Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 52 Pergilah Siram Dia


Bab 52 Pergilah Siram Dia


Hantu kuntilanak itu menatap kepergian jagat dengan wajah sedih dan terlihat dari sana jagat berhenti di rumah yang hanya ada satu di tempat itu.


Jagat memarkirkan motornya di atas teras dan masuk kedalam rumah, kemudian jagat menggantung tas selempang di atas paku yang ada di dinding tembok dan membuat jaket jeans.


Seperti biasa jagat mengeluarkan Ayu Dias dari dalam kartu Arwah, "Terima kasih mas karena telah bersama ku selama ini" ucap ayu Dias.


Jagat tersenyum "Justru aku yang harus berterima kasih karena kamu bersedia menjadi bantal guling ku, setiap hari kamu aku peluk, bahkan kita mandi bareng"


"Aku bersyukur tidak menjadi hantu gentayangan, berkata mas jagat, aku akan selalu melayani mu mas, jadiin aku bantal guling mu terus" ucap ayu Dias sambil memeluk jagat dari depan setelah keluar dari dalam kartu Arwah.


Jagat pun mengecup kening ayu Dias "sudah ayo kita siapin tempat tidur kita, ini sudah malam dan aku pun baru pulang"


"Apa gak mau mandi dulu " tanya ayu Dias.


Jagat menggelengkan kepalanya "nanti pagi saja, sekarang aku butuh kehangatan mu, karena besok aku tidak akan bisa memeluk mu"


Ayu Dias pun menjadi cemberut mendengar perkataan dari jagat yang besok tidak bisa memeluk dirinya yang pasti Ayu Dias harus berada di dalam kartu Arwah terus.


Meskipun di dalam kartu Arwah sangat nyaman, karena di disen khusus untuk hantu, ini lebih baik dari pada berada dalam botol toples.


Tetap saja Ayu Dias lebih nyaman berada di sisi Jagat, meskipun dia hantu dan Jagat manusia, aroma tubuh jagat membuat Ayu Dias sangat nyaman dan bahkan seperti memiliki aroma mistis yang membuat Ayu Dias tidak mau lepas dari jagat.


Ayu Dias pun bertanya kepada jagat "Memangnya Mas mau kemana, kan aku selalu ikut bersama meski pun berada dalam kartu Arwah, mas bisa keluarin aku kalau mas membutuhkan ku"


Melihat raut wajah yang cemberut jagat memegang kepalanya ayu Dias "Besok aku tugas jaga di rumah sakit, jadi besok gak bisa meluk kamu sebagai bantalan guling karena pasti aku bergadang semalaman"


"Kan mas jagat bisa keluarin aku dan jadi'in teman ngobrol mas waktu jaga malam" ucap Ayu Dias.


Jagat tersenyum "hehehe....Kalau aku ngeluarin kamu terus mengobrol sama kamu, aku akan di anggap sebagai orang gila karena berbicara sendiri, kan yang dapat melihat kamu itu hanya aku saja"


Ayu Dias pun menuruti saja perintah jagat dan dia pun tidak bisa berbuat apa-apa, di dalam hatinya berharap kalau besok dia bisa bersama dan memeluk jagat.


Tempat tidur pun sudah di siapkan, karena jagat hanya memakai surpet atau kasur karpet untuk tidur, sehingga bisa di lipat dan di gelar kembali di atas lantai.


Jagat sudah siap untuk tidur dengan memakai celana Boxser dan kaos dalam, dan berbaring di atas surpet dengan di tutupi selimut dan memeluk Ayu Dias.


Di luar seperti biasa begitu sepi ditambah lagi hujan gerimis turun, hanya suara jangkrik terdengar dan suara katak yang sedang birahi mencari pasangannya.


Tetapi samar samar ada suara yang menangis di teras rumah yang di tempati oleh jagat, suara tangisan yang memilukan.


Seperti seorang wanita yang baru di putuskan hubungan oleh pacarnya, tangisan yang terisak Isak, tetapi mengandung aura intimidasi yang bisa membuat orang berdiri bulu kuduknya.


Semakin lama semakin terdengar jelas suara tangisan tersebut, yang awalnya samar menjadi jelas, mungkin wanita itu kehujanan sambil menangis dan berlari ke rumah teras jagat untuk berteduh.


"Hiks...hiks...hiks...hiks..."


Jagat yang sudah mengantuk merasa terganggu oleh suara tangisan itu, meskipun pelan tetapi menusuk telinga.


"Kok di siram sih mas, kan kasian sudah hujan kedinginan terus di tambah di siram, kan tambah basah kuyup" jawab ayu Dias.


"Apa kamu tidak merasakan Aura intimidasi dari tangisan wanita itu" tanya jagat


"Ya aku merasakan, tetapi tapi hanya sedikit, apakah itu makhluk astral seperti ku" tanya kembali ayu Dias yang penasaran.


Jagat mengangguk "ya, tadi di perjalanan aku bertemu dengannya, dia berusaha menakuti ku, dan mungkin dia penasaran karena tidak bisa menakuti ku, sehingga dia datang sampai ke sini"


"Dasar Hantu pengganggu, baiklah biar aku siram dia pakai air biar dia tau rasa" ucap ayu Dias yang kemudian bangun dari tidurnya.


Begitu pun jagat, dia bangun tetapi menuju ke tas selempang yang dia gantung di paku yang ada di dinding tembok.


Jagat mengambil kertas kuning, itu adalah jimat tetapi fungsinya belum di ketahui, ayu Dias yang keluar dari kamar mandi dan membawa air di ember menghampiri jagat


"Segini cukup ya mas" tanya ayu Dias sambil membersihkan air yang ada di dalam ember yang ada setengah dari ember tersebut.


Kemudian jagat pun membacakan mantra dan mencelupkan kertas jimat tersebut kedalam air sampai tulisan simbol sihir menghilang dari kertas tersebut dan air pun berubah warna menjadi merah.


"Pergilah siram dia dengan air ini, aku ingin kembali tidur, kalau sudah beres kembali lah untuk tidur" ucap jagat.


Ayu Dias pun mengangguk dan membawa ember tersebut dan membukakan pintu.


Cukrak.... cekrek.... Ayu Dias membukakan pintu dan diluar wanita yang menangis itu sedikit melebarkan mulutnya, tersenyum jahat.


Wanita itu adalah hantu kuntilanak yang mengikuti jagat, dia pun duduk di bangku sepeda motornya jagat sambil menundukkan kepalanya.


"Hihihi.... terpancing juga dia dengan tangisan ku, sehingga dia akhirnya keluar, kalau sampai dia melirik wajah ku setelah mengangkat muka ku, dia pasti takut dan ngompol di celana dan kemudian pingsan" gumam hantu kuntilanak itu.


Dia sedang membayangkan ekspresi wajah jagat ketika melihat dirinya yang buruk rupa, membuat dia tertawa di dalam hati.


"Aku tidak akan di tertawakan lagi oleh hantu lain, karena tidak bisa menakuti manusia, kalau sampai hari ini gagal menakuti manusia yang menghuni rumah ini, hilang lah harga diri ku sebagai hantu kuntilanak yang gentayangan" gumam hantu kuntilanak.


Dia pun tersenyum lagi "Kalau aku bisa banyak menakuti manusia, maka aku tidak akan kalah dengan si kuntilanak merah, aku harus bersaing dengan dia, aku sudah menjadikan CD dan BH ku sebagai bahan taruhan, sehingga kali ini aku hanya memakai daster ini saja"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna