
Bab 206 Bu Aku Bisa Berjalan
Jagat yang sedang fokus mengobati Rizal pun sampai berhenti karena mendengar suara tertawa Elis dan Sofy.
Jagat pun bertanya "Apa sih yang kalian bicarakan, belalai gajah apa, memang ada apa dengan belalai gajah ?"
Mendengar pertanyaan dari jagat, Elis dan Sofy menjadi semakin keras tertawanya, bahkan Elis sampai mules karena saking enak tertawa.
"Aduh perut ku keram, hahaha...."
Dengan polosnya sofy menjawab "Enggak kok ay, kami hanya membicarakan tentang belalai gajah mu"
Sofy tanpa sadar menggerak gerakan jari telunjuk nya ke atas dan bawah sambil tersenyum manis.
Jagat yang melihat jari sofy, dia pun mengerti dan menengok kearah bawah di mana di bawah jagat melihat celana dan dengan instingnya jagat leraba resleting celananya.
"Celana ku tidak apa apa bahkan resleting celananya tidak terbuka, tetapi kenapa mereka berdua tertawa terbahak-bahak" gumam jagat.
Dia pun menggelengkan kepalanya "Dasar istri yang gak punya akhlak"
Jagat berbicara begitu di dalam hatinya, dia tidak berani mengatakannya secara langsung dan kembali fokus mengobati Rizal.
Jagat mencabut semua jarum akupuntur yang ditusuk di kaki sambil mengalihkan tenaga dalam untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi rasa sakit.
Setelah di obati, kaki Rizal sedikit ada perubahan, yang awalnya tulang di bungkus kulit, tapi sekarang kaki Rizal sedikit memiliki daging.
Karena penyakitnya sudah lama, maka tidak akan langsung sembuh total, tetapi akan berlahan sembuh dan kembali normal.
Kemudian jagat menulis serep obat herbal dan memberikannya kepada lani. "ini resep obatnya, ada 2 resep, yang pertama di minum dan yang kedua di oles, resep ini di gunakan selama 1 bulan"
Kemudian lani pun membaca resep tersebut, lani mengerti mengenai obat obatan karena dia dahulu berkuliah di farmasi mengambil jurusan apoteker.
"Aku belum pernah mendengar obat ini dok, apa ini obat import ?" Tanya lani.
Kemudian pak sudewo berkata "Dulu istri ku seorang apoteker, sehingga dia tahu sedikit obat obatan"
Jagat tersenyum sambil menggelengkan kepalanya "ini bukan obat import, ini obat herbal"
"Tapi dari mana, kita bisa mendapatkan obat herbal seperti ini, di daerah kota T ini tidak ada toko obat tradisional atau pun sensei" ucap lani.
"Obat herbal itu bisa di dapat di kota G, ada di sana toko obat herbal klenteng, dan di kota B bisa dapat di rumah sakit Wijaya atau di toko obat tradisional Babah Kuya" ucap jagat.
Kemudian jagat pun melanjutkan "Di kita bisa memesan yang sudah menjadi pil atau ramuan seduh, dan untuk resep yang kedua, bisa memesan yang sudah dalam bentuk salep, di oleh 2 kali sehari, pagi sama sebelum tidur"
"Itu mah gampang, kita bisa menyuruh Rian untuk membelinya di kota G kalau dia mengirim barang pesanan, atau aku suruh ke kota B sambil mengirim pesan ke hotel Arssad" ucap pak sudewo.
Elis langsung menanggapi perkataan pak sudewo karena mendengar hotel Arssad "Pak sudewo mengirim sayuran ini ke hotel Arssad juga"
Dia pun mengangguk "iya kebetulan bagian pengadaan bahan makanan untuk restoran keponakan lani istri ku, jadi kami bisa memasok banyak sayuran ke hotel Arssad pusat dan cabang, kebetulan sayuran dari kami bebas pestisida dan di tanam secara organik"
"Oh ternyata pak sudewo mitra hotel Arssad juga ?" Ucap jagat
"Ya, kami hanya mitra kecil saja, tapi berkat kerja sama dengan hotel Arssad, petani sayur kami menjadi makmur, karena harga jualnya di atas pasaran, itu juga kalau tidak ada orang dalam, mungkin kami tidak akan bisa bekerja sama dengan perusahaan sebesar itu" ucap pak sudewo.
Tidak lama setelah itu pak Rt datang melapor, bahwa semua sudah siap dan warga pun sudah mulai berdatangan.
Jagat pun di ajak ke ruangan dekat gudang yang akan di pakai tempat untuk pemeriksaan.
Sofy dan Elis berjalan mengikuti dari belakang sambil menenteng tas yang berisi obat obatan dan alat kedokteran.
Di sana sudah tersedia meja dan kursi serta ruangan yang berisi kasur untuk tempat pemeriksaan.
Elis langsung memimpin dengan duduk di kursi dan siap menanyai calon pasien satu persatu, Elis akan mengatagorikan pasien tersebut.
Mana yang harus di tangani oleh jagat dan mana yang bisa di tangani oleh sofy.
Sofy tidak langsung masuk kedalam ruangan periksa, dia ikut duduk mendampingi sofy dan hanya jagat lah yang masuk ke ruang periksa.
"Ibu silahkan maju kesini" Elis memanggil dan siap dengan alat tulisnya.
Seorang ibu muda yang menggendong anaknya pun maju dan duduk di depan Elis, seperti standar pemeriksaan di rumah sakit, Elis bertanya kepada calon pasien.
"Bu siapa yang sakit, dan apa keluhannya ?" Tanya Elis
"Ini dok, anak ku yang sakit, dia prematur dari sejak kecil dan kakinya tidak bisa di gerakkan" jawab si ibu muda.
Elis pun menuliskan keluhan dari ibu pasien, kalau saja ibu ini orang mampu mungkin dia akan membawa ke rumah sakit, tetapi karena dia kekurangan sehingga adanya pengobatan gratis ini menjadi kesempatan siapa tahu anaknya bisa di sembuhkan.
Prosedur yang di jalan Elis sudah sesuai dengan kerjaannya dan baru pertama kalinya Elis di sebut sebagai dokter, padahal dia hanya perawat.
"Kalau begitu silahkan masuk Bu" Elis mempersilahkan ibu muda itu untuk masuk ke dalam ruang periksa
Dengan di dampingi Elis yang memberikan catatan keluhan kepada jagat, ibu muda itu membaringkan tubuh anaknya ke kasur.
Elis pun kembali keluar untuk menanyai pasien selanjutnya, sedangkan di ruang periksa jagat membaca catatan Elis.
Kemudian jagat bertanya "anak ibu begini dari lahir atau bagaimana"
Penyakit anak itu mirip seperti Rizal, hanya saja anak ini kedua kakinya yang bermasalah sehingga mengalami kelumpuhan. Tetapi kakinya normal tidak mengecil seperti yang di alami oleh Rizal.
"Tidak dok, memang anak ku lahir belum waktunya, anak ku lahir pada umur kehamilan 7 bulan, kata paraji anak ku normal dan memang menunjukkan hal yang wajar, tetapi setelah anak ku belajar berjalan, dia berjalan sempoyongan dan pada akhirnya begini" ibu muda itu bercerita.
Sekarang usia anak itu 8 tahun, anak seusia itu normalnya sudah sekolah, tetapi karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan, jadi anak itu tidak dapat bersekolah.
Semua tergantung kepada ibunya sendiri, karena anak itu hanya bisa menggerakan tangannya, sehingga kebanyakan harinya di habiskan hanya duduk dan berbaring.
Jagat pun mulai mengoleskan minyak urut di kaki anak itu, sambil sedikit memijat jagat pun menyalurkan energi tenaga dalam dan menggunakan jari petir untuk menekan tidak akupuntur.
Anak ini memiliki masalah di bagian urut sarafnya yang menghubungkan ke jaringan otak, sehingga perintah otak untuk menggerakkan kaki tidak sampai.
"Maaf Bu boleh bantu aku membuka baju anak ibu" pinta jagat.
Ibu itu membuka baju anaknya dan jagat pun mulai mengurut anak itu di bagian punggung.
Ada sekitar 10 menit di pijat jagat pun menyuruh anak itu untuk duduk "Dek kamu bisa duduk sendiri kan"
Anak itu pun mengangguk, kemudian dia pun duduk, jagat pun bertanya kembali sambil mengelitik kaki anak itu "Apa yang kamu rasakan sekarang"
Anak itu tertawa "Hehehe....geli dok, sudah jangan di gelitikin lagi"
Jagat tersenyum, karena tadi anak itu tidak bisa merasakan apa pun, anak itu tidak merasakan apa pun di kakinya, tetapi sekarang dia merasa geli.
"Kalau begitu coba turun dari ranjang dan berjalan lah" pinta jagat.
Mendengar itu sontak ibunya berbicara "Dok anak ku itu lumpuh dia tidak bisa berjalan"
Jagat tersenyum "Untuk apa ibu bawa anaknya kesini kan untuk di obati supaya anak ibu sembuh, berarti dia harus bisa berjalan lagi dong, nah sekarang waktunya anak ibu jalan kembali"
Kemudian jagat memerintahkan anak itu kembali "ayo dek turun dari kasur"
Anak itu ragu, tetapi dia membulatkan tekadnya, dan langsung turun dari ranjang.
Anak itu berdiri mematung tanpa bergerak dan jagat pun langsung memerintah "Ayo langkahkan kaki mu dek"
Sambil berpegangan di ranjang anak itu menggerakan kakinya secara berlahan.
"Bu aku bisa berjalan sekarang" ucap anak itu yang membuat ibunya menjadi senang.
***
* Bersambung