Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 279 Jurus Tarian Perang Bidadari Khayangan


Bab 279 Jurus Tarian Perang Bidadari Khayangan


Elis yang keluar dari kamar pribadi langsung melangkahkan kakinya ke aula dan terlihat ada 4 murid yang terkapar.


Satu orang lagi di hajar oleh murid aliran Gorio-rio sampai babak belur.


Elis pun berbicara "Bisakah kalian tidak ribut, dokter sedang mengobati pak Suwarno, kalau sampai pengobatannya salah apa kalian mau bertanggung jawab"


Elis berbicara dengan nada datar tanpa berteriak, tetapi suara Elis dapat terdengar jelas di telinga mereka, karena Elis memakai tenaga dalam di setiap ucapannya.


Mereka pun berhenti, kemudian salah satu murid dari aliran Gorio-rio mencibir "Apa peduli kami, itu urusan dokter bukan urusan kami"


Elis pun langsung menunjuk ke orang itu "Hai, Kalau kamu tidak bisa diam, aku akan menyumpal mulut mu dengan kepalan tangan ku ini"


Anak pak Suwarno yang melihat kekejaman orang dari aliran Gorio-rio mencegah Elis "Suster, jangan, mereka sangat kejam, murid kita pun di hajar mereka, jangan ladeni mereka"


Elis tersenyum "tenang saja, mereka hanya sekumpulan serangga kecil"


Ucap itu terdengar oleh mereka semua, mereka merasa terhina oleh ucapan dari Elis.


Tetapi melihat wajah Elis yang cantik, pikiran jahat terlintas di benak mereka semua.


"Hai, apa kamu suster. Ucapan mu itu membuat kami tersinggung, ayo minta maaf dan berlututlah, setelah itu ikut kami untuk bersenang senang"


Elis menyeringai "kenapa aku harus meminta maaf dan berlutut, kalian yang membuat keributan dan mengganggu konsentrasi dokter yang sedang mengobati pasien di dalam, seharusnya kalian lah yang meminta maaf dan berlutut"


"Sialan, kamu telah menghina kami dengan mengatakan kami serangga kecil" bentak orang itu


"Trus, mau kamu apa, kalian memang sekumpulan serangga yang berisik, bacot di perbanyak tetapi kemampuan tidak ada" Elis pun memprovokasi.


"Baiklah kalau begitu, anak anak, tangkap suster ini, kita bawa dia sebagai hukuman karena telah menghina kita, kita bersenang-senang dengannya" ucap pemimpin mereka.


Mereka pun mendekati Elis, salah seorang dari mereka ingin memegang bahu Elis, tetapi Elis langsung menangkis dan memukulnya.


Bak....


Ugh....


Orang itu langsung kelimpungan dan kemudian dia pun ambruk ke lantai.


Yang lainnya pun menjadi geram, mereka bukan lagi ingin menangkap Elis tetapi mereka menyerang Elis dengan brutal.


Pukulan dan tendangan melayang ke arah Elis "Kurang ajar, berani memukul salah satu dari kami, rasakan ini"


Wuss....


Hiuk....


Elis menangkis lalu menyerang kemudian menghindari serangan yang lain.


Dia bergerak dengan lincah, dia juga melayangkan tinjunya dan tendangannya sampai membuat kelima orang yang menyerangnya ambruk terkapar.


Si pemimpin aliran Gorio-rio memerintahkan kepada murid yang lainnya "lumpuhkan wanita itu, kemudian kita bawa dan permainan dia di tempat kita bersama sama"


Empat belas orang yang menjaga pintu langsung berlari untuk menangkap Elis.


Elis kemudian di kepung dan berada di tengah tengah, mereka pun langsung menyergap Elis.


Elis tidak ragu untuk melayangkan kakinya untuk menendang, kemudian dia berjungkir dan menendang ke bagian kepala.


Setelah itu dia merunduk dan menyapu kaki mereka sampai mereka pun terjatuh.


Satu persatu mereka di robohkan, tangan mereka ada yang patah, kaki mereka ada yang bengkok, bahkan ada juga yang mukanya bonyok.


Mereka semua terkapar sampai meringis kesakitan, bahkan murid dari Dozo ini melongo melihat Elis yang menghajar mereka sampai terkapar.


"Hahaha.... Kamu ternyata hebat juga, perkenalkan nama ku warta, aku master dari seni bela diri aliran Gorio-rio, siapa kamu sebenarnya" ucap pemimpin yang mengaku bernama warta.


Warta langsung menunjuk "Hai aku tanya siapa diri mu ? Kamu malah menjawab yang lain lain"


"Nama ku Elis Tanjaya dari keluarga jawara kuno Tanjaya, aku bekerja menjadi perawat di divisi khusus rumah sakit Wijaya, apa itu sudah jelas" jawab Elis.


Dia tidak menutup nutupi identitas dirinya, sebagai keluarga Tandjaya yang di kenal sebagai keluarga jawara kuno yang berasal dari kota G.


"Oh, pantas kamu sehebat itu, tetapi perlu kamu ingat, aku ini tidak mudah di kalahkan, aku berada di level master tingkat awal, meminta maaf lah dan berlutut, kalau tidak aku tidak akan segan untuk menyakiti diri mu" ancam warta.


Warta hanya praktisi bela diri modern, bukan praktisi beladiri silat, sehingga tidak menganggap seram kekuatan keluarga jawara kuno.


Di keluarga beladiri, setiap orang belajar bela diri dari sejak kecil sampai dia menginjak usia dewasa, bahkan berkelahi sebagian dari kehidupan sehari-hari.


Elis saja waktu keluar dari kampung cisarati untuk menuntut ilmu keluar daerah dia harus berada di tingkat master tahap awal.


Warta dengan sombongnya berkata bahwa dia sekarang berada di tahap master tingkat awal yang menjadi bahan tertawa bagi Elis.


"Hahaha.... Apa, Setua ini baru mencapai tahap master tingkat awal, apa yang kamu lakukan untuk meningkatkan pemahaman beladiri mu" cemooh Elis.


Raut wajah warta menjadi masam, dia belajar beladiri ini ketika SMP dan sekarang umurnya sudah 45 tahunan, berarti dia sudah belajar beladiri ini sekitar 30 tahunan.


Elis mencemooh karena sudah 30 tahun dia baru tahap awal, dan itu beladiri Eksternal tanpa menggunakan tenaga dalam.


"Apa kata mu, aku sudah belajar beladiri aliran Gorio-rio selama 30 tahun, sedangkan kamu apa ?" Ucap warta dengan marah.


"Sudah aku katakan dari tadi, kamu hanya bacot saja, ayo maju dan lawan aku, tunjukkan beladiri tingkat Master mu" tantang Elis.


Warta pun menjadi naik pitam karena dia selalu di provokasi dan di ejek oleh Elis.


"Kurang ajar, jangan anggap aku tidak berbelas kasih, akan aku hajar kamu sampai wajah cantik mu tidak di kenali lagi"


Warta langsung berlari dan menerjang Elis dengan kakinya "Hiat.... Rasakan ini"


Wuss....


Elis menghindari terjangan warta, Elis pun melayangkan serangan kearah warta, jual beli serangan pun terjadi.


Beberapa kali Elis mendaratkan tinjunya kewajah dan tubuh warta, tetapi tidak ada satu pun serangan warta yang mendarat di tubuh Elis.


Semua orang yang menonton tercengang dengan pertarungan ini, mereka tidak menyangka, suster cantik seperti Elis pandai beladiri dan bahkan berani melawan warta yang kejam dan arogan.


Bahkan master Dozo Gorio-kai ini di buat cacat oleh warta, karena kekejaman warta yang tidak berbelas kasih, hanya untuk mencapai tujuannya.


Warta sudah mengerahkan semua kemampuannya tetapi tidak satupun serangannya yang mampu mendarat di wajah Elis.


Bahkan Elis seperti bermain main dalam menghadapi warta, dia bergerak sangat elegan dan seperti menari nari.


Gerakan indah nan mematikan yang di peragakan oleh Elis membuat semua orang melongo takjub.


Elis sendiri menggunakan jurus tarian perang bidadari khayangan yang di latihan langsung oleh ibunya.


Jurus tarian perang bidadari khayangan ini khusus di ajarkan kepada para wanita yang ada di keluarga Tandjaya.


Karena jurus ini di wariskan langsung oleh nyai Kinasih, leluhur keluarga Tandjaya dari generasi ke generasi.


Elis sendiri menggunakan jurus dasar, dalam menghadapi warta, karena jurus kedua dari tarian bidadari menggunakan senjata berupa pedang.


Jurus ini pantrangan di pelajari oleh lelaki, karena bisa merubah struktur fisik lelaki menjadi seperti perempuan.


Sehingga lelaki di keluarga Tandjaya hanya mempelajari warisan beladiri yang di turunkan dari Jaka Tanjaya, sebagai leluhur mereka.


***


* Bersambung