
Bab 261 Wanita Jepang
Jagat sedikit berpikir karena dia juga memiliki bodyguard yang memakai jurus amatan bahkan temannya di rumah sakit yang bernama Arman juga memakai ilmu amatan.
Jagat pun bertanya penasaran "Kek apa bedanya jurus kuno pawayangangan dengan jurus amatan, mereka sama sama di kendalikan ?"
Kakek Badar pun menjawab "Beda jauh, jurus amatan itu kita di rasuki oleh makhluk halus sedangkan jurus kuno pawayangangan itu tidak dirasuki, kita ingin memakai jurus apa pun bisa hanya dengan mengucapkan saja, jurus itu bisa meniru semua gerakan dan bahkan mencofy kekuatan orang lain"
Jagat pun membelalakan matanya "Apa sehebat itu kah"
"Iya, makanya kamu harus merekrut dia supaya dia mau bekerja kepada mu" ucap kakek badar.
"Baiklah kek akan aku usahakan" jawab jagat.
Di arena pertarungan sudah berlangsung beberapa menit, tetapi si rambut Kampak itu belum bisa menyentuh Odod sedikit pun.
Bahkan sekarang dia kesal dan menyerang dengan membabi buta, bahkan banyak penonton yang kena hajar si rambut Kampak.
Odod menyeringai dan dia pun berkata "Apakah kamu sudah lelah menyerang ku ? Apa boleh aku balik menyerang mu ?"
Si rambut Kampak mengerang kesal "Sialan ayo lawan aku jangan hanya menghindar"
"Baiklah aku akan menyerang mu" jawab odod.
Odod berbicara akan menyerang tetapi dia masih tetap berdiri dan melangkahkan sambil menghindar.
Tetapi sekarang tangannya bergerak, dia mengkuncupkan tangannya.
Si rambut Kampak meninju, odod menghindar tetapi tangannya mendaratkan serangan di tangan si rambut Kampak.
Dengan cepat tangan yang di kuncupkan odod Mengenai beberapa bagian tangan si rambut Kampak.
Si rambut Kampak menyeringai "Hai apa itu serangan mu, itu tidak terasa bagi ku"
Odod menyeringai "Oh tidak terasa ya, gak apa apa aku hanya mematuk mu saja"
Kemudian si rambut Kampak kembali menendang dan odod kembali menghindar dengan menyerang dan mematuk beberapa bagian kaki si rambut Kampak
Tangan yang di kuncupkan odod seperti paruh burung yang mematuk bagian dari tubuh si rambut Kampak.
Setelah beberapa menit si rambut Kampak pun berdiri mematung, dia tidak dapat bergerak sedikit pun.
Kemudian odod mendekatinya dan mendorong tubuh si rambut Kampak sehingga dia pun ambruk seketika.
Orang orang pun menjadi tercengang karena odod bisa mengalahkan si rambut Kampak.
Badan di rambut Kampak menjadi kaku dan tidak bisa bergerak, hanya bola matanya saja yang bisa bergerak.
Si rambut kuning pun berseru "wow ternyata si kurir Odod bisa membuat si rambut Kampak Jon ambruk, tetapi aturan di arena ini hanya 2 untuk menang, dia mengaku kalah atau pingsan, si rambut Kampak Jon tidak mengatakan dia kalah dan dia juga tidak pingsan"
Odod pun berjalan kearah si rambut Kampak "Oh jadi dia harus di buat pingsan terlebih dahulu to"
Odod pun mematuk dahi si rambut Kampak dengan tangan kuncupnya dan si rambut Kampak itu pun memejamkan matanya.
"Akhirnya si rambut Kampak Jon pingsan, pemenang pertarungan ini adalah si kurir Odod....." Teriak si rambut kuning.
Semua orang yang bertaruh kepada si rambut Kampak menjadi lesu, sedangkan mereka yang mencoba keberuntungan dengan memasang taruhan ke odod bersorak gembira, karena uang yang akan di dapat sangat banyak, karena bandar melipat gandakan taruhan untuk kemenangan Odod.
Odod pun pergi keruangan resepsionis untuk mendapatkan uang hasil dari dia bertarung melawan si rambut Kampak.
Di lantai atas ruangan VIP tiba tiba ada yang mengetuk pintu, Tok....Tok...Tok....
Suara seseorang terdengar "Maaf tuan kami dari panitia penyelenggara apa boleh masuk"
Jagat pun melambaikan tangannya kearah Wira, karena dia yang dekat dengan pintu, Wira pun mengangguk dan dia membukakan pintu.
Panitia itu datang untuk mendata siapa saja orang yang akan bertarung dan taruhan yang akan di pasang kepada tiap tiap petarung.
Orang yang hendak bertarung akan di berikan formulir sebagai alat perjanjian, bahwa di sana menerangkan, bagi para petarung apabila mengalami cedera bahkan meninggal dunia panitia penyelenggara tidak akan bertanggung jawab.
Di sana juga ada sistem pertarungan tim dan perorangan ada juga pertarungan saling menantang untuk para tuan yang ada di ruangan VIP.
Karena petarung yang datang hari ini sangat banyak, sehingga penyelenggara mengadakan pertarungan tim dan biasanya hanya pertarungan satu lawan satu.
Sesudah panitia selesai mendata semua petarung, jagat pun baru ingat dengan odod, dia langsung memerintahkan kepada Wira untuk menemuinya dan membawanya ke tempat ini.
"Wira cari si kurir Odod, dan ajak dia ketempat ini"
Wira mengangguk "Siap tuan muda"
Wira pun segera berbalik dan membuka pintu lalu berlari ke area bawah untuk mencari Odod.
Wira mencari ke resepsionis tetapi odod sudah tidak ada di sana, resepsionis bilang, dia sudah pergi setelah menerima uang hasil dia bertarung sebesar 100 juta rupiah.
Wira pun berlari menuju pintu keluar tetapi keamanan di sana tidak memperbolehkan Wira untuk keluar, sehingga Wira dengan terpaksa kembali ke ruang VIP dan melapor.
"Maaf tuan muda, aku tidak bertemu dengannya, resepsionis bilang dia sudah pergi, dan aku menyusul ke pintu keluar, tetapi penjaga menodongkan pistol dan tidak memperbolehkan aku keluar"
Jagat pun mengangguk "Baik lah, tidak apa-apa, kalau sudah jodoh pasti nanti akan ketemu lagi dan dia akan jadi anak buah ku"
Pertandingan di area bawah sudah di mulai kembali tetapi jagat tidak tertarik melihatnya, karena yang bertarung sekarang adalah para pereman dan mereka hanyalah petarung jalanan.
Mereka yang bertarung sekarang hanya mengandalkan keberanian dan pengalaman dalam berkelahi di jalanan.
Sedangkan anak buah jagat adalah para praktisi beladiri yang sudah ada di tahap master beladiri, sehingga bila mereka menghadapi 10 orang petarung jalanan yang sekarang Bertarung di bawah maka akan menang telak.
Setelah beberapa kali di adakan pertarungan, di ruangan VIP nomor 7 memanggil sofy "Hai nona di ruangan VIP nomor 28, bagai mana dengan tantangan ku, apakah kamu akan maju atau mundur, Kalau kamu maju ayo bertarung sekarang kita bertemu di bawah"
Sofy melirik ke arah jagat dan Jagat pun tersenyum sambil mengangguk "Pergilah, orang itu tidak memiliki tingkat beladiri, dia hanya mengandalkan pengawalnya saja"
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" sofy pun bangkit dari tempat duduknya.
Kemudian Elis menepuk pinggang sofy "Semangat jadikan dia melupakan bahwa dia seorang lelaki"
"Tenang saja aku akan membuat dia berteriak seperti wanita yang sedang di perkaos" ucap Sofy sambil menyeringai.
Jagat pun memerintahkan salah satu bodyguard "Darma, dampingi istri ku, kebawah"
Darma mengangguk "Siap tuan muda"
Sofy pun keluar dari dalam ruang VIP dengan di ikuti darma dari belakang.
Di bawah sudah tidak ada yang bertarung lagi, terlihat ada orang yang menuruni tangga, itu adalah seorang pria yang memakai jas hitam.
Terlihat dia sangat berwibawa, dengan jam mahal di tangan kanannya dan sepatu hitam mengkilat.
Sudah di pastikan bahwa dia adalah orang yang kaya, karena berani bertaruh dengan nominal uang milyaran.
Pria itu di ikuti seorang wanita cantik bertubuh tinggi dari belakang, memakai miniset dan celana jeans pendek dan memakai sepatu taktikal.
Sekujur tubuhnya yang putih di hiasi tato naga dan harimau, yang melingkari seluruh tubuhnya.
Semua orang memandang terpana wanita itu, wajah cantik kulit yang putih dan sekujur tubuhnya di hiasi tato.
Orang orang sudah dapat menebak bahwa wanita itu berasal dari Jepang, karena matanya yang sipit dan banyak orang mengira bahwa wanita itu adalah dari geng Yakuza yang berada di negara matahari tersebut.
Sofy pun turun dan berjalan menuju arena dengan di ikuti oleh darma dari belakang, para penonton pun tidak kalah terkejut, karena sofy wanita yang tidak kalah cantik dengan wanita jepang itu.
Mereka pun bertemu di tengah arena, si rambut kuning pun berada di tengah tengah mereka.
"Wow, baru pertama kalinya kita menyaksikan adanya petarung wanita yang akan tampil di arena ini, bagai mana dengan kalian, apa masih semangat"
Semua orang berseru sambil mengangkat tangannya "Ya kami semangat ayo bertarung....."
Suara penonton bergema di gedung tersebut.
***
* Bersambung