
Bab 238 Ilmu Amatan
Wira yang melayangkan tinjunya sambil mengerahkan seluruh kekuatannya ke tangan, dan tinjuanya itu bisa menghancurkan sebongkah batu besar sampai menjadi butiran pasir.
Sehingga dia sangat percaya diri dengan kekuatannya tersebut dan bisa mengalahkan jagat dengan satu kali tinjuan.
Jagat pun bersiap dan dia juga melayangkan tinjunya "Tinju pembelah Langit...."
Sebenarnya tinjuan yang jagat keluarkan bukan jurus Tinju, tetapi jurus pedang pembelahan langit yang jagat pelajari dari kitab beladiri yang ada di batu cincin Wulung.
Dan jagat mengaplikasikan jurus pedangnya itu menjadi jurus tinju penbelah langit, jurus itu juga pernah jagat coba ketika hujan dan dapat membelah awan hujan dari tempat dia berdiri.
Baam....
Jurus Tinju penghancur Gunung dan jurus Tinju pembelah Langit beradu dan menimbulkan suara ledakan sampai mereka berdua terpelanting ke belakang.
Wira terbang sampai menubruk dinding sejauh 10 meter sampai satpam yang menonton hampir terkena dampak tertunduk tubuh Wira
Dinding yang di tubruk oleh Wira pun membentuk cekungan yang mencetak lekuk tubuhnya sendiri, sedangkan jagat terseret sampai kedapan podium.
Di lantai terlihat bekas kaki jagat yang membentuk cekungan panjang bekas jagat menahan serangan dari Wira
Dan pada akhirnya jagat berhasil berhenti setelah kaki satunya lagi bertumpu pada dinding podium dan hampir mengenai wajah dari wanita yang tadi menyerang jagat pertama kali.
Wanita itu terkejut karena kalau sampai kaki jagat mendarat di wajahnya, maka kepalanya akan remuk.
Memang jagat menahan ke tembok podium sampai kakinya masuk beberapa centimeter kedalam, sehingga wanita itu pun kaget dan tidak bergerak sedikit pun.
Jagat pun mencolek dagu wanita itu supaya sadar dari lamunannya "Hai cantik, Kenapa kamu masih duduk di sini ayo pergi kalau tidak mau terkena imbas dari pertarungan ku"
Wanita itu malah mendongak ke atas dan melihat jagat sambil menyeringai, wanita itu pun bergumam "Ternyata tuan muda tampan banget dan tubuhnya seksi sekali"
Jagat pun tersenyum "hai, cantik jangan menatap ku seperti itu, nanti kamu bisa jatuh cinta dan terbawa sampai ke alam mimpi"
Wanita itu pun menjadi malu, wajahnya pun memerah dan dia pun kembali menunduk, tetapi jidatnya membentur sesuatu yang panjang dan kenyal seperti sosis.
Wanita itu pun kembali bergumam "Astaga Sosis Daging tuan muda ini besar juga, kalau tidak ada kain yang menghalangi sudah aku lahap sosis milik tuan muda ku ini"
Jagat pun mengusap wajah dari wanita itu "Hai cantik jangan berpikir jorok, sana pergi dan ini uang mu yang tadi aku berikan, karena kamu telah berani menyerang ku pertama kali"
Jagat pun mencabut uang kertas berwarna merah itu dan memberikannya kepada wanita tadi
Wanita itu pun sambil tersipu malu mengambil uang dan kemudian merayap pergi dari tempat itu
Jagat pun mencabut kakinya yang menancap di dinding podium, dan nampak bekas telapak kaki jagat membekas di dinding tersebut.
Sedangkan Wira masih tertancap di dinding dan dia pun berteriak kepada satpam yang ada di sana "Hai tolong tarik aku dari dinding ini, aku tidak bisa keluar"
Satpam yang ada di sana pun saling menengok dan mereka pun mengeluarkan Wira yang menancap di dinding.
Wira pun menepuk bajunya yang penuh dengan debu "Terima kasih sudah mengeluarkan ku"
Kemudian Wira pun berjalan ke depan aula dan satpam yang tadi menolongnya menggelengkan kepala "Astaga, apakah dia manusia atau robot, kalau aku ada di posisinya mungkin semua tulang yang ada di tubuh ku sudah remuk"
"Mungkin dia Robot android buatan jepang, sehingga tubuhnya sangat kuat" ucap satpam satunya lagi.
"Hus mana mungkin, dia robot, kalau dia robot tuan muda kita juga apa dia robot" ucap satpam lainnya.
Mereka pun sibuk berdiskusi sambil mengantri mendapatkan giliran penempatan oleh Hadi di ruangan sebelah.
Wira dan jagat yang telah berhadapan kembali di tengah aula mereka pun saling tersenyum dan jagat terlebih dahulu mengangkat jempolnya "Bagus aku suka orang kuat seperti mu, ayo kita lanjutkan"
"Baiklah itu yang aku tunggu" jawab Wira.
Wuss....
Nampak tangan dari Wira terlihat begitu banyak dan dia langsung mendaratkan tinjunya ke arah jagat.
Jagat pun menarik semua tinjuan tersebut dengan kecepatan tangannya yang sama seperti Wira, tangan jagat terlihat menjadi banyak.
"Telapak tangan Asura...."
Wuss....
Brak....Bruk....Brak....Bruk....
Jagat bukan hanya menahan tetapi dia juga menyerang Wira dengan telapak tangan Asura yang dia keluarkan.
Semua pukulan, tidak ada yang masuk tetapi sebagian telapak tangan Asura milik jagat banyak masuk ketubuh Wira dan terkadang menampar pipi Wira.
Jagat menyeringai dan berkata "Ini adalah Jurus asura yang memiliki keunggulan dalam pertahanan dan menyerang, jurus asura ini memiliki motto yaitu bertahan adalah menyerang dan menyerang adalah menghancurkan, dan sekarang rasakan serangan dari jurus asura ku ini"
Jagat pun menghentakan kakinya dan Wira pun langsung tercengang dan kembali terseret oleh tangan jagat hingga kembali membentur dinding.
Brak...
Dan sekarang Wira tidak bisa bangkit kembali karena pipi dan badannya bengkak karena memar.
Kemudian jagat menunjuk kepada satu orang tersisa "Sekarang giliran mu melawan ku, siapa nama mu ?"
Orang yang terakhir pun maju beberapa langkah dan dia pun memperkenalkan diri "Nama ku Jaya, aku dari perguruan Laskar Dedemit dari gunung Padang"
Jagat pun menyeringai karena baru pertama kalinya mendengar ada perguruan Laskar Dedemit, dari namanya saja jagat sudah tahu bahwa yang namanya dedemit itu adalah istilah lain dari hantu.
Dan daerah Gunung Padang terkenal sebagai daerah pemujaan orang yang ingin mendapatkan kekayaan seperti halnya di hutan larangan gunung moeza.
"Oh jadi kamu dari gunung Padang, baiklah, ayo maju dengan kekuatan penuh mu" tantang jagat.
Kemudian jaya merekatkan kedua tangannya dan jari telunjuk serta jari tengah di acungkan dengan rapat.
Kemudian kakinya menghentak kelantai ketiga kali "Eyang.....Zuma....Hadirlah....dan Rasukilah tubuh ku berikan aku kekuatan mu"
Wuss....
Tiba-tiba ada asap putih yang masuk kedalam tubuh jaya dan dia pun mengerang "Eummm.....Saha jawara NU wani KA aing .... Arek di tempas ayena keneh...."
Setelah jaya di rasuki oleh asap putih tersebut matanya berubah menjadi merah dan bicaranya berubah menjadi berat dan berbicara memakai bahasa daerah.
Jagat hanya tersenyum melihat jaya dengan menggunakan jurus amatan, dia mendapatkan kekuatan dari roh yang merasuki tubuhnya.
Jagat menjadi ingat kepada Arman, dia perawat yang ada di divisi khusus rumah sakit Wijaya, dia juga memakai ilmu yang sama yaitu ilmu amata.
Ilmu ini memanggil Arwah atau roh para jawara dan masuk ke dalam tubuh kemudian arwah itu menggerakan tubuh sebagai wadak, sehingga kekuatan si arwah menjadi kekuatan wadak itu sendiri.
Sehingga pemakaian ilmu amatan ini biasanya, kekuatannya akan bertambah berkali-kali lipat apabila sedang di rasuki.
Tetapi kerugian dari ilmu amatan ini, si pemilik tubuh tidak akan sadar dan di kendalikan oleh roh yang merasukinya.
Serta setelah selesai di rasuki, tubuhnya akan lemas dan tidak bertenaga, karena banyak menggunakan energi tenaga dalam dan stamina.
***
* Bersambung