
Bab 169 Kawin Koboy
Kemudian jagat pun melakukan hal yang sama seperti Elis, dia mendekat dengan cara bergeser seperti abdi dalem.
"Nama ku Arya Sandi Sandjaya dari keluarga Sandjaya Hutan larangan Gunung moeza, orang memanggil ku dengan sebutan jagat" jagat memperkenalkan diri.
Nyai Danastri pun sedikit tercengang karena dulu leluhurnya pernah bercerita tentang keluarga Sandjaya dari hutan larangan gunung moeza.
Keluarga Sandjaya adalah keluarga Jawara yang sudah turun menurun menjadi kuncen hutan larangan tersebut, dan dulu leluhur Tandjaya pernah di tolong oleh keluarga Sandjaya.
Sehingga dari cerita keluarga Tandjaya, keluarga Sandjaya adalah pahlawan dan penyelamat keluarga Tandjaya.
Nyai Danastri langsung sumbringah "Benar kah kamu dari keluarga Sandjaya Hutan larangan gunung moeza"
Jagat tanpa ragu langsung mengangguk "Benar...."
Mereka pun mengobrol dan mengenalkan para tetua adat dari keluarga Tandjaya.
Setelah itu mereka pun di suruh untuk beristirahat karena baru sampai, sedangkan nyai Danastri menyuruh anggota keluarga lainnya untuk menyiapkan jamuan dan pesta.
Jagat di berikan 1 kamar khusus untuk tamu dan Sofy satu kamar berdua dengan Elis, mereka pun beristirahat dan tidur sebentar.
Kemudian jagat di bangunkan oleh seseorang yang membawa pakaian untuk dia pakai, dan ternyata orang itu memberikan jagat pakaian adat setempat.
Setelah memakai pakaian itu kemudian dia keluar dan terkejut karena di sana Elis sudah memakai pakaian adat juga dan berhadapan dengan seorang laki-laki.
Laki laki itu adalah seorang penghulu, dan semua orang pun menyambut jagat yang baru saja keluar dari kamar.
"Pengantin pria sudah keluar ternyata" ucap salah satu Tetua.
Jagat yang bingung sambil celingukan tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan.
Kemudian nyai Danastri pun memanggil jagat "Menantu ku, Karena kamu kesini untuk meminta restu dari keluarga, maka dari pada harus berlarut-larut, aku putuskan kalian menikah sekarang dan aku sudah memanggil penghulu kesini, duduklah dan mulai resepsinya"
Jagat pun tersenyum masam, dia pun berkata di dalam hati "Astaga, aku di jebak Elis, tapi aku laki laki sejati biar pun keluarga Elis menodong ku untuk segera nikah, aku harus hadapi ini, tapi kasian juga sama sofy...."
Tandi Tandjaya segera bangkit dari tempat duduknya kemudian menghampiri jagat "Ayo kakak ipar kemarilah dan duduk"
Jagat pun melangkah kedepan penghulu dan duduk di samping Elis yang sudah siap memakai pakaian adat.
Di kampung cisarati ini memang memiliki adat istiadat seperti ini, apa bila muda mudi yang sedang jatuh cinta kemudian meminta restu dari keluarga maka hari itu juga muda mudi itu akan di nikahkan.
Dan apa bila seorang lelaki, mencintai seseorang gadis kemudian meminta pihak keluarga untuk melamar dan lamarannya di terima maka hari itu juga mereka dinikahkan.
Adat itu sudah turun menurun dari generasi ke generasi dan berlaku sampai sekarang dan masih terjaga.
Jagat pun mengucapkan ijab Kabul dan memberikan maskawin berupa uang sebesar 50 juta rupiah dan dia pun sah menjadi suami dari Elis.
Setelah itu pesta perjamuan pun di mulai, semua orang memberi selamat kepada pengantin baru.
Elis dan jagat duduk di kursi singgasana seperti raja dan ratu, kemudian Elis pun berbisik kepada jagat "Maaf ya mas say, jadi begini akhirnya, adat istiadat di sini memang begitu, kalau si pihak laki-laki menolak maka mereka akan mengebiri laki laki tersebut"
Jagat pun mengernyitkan dahinya "Walah sekejam itu kah"
Elis mengangguk dan tidak menyangkalnya, kemudian Elis menceritakan suatu kisah, bahwa ada orang kota yang datang dan melihat gadis cantik di kampung cisarati.
Orang kota itu menyukai gadis desa tetapi hanya untuk bersenang-senang saja, tidak untuk serius di peristri, kemudian meminta restu kepada orang tua si gadis, dan pihak keluarga gadis itu pun langsung memanggil penghulu untuk di nikahkan.
Si orang kota itu menolak karena dia beralasan belum menyelesaikan kuliahnya dan belum mendapatkan pekerjaan tetap. Ke esokan harinya warga kampung langsung membawa orang kota itu dan mengebiri. Karena sudah melanggar hukum adat di tempat ini.
Jagat pun tidak menyangkalnya, karena dia pun berasal dari kampung yang masih memegang teguh hukum ada dari pada hukum negara.
Sehingga jagat pun menerima dengan pasrah, tetapi biar pun begitu cepat atau lambat Elis, dan Sofy juga akan di persunting jagat, tetapi caranya tidak seperti ini.
Jagat hanya berpikir pernikahan seperti ini pantas di lakukan kepada orang yang ketahuan sedang berzinah, karena tidak ada persiapan. Kalau di kampung lain pernikahan ini di sebut juga kawin Koboy.
Ya karena menikah dengan terpaksa dan tanpa persiapan yang dilakukan di malam hari.
Sofy pun memberikan selamat kepada Elis "Selamat ya, kamu pintar menjebak Ay, supaya kamu seutuhnya menjadi miliknya"
Kemudian sofy memberikan selamat kepada jagat "Selamat ya Ay, kamu telah resmi menikah dengan Elis"
Kemudian jagat pun menjawab "Kamu tetap wanita ku, aku janji akan memperlakukan hal yang sama seperti aku memperlakukan Elis"
Kata kata Elis dan jagat membuat hatinya merasa senang karena sofy tidak merasa dibuang atau di khianati.
Sofy pun berpikir rasional, karena setiap kali melakukan hubungan intim dengan jagat dirinya merasa bersalah karena walaupun suka sama suka, tetap saja tidak ada ikatan pernikahan.
Dan sekarang Elis sudah memantapkan diri menjadi milik jagat seutuhnya, dan Sofy pun lebih bersemangat lagi supaya jagat pun bisa menikahinya secara resmi.
Dan Sofy sadar bahwa Elis memang pacar pertama jagat dan dia pun berkesempatan menjadi istri pertama dan dirinya dengan senang hati menjadi istri yang kedua.
Semua orang sudah pergi dari aula itu dan memilih berpesta di luar, karena banyak sekali makanan yang di keluarkan sambil mengelilingi api unggun.
Di dalam hanya tinggal berlima saja yaitu Jagat, Elis, Sofy, nyai Danastri dan Tandi Tandjaya, kemudian nyai Danastri pun menghampiri jagat dengan membawa 2 buah kotak kayu berukir kecil, Yang satu berukuran kepalan tangan dan satu lagi 2 kali lipatnya.
"Karena kamu dari keluarga Sandjaya, Cucu dari Badar Sandjaya, aku akan menyerahkan tanggung jawab ku untuk menjaga benda ini kepada mu" ucap nyai Danastri.
Jagat dan Elis pun saling menatap, kemudian jagat bertanya "Benda apa yang ada di dalam kotak itu ibu mertua ?"
Nyai Danastri pun membuka kotak kayu yang paling besar "Ini adalah batu wulung Hitam yang berbentuk telur, benda ini pada jaman dahulu sangat di cari para jawara, dan keluarga Tandjaya sudah menjaganya sangat lama, jaga lah benda ini baik baik, seperti menjaga putri ku ini, dan jangan sampai jatuh ke pihak lain"
Jagat tahu Batu wulung, karena keluarganya pun memiliki batu tersebut, tetapi batu wulung dari keluarga Tandjaya ini berwarna hitam pekat sedangkan batu wulung yang di miliki keluarga Sandjaya berwarna Biru.
Sebenarnya batu wulung ada beberapa warna dan memiliki kekuatan magis yang berbeda, seperti yang di miliki oleh keluarga Sandjaya batu wulung berwarna biru bisa mendatangkan rejeki, sehingga keluarga Sandjaya menjadi kaya raya.
Sedangkan batu wulung Hitam belum banyak yang tahu kekuatan yang dimilikinya sehingga keluar Tandjaya hanya menjaganya saja tanpa tahu fungsi yang sebenarnya.
Kemudian nyai Danastri pun membuka kotak kayu yang kecil dan itu adalah cincin batu Ali yang sangat cantik dengan batu wulung Hitam yang menjadi permatanya.
"Terima lah ini, dan jaga dengan baik" ucap nyai Danastri sambil menyerahkan kedua barang itu kepada jagat.
Tandi Tandjaya yang melihatnya langsung komplen kepada nyai Danastri "Uwa, kenapa barang pusaka keluarga Tandjaya di berikan kepada Kaka ipar, seharusnya kita lah yang menjaganya"
Nyai Danastri pun menjelaskan "Pusaka itu tidak berguna untuk keluarga Tandjaya kita, malahan gara gara pusaka itu keluarga kita di incar oleh keluarga Jawara di seluruh kota G, Aku percaya kepada jagat untuk menjaga pusaka itu karena keluarga Sandjaya adalah keluarga Jawara kuno terkuat"
Kemudian nyai Danastri bertanya kepada Tandi Tandjaya dengan nada seperti membentak "Sebagai calon kepala keluarga selanjutnya apa kamu sanggup menjaga pusaka ini, dan sudah sejauh mana kekuatan mu berkembang, melawan antek keluarga saksana saja kamu sudah kewalahan"
Tandi Tandjaya pun sadar dia masih lemah kalau di antara anggota keluarga Tandjaya, tetapi sebagai praktisi beladiri bila hidup di luar dia paling hebat dan sudah menjadi bos para pereman pasar.
Perbedaan yang sangat besar, karena para pereman itu hanya orang biasa yang mengandalkan keberanian dan mengandalkan banyak orang.
Sedangkan keluarga Jawara sebenarnya mereka sangat hebat karena berlatih bela diri setiap hari semenja mereka masih kecil.
Sambil menundukkan kepalanya Tandi Tandjaya pun menjawab "Ya uwa aku memang lemah, dan tahu akan hal itu, aku minta maaf"
Kemudian nyai Danastri pun sedikit menyemangati Tandi Tandjaya, karena dia laki-laki satu satunya dari keturunan utama Tanjaya yang akan mewarisi kepala keluarga Tandjaya ini
"Kalau kamu sudah mencapai minimal master beladiri tingkat menengah, aku akan menyerahkan tanggung jawab kepala keluarga Tandjaya kepada mu dan akan aku berikan pusaka golok naga Wisesa kepada mu" ucap nyai Danastri.
Tandi Tandjaya pun menjadi sumringah dan bersemangat "Benarkah Uwa, kalau begitu aku akan berlatih dengan keras"
"Berlatih lah, dan jangan banyak keluar dari kampung Karena aku tahu kamu di luaran bergaul dengan orang yang tidak benar, aku takut kamu terjerumus ke dalam kejahatan" ucap nyai Danastri.
"Tenang saja uwa aku juga punya batasan" jawab Tandi Tandjaya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna