
Bab 178 10 Selendang Lagi
Setelah berdiskusi jagat pun memperingatkan "Hati hati, siapa tahu si Mayang sedang kelaparan setelah ganti kulit dan kita menjadi target mangsa dirinya"
Setelah jagat berbicara seperti itu mereka pun saling mendekat bahkan Elis dan Sofy mengapit tubuh jagat.
Sebelum mereka melangkah lebih jauh mereka menjadikan batu yang ada kulit ular itu sebagai tempat persembunyian.
Jagat mengawasi sekitar dan melihat bahwa ada patung di atas batu besar, patung berbentuk wanita yang sedang berdiri dan seperti sedang memberkati.
Tetapi di sana tiba-tiba ada batu yang melayang ke arah jagat,
Wuss....
Brak....
Beruntung jagat bisa menghindari batu terbang tersebut, dan ternyata batu itu di hempaskan oleh ular besar yang bernama si Mayang.
Si Mayang pun mendesis keras seperti dia sangat marah karena ada manusia yang masuk ke dalam sarangnya.
Kemudian si Mayang bergerak dan melingkari patu tersebut, seolah ular itu sedang melindungi patung tersebut dari orang jahat.
Jagat memberikan instruksi kepada Elis dan Sofy "Aku akan memancing si Mayang untuk mengikuti ku, kalian berdua pergi ke patung itu dan pasang lah selendang bidadari itu, kemudian kita pergi dari tempat ini"
Sofy dan Elis pun mengangguk, sehingga mereka bersiap untuk mengendap endap pergi menuju ke batu yang ada di depannya.
Jagat berlari agak jauh dari Elis dan Sofy dia menuju tempat yang lebih luas lagi supaya kalau si mayang mematuk, jagat akan dengan mudah menghindarinya.
Benar saja si Mayang langsung bergerak, tubuhnya yang besar membuat batu batu yang ada di sekitarnya berjatuhan, dia bergerak sedikit lambat.
Tetapi setelah meninggalkan patung itu, gerakan si Mayang menjadi lebih cepat, bahkan lebih cepat dari seekor kerbau yang sedang berlari.
Si Mayang membuka mulutnya dan kemudian hendak memangsa jagat, beruntung respon jagat sangat cepat, dia pun melompat kesamping sambil berguling.
Brak....
Si Mayang menubruk dinding goa sampai goa itu bergetar, bahkan skalaklit yang ada di atas berjatuhan menimpa tubuh si Mayang.
Di sana jagat tersenyum dan mencibir "Hahaha.... sudah jatuh tertimpa tangga pula"
Jagat mengeluarkan pedang besar yang berada di cingcin batu wulung Ireng dan menggunakannya untuk menebas badan si Mayang.
Jagat juga menggunakan energi tenaga dalam jari petir untuk menyalurkan listrik ke pedagang yang dia pegang.
Wuss....
Crack....
Jagat menebaskan pedang itu, tetapi pedang yang menempel di badan si Mayang tidak melukainya sama sekali, padahal pedang yang jagat sudah di aliri tenaga dalam, dan dia pun menebas dengan seluruh kekuatannya.
Energi petir hanya merambat beberapa sentimeter saja, biasa energi petir akan berubah menjadi listrik yang dapat membuat makhluk hidup kesetrum, tetapi tubuh Mayang biarpun lentur tetapi sangat kuat.
Brak....
Jagat di hempaskan dengan ekor si Mayang sampai dia terpental dan menabrak dinding goa.
Bruk....
Jagat terperosok dari dinding goa itu, jagat menoleh ke atas bekas dia menabrak dinding tersebut, dan dinding itu membentuk cekungan bekas tubuh jagat.
"Uhuk....uhuk ....ohoek...."
Setelah dua kali terbatuk, jagat memuntahkan seteguk darah
"Sial ular ini sangat kuat, bahkan tenaga dalam dan pedang ini tidak sanggup menggores sedikit pun kulitnya, bahkan aku bisa di kentalkan dengan mudah" gumam jagat.
Dia pun merogoh saku celananya untuk mengambil sebutir obat kemudian dia langsung mengunyah dan menelannya.
"Argh.... tulang punggung ku terasa remuk, bahkan aku tidak bisa menggerakkan badan atas ku" ucap jagat lirih.
Elis yang sedang memanjat naik dan baru sampai arah berteriak karena melihat jagat terlempar dan membentur dinding goa.
"Mas say kamu tidak apa-apa ?" Teriak Elis.
Sofy yang belum naik sampai ke atas dia memilih turun kembali sambil berteriak "Elis lakukan tugas mu, aku akan menggantikan Ay, untuk mengalihkan ular itu, sepertinya ay, terluka"
Jagat tidak bisa menjawab panggilan Elis karena memang dia sedang terluka dan tidak bisa berbicara lantang. Jagat hanya meringis kesakitan dan berbicara di dalam hatinya.
Sofy berlari dan melambaikan tangannya sambil melompat lompat "Hai ular besar, sini makan aku kalau kamu bisa menangkap aku"
Sofy berlari sambil memungut batu dan melempar batu tersebut ke badan ular besar yang bernama si Mayang.
Sofy pintar dia bersembunyi di bebatuan dan kemudian melemah batu sambil berlari, kemudian bersembunyi lagi.
Itu untuk mengulur waktu dan membingungkan si Mayang, supaya dia tidak langsung menyerang.
Strategi sofy berhasil, si Mayang hanya celingukan, melihat sofy melompat dari batu satu ke batu yang lain.
Setelah meminum obat, jagat berlahan pulih, dia bisa bergerak kembali, dia pun berusaha meraih pedang yang terjatuh tidak jauh dari dirinya.
Setelah pedang itu di Pengang jagat kembali berdiri dengan bertumpu pada pedang yang dia pegang.
Jagat mencari celah untuk menyerang si Mayang, ketika sofy mengalihkan perhatian dan jagat pun kembali melompat dan menebas badan si Mayang.
Wuss....
Crack....
Kembali pedang menyayat kulit tubuh si Mayang, tetapi ular itu tidak tergores sedikitpun.
Jagat pun kembali di buat tercengang "Sialan apa dia benar benar ular, atau dia monster ular"
Kalau hanya siluman ular atau ular biasa, jagat bisa menaklukannya, tetapi ular yang berukuran raksasa ini benar benar monster yang sudah untuk di kalahkan, bahkan dengan menggunakan ilmu Kanuragan tingkat tinggi masih tidak bisa melukai makhluk itu.
Ekor si Mayang kembali di hempaskan ke arah jagat, tetapi sekarang jagat dapat menahannya dengan menggunakan pedang.
Brang.....
Benturan ekor si Mayang dan pedang milik jagat membuat dia terseret dua meter.
Sofy membantu jagat dengan melemparkan batu batu besar yang ada di sekitarnya.
Si Mayang menjadi marah sekarang dia menargetkan sofy dari pada jagat.
Si Mayang membuka mulutnya dan hendak menyerang sofy, dengan sigap sofy melempar batu besar kedalam mulut si Mayang tanpa rasa takut.
Batu itu pun masuk kedalam mulut si Mayang dan si Mayang pun mengigit batu itu dan batu itu pun remuk, dan berubah menjadi debu yang di muntahkan kembali oleh si Mayang.
Sofy yang menjadi target incaran si Mayang membuat jagat menjadi khawatir, kemudian jagat menarik napas panjang.
Dia akan menggunakan jurus sonar raungan serigala untuk mengganggu Indra penciuman dan perasa si Mayang.
Ketika si Mayang membuka mulutnya kembali dan hendak mematuk serta menggigit sofy, jagat pun langsung berteriak.
Teriakan jagat seperti raungan serigala yang mengeluarkan gelombang ultrasonik yang memekakkan telinga.
"Au....."
Si Mayang seperti terdorong energi dan kemudian kepalanya terpelanting sehingga membentur dinding goa.
Ular itu pun bangkit kembali sambil menggoyang goyangkan kepalanya sepertinya si Mayang pusing karena serangan raungan serigala yang di keluarkan jagat.
Si Mayang pun berbalik, sekarang bukan lagi sofy yang menjadi incaran tetapi sekarang mengarah kembali kepada jagat.
Tanpa di sadari ekor si Mayang sudah mengelilingi tempat yang di pijak jagat dan dengan cepat jagat di lilit ekor si Mayang sampai di angkat ke atas.
Sebenarnya sofy berteriak memperingati jagat "Ay....awas...."
Tetapi jagat telat merespon dan terkena lilitan ekor si mayang, dan jagat pun susah untuk melepaskan lilitan tersebut.
*
Di atas batu besar Elis sudah berhasil melilitkan selendang bidadari, tetapi itu baru satu yang aslinya saja
Sedangkan ada 10 selendang lagi yang di buat keluarga saksana dan sebagian benang di ambil dari selendang bidadari yang aslinya.
Sehingga tugas Elis masih banyak, yaitu harus melilitkan satu persatu selendang itu di patung bidadari yang posisinya berdiri.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna