Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 296 Dasar Miskin


Bab 296 Dasar Miskin


Pagi hari di villa real estate intan permata Para Bodyguard sedang berlatih beladiri bersama sama, terkadang mereka berlari keluar halaman Villa ini.


Kakek Badar dan paman firman sudah berangkat ke kampung cisarati dari tadi subuh dan yang tersisa jagat dan para wanitanya.


"Argh.... Bosan hari Minggu ini tidak ada kegiatan" Raung Eriska.


Kemudian dia merajuk kepada jagat "Hai sayang bagai mana kalau kita jalan jalan, ayolah aku jenuh tidak ada kegiatan"


Jagat tidak menolaknya karena memang Minggu ini tidak ada kegiatan dan hanya berdiam diri di rumah.


Mengingat ada beberapa wanitanya yang belum pernah keluar dari rumah ini jagat pun menyetujuinya.


"Ya boleh, ayo kita jalan jalan, berdandan lah dan ajak saudara mu yang lain" ucap jagat.


Eriska pun berseru bahagia "Asik ayo kita jalan jalan"


Kemudian dia berteriak "Hai ladies semua ayo bersiap kita jalan jalan"


Dias, Dara dan Sekar, yang belum pernah jalan jalan selama menjadi manusia sangat bersemangat, mereka pun segera bersiap.


Setelah selesai mereka pun berkumpul di ruang utama villa.


"Kak mau jalan jalan kemana kita ?" Tanya Dias kepada Eriska.


"Ayo kita ke mall, kita akan memanjakan diri di salon belaja dan makan makanan" ucap semangat Eriska.


Wanita seperti Eriska di dalam otaknya hanya berpikir tentang belanja dan bersenang-senang.


Itu tidak bisa di pungkiri, karena sebelumnya Eriska suka pergi ke Club malam untuk bersenang senang dan pergi berbelanja.


"Ya aku sih ikut saja, kebetulan aku tidak memiliki pakaian sendiri, selama ini aku memakai pakaian milik Dias dan Dara" ucap Sekar.


"Kalau begitu sudah kita putuskan, ayo ke Big Mall" ucap Eriska.


"Aku rasa lebih baik pergi ke BIP di sana juga tidak kalah lengkap seperti Big Mall, terutama BiP lebih dekat dari tempat ini" Sofy memberikan saran.


Eriska berpikir sejenak kemudian dia mengacungkan jari jempolnya "Okeh kita ke BIP saja.


Untuk membuat banyak orang jagat menggunakan mobilnya sendiri, dan mengajak beberapa bodyguard untuk mengawasi wanitanya dari kejauhan.


Para bodyguard menggunakan mobil milik Sofy dan mengikuti dari belakang.


Setibanya di BIP jagat memarkirkan mobilnya di lantai paling atas mall ini dan turun menggunakan Lift.


Mereka terlihat sangat senang dan itu juga membuat jagat senang.


Kemudian jagat meraih tangan Sofy "Beab tunggu !"


Jagat mengeluarkan kartu Bank dan menyerahkannya kepada sofy "Aku percayakan ini kepada mu, belilah yang kalian mau kemudian bayar dengan uang yang ada di kartu ini"


Sofy tersenyum "Terima kasih ay"


Kemudian Eriska melihat salon kecantikan dia pun bersemangat "Ayo semua kita ke salon dulu biar kita lebih pres"


Semua berteriak semangat.


Karena di sana khusus wanita jagat lebih memilih jalan jalan sendiri dan mereka sepakat nanti setelah mereka beres akan menunggu di lantai atas tepatnya di restoran untuk makan siang.


Jagat pun berjalan jalan sendiri dari arah berlawanan ada wanita dan lelaki yang bergandengan tangan.


Wanita dengan riasan tebal dan lelaki yang memakai pakaian mahal yang tampak seperti orang kaya.


Wanita itu banyak menjinjing tas yang terbuat dari kertas yang berisi berbagai macam produk barang.


"Sayang, terima kasih karena kamu sudah membelikan aku tas dan baju serta perhiasan, aku makin sayang sama kamu" wanita itu menggelayut manja.


"Itu bukan apa apa, demi kamu aku bahkan bisa membeli mall ini" ucap lelaki itu sambil membanggakan dirinya sendiri.


Brak....


Wanita itu pun jatuh beruntung tangan lelakinya replek merangkul.


Wanita itu pun meraung marah "Dasar Lelaki tidak tahu diri, di mana kamu taruh mata mu itu, apakah kamu tidak melihat ada orang yang sedang berjalan"


Jagat pun heran dan menunjuk ke arah dirinya sendiri kemudian dia berkata "Seharusnya aku yang berkata begitu, bukanya kamu yang menabrak aku"


Wanita itu menyangkal sambil melambaikan tangannya "Alah.... Jelas kamu yang menabrak ku, dasar miskin, tidak tahu apa barang belanjaan ku ini semua berharga, kalau ada yang rusak kamu harus menggantinya"


Pertengkaran itu membuat pengunjung BIP berkumpul, dan mengerubungi mereka.


Beberapa saksi mata bergumam "sudah jelas wanita itu yang menabrak, tapi malah menyalahkan lelaki itu"


"Wanita itu jelas salah, tetapi dia malah nyolot menuduh di tabrak padahal lelaki itu hanya diam di pinggir"


Banyak cibiran yang di lontarkan oleh saksi mata, tetapi wanita itu tidak perduli dan dia berteriak "Diam kalian, sudah tahu aku yang di tabrak, lihatlah barang yang aku bawa sampai terjatuh"


Kemudian wanita itu menunjuk ke arah jagat "Hai orang miskin, lihat barang ku jatuh, apakah kamu bisa mengganti kerugian yang aku alami"


Wanita itu langsung menebak jagat sebagai orang miskin, karena pakai yang di pakai oleh jagat sangat sederhana.


Jagat hanya memakai baju kaos dengan celana jeans yang ada sobek sobeknya di bagian lutut dan sepatu taktikal yang sering dia gunakan.


Jagat pun mengangkat tangannya sampai bahu "Apa yang harus aku ganti, sudah tahu kamu yang menabrak ku, aku sedang berdiri di sini dan menatap ke lantai bawah, tetapi kamu datang dan menabrak ku"


Wanita itu pun bersih keras bahwa jagat lah yang menabrak dan meminta ganti rugi, padahal tidak ada barang yang pecah atau pun cacat.


"Dasar miskin kamu berdalih bahwa kamu tidak nabrak dan merusak barang ku, aku tahu kamu tidak bisa mengganti rugi, kalau begitu kamu harus tahu siapa aku" wanita itu pun mulai berlagak dan menunjukkan kekuasaan.


Jagat bertanya dengan wajah datar "Memangnya siapa kamu ?"


"Aku ini lani, adik dari Agus codet salah satu ketua divisi geng Beruang Hitam, di ini suami ku Robi dia salah satu manager perusahaan Sandjaya grup"


Kemudian tangan lani menengadah "Ayo ganti rugi, aku minta 10 juta rupiah untuk mengganti barang yang telah kamu rusak karena menabrak ku, kalau tidak aku akan menyuruh kakak ku untuk memukuli mu"


Semua orang berdiskusi "Oh pantas dia arogan dia adik, bang Agus codet"


Semua orang tahu siapa kepala pereman yang menguasai kota dia adalah Agus codet dari geng Beruang Hitam.


"Oh Agus codet beruang hitam yang terkenal kejam itu ya, pantas dia sangat berani kalau memiliki bekingan kuat di belakang dia"


Di kalangan masyarakat menengah kebawah tidak ada yang berani memprovokasi keluarga dari bang Agus codet ini.


Apa lagi para pedagang kaki lima, mereka akan tunduk kepada orang yang bernama Agus codet.


Beberapa pengunjung menasihati jagat "Hai anak muda, lebih baik kamu meminta maaf kepada dia, kamu tidak akan bisa membayangkan kejamnya Agus, kalau sampai dia turun tangan, dia tidak akan segan mematahkan tangan dan kaki mu"


Semua orang menganguk setuju, mereka semua menyuruh jagat untuk meminta maaf


"Sudah dengar, kan. Mereka bahkan tahu siapa kakak ku itu, ayo berlutut dan meminta maaf lalu kemudian bayar 10 juta rupiah kepada ku untuk ganti rugi" pinta lani.


Jagat tersenyum "Aku tidak salah dan aku tidak akan meminta maaf serta tidak akan mengganti rugi, kalau kamu mau telpon kakak mu itu dan suruh dia kemari, kalau berani suruh kakak mu itu patahkan kaki dan tangan ku"


Jagat pun melangkah pergi tanpa menghiraukan tatapan semua orang.


"Hai kamu dasar miskin, kembali dan bayar ganti rugi kepada ku" teriak lani.


Jagat berbalik dan mengacungkan jari tengahnya "Sudah aku katakan panggil kakak mu, aku tunggu di restoran atas"


"Cih bedebah, Jagan lari kamu, aku akan segera menelpon kakak ku untuk mematahkan tangan dan kaki mu" teriak lani.


Untuk meredakan emosinya lani memukul bahu suaminya itu "Dasar laki laki tidak berguna, kenapa kamu diam saja tidak berkata apapun"


Robi hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya, dia adalah laki laki pengecut yang tidak bisa melakukan apapun, dia hanyalah pekerjaan biasa, yang memanfaatkan koneksi Kaka iparnya untuk mencapai tujuan.


***


* Bersambung