
Bab 51 Hantu Kuntilanak
Di perjalanan pulang jagat melajukan motornya dengan kecepatan sedang, dia menikmati suasana malam kota.
Gedung tinggi memperlihatkan keindahannya, karena di pasang lampu kelap-kelip, jalan lancar tidak seperti di siang hari yang macet penuh sesak kendaraan bermotor.
Di trotoar jalan ada banyak berjajar wanita seksi sedang menjajakan dirinya sendiri, beberapa lelaki hidup belang mengendarai sepeda motor dan mobil terlihat menghampiri mereka.
Jagat hanya tersenyum melihat pemandangan malam kota seperti ini, terkadang ada kupu kupu malam yang melambaikan tangannnya ke arah jagat.
Jagat hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengendarai sepeda motor klasik yang dia naiki.
Dia pun keluar dari batas kota dan menuju pinggiran, jalan menjadi sangat sepi meskipun ada 2 atau 3 motor dan mobil yang melintas.
Hujan gerimis pun Turun membasahi bumi, jagat tidak berhenti untuk sekedar memakai jas hujan, karena dia anggap hujan gerimis ini tidak akan membuat bajunya basah kuyup.
"Aku ingin tahu, kenapa warga kampung Hoe tidak ada yang berani keluar malam, dan bahkan para warga yang kemalaman memilih menginap di penginapan atau menginap di tempat saudara mereka" gumam jagat.
Jarak dari pinggir kota ke kampung Hoe memang lumayan jauh dan terkadang kampung Hoe tertutup embun di malam hari sehingga nampak sangat gelap dan menyeramkan.
Terlihat ada beberapa penginapan berjajar di sepanjang jalan, hotel kelas melati yang bila menginap di sana harganya sangat terjangkau sekitar 20 ribu sampai dengan 50 ribu per malam.
Penginapan ini juga biasa di gunakan oleh lelaki hidup belang untuk menginap dengan membawa kupu kupu malam yang sudah mereka sewa.
Jagat pokus mengendarai sepeda motor klasiknya dan dia pun memasuki area persawahan, dan disana hanya di terangi lampu PLN dari tiang listrik yang berjarak setiap 500 meter. Sehingga jalanan nampak gelap.
Setelah itu barulah jagat masuk area perkebunan, seperti kebun pisang, bambu dan tanaman lainnya, serta pohon besar menjulang tinggi di pinggir jalan.
Di atas terlihat ada bambu yang doyong ke arah jalan dengan sosok putih duduk dan menggoyang goyangkan kakinya.
Seperti seorang wanita dengan memakai baju putih panjang, seperti daster dan rambut panjang terurai ke arah depan.
Jagat pokus mengendarai sepeda motor dengan menatap jalan, karena dia hati hati banyak jalan berlubang meskipun telah di aspal.
Jagat melalui wanita berbaju putih itu, tetapi sesekali wanita berbaju putih yang duduk di atas banbu itu tertawa dan kadang menangis.
Membuat orang yang mendengarnya merinding ketakutan, tetapi jagat nampak cuek cuek bebek.
Kalau saja orang biasa yang melihat sosok wanita berbaju putih dengan rambut panjang terurai ke depan, mungkin akan melajukan kendaraannya sangat cepat atau mereka akan langsung pingsan di tempat.
Tetapi jagat mengendarai sepeda motor sangat santai dan bahkan tidak terganggu dengan wanita tersebut.
Wanita itu pun memperkeras suara tawanya "Hi...hi...hi...hi...hih..." Sampai berulang kali, tetapi jagat tetap mengendarai sepeda motor dengan santai.
Setelah tertawa wanita itu pun menangis terisak-isak "Hiks...hiks...hiks....hiks..." Tetapi tetap saja jagat mengendarai sepeda motor dengan santai.
Dan semakin lama semakin jauh jagat meninggalkan tempat itu, dan wanita itu pun menjadi kesal karena jagat tidak takut juga.
"Kenapa manusia itu tidak takut, dan malah mengendarai sepeda motornya dengan santai, padahal aku sudah capek-capek tertawa sampai suara ku serak, dan nangis sampai air mata ku keluar" gumam wanita itu
Dia pun melompat dari atas bambu itu dan kemudian terbang menyusul jagat dan pindah tempat duduk ke dahan pohon yang lainnya.
Dia pun melakukan hal yang sama seperti tadi dengan tertawa, menangis dan sebagainya tetapi jagat tetap santai.
Dengan meringankan tubuh wanita itu seperti duduk di bangku belakang motor jagat dan melihat bahwa di helm yang jagat pake ada kabel kecil yang menggantung.
"Pantas saja lelaki ini tidak takut, dan tidak mendengar tawa dan tangisan ku ternyata telinganya di cocoki ear phone, sialan sudah capek-capek aku ketawa dan menangis dia malah dengerin musik" ucap wanita itu kesal.
Wanita itu pun turun dari belakang motor dan kembali terbang ke atas kemudian terbang mendahului jagat. Setelah itu dia turun.
Wanita itu merubah pisiknya menjadi wanita cantik bergaun putih dan diam di pinggir jalan untuk mencegat jagat.
"Mas...mas boleh ikut ke depan tidak" ucap wanita itu sambil melambaikan tangannya ke arah jagat
Jagat lalu berhenti, kemudian dia melepaskan penyumbat telinga untuk mendengar apa yang wanita itu ucapkan.
"Iya Mbak, Mbak mau kemana ya" jawab jagat.
"Mas boleh aku ikut gak ke depan, nembeng sampai depan boleh tidak" dengan nada merayu dan menggoda wanita itu berbicara kepada jagat meminta jagat untuk membonceng dirinya kedepan.
Jagat tersenyum "Loch gak salah bak kenapa saya harus membonceng mbak kedepan emang di depan ada apa, mbak lebih baik mbak pulang saja, karena di depan itu rumah saya dan jalan ke kampung itu ada di belakang saya" ucap jagat yang sebenarnya sudah mau sampai di depan rumahnya hanya 100 meter lagi kedepan.
Wanita itu pun menepuk jidatnya "Sialan aku terlalu pokus menakuti lelaki ini sehingga keluar dari jalur jalan utama, uch aku jadi malu sendiri, harga diri sebagai hantu kuntilanak sirna sudah, kalau begitu sudah terlanjur, aku akan menampakkan diri di depan dia dengan wajah seram ku, supaya dia ketakutan dan kencing di celana" gumam wanita itu sambil tertawa kecil.
"Ih.... hahahaha...."
"Hai mbak, kenapa ketawa sendiri, kaya orang gila saja" tegur jagat.
Wanita itu menyeringai ketika di sebut gila oleh jagat "Aku bukan orang gila tetapi aku hantu kuntilanak gila, ih... hahaha..." Ucap wanita itu yang mengaku sebagai hantu kuntilanak dan dia merubah tampilan di depan jagat.
Seluruh tubuhnya diselimuti asap putih dan dia pun berubah menjadi sosok hantu kuntilanak dengan daster putih dan rambutnya yang panjang terurai dengan mata merah dan taring di bibirnya.
Hantu kuntilanak itu tertawa sejadi jadinya "ihihihihi....hihihih...."
Suara tawa ngang melengking membuat orang yang mendengarnya menjadi ketakutan, aura intimidasi pun terpancar yang membuat bulu kuduk berdiri.
Tetapi jagat tidak takut malah menyetandarkan motornya kemudian berjalan kearah hantu kuntilanak tersebut, dengan menepuk jidatnya.
"Berisik, ini sudah malam" ucap jagat setelah itu dia kembali menaiki motornya dan melajukan motornya karena jarak rumahnya sudah dekat.
Hantu kuntilanak itu pun berhenti tertawa melengking dia malah terdiam karena aksi menakuti manusia gagal dan malah di marahi jagat supaya tidak ketawa karena sudah malam.
Setelah itu dia pun nangis terisak Isak "hiks.... hiks.... hiks.... Hilang harga diri ku sebagai hantu kuntilanak, bagai mana kalau hantu lain mengetahui kejadian ini, mungkin aku akan menjadi bahan ejekan oleh teman teman hantu yang lain, pasti aku di katakan sebagai hantu kuntilanak bodoh yang tidak bisa menakuti manusia"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna