
Bab 215 Menyelam Sambil Minum Air
Jagat, Elis dan Sofy merasa heran karena, mereka bertiga tidak mengenal wanita cantik yang bermake-up tebal ini.
Jagat menoleh ke arah sofy dan kearah Elis, tetapi mereka berdua menggelengkan kepalanya.
Eyang mawon yang hendak bangkit dari duduknya dan mau berpamitan kepada jagat langsung terpana dan duduk kembali di kursinya.
Jagat menggunakan mata emas untuk melihat identitas dari wanita cantik ber makeup tebal ini.
kemudian jagat pun tersentak kaget "Memet, apa itu kamu"
Elis dan Sofy pun membantah "Apa benar dia Memet, tidak mungkin ah mas say"
"Iya tidak mungkin ay, itu Memet" ucap Sofy.
Jagat pun menepuk jidatnya "Astaga, dosa apa yang aku lakukan, sudah aku bilang...."
Jagat tidak melanjutkan bicaranya karena di cegah oleh wanita yang di kira jagat Memet.
"Dokter Jagat, sudah aku bilang, kalau bertemu aku nanti jangan panggil aku Memet lagi, tapi panggil aku meta" ucap wanita yang mengaku bernama meta.
"Astaga jadi benar itu kamu met... jujur aku tidak percaya" ucap Sofy
Kemudian Elis menjewer telinga jagat "Apa yang kamu lakukan mas say, suara dia jadi suara cewek begini, bagus lagi suaranya"
Jagat pun meringis kesakitan "Ampun beib, aku hanya dalam menyetel volume dan Vita suaranya saja, sehingga dia memiliki suara seksi seperti ini"
"Sudah dokter Elis, jangan salahkan dokter jagat, aku bersyukur suara ku tidak bindeng lagi, dan mendapatkan suara merdu seperti ini" ucap meta.
Kemudian meta pun menjelaskan "Memang dari awal aku sudah menjadi Bhoty, tetapi aku minder karena suara dan bibir bekas operasi, dengan ini aku bersyukur dan terasa hidup kembali, karena itu aku memberanikan diri menjadi Transgender"
Eyang mawon yang mendengar percakapan mereka mengusap dadanya "Jujur aku terpesona dengan mu mbak, kalau kamu wanita tulen, sudah aku tarik kamu dari tadi dan bawa ke kamar hotel, mendengar kamu adalah transgender tubuh ku jadi meriang"
Kemudian eyang mawon menoleh kearah anak buahnya "Hai kalian, apa kalian ada yang suka pelangi, kalau ada kalian boleh bawa dia bisa aku yang membayarnya"
Salah satu dari pengawal itu pun berbicara "Aku masih normal dan lebih suka wanita"
"Ya aku juga" ucap pengawal satunya lagi
"Aih om, apa yang kamu bicarakan, kamu anggap aku PSK apa, aku tidak menjual diri ya om, harap di ingat walaupun aku begini aku masih punya harga diri, dan ingat rasa ku sama seperti punya dokter Elis atau pun dokter sofy, cuman lubangnya saja yang berbeda" ucap meta sambil bertolak pinggang.
Elis menyeringai "Mas say apa kamu suka yang seperti ini"
Jagat menoleh ke arah Elis "Aku lebih suka lubang kalian berdua, mau atas mau bawah, depan belakang bisa"
Mendengar perkataan itu Elis dan Sofy tertawa kecil "hahaha...."
Kemudian eyang mawon pun bertanya kepada meta "kalau kamu tidak jual diri, ngapain kamu memakai pakaian seperti itu, kamu itu menipu mata ku tahu, kalau aku tidak tahu bahwa kamu itu....aku sudah dari tadi menculik mu"
"Hai om sudah tua mau main culik culikan, kalau berani ayo culik aku om, aku tunggu" tantang meta.
Eyang mawon pun bergidik geli "Hiiii"
"Ya sudah, maaf sudah mengganggu aku mu bertemu teman ku dulu, Maria dokter jagat, dokter sofy dan dokter Elis aku permisi dulu" pamit meta.
Mereka bertiga pun melambaikan tangannya "ya hati hati di jalan ya"
Kemudian Elis berkata "Besok besok kalau mas say memeriksa pasien aku harus ada di samping mu, untuk mengawasi, soalnya mas say selalu melakukan experimen seperti yang di lakukan kepada Memet sehingga dia menjadi meta"
"Hadeuh tidak aku sangka dia jadi seperti itu, padahal pas mendaftar pasien kita menertawakan dia karena bicaranya itu, pantas saja pas keluar ruang periksa dia hanya manggut-manggut saja" timpal sofy.
Jagat pun merasa bersalah karena sesuatu yang dia buat, padahal Memet hanya mengeluh sakit badan, tetapi karena jagat merasa iba dia bukan hanya memberikan obat pereda nyeri tetapi juga menyembuhkan Memet yang sekarang berubah menjadi meta.
Brak ....
Tiba tiba eyang mawon menggebrak meja, sehingga jagat, Elis dan Sofy menjadi kaget.
"Ada apa eyang, kenapa anda menggebrak meja, kami menjadi kaget" ucap jagat.
"Hai jujur pada ku, siapa kalian sebenarnya, ayo jujur pada ku, tadi wanita jadi jadian itu memanggil kalian dengan sebutan dokter, ayo cerita kepada ku sebelum aku pulang dan jangan membuat aku penasaran" pinta eyang mawon.
Jagat pun bercerita "Propesi Kami memang dokter, dan bekerja di divisi khusus rumah sakit Wijaya, kita kesini karena mengantarkan pesanan Eyang, tetapi mantan pasien kami yang dulu berobat ke rumah sakit, meminta kami datang kerumahnya untuk bermain, dan ternyata kamu malah di suruh memeriksa dan mengobati orang sekampung dan tadi lah salah satu pasien ku"
Eyang mawon mendengar cerita dari jagat sambil mengut mangut, kemudian dia bertanya lagi "Maksud divisi khusus itu apa ?"
"Oh itu, kami para dokter dan perawat yang memiliki kemampuan khusus di rekrut pihak rumah sakit sebagai divisi khusus yang menangani pasien dengan gejala yang aneh yang di luar akal sehat, sehingga rumah sakit Wijaya bisa menerima pengobatan pasien baik medis maupun non medis" jawab jagat.
Eyang mawon semakin lemas mendengar perkataan dari jagat "Kalian memang jempolan, sudah berprofesi sebagai dokter, memiliki kemampuan supernatural juga, bahkan menjual benda benda mistik seperti ini"
Jagat pun tertawa kecil "hahaha.... itu hanya usaha sampingan ku saja eyang, pribahasa bilang sambil menyelam minum air"
"Baiklah kalau begitu aku sudah tidak penasaran lagi, mulai dari sekarang kamu adalah teman ku Ki, dan aku juga akan menjadi pelanggan setia mu, kalau ada barang bagus langsung kontek saja aku" pinta eyang mawon.
"Asiap, tenang saja eyang, barang ku di jamin keasliannya" ucap jagat sambil membentuk huruf O dengan jari tangannya.
"Kalau begitu aku permisi, sudah kebelet pipis, karena melihat kedua istri mu Ki" ucap jujur eyang mawon.
Sofy pun berkata "Kayak nya eyang sudah kebelet pipis, mau pipis enak ya, hehehe .... Ingat loh jangan membayangkan kami berdua kalau sedang pipis enak, nanti bahaya"
"Hadeuh tau aja, sudah ah, aku sudah tidak tahan, aku permisi" ucap eyang mawon sambil bergegas.
Kemudian eyang mawon mengajak bodyguardnya "Hai kalian ayo pergi, antara aku ketempat biasa, aku sudah tidak kuat kebelet"
Mereka pun sudah mengerti lagi apa yang di inginkan oleh eyang mawon, mereka berdua pun tersenyum kemudian mereka pun tos.
Plak....
"Ayo kita otewe...." Ucap ceria mereka berdua.
Setelah mereka pergi jagat pun mengajak Elis dan Sofy untuk kembali ke kamar hotel "Ayo kita kembali"
"Ya ayo, aku sudah tidak sabar ingin melihat tarian belalai gajah" ucap Sofy.
"Kamu masih ingat juga tarian belalai gajah, aku juga jadi ingat melihatnya" jawab Elis.
"Ih apaan sih dari semenjak di rumah pak sudewo kalian berdua selalu membicarakan tentang tarian belalai gajah, ada apa dengan tarian itu ?" Tanya jagat.
Elis dan Sofy tidak menjawab mereka hanya tertawa geli.
***
* Bersambung