Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 54 Kehabisan Kertas Jimat


Bab 54 Kehabisan Kertas Jimat


Pagi harinya jagat dan ayu Dias pun bangun, dan tidak menyadari bahwa Dara sudah tidak ada lagi di dalam rumah itu, hanya daster hantu kuntilanak yang ada dan tergantung di atas tali di dalam kamar mandi.


Jagat yang berniat untuk mandi memanggil ayu Dias "Yu kok ada daster di sini, apa ini daster mu"


Ayu Dias segera menghampiri jagat "itu Daster Hantu Kuntilanak milik Dara mas, kemarin dia aku sudah suruh mandi, dan kata mas jagat ganti baju dengan kemeja putih"


Ayu Dias menjelaskan kejadian tadi malam dengan detail dan Jagat pun mengangguk paham tetapi yang menjadi heran dara tidak ada di dalam rumah.


"Lalu sekarang kemana dia" tanya jagat.


Ayu Dias menggelengkan kepalanya "Gak tau, ketika dia mandi aku hanya menyiapkan baju ganti dan di letakan di atas meja setelah itu aku pergi ke kamar dan tidur bersama mas jagat"


Jagat pun jadi terbengong dan bertanya kembali ke pada ayu Dias "Kemarin kemaja putihnya di taroh di mana"


Ayu Dias menunjuk ke arah meja di tengah rumah dan di sana ada handuk tergeletak di bawahnya "noh di meja"


Jagat dan ayu Dias menghampiri meja tersebut, ayu Dias mengambil handuk yang tergeletak tersebut sedangkan jagat melihat di atas meja.


Jagat tersenyum karena di atas meja ada kartu Arwah tempat ayu Dias, dan kemarin setelah di keluarkan lupa untuk menyimpannya di dalam dompet dan masih tergeletak di atas meja.


Jagat pun mengambil kartu Arwah tersebut dan melihat gambar dari kartu Arwah tersebut "Ternyata dia terperangkap di kartu Arwah tempat mu, yu"


Ayu Dias segera menghampiri jagat, "masa mas coba lihat"


Di sana terdapat gambar dan keterangan Hantu Kuntilanak dengan level bintang 6 dengan tulisan nama Ayu Andara.


"Kenapa Data bisa masuk kedalam kartu Arwah, ya mas" tanya Ayu Dias heran.


"Mungkin setelah dia ganti baju dia gak sengaja menyentuh kartu Arwah ini dan kemudian tersedot ke dalamnya" jawab jagat.


"Lah sekarang harus bagaimana, melepaskannya atau di biarkan dulu" tanya kembali ayu Dias.


"Untuk sekarang diam kan dia dulu di sana untuk mengenal bagai mana keadaan di dalam kartu Arwah, yang penting sekarang kita mandi dulu" jawab jagat sambil mengajak ayu Dias untuk mandi.


Mereka berdua pun segera mandi, Jagat sengaja menyalakan pompa air karena air di dalam Torn sudah habis, dia juga membuka tutup kran supaya air mengalir deras ke ember.


Dan Suara celepak celepuk dan rintihan Ayu Dias tersamarkan oleh aliran air yang mengalir, ya meskipun Ayu Dias adalah hantu dan tidak sembarang orang dapat melihat, seperti halnya hantu kuntilanak, manusia bisa mendengar suaranya tetapi tidak bisa melihat wujudnya.


Dan apabila ada tetangga lewat dan mendengar ******* di kamar mandi mungkin itu akan menjadi pertanyaan besar dan menjadi gosip para tetangga, bahwa jagat sering membawa perempuan kerumah kontrakannya.


Jagat menghindari hal tersebut dengan menyamarkan suara dengan aliran air yang mengalir deras.


Selesai mandi mereka pun berganti baju, ayu Dias pun mengganti bajunya, sekarang dia tidak memakai daster yang transparan lagi, dia menemukan baju yang cocok, waktu kemarin malam mencari kemeja untuk dara, ayu Dias menemukan baju yang cocok untuknya.


Kaos spandek ketat warna pink dan Rok mini jeans, membuat Ayu Dias menjadi sosok hantu wanita yang cantik dan Gaul.


"Wow, kamu cantik dan seksi kalau memakai pakaian itu, mirip seperti selebritis" puji jagat.


"Sekarang wujud asli mu sudah kembali ke yang maha kuasa, kamu hanya sosok khodam nya tumbuh bersama dirinya sehingga memiliki ingatan dan kepribadiannya, tapi jujur aku suka kamu, makanya kamu aku jadi bantal guling ku" Jawab Jagat.


Setelah mengobrol jagat mengeluarkan kartu arwah yang baru untuk tempat tinggal Ayu Dias dan jagat pun memasukkan Ayu Dias kedalam kartu Arwah.


Setelah itu jagat mengutak Atik tasnya, dan dilihat bahwa dia kehabisan kertas jimat dan berencana untuk membeli kertas di warung grosir yang ada di kampung Hoe ini.


Jagat keluar rumah dan mengunci pintu dan berjalan menuju jalan utama tanpa mengendarai sepeda motornya.


Dia berjalan menuju warung grosir, dan kebetulan ketemu dengan Ajeng yang sedang berbelanja di warung grosir tersebut.


Ajeng pura pura tidak kenal dan tidak melirik kearah jagat yang datang dan bertanya kepada pemilik warung.


"Bu punya kerta warna gak" tanya jagat.


"Mau kertas lipat, apa kertas HVS warna mas" tanya kembali pemilik grosir.


"Kertas HVS saja tapi yang warna kuning ya Bu" pinta jagat.


Pemilik grosir langsung mencari kertas HVS warna yang berwarna kuning kemudian di berikan kepada jagat.


Selain kertas warna jagat membeli spidol warna merah beberapa biji setelah itu dia membayar.


Ajeng yang sudah beres berbelanja pergi terlebih dahulu di susul oleh jagat yang berjalan di belakang Ajeng.


Di sana Ajeng tiba-tiba berhenti dan melirik ke arah jagat "Heh kenapa kamu mengikuti aku, apa gak malu ya ngikutin aku dari belakang"


Ajeng berbicara ketus seakan jagat sengaja menguntit dari belakang, padahal jagat memang berjalan searah dengan dirinya.


"Loh...siapa yang ngikutin kamu sih, arah pulang ku ke arah sana" jagat menunjuk arah pulang yang sama dengan Ajeng.


"Ya kalau gitu silahkan kamu berjalan di depan terlebih dahulu" Ajeng gak mau kalah dan dia sudah ke PD an.


Jagat tidak banyak bicara dia menenteng keresek hitam dan berjalan di depan Ajeng, setelah beberapa meter baru lah Ajeng berjalan ke arah dia pulang.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna