Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 53 Hantu Kuntilanak Yang Lagi Magang


Bab 53 Hantu Kuntilanak Yang Lagi Magang


Pintu pun terbuka dan keluarlah Ayu Dias yang membawa air dalam ember dan menengok kiri dan kanan mencari dimana sumber suara wanita yang sedang menangis tersebut.


Ayu Dias pun melihat hantu kuntilanak itu sedang duduk di atas bangku sepeda motor jagat dengan wajah di tutupi oleh rambut panjang hitam terurai.


Ketika hantu kuntilanak itu mengangkat kepalanya ayu Dias sudah siap dengan ember yang akan di siramkannya.


Wur....


"Berisik tau, nagis malam malam, membuat tuan ku jadi gak bisa tidur" teriak Ayu Dias sambil menyiram hantu kuntilanak itu.


Hantu kuntilanak itu pun kaget karena ketika dia mengangkat kepalanya, air sudah Meluncur mengenai wajah dan seluruh tubuhnya.


Niat ingin menakuti manusia ini malah kena siram Ayu Dias, dan di marahi pula, membuat harga diri sebagai hantu kuntilanak sirna sudah.


"Be... beraninya kamu menyiram aku air, basah tau" rengek hantu kuntilanak itu.


"Heh suruh siapa kamu nangis di atas motor tuan ku, dasar kuntilanak tidak tahu diri" semprot Ayu Dias.


Hantu kuntilanak itu pun kesal, karena yang menyiram dirinya tidak takut malah menyebut dirinya kuntilanak tidak tahu diri.


Hantu kuntilanak itu tidak merasakan Aura dari ayu Dias yang sama sama sebagai makhluk astral, yang hantu kuntilanak itu lihat Ayu Dias seperti manusia pada umumnya.


Ya memang, berkat bergaul dan di gauli jagat, Ayu Dias tidak memiliki Aura sebagai hantu malah memiliki aura manusia, dan dia juga sebagai khodam anak perempuan yang mati dan gentayangan sebagai hantu pocong perawan sehingga aura hantunya samar dan bahkan hilang.


Sehingga Ayu Dias tampak seperti manusia pada umumnya, tetapi tidak bisa di lihat oleh manusia biasa, karena tetapi saja dia adalah Roh yang tidak memiliki jasad.


"Kenapa kamu tidak takut aku, aku ini hantu kuntilanak tau, berilah muka sedikit kepada ku dan takut lah" paksa hantu kuntilanak.


"Apa aku harus takut sama hantu jelek seperti kamu, jangan mimpi" jawab ayu Dias.


"Ayolah Taku kepada ku, menjerit lah dan lari lah, atau setidaknya pingsan gitu" ucap hantu kuntilanak yang memaksa Ayu Dias harus takut kepadanya.


"Apa di Alam Gaib tidak ada sekolah untuk para hantu, dan pedoman cara menakuti manusia, apa kamu ini hantu kuntilanak anak yang bodoh, atau hantu kuntilanak yang lagi magang" tanya Ayu Dias.


Hantu kuntilanak itu turun dari sepeda motor yang dia duduki kemudian tangannya di bentangkan, matanya melotot dengan lidah di jukurkan.


"Hag....hag....hag.... Takut lah.... takut lah...." Ucap hantu kuntilanak itu sambil menakut nakuti


Ayu Dias tertawa terbahak-bahak sambil menjedotin kepala hantu kuntilanak itu "Haha...baru kali ini melihat hantu kuntilanak yang bodoh seperti ini, masa menakut nakuti sesama Hantu, dasar bodoh"


Hantu kuntilanak itu pun cemberut dan kemudian duduk bersimpuh di atas tanah "Pantas kamu tidak takut, ternyata kamu juga hantu seperti ku"


Hilang sudah harga dirinya sebagai hantu kuntilanak dan bodohnya, dia memaksa Ayu Dias untuk takut kepadanya.


"Sudah pergi sana, kalau tidak akan aku siram lagi kamu dengan air" usir ayu Dias.


Hantu kuntilanak itu pun bersimpuh di hadapan Ayu Dias "Aku tidak mungkin kembali pulang, harga diri ku sudah hilang, percuma aku pulang hanya akan mendapatkan cemoohan dari hantu yang lainnya"


"Ya itu terserah kamu, yang penting kamu hilang dari sini" usir Ayu Dias.


"Aku mohon tampung lah aku di rumah ini, aku juga bisa masak dan nyuci, kalau aku pulang aku pasti di bully, aku gak kuat menghadapi cemoohan, kalau aku pulang mungkin akan berakhir bunuh diri, aku tak bisa hidup seperti ini" ucap hantu kuntilanak yang memohon.


"Hadeuh masa hantu mau bunuh diri, kamu itu arwah masa bisa mati bunuh diri, dasar hantu kuntilanak bodoh" ucap Ayu Dias sambil menepuk jidatnya.


"Ayolah aku mohon, aku rela melakukan apapun asal kamu dan tuan mu mau menampung aku" pinta hantu kuntilanak itu.


Ayu Dias pun berpikir sejenak "Sebentar aku tanyakan pada tuan ku dulu"


Ayu Dias pun masuk ke dalam rumah kemudian bertanya kepada jagat "Mas hantu kuntilanak itu mau..."


Jagat pun kembali tidur dan sedikit mendengkur, entah dia sadar apa sedang bermimpi berbicara seperti itu.


Karena biasanya orang yang tidur kalau di ajak bicara kadang kadang mereka menyaut meskipun ucap mereka ngawur, tetapi ucap jagat seperti mengijinkan ayu Dias untuk membawa masuk kedalam, hantu kuntilanak itu dan menyuruh dia mandi. Serta mengganti bajunya dengan kemeja putih yang ada di lemari.


Ayu Dias tidak berpikir panjang dia pun kembali keluar dan mengajak hantu kuntilanak itu untuk masuk.


"Tuan ku mengijinkan mu masuk dan tinggal, tetapi kamu harus mandi dan ganti pakaian kotor mu" ucap Ayu Dias.


Hantu kuntilanak itu pun merasa senang karena dia bisa tinggal di sini dan tidak akan di cemooh oleh hantu lain karena tidak bisa menakuti manusia.


"Terima kasih banyak" ucap hantu kuntilanak itu.


Mereka pun masuk kedalam rumah, ayu Dias menunjukkan kamar mandi dan dia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kalau boleh tahu siapa nama mu" tanya Ayu Dias. Karena dari tadi dia tidak menyebutkan namanya sehingga tidak bisa memanggil nama.


"Nama ku Ayu Andara, hantu lain sering memanggil ku Dara" ucap hantu kuntilanak yang mengaku namanya Ayu Andara atau dara.


"Aku Ayu Dias, panggil saja aku Dias" ucap Ayu Dias yang memperkenalkan namanya.


"Itu sampo dan sabun dan itu handuk, mandi lah yang bersih, aku akan menyiapkan pakaian mu" ucap ayu Dias sambil menunjuk kearah peralatan mandi.


Dara pun segera mandi dengan menggunakan sampo dan sabun dirambut dan tubuhnya, sedangkan Ayu Dias mengambil kemeja putih di lemari dan menyimpannya di atas meja.


Setelah itu ayu Dias mengunci pintu rumah karena tadi tidak sempat mengunci pintu, Dara sambil mandi dia pun mencuci daster yang dia pakai kemudian di gantung di kamar mandi.


Di sana ada tali membentang yang di gunakan oleh jagat untuk menjemur pakaian kalau tidak di jemur di luar, karena di atas kamar mandi tersebut terpasang genting kaca sehingga bila siang hari, cahaya matahari masuk kedalam dan membuat baju menjadi kering seperti di jemur di luar.


Ayu Dias pun berpesan kepada Dara "Aku tidur dulu ya, ingat jangan berisik kalau sudah mandi, jangan nagis apa lagi tertawa, baju ganti sudah aku siapkan di atas meja di ruang tengah"


Dara pun mengangguk "iya terima kasih Dias"


Ayu Dias masuk kedalam kamar dan berbaring di dekat jagat dengan posisi memunggungi jagat.


Meskipun jagat sedang tidur dia bisa merasakan keberadaan dari Ayu Dias, dia pun mengangkat tangannya dan kemudian memeluk ayu Dias serta menutupi mereka dengan selimut.


Setelah dara selesai mandi dia pun keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk dia berjalan ke tengah rumah dan melihat ada baju berwarna putih dilipat di atas meja tersebut.


"Mungkin itu baju ganti yang disiapkan Dias untuk ku" guman Dara.


Dia menghampiri meja dan membuka handuk yang menutupi tubuhnya kembali berganti memakai kameja putih.


"Duh Dias hanya menyediakan kemeja ini saja untuk aku pakai, aku gak pake CD dan BH sehingga gunung dan lembah ku kelihatan, kemeja putih ini tips, tapi gak apa lah, kalau pakai kemeja ini aku terasa menjadi hantu kuntilanak gaul, yang biasanya memakai daster putih sekarang memakai kemeja, hihihi...." Gumam dara dengan sedikit tertawa.


Di atas meja jagat lupa tidak memasukkan kartu Arwah bekas mengeluarkan Ayu Dias, setelah memakai Kemeja putih dara tidak sengaja menyentuh kartu Arwah tersebut alhasil dara tersedot masuk kedalam kartu Arwah.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna