
Bab 257 Akhirnya Aku Hidup
Jagat sudah sampai di lantai dua dia hendak membuka pintu kamarnya yang di mana kamar itu di huni juga oleh sofy dan Elis.
Tetapi jagat di panggil oleh Maya "Hai kak, jangan dulu masuk, ayo kesini sebentar"
Jagat pun mengangguk "Iya sebentar"
Jagat menoleh ke arah sofy dan Elis "Masuk lah duluan, aku akan menemui mereka dulu"
Elis dan Sofy pun masuk kedalam kamar, sedangkan jagat menuju kamar dara dan Dias, disana juga ada Maya dan Sekar.
Jagat pun di tuntun masuk oleh Maya kedalam kamar dan setelah masuk, jagat tercengang melihat Sekar yang sudah di dandani oleh dara dan Dias.
Bajunya juga di ganti dan memakai gaun milik dara yang di belikan oleh jagat.
Ukuran tubuh dara sama seperti sekar, sehingga gaun milik dara di pakaian ketubuh Sekar.
"Hai mas, lihatlah. Cantik bukan" ucap Dias.
Jagat mengangguk dan hampir meneteskan air liurnya, saking cantik dan seksinya Sekar "Apakah ini kamu Sekar ?"
Sekar pun mengangguk "Iya mas ku, ini aku"
Jagat pun menggelengkan kepalanya "Astaga, kamu sangat cantik, seperti bidadari khayangan"
Jagat pun memuji kecantikan dan kemolekan dari Sekar, kemudian dara dan Dias pun bertanya secara serempak "Apa kami berdua tidak cantik"
Jagat pun meraih tangan Dias dan Dara kemudian dia menarik kepelukanya, jagat pun mencium kening mereka berdua secara bergiliran.
"Kalian berdua sama cantiknya, aku bahagia karena dikelilingi wanita cantik seperti kalian ini" ucap jagat.
Di belakang Maya langsung mengajukan protes "Hai kak, jangan berbuat tidak senonoh ya, disini ada aku yang masih anak kecil tau"
Jagat pun menoleh dan melepaskan dara dan Dias "Oh iya kakak lupa, disini juga ada gadis yang imut seperti kamu"
Jagat menyentuh hidung Maya dan kemudian memangku nya, di sana Maya merasa senang tetapi setelah itu dia meronta "Ih kak, turunkan aku, malu tahu di liatin kakak kakak yang cantik, nanti mereka cemburu kepada ku"
Jagat menurunkan Maya kemudian dia mengelus rambutnya "Anak kecil tahu apa kamu"
Kemudian Maya menggoyang goyangkan baju jagat sambil menunjuk ke arah Sekar.
"Ada apa Maya, kenapa kamu menarik baju ku, dan kenapa jari mu menunjuk ke arah Sekar ?" Tanya jagat.
Maya pun sendikit merajuk "Kak.... Lihatlah kak Sekar, dia masih berbentuk Roh, tidak seperti kita yang memiliki tubuh fisik, kapan kak jagat memberikan kak Sekar tubuh fisik seperti kami, supaya kita bisa main keluar bersama"
Jagat tersenyum kemudian mengelus kepala Maya "Kamu ini bocah kecil, peduli juga dengan nasib orang lain"
"Iya kak, aku merasa jadi hantu itu tidak enak, memang kita bisa terbang dan melakukan sesuatu yang kita mau, tetapi jika kita di tangkap dukun jahat, maka kita akan di perbudak selamanya oleh mereka, aku tidak mau terjadi kepada kak Sekar" keluh Maya.
Kemudian jagat pun merentangkan tangannya kearah di mana ada ruang luas di kamar itu yang belum terisi apa pun.
Jagat mengeluarkan satu buah peti dari cincin batu wulung Ireng, peti itu berisi salah satu boneka arwah yang di pakai sebagai jasad oleh Maya, Dias dan Dara.
Jagat memesan boneka arwah tersebut bukan hanya tiga tetapi beberapa buah, dan sisanya di simpan di cincin batu wulung Ireng.
"Tadinya aku juga mau membuat Sekar hidup dan memiliki jasad seperti kalian, tetapi waktu itu Sekar masih liar dan belum aku taklukkan, bahkan dia masih terikat kontrak dengan tuan sebelumnya, baru lah tadi pagi Sekar aku taklukkan dan menjalin kontrak familiar, sehingga sekarang dia ada di sini bersama kalian" jelas jagat.
Sekar pun terdiam dan menundukkan kepalanya, andai saja dia pas pertama kali bertemu dengan jagat tidak arogan dan menjalan kontrak familiar dengan jagat, mungkin sekarang dia akan bisa hidup seperti manusia pada umumnya.
Banyak hantu atau mahluk astral yang ingin menjadi manusia, bahkan mereka bertapa hanya untuk membentuk jasad baru dari alam.
Tetapi kebanyakan mereka memiliki jasad yang tidak sempurna dengan ukuran yang kecil dan tidak bisa bergerak, dengan kata lain mereka seperti mumi.
Tetapi dengan bantuan jagat dan sudah di kembangkannya Boneka Arwah, maka mereka bisa merasuki boneka arwah tersebut dan bisa bergerak bebas layaknya manusia pada umumnya.
Dias dan Dara pun membuka tutup dari peti tersebut, mereka berdua tercengang karena di dalam peti itu ada sosok boneka arwah yang mirip sekali dengan Sekar.
Hanya perbedaannya adalah tubuhnya sedikit tinggi dengan rata rata 175 centimeter, tinggi itu sama dengan tinggi Dias dan Dara.
Di buat dengan tubuh yang langsing dan buah dada yang besar, penampilan itu sangat menggoda untuk jagat, dan memang sengaja jagat memesan boneka arwah yang berpenampilan seperti itu.
Bahkan pinggulnya sedikit lebih besar dari pada Dias dan Dara, tetapi memiliki wajah yang sangat mirip dengan Sekar sendiri.
Terkadang jagat sedikit bernapsu kalau melihat tubuh boneka arwah Sekar ini, karena pada waktu membuat seketsa boneka arwah sekarang, jagat sambil membayangkan adegan waktu pertama kali di kamar 110.
"Mas, ini Sekar ?...." Ucap Dias.
Jagat pun mengangguk "Ya memang itu boneka arwah Sekar"
Sekar pun penasaran dengan boneka arwah yang dikatakan mirip dengan dirinya itu.
"Astaga, apakah itu akan menjadi tubuh ku ?" Sekar sangat antusias.
Jagat pun membungkukkan badannya di depan peti yang berisi boneka arwah Sekar "Ya tetapi untuk mematenkannya harus melakukan ritual dan itu terjadi 2 tahun lagi, ketika dimana energi bulan dalam keadaan puncaknya"
Sekar mengkerutkan keningnya dan dia sedikit kecewa. Tetapi jagat cuek saja meskipun Sekar memasang raut wajah yang masam.
Jagat malah menekan dada boneka arwah tersebut, kemudian di bagian dada yang di tekan, terbuka sebuah tutup kecil.
Kemudian jagat mengambil tabung yang ada di dalam dada tersebut dan jagat pun mengeluarkan darah ayam cemani dari dalam cincin batu wulung Ireng.
Darah ayam itu adalah darah sisa, dari ritual pembangkitan, dan kemudian jagat pun menuangkan darah tersebut kedalam tabung.
Kemudian jagat memasukannya kembali kedalam dada boneka arwah tersebut, dan jagat pun berdiri.
"Kamu sekarang bisa merasuki tubuh boneka arwah ini, dan dapat merasakan 40 persen sensitifitas, tetapi kamu tidak bisa merasakan enaknya makanan seperti yang lainnya, kamu bisa keluar masuk tubuh boneka arwah ini sesuka mu" jelas jagat.
Mata Sekar pun berbinar "Benar kah ?"
"Ya, tetapi kamu tidak bisa selamanya berada di dalam tubuh boneka ini, karena belum melakukan ritual kebangkitan, sesekali kamu harus keluar dari dalam tubuh boneka ini" ucap jagat.
Sekar pun mengangguk senang "Baiklah aku mengerti...."
Wuss ....
Tanpa aba aba Sekar langsung berubah menjadi asap putih dan merasuki tubuh boneka arwah.
Pakaian yang dia pakai sebelumnya langsung tanggal bahkan makeup yang di rias oleh dara dan Dias langsung berubah menjadi debu.
Boneka arwah yang dirasuki oleh Sekar pun mulai membuka matanya, dia pun mulai menggerakan tangannya dan bertumpu supaya badannya dapat duduk tegak.
"Akhirnya aku hidup" ucap Sekar.
"Kalau begitu aku permisi dulu untuk beristirahat, bergerak lah supaya kamu terbiasa dengan tubuh baru mu, semakin kamu sering bergerak semakin fleksibel gerakannya" ucap jagat.
Sekar pun di bantu berdiri oleh Dias dan Dara untuk berdiri dan bergerak, karena Sekar baru saja merasuki tubuh boneka arwah, sehingga pergerakannya masih kaku dan seperti robot.
Jagat pun pergi meninggalkan kamar mereka untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat.
***
* Bersambung