Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 289 Menghidupkan Orang Yang Mati


Bab 289 Menghidupkan Orang Yang Mati


Sekarang waktunya pulang dan mereka pun bubar dari ruangan itu, jagat, Elis dan Sofy masuk kedalam mobil dan mereka pun pergi dari rumah sakit Wijaya.


Di perjalanan jagat bertanya kepada Elis "Tadi Kenapa wajah dokter Yohanes kusam dan tidak berekspresi ?"


Elis tersenyum dan menjawab "Tadinya dia ingin memanfaatkan ku, tapi tidak bisa, berkali kali dia berusaha untuk mendekati dan mengambil kesempatan dalam kesempitan, dia tetap gagal...."


Elis pun bercerita panjang lebar yang membuat Jagat dan Sofy tertawa terbahak-bahak.


"Tidak aku sangka dokter Yohanes sampai melakukan sejauh itu untuk mendekati dan membuat mu terkesan" ucap Sofy.


Elis menjawab dengan ledekan kepada dokter Yohanes "Aku tidak tertarik dengan orang yang selalu berpura pura seperti dia, kelihatannya baik padahal busuk, aku lebih suka mas say ku yang terbuka, bahkan aku suka basah kalau membayangkan mas say ku"


Elis memuji muji jagat sampai hidung jagat keluar sayap dan hampir terbang meninggalkan wajah tampannya


Tetapi sofy menjetot kepala Elis "Huh dasar wanita sangean, baru bayangin Ay sudah basah, pantas selalu keluar lebih cepat kalau lagi gituan"


Elis tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya "Hehehe.... Habisnya, punya mas say kuat dan tahan lama aku jadi...."


Elis tidak melanjutkan bicaranya karena malu, tetapi memang Elis orangnya blak blakan


"Heh gantian dong, kamu yang menyetir, biar mas say duduk di belakang dengan ku, sayang kalau tidak di masukin, punya ku sudah terlanjur basah" ucap Elis merajuk.


Sofy pun mendecih "Cih dasar wanita mesum, memangnya enak main di dalam mobil yang sedang melaju, bisa di tahan gak sih, nanti saja kalau sudah di rumah, biar kita bermain bersama"


Elis mencibir sambil memanyunkan bibirnya "Huh.... Dasar.... Kamu juga pengen kan di garuk mas say"


Setibanya di rumah, jagat langsung di tarik turun oleh Elis dan di ikuti oleh sofy.


Semua orang yang menyapa hanya di balas dengan anggukan kepala saja, bahkan wanita jagat yang lain merasa heran karena jagat langsung di tarik Elis ke lantai atas.


Brak....


Pintu kamar di tutup setelah jagat, Elis dan Sofy masuk kedalamnya dan entah apa yang sedang mereka lakukan.


Dua jam kemudian mereka keluar dengan rambut yang masih basah, mereka pun sudah mengganti pakaian kerja mereka dengan pakaian sehari-hari.


"Mas makan malam sudah tersedia, ayo kita makan bersama" Ajak Dias.


Dias pun tidak lupa mengajak Elis dan Sofy "Kak ayo kita makan, semua orang sudah menunggu"


Mereka pun langsung ke ruang makan untuk melakukan makan malam bersama.


Jagat menyadari sesuatu, ada kursi yang masih kosong dan kemudian jagat pun bertanya "Ke kenapa paman Idhang tidak makan bersama kita ?"


"Oh, dia. Tadi ijin ada urusan penting yang harus dia tangani di kota S kita, restoran yang dia kelola kedatangan pejabat tinggi, sehingga dia harus hadir" Kakek Badar menjelaskan.


Kemudian jagat bertanya lagi "Jadi yang masak semua ini siapa"


Semua orang menunjuk ke arah Dias, dan Dias pun tersipu malu "Aku mas yang memasak, aku sudah belajar memasak beberapa hari ini dari paman Idhang"


Jagat pun mencicipi masakan yang di buat oleh Dias, dan mata jagat pun langsung berbinar.


"Tidak enak ya mas, maaf aku lupa cara memasak, dulu ketika masih manusia aku selalu membantu ibu memasak untuk warung nasi Padang yang kami buka, tetapi setelah aku jadi arwah pocong, tangan ku menjadi kaku, dan sekarang baru masak lagi"


Jagat menggelengkan kepalanya "Tidak kok, masakan mu sangat enak, aku suka ini"


Kemudian Elis dan Sofy pun mencicipi dan mereka pun memuji Dias sampai Dias pun merasa senang.


Kakek Badar pun mengacungkan jari jempolnya sambil mengunyah makanan dan sampai beberapa kali nambah.


"Kalau begini, kita harus buka restoran baru, untuk Dias yang jago masak, jangan kalah dengan Restoran Idhang" ucap kakek badar mengapresiasi.


"Kek, aku masih belajar masak, dan ini juga demi suamiku dan saudara herem ku di rumah ini" Dias merendah.


Kemudian dia berkata lagi "Aku hanya ingin melayani mas jagat ku, dan masak untuk dirinya saja"


Semua orang terharu dengan ucapan Dias yang memasak hanya untuk jagat saja.


"Hai bocah nakal, kamu beruntung karena di kelilingi wanita cantik yang memiliki talenta, perlakuan semua wanita mu dengan baik, aku jadi ingin segera memiliki istri lagi, Minggu ini aku akan ke kampung cisarati untuk menemui nyai Danastri, doa kan aku supaya dia mau di lamar oleh ku"


Kakek Badar memberikan nasihat kepada jagat sekaligus dia curhat ingin memiliki istri lagi


Elis tersenyum mendengar pengakuan kakek badar, karena yang ingin di jadikan istri oleh kakek badar adalah ibunya Elis sendiri.


Setelah makan seorang satpam penjaga memasuki rumah dan dia langsung ke ruang makan.


"Lapor tuan besar, ada tuan agung Biantara di luar, katanya dia ingin bertemu dengan dokter jagat"


Satpam itu tidak tahu siapa itu dokter jagat, yang dia tahu hanya tuan muda Arssad, karena dia satpam baru penjaga gerbang.


Meskipun sudah kenal siapa tuan muda Arssad, tetapi dia tidak tahu nama panggilan tuan muda Arssad sebagai Jagat.


Jagat yang menjawab satpam itu "Biarkan dia masuk, dia ingin menemui ku"


Satpam itu pun mengangguk dan pergi.


Tidak lama kemudian Agung Biantara dan istri masuk ke dalam rumah villa ini, betapa kagetnya dia karena melihat tuan besar Sandjaya duduk di kursi sofa utama.


"Se.... Selamat malam, tuan besar Sandjaya, Kenapa anda berada di sini ?" Tanya Agung Biantara.


Kakek Badar tersenyum "Oh, Agung Biantara silahkan duduk, apa kamu tidak tahu, aku kakek dokter jagat yang kamu cari"


Kemudian kakek badar berterima kasih "Aku berterima kasih karena kamu telah memberikan Villa ini kepada cucu ku, tempatnya sangat bagus"


"Oh ternyata, dokter jagat itu cucu anda, syukurlah kalau begitu, aku kesini karena cucu anda menjanjikan bisa menghidupkan kembali anak ku yang telah meninggal dunia"


Kemudian istri agung Biantara berteriak memanggil nama anaknya itu "Maya.... Maya.... Ini bunda sayang....."


Kakek Badar tersenyum "Maya lagi makan, sebentar lagi dia akan muncul"


Mendengar perkataan itu istri agung Biantara merasa senang "Benarkah tuan besar Sandjaya, apa anak ku sudah hidup kembali ?"


Sebenarnya agung Biantara tidak percaya bahwa jagat bisa menghidupkan kembali anaknya, karena itu hal yang mustahil.


Bahkan dokter hebat atau dukun paling sakti tidak akan bisa menghidupkan kembali orang yang mati.


Hanya cerita dari mukjizat para nabi saja di jaman dahulu ada yang bisa menghidupkan orang yang mati, bahkan burung di belah menjadi 3 bagian dan di sebar ke 3 gunung masih dapat kembali menyatu dan hidup.


Manusia jaman sekarang mana bisa menghidupkan orang yang mati.


***


* Bersambung