Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 232 Eriska di Culik


Bab 232 Eriska Di Culik


Setelah mereka masuk mereka pun duduk di kursi kosong, begitu juga jagat yang tidak berkata apapun.


Firman melirik wajah baru yang kemarin masih menjadi arwah dan sekarang sudah menjadi boneka hidup atau manusia baru dalam tubuh boneka arwah.


Firman mengenali mereka semua karena boneka arwah yang di pesan jagat memang mirip seperti aslinya cuma badannya lebih langsing dan seksi saja.


Firman pun bertanya sambil menunjuk "Kamu Dias kan, dan kamu dara, serta adik kecil ini Maya"


Mereka pun mengangguk dan mereka pun menjawab satu persatu "Iya paman aku Ayu Dias"


"Aku ayu Andara atau dara"


"Paman aku si imut Maya"


Kemudian firman menatap ke arah jagat dan bertanya "Siapa wanita cantik ini, aku rasa kemarin jagat hanya meritual 3 orang, apa kamu pelayan baru rumah ini, kenapa aku tidak tahu ?"


Semua orang terkekeh geli mendengar perkataan dari firman yang tidak mengenali jagat dengan penampilan Seperti ini.


Kemudian idhang pun muncul dan berkata kepada firman "Hai apa kamu tidak mengenalnya, dia jagat yang di dandani seperti wanita"


Kakek Badar yang sedang minum langsung menyembuhkan air yang ada di mulut kembali keluar.


ppft....


Uhuk.... uhuk....


Kakek Badar sampai terbatuk mendengar idhang berkata seperti itu.


Firman dan kakek badar memandangi jagat dengan rasa tidak percaya.


Kemudian firman menyangkalnya "Ah masa, aku tidak percaya dia jagat, dia seperti wanita tulen asli tanpa batang"


Kemudian jagat pun membuka mulutnya "paman jangan hina aku seperti ini, ini karena mereka yang mendandani ku"


Mendengar suara jagat barulah firman percaya dan dia pun langsung tertawa terbahak-bahak begitu juga kakek badar.


Dia tertawa terbahak-bahak sambil mengelus dadanya "Hahaha.... Beruntung aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung, kalau tidak aku sudah tertawa sampai mati"


Kemudian kakek badar melanjutkan "Sudahlah aku tidak kuat ingin mengompol, kalian makan saja aku sudah selesai"


Firman dan kakek badar pun pergi dan meninggalkan mereka saja, mereka pun sarapan pagi sambil menahan tawa dan sesekali mereka melihat ke arah jagat dan kembali menyeringai.


Setelah selesai sarapan jagat pun menarik tangan Elis dan Sofy "ayo pergi kita selesaikan urusan kita"


Kemudian jagat menoleh ke arah Dias, dara dan Maya "kalian bertiga jangan terkena air atau mandi sampai besok lusa, karena mantra dara di tubuh kalian belum meresap sepenuhnya ke tubuh kalian"


Jagat memandang Maya "Adik kecil, kamu jangan melompat dari lantai 3 atau pun lantai 2 kebawah ya, karena sekarang kamu bukan lagi hantu arwah gentayangan, kamu sekarang sudah hidup kembali"


Maya pun menyeringai "okeh Kaka cantik"


Jagat kembali dan kemudian menarik tangan Elis dan Sofy sampai naik ke lantai dua dan masuk ke kamar mandi.


Entah apa yang mereka lakukan di sana karena kamar yang di tempati oleh jagat kedap suara begitu juga di kamar mandi.


Elis dan Sofy merintih secara bergantian, kadang Elis berteriak "Ach dan ich atau pun Uch"


begitu pula sofy yang sering merintih karena seperti ada suara tamparan plak.... yang di layangkan jagat


Setelah setengah jam kemudian jagat pun keluar dari dalam kamar mandi dengan seringai di wajahnya.


Sepertinya dia sangat puas menyiksa Elis dan Sofy di kamar mandi, riasan jagat pun sudah luntur menghilang, dan dia pun langsung memakai pakaia.


Karena hari ini dia akan kembali bekerja di rumah sakit Wijaya bersama Elis dan Sofy.


Elis pun bergumam "Sial aku beberapa kali keluar, membuat ku tidak sanggup berdiri"


Sofy pun berbicara di dalam hatinya "Ay lebih kuat dari sebelumnya, padahal tadi malam dia pingsan dan kehabisan tenaga dalam, sepertinya aku harus meningkatkan kekuatan ku supaya bisa mengimbangi ay dalam permainan"


Mereka berdua bukan langsung memakai baju, mereka malah terlentang di tempat tidur dengan handuk yang mereka buka.


Jagat pun menegur mereka "Hai apa kalian mau minta tambah"


Sofy dan Elis pun langsung bangkit dan menggelengkan kepalanya sambil mengayunkan tangan mereka.


"Tidak...aku tidak sanggup lagi, ini juga sudah lemas" ucap serempak mereka berdua.


Kemudian mereka pun bangun dan bergegas memakai pakaian, di sana sofy pun menggerutu "Ay kamu tega ya membuat pantat ku merah, sakit tahu"


"Iya mas say, kamu tega banget mengangkat ku seperti itu, ************ ku juga sakit, tahu" keluh Elis.


Jagat malah menyeringai "Suruh siap kalian mempermalukan ku di hadapan kakek badar dan kedua paman, itu adalah hukuman untuk kalian berdua"


Sofy kembali mengeluh "kok hanya kami berdua yang di berikan hukuman, dara dan Dias juga harus di hukum seperti kami"


Jagat pun melambaikan tangannnya "Hai mereka itu belum seutuhnya hidup menjadi manusia, mereka harus menyesuaikan diri dengan tubuh baru mereka, kalau aku menghukum mereka, itu akan berbahaya, titik sensitif mereka belum seutuhnya bekerja, sehingga mereka tidak akan merasa kenikmatan siksaan yang aku berikan"


"Ya sudahlah..." ucap Sofy


Dari sejak kemarin malam handphone semua orang di matikan karena taku mengganggu acara ritual.


Dan sekarang jagat mengaktifkan handphone yang dia miliki, dan setelah handphone menyala, banyak notifikasi muncul.


Beberapa pesan dan panggilan telpon yang tidak di balas muncul, ada beberapa panggilan telpon yang tidak di kenal dan jagat tahu itu dari Cakra.


Dan ada beberapa pesan bergambar masuk yang berasal dari nomor milik Cakra.


Tidak lama kemudian handphone milik jagat berdering dan terlihat itu telpon dari Candra Wijaya ayah dari Eriska.


Jagat pun mengangkat telponnya dan menempelkan handphone itu di daun telinga "Halo Om...."


"Jagat apakah kamu kemarin bertemu dengan Eriska, apa dia sedang bersama mu sekarang, karena dari kemarin dia tidak pulang" Candra nyeroscos bertanya kepada jagat.


Kemudian jagat menjelaskan "Iya om kemarin aku bertemu Eriska di kantin, kemudian dia pergi begitu saja, dan setelah aku susul dia sudah tidak ada sampai aku cari sepulang kuliah dia tidak ketemu, memangnya dia punya masalah dengan om"


"Ini masalahnya bukan dengan ku, tetapi dengan mu" jawab Candra Wijaya.


Jagat pun kaget dan dia pun bertanya "kok aku sih om, aku tidak ada masalah dengan Eriska?"


"Bukan itu, dia bermasalah karena tidak mau di jodohkan dengan mu, dia tidak mau menikah dengan orang yang bernama Arya Sandi Sandjaya, Eriska tidak tahu bahwa kamulah yang akan di jodohkan dengan dirinya" jelas Candra Wijaya.


"Pantas saja, kemarin dia meminta ku untuk menghamilinya dan mengajak kawin lari, jadi itu penyebabnya, aku juga sudah jelaskan bahwa aku Arya yang di jodohkan, tetapi dia menganggap ku pembual dan dia pergi dengan marah" ucap jagat.


"Dasar anak ini, suka cari masalah saja dan tidak berfikir dengan jernih, kalau begitu kamu tidak usah kerumah sakit, tolong cari Eriska sampai ketemu" pinta Candra Wijaya.


Jagat pun mengiyakan "Iya baik om, aku akan cari Eriska sampai ketemu "


Telpon pun di tutup dan kemudian jagat melihat pesan bergambar yang masuk.


Ternyata gambar itu adalah Poto Eriska yang sedang di ikat dengan caption "Jika kamu ingin menyelamatkan kekasih mu, datang dan bertarung lah hari Rabu di pertarungan bawah tanah, kalau kamu menang maka akan aku serahkan dia, tetapi jika kamu kalah, patahkan tangan dan kaki mu"


Melihat itu jagat pun menjadi marah "Sial. Eriska di Culik"


***


* Bersambung