
Bab 253 Sudah Berapa Lama Kamu Menjanda
Di luar gubuk sesudah jagat dan firman masuk, Andi pergi dari tempat itu meninggalkan idhang sendiri.
"Hai, Andi mau kemana kamu ?" Tanya idhang.
Andi pun menoleh sambil menunjuk dengan jari jempolnya "Aku akan pergi menyusul dua wanita itu, aku takut terjadi apa-apa dengan mereka"
Idhang pun melambaikan tangannnya "pergilah...."
Andi pun pergi menyusul kedua wanita bodyguard itu sambil mengendap endap.
Dan ketika sudah sampai di toilet umum terbuka, memang ada air yang mengalir deras dari bambu yang di buat khusus untuk mengalirkan air.
Dan di tampung kedalam bak besar setinggi pinggang orang dewasa, dan di kelilingi tembok setinggi dada.
Andi mengendap endap supaya dia tidak kelihatan orang murid Ki Maja yang sedang bersama Widi dan Nesti.
Di dalam hati Nesti menggerutu "Sialan apa yang harus aku lakukan, ih najis kalau harus melakukan itu dengan lelaki mesum seperti ini, dimana harga diri ku sebagai pendekar"
Dengan tatapan mesum salah satu murid Ki Maja pun berkata "Hai katanya kita berdua bisa pipis enak, bagai mana caranya kalian berdua membuat kami pipis enak"
Widi yang bertingkah genit dan Manja pun menjawab "Tenang saja mas, kalian hanya cukup berdiri saja dan sisanya kami berdua yang lakukan"
Mereka berdua pun berdiri tegak dengan kaki yang di renggangkan, kemudian Widi dengan berani berjongkok di depan salah satu dari murid Ki Maja
Melihat itu Nesti pun mau tidak mau mengikuti Widi dengan berjongkok di depan lelaki yang menjadi pasangannya.
Kemudian tangan Widi melepaskan pelan pelan sabuk dari lelaki itu, dan lelaki itu pun tersenyum puas.
"Hahaha....aku setuju, ini yang namanya pipis enak" ucap lelaki itu.
Nesti menggerutu di dalam hatinya "Sialan Widi mesum, awas kamu kalau pulang nanti"
Dengan terpaksa Nesti ikutan membuka sabuk lelaki yang menjadi pasangannya.
Nesti memiliki wajah biasa saja, tetapi dalam situasi seperti ini, lelaki itu melihat Nesti seperti bidadari.
Sedangkan Widi dia memang cantik dan putih, tetapi otaknya sedang konslet, dan bahkan berani melakukan hal ini.
Mereka berdua pun baru berhasil melepaskan sabuk dari lelaki itu, tetapi di belakang mereka Andi berdiri.
"Aku juga mau dong pipis enak"
Kedua lelaki murid Ki Maja pun kaget, karena ada lelaki lain di belakang mereka.
Sontak mereka pun menengok tetapi tangan Andi sudah melayang ke tengkuk menganguk berdua.
Buk.... Buk....
Brak.....
Mereka berdua pun ambruk dan pingsan seketika, Nesti pun menghela nafas lega "Syukurlah tuan menyelamatkan kami"
Nesti pun mendorong Widi yang masih berjongkok "Cih gara gara kamu, aku hampir saja melakukan hal hina, untung ada tuan yang datang menyelamatkan kita"
Widi pun jatuh karena dorongan Nesti, tetapi Nesti tidak perduli, dia berdiri kemudian bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Andi pun menyeringai dan mengulurkan tangannya kearah Widi supaya dia bisa bangun.
Widi pun meraih tangan Andi sambil tersipu malu "Terima kasih tuan"
Kemudian Andi pun berbisik di telinga Widi "Apakah aku boleh pipis enak bersama mu"
Widi pun tersenyum "Boleh saja tapi aku ada satu syarat"
"Apa syaratnya ?" Tanya Andi
"Jadikan aku kekasih mu, jujur saja semanjak aku menjanda, belum pernah ada lelaki yang menggaruk ku" ucap Widi.
Andi tersenyum dan berbisik "Oh ternyata kamu janda, pantas kamu seberani itu, baiklah mulai dari sekarang kamu kekasih ku"
Andi pun langsung menjambak rambut Widi dan mengarahkan bibir nya itu kebibir Widi, sehingga mereka pun beradu jigong dengan hot satu sama lainnya.
Itu berarti bahwa mereka berdua sudah jadian dan mereka menjadi pasangan kekasih.
Meskipun Andi tahu dirinya sudah memiliki istri, tetapi dari awal ketemu dengan Widi, Andi kesemsem dan jatuh hati, sehingga ini kesempatan untuk dirinya supaya bisa mendapatkan Widi.
Bukan hanya itu saja di dalam hati Andi dia berkata "Janda memang semakin di depan"
Andi memang memiliki rencana untuk berpoligami, dan itu sudah di ijinkan oleh istrinya, dan setiap Andi dan istrinya berhubungan badan istrinya selalu berkata "Mas carilah istri lagi supaya aku ada teman, aku ingin memiliki anak tetapi sayangnya aku tidak bisa memberikan keturunan kepada mu, jadi untuk melanjutkan keturunan mu, aku rela di madu, asalkan kamu bersikap adil dan jangan menceraikan ku, karena aku ingin menikah satu kali dalam seumur hidup ku"
Andi selalu menganguk dan mengiyakan, tetapi di dalam hatinya dia tidak bisa berpoligami, tetapi ketika melihat Widi hari Andi merasa tersetrum dan Andi menganggap bahwa itu getaran cinta.
Dan Widi bisa di jadikan istri kedua oleh Andi, hanya dengan mendengar Widi yang berani memainkan senjata lahir milik Cakra dan sekarang dia berani membuka sabuk dari murid Ki Maja.
Itu membuat Andi yakin bahwa Widi mudah dia dapatkan, apalagi dia memiliki ilmu beladiri yang lumayan hebat, hampir setara dengan dirinya.
Dan benar saja Widi mudah di dapat, bahkan syarat yang dia ajukan menguntungkan bagi Andi, tetapi Andi masih khawatir dengan sifat Widi.
Dia takut kalau nanti di sahkan menjadi istri, Andi takut Widi kabur seperti wanita yang sedang viral sekarang.
Andi takut Widi kabur setelah satu hari menikah, dan milik menemui mantan suaminya yang telah menceraikannya.
Tetapi Andi berpikir positif, Andi memiliki jagat, dia akan meminta satu belatung gaib supaya bisa mengendalikan sifat Widi dan mengontrol Widi.
Setelah mereka selesai beradu jigong, Andi pun melepaskan tangan yang menjambak rambutnya, Dan tangan Andi satunya lagi turun dari gunung setelah dia daki.
Widi pun membetulkan terlebih dahulu pakai dan rambutnya, karena rambutnya acak acakan setelah di Jambak Andi.
Serta pakaiannya pada sedikit kusut di bagian gunung kembar, karena Andi bukan hanya menjambak tetapi juga tangannya gerayangan sampai naik ke atas puncak gunung.
Setelah itu Andi pun meraih tangan Widi dan pergi dari tempat tersebut dan membiarkan kedua murid Ki Maja pingsan.
Di jalan mereka pun mengobrol, mengenai kelangsungan hubungan mereka.
Andi pun bertanya "Sudah berapa lama kamu menjanda ?"
Widi pun menjawab "Sudah sekitar 3 tahun mas"
Andi pun bertanya lagi "Kenapa kamu berpisa ?"
Widi pun menundukkan kepalanya "Suami ku meninggal dunia mas, aku janda di cerai mati, apa kamu ingat 3 tahun yang lalu, kamu pernah menyelamatkan seorang satpam pabrik yang di tabrak truk, kamu lah yang membawa satpam itu ke rumah sakit, bahkan membiayai biaya amputasi, orang yang kamu tolong dulu adalah suami ku, sampai dia depresi karena kehilangan kakinya dan akhirnya meninggal dunia"
Andi pun mengingat kembali kejadian 3 tahun yang lalu "Oh jadi satpam itu suami mu Wid"
Widi pun mengangguk "Iya mas, sebelum suami ku meninggal dia menitipkan pesan, untuk mencari mu, kalau bisa aku di suruh menjadi istri mu untuk menebus kebaikan mu, dan jujur aku sangat mengagumi mu"
***
* Bersambung