
Bab 101 Kartu Platinum Black Gold
Setelah mereka puas makan dan minum Jagat pun mengajak Elis dan Sofy kembali ke kamar hotel pribadi VVIP dan beristirahat.
*
Ditempat yang lain Asri yang sudah pulang ke rumah, dia membawa banyak makanan yang enak dan mahal.
Makanan itu dia bawa karena kebaikan hati dari jagat yang menyuruh asri untuk membawa makanan yang dia suka dan jagat yang membayarnya.
Asri berkumpul dengan keluarganya dia tadi membawa 4 bungkus makanan dan 4 bungkus minuman.
Asri membuka satu persatu makanan tersebut dan makanan itu nampak aneh ketika di lihat oleh orang biasa seperti ayah dan ibunya Asri.
"Asri makanan apa ini" tanya ibunya asri.
"Ini namanya....." Asri menjelaskan satu persatu, seperti sea food lobster, kepiting.
Kemudian masing-masing dari mereka mengambil satu porsi makanan dan kemudian membukanya.
Disana asri menjelaskan "Itu yang di makan oleh Adi, 1 porsinya seharga 800 ribu, dan itu yang di pegang oleh bapak harga 1 porsinya 1 juta, dan yang di makan oleh ibu 1 porsinya 1 juta 200 ribu, dan punya ku sendiri seharga 1 juta, dan masing masing minuman ini harganya 250 ribu"
Ibunya asri pun membelalakkan matanya mendengar harga per porsi dari makanan yang asri bawa, ibunya asri pun dengan penasaran menghitung total harga semua itu.
"Makanan ini total harganya 5 juta, apa tidak salah" ucap ibunya asri dan menjadi enggan untuk memakannya karena sangat mahal.
5 juta rupiah kalau di kampung seperti tempat asri berada bisa membuat hidangan untuk hajat sunatan.
Tetapi sekarang hidangan yang ada di depan mereka itu sangat mahal, hanya untuk sekali makan.
"Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu dan membeli semua makanan ini, apa kamu menjadi PS..." Bapaknya asri tidak melanjutkan.
Kemudian asri pun menyanggah "Astaga bapak, jangan berpikir buruk, Asri di hotel Arssad itu hanya Kerja Praktek, dan tidak melakukan hal tercela seperti yang bapak kira"
"Ya terus dari mana ini, tidak mungkin hotel itu memberikan ini cuma cuma, apa kamu mencurinya" ucap Ibunya asri.
"Bu kok ibu berpikir begitu sih, asri di ajarkan oleh ibu dan bapak tidak seperti itu kan, asri bukan orang seperti itu kok" ucap asri
"Ya terus" tanya ibunya asri.
Asri pun menjelaskan "sudah 4 hari asri di tempatkan di Restoran kelas atas untuk menjadi Waiters, tadi kebetulan asri bertemu dengan kak jagat dengan 2 orang teman wanitanya yang centik. Mereka sedang ingin berenang, dan kebetulan juga di depan restoran itu ada kolam renang"
"Ya terus apa hubungannya makanan ini dengan hak jagat" ibunya asri memotong.
"Sebelum berenang, kak jagat memesan banyak makan, kebetulan juga asri lah yang melayani kak jagat, dia bilang ambillah makanan dan minuman yang asri suka, dan suruh untuk membawa buat Adi, bapak dan ibu, dia yang akan membayarnya" jelas Asri.
"Jadi makanan ini di berikan oleh nak jagat" ucap ayahnya asri
Asri pun mengangguk, kemudian Ibunya asri bertanya "Memang nak jagat tahu kamu membawa makanan semahal ini dengan total 5 juta rupiah"
"Iya dia tahu malah tadinya dia mau ngasih 1 botol minuman untuk bapak yang harganya 8 juta tetapi asri tolak" ucap asri
Mereka semua terbengong kemudian asri memecahkan lamunan mereka "Tahu tidak Bu, pak, kak jagat itu ternyata Tuan Muda Arssad cucu Pemilik hotel Arssad ini"
Asri pun mengangguk "Iya Bu, pak, buktinya dia membayar semua makanan ini dengan menggunakan Kartu platinum black gold, kata Mbak Yuni yang menjadi mentor di restoran, hanya keluarga pemilik hotel ini yang memiliki kartu platinum black gold itu, dan lagi kata mbak Yuni, kak jagat menginap di kamar hotel pribadi VVIP"
Kembali kedua orang tua asri membelalakkan matanya mendengar kamar hotel pribadi VVIP. Yang mereka tahu hanya kamar hotel VIP, dan asri bilang mereka menginap di kamar hotel pribadi VVIP.
"Apa bedanya VIP dan VVIP, kan sama saja" tanya bapak asri.
Asri menggelengkan kepalanya "tidak bapak, itu beda, di hotel Arssad kamar hotel yang biasa saja yang berada di luar itu per malam harga sewanya sekitar 200 ribu, kamar hotel di dalam gedung, setiap naik 1 lantai harga naik 200 ribuan permalam, harga sewa VIP saja per malam antara 1 juta sampai 5 juta rupiah, berarti VVIP bisa mencapai 10 juta permalam"
Mulut ibu dan bapak asri mengaga lebar, mendengar penjelasan dari asri mereka tidak percaya bahwa jagat menginap di hotel kamar VVIP yang harga per malam setara dengan penghasilan mereka selama 3 bulan.
"Ya tapi itu gratis untuk kak jagat karena kan dia cucu dari pemilik hotel Arssad, dan katanya kamar itu memang kamar khusus untuk di tempati pemilik hotel" ucap asri.
Melihat ibu dan bapak asri mematung asri pun membuyarkan lamunan mereka "Sudahlah ayo kita makan pak, Bu, lihat tuh si Adi sudah hampir habis makananya"
Adi pun tersenyum "Ini enak kak, enak banget, minumannya juga seger banget"
Mereka pun kemudian menyantap "makanan itu dengan lahap, sambil makan mereka pun mengobrol mengenai jagat.
"Bapak tidak menyangka, bahwa nak jagat itu anak orang kaya, bukan hanya ganteng tetapi dia juga baik, dan memiliki kemampuan" ucap bapak asri.
"Pak bukanya, nama aslinya nak jagat itu Arya" tanya ibunya asri.
Bapaknya asri pun mengangguk "Iya, bapak pernah lihat KTP aslinya dia bernama Arya Sandi Sandjaya"
Kemudian Asri menimpali "Kalau di singkat menjadi Arssad, itu sama dengan nama Hotel Arssad tempat asri kerja praktek, dan nama hotel Arssad itu singkatan dari nama kak jagat itu sendiri"
Mereka pun mengangguk tetapi mereka ada sedikit keraguan, karena dari awal dia bilang bahwa dia datang dari kota S untuk melanjutkan kuliah kedokteran, dan pekerjaan di KTP sangat aneh yaitu paranormal.
Mereka berpikir kembali apakah jagat itu sedang menyamar dan tidak mau di ketahui oleh orang lain bahwa dia anak orang kaya,
Tetapi sudah beberapa hari ini jagat tidak pernah kelihatan dan bahkan kontrakannya juga selalu kosong, biasanya setiap hari libur dia ada di kontrakan.
Tetapi sekarang dia sudah tidak ada lagi dan kabar terakhir dari asri bahwa jagat ada di hotel Arssad, yang berarti menguatkan dugaan mereka bahwa jagat itu memang anak orang kaya.
Dan biasanya setiap pagi sebelum berangkat kuliah atau ketempat kerajaan jagat selalu mampir ke warung.
Tetapi terakhir kali ketemu dia menjalankan motor ngebut seperti orang terburu buru, dari sana jagat tidak pulang ke kampung Hoe ini lagi.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna