan tingkat penguasaan beladiri meningkat.


Jagat juga membimbing mereka dalam berlatih beladiri, dan sesekali jagat juga menguji Irvan, Radit dan Arkam.


Sehingga mereka berkembang dengan pesat dan di juluki trio jago oleh jagat.


Setelah Puluhan jurus yang mereka keluarkan, Irvan sudah bisa menyadari kelemahan dari Ronal, dia pun menyerang titik lemah Ronal.


Bak.... Buk.... Bak.... Buk....


Sekarang Ronal habis di pukuli oleh Irvan dia pun tersungkur dan berlutut, Irvan pun berkata "Menyerah lah, kamu kalah dan aku pemenangnya"


"Cih, aku tidak Sudi menyerah kalah kepada mu, ini belum seberapa, aku akan kembalikan keadaan ini" jawab Ronal.


Dalam keputus asaan Ronal memiliki satu cara supaya dia bisa membalikkan keadaan.


Brak....


Sat.... Set.... Sat.... Set....


Ronal mengunakan senjata tersembunyi itu kepada Irvan.


Irvan yang tersentak kaget dia tidak bisa menghindar, sehingga baju yang dia pakai robek oleh senjata rahasia Ronal.


Senjata tersembunyi yang di pakai oleh Ronal itu adalah kurambit, konon senjata yang bernama kurambit ini senjata paling mematikan setelah senjata api.


Kurambit adalah sebuah pisau berbentuk seperti kuku cakar harimau, bisa di bayangkan kalau saja kuku harimau yang tajam itu merobek perut, maka isi perut otomatis akan keluar.


Begitu pula kurambit, senjata yang dipakai pertarungan jarak dekat ini berfungsi untuk merobek kulit lawannya.


Beruntung Irvan sudah di tanam belatung gaib, sehingga kulitnya menjadi kebal terhadap senjata tajam.


Hanya bajunya saja yang robek, tetapi kulitnya tidak nampak goresan sedikit pun.


"Apa dia tidak terluka, padahal aku sudah mempersiapkan ini semua"


Irvan tersenyum "Kenapa kamu kaget ya, sudah aku katakan meyerahlah, maka aku akan berbelas kasih, tetapi sekarang sudah terlambat, kamu menyerang ku menggunakan senjata tersembunyi, jadi rasakan lah ini...."


Irvan mengeluarkan jurus pamungkas terakhirnya yang pernah di pelajari dari jagat.


"Jurus delapan belas tinju telapak Naga...."


Wuss....


Hiuk....


Bak.... Buk.... Bak.... Buk....


Brak....


Muka, badan, tangan dan kaki Ronal bengkak semua oleh jurus delapan belas tinju telapak naga, dia pun terkapar dan mengeluarkan busa dari mulutnya.


Si rambut kuning pun langsung berseru "Pertandingan kali ini di menangkan petarung yang bernama Irvan....."


Semua orang yang bertaruh kepada Irvan bersorak gembira, sedangkan yang bertarung kepada Ronal tertunduk lesu.


Biar pun begitu di beberapa pertarungan tadi menampilkan adegan yang tidak terduga, banyak para petarung baru yang datang ke arena bawah tanah ini.


Mereka semua kuat, dan mereka petarung lama kalah di arena bawah tanah ini oleh para petarung baru.


Yang pastinya mereka orang orang yang di bawa oleh jagat dan Andi, sedangkan di ruangan VIP nomor 29 kakek badar hanya menonton dan bertaruh saja, paman Idhang dan paman firman tidak di turunkan di pertarungan ini.


Cukuplah anak muda yang berjuang, biar yang lebih tua berada di barisan paling belakang mendukung apa pun keputusan yang lebih muda.


Sekarang Irvan sudah menang dan membalaskan dendamnya dengan setimpal, tetapi ada satu hal yang belum dia lakukan.


Ialah mempermalukan Ronal di depan umum, seperti yang di lakukan oleh dirinya Minggu lalu.


Tetapi biar pun begitu hari Irvan sangat puas, karena bisa membuat Ronal babak belur, bahkan wajahnya sudah tidak bisa di kebali lagi.


Dengan menggunakan jurus delapan belas tinju telapak naga, Irvan dapat mengalahkan Ronal.


Meskipun dia tidak akan mati, tetapi penyembuhan lukanya akan sangat lama, karena jurus delapan belas tinju telapak naga adalah jurus titik akupuntur yang bisa membuat totokan menjadi bengkak.


Yang di ajarkan oleh jagat itu hanya jurus pertamanya saja, dan bisa berefek begitu dahsyat, apalagi kedelapan belas tinju telapak naga Irvan kuasai, mungkin dia tidak akan terkalahkan di arena bawah tanah ini.


Setelah itu gantian sekarang Akram dan Radit yang turun ke arena, mereka berdua bertarung secara tim dengan 2 orang di setiap timnya.


Irvan berganti pakaian dan kemudian dia masuk kembali ke dalam ruangan VIP nomor 28.


***


* Bersambung