
Bab 196 Bawalah Motor Butut Itu Dan Hancurkan
Elis yang sedang menceritakan tentang dirinya pertama kali menggaet jagat dia pun melanjutkan.
"Setelah mengobati latah ku, dengan terapi pijat, aku pun tambah tertarik kepada mas say, dan mencari cara bagai mana supaya dia menjadi milik ku, dan hanya ada satu cara yang ada di pikiran ku..." Elis tidak melanjutkan bicaranya.
"Sudah jangan di lanjutkan, itu bisa menjadi hal yang memalukan, mungkin aib bagi mu beb" ucap jagat.
"Aku tahu, bagai mana kamu mendapatkan ay" ucap Sofy.
Farrah dan dokter Dian pun penasaran kemudian mereka pun bertanya "Bagai mana ?"
"Hehe....itu ada dalam lagu" ucap Sofy sambil bercanda"
"Lagunya begini liriknya. Kalau sudah begini (👉👌) sayang" Sofy memperagakan dengan menggunakan tangannya.
Sofy melanjutkan "Berpisah pun tak kuat, jangankan satu Minggu sayang, sehari ku rindu bera....t"
Melihat sofy yang bernyanyi sambil memperagakan gerakan di tangannya membuat mereka pun tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha.... tidak menyangka dokter sofy bisa bercanda juga seperti ini" ucap dokter Dian.
Sofy pun tersipu malu "Hehehe.... ini karena aku banyak bergaul dengan Elis sehingga aku jadi ikut sengklek"
Kemudian Elis pun membalas "ya kamu jadi sengklek dan aku jadi serius seperti kamu"
Setelah mereka sarapan, mereka pun berpisah, dokter Dian dan Farrah pulang ke kota B, sedangkan jagat dan yang lainnya pergi ke kota T.
Tetapi sebelum mereka berpisah, Farrah baru teringat kejadian kemarin, sehingga Farrah langsung bertanya "Eh dari kemarin setelah teman mas jagat pulang, aku tidak melihat Imas, kemana dia pergi ya"
"Paling dia ikut dengan Gifari, biarin saja, toh kalau dia niat kerja pasti kembali ke hotel ini, biarkan dia supaya tidak traoma" ucap jagat.
Farrah pun mengangguk dan kemudian mereka pun pergi.
Di perjalanan menuju kota T mereka pun mengobrol, kemudian jagat mengeluarkan sesuatu dan di berikan kepada Elis dan Sofy.
"Ini buat kalian berdua, cobalah" ucap jagat.
"Wow.... cincin batu wulung Ireng yang sangat indah, sejak kapan ay membuat cincin ini, kenapa aku tidak tahu, selama ini kita kan selalu bersama ?" Tanya Sofy.
Jagat tersenyum "itu sih rahasia"
"Ih mas say main rahasia rahasia an, kita jadi penasaran tahu" timpal Elis.
"Sudahlah kalian berdua kan sudah tahu cara kerjanya, di dalam sana aku sudah siapkan kitab bela diri dan pedang yang cocok untuk kalian berdua, berlatih lah supaya semakin kuat supaya bisa mengimbangi ku" ucap jagat.
"Benar juga ya, kita harus semakin kuat, kemarin malam saja aku jadi shock ketika mau masuk kamar mandi eh langsung ditarik, mas say langsung memposisikan diri ku dengan gaya dogi style, kemudian kerecek Marmot dan solendang bedil, aku jadi kewalahan" ucap Elis.
"Apa lagi aku, setelah buang air kecil aku kaget di belakang ada ay, tahu kan kamu juga aku sampai merayap jalan ketempat tidur saking gak kuat berdiri karena lama di ajul gedang" timpal sofy.
Jagat hanya tersenyum mendengar diskusi mereka, kemudian dia pun berkata "mumpung kalian lagi santai, kalian bisa berlatih di dalam cincin Wulung Ireng itu"
Mereka berdua pun mengangguk, kemudian mereka memasang cincin di jari manis mereka, dan mulai berkonsentrasi untuk memasuki ruang hampa yang ada di dalam cincin tersebut.
Sebenarnya jagat membuat cincin batu wulung Ireng itu di dalam ruang dimensi yang ada di cincin batu wulung Ireng yang dia miliki.
Jagat membuat batu yang tersisa menjadi cincin yang bagus dan cincin itu juga terbuat dari emas murni, emas ini beda dengan yang lainnya.
Dengan proses pemanasan oleh energi tenaga dalam yang di miliki jagat emas ini berubah warna menjadi berwarna hitam.
Dan emas emas itu jagat dapat dari cincin batu wulung yang diberikan nyai Danastri ibu dari Elis.
Jagat memindahkan semua emas dan harta berharga kedalam batu lainnya dan menyisakan kitab beladiri yang tidak berguna menurut jagat.
Sehingga jagat tidak khawatir dengan cincin batu wulung Ireng yang di berikan kembali ke nyai Danastri karena harta yang awalnya ada di cincin itu sekarang sudah menjadi milik jagat tanpa orang lain tahu.
**
Di tempat lain tepatnya di hotel Arssad, terlihat Cakra yang sedang di kawal oleh 2 orang bodyguard yang baru dia sewa dari kota kabupaten sebelah timur yang dikenal dengan kota Maja.
Bodyguard ini adalah jawara murid dari Ki Wawut dukun dan sekaligus guru besar perguruan silat di tempat itu.
Cakra berjalan di belakang hotel Arssad di mana dia ada di parkiran bagian belakang.
Cakra melihat ada sepeda motor yang sering di pakai oleh jagat di parkiran yang bertuliskan Direktur utama.
Dan si samping motor jagat, ada mobil mewah dan masih parkir di lapak yang sama dengan motor jagat, yaitu di lapak parkir direktur utama.
Melihat motor milik jagat Cakra pun menjadi geram, dia berulang kali ingin balas dendam kepada jagat, tetapi tidak kesampaian juga.
Kebetulan sekarang Cakra melihat motor jagat sehingga dia ingin melampiaskan dendamnya ke motor tersebut.
"Aku beruntung, tidak bisa balas dendam ke orangnya, aku rusak saja motornya, kalau ayah ku marah tinggal bilang saja motornya tidak parkir di tempat yang sesuai, begitu saja sudah cukup untuk mencari alasan" gumam Cakra.
Kemudian Cakra pun menunjuk ke arah sepeda motor jagat dan memerintahkan kepada kedua anak buahnya "Bawalah Motor butut itu dan hancurkan"
Kedua orang itu mengangguk "Baik tuan"
Lalu kedua bodyguard itu menarik sepeda motor dan membantingnya.
Brak....
Kebetulan di tempat parkir belakang lagi sepi karena kebanyakan calon security dan bodyguard baru sedang ada di gedung markas.
Sedangkan karyawan hotel lainnya sedang sibuk menyiapkan jamuan untuk nanti malam karena sekarang tuan besar sudah berada di hotel Arssad.
Dan para rekan bisnis yang menjalin kerjasama dengan grup Arssad pasti datang untuk menemui tuan besar.
Badar Sandjaya atau kita sebut tuan besar, kebetulan ada di lantai dasar tepatnya ada di resepsionis, karena baru keluar dari lift khusus yang langsung ke kamar VVIP.
Dan di sofa sudah menunggu murid sekaligus pengawal pribadi tuan besar yang bernama idhang dan Firman.
Tuan besar berencana ingin jalan-jalan terlebih dahulu karena bosan berada di hotel terus, dan dia berencana ingin menemua anak dari sahabatnya.
Setelah melihat tuan besar idhang dan Firman pun bangkit dari duduknya dan kemudian menghampiri.
"Guru, mau kemana kita sekarang" tanya idhang.
"Kita pergi kerumahnya si Candra, sudah lama aku tidak bertemu dia" ucap tuan besar.
"Baiklah guru tunggu saja di depan, biar aku ambil mobil terlebih dahulu di parkiran" ucap idhang.
Selain menjadi murid dan pengawal pribadi, idhang juga menjadi sopir tuan besar, sedangkan firman sendiri bertugas menyiapkan segala kebutuhan tuan besar.
***
* Bersambung