Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 172 Ki Wawut


Bab 172 Ki Wawut


Sofy terus memukul bagian tangan sampai tangannya remuk dan menotok titik akupuntur ke kaki, tidak lama setelah itu jawara itu pun menjatuhkan goloknya dengan tangan terkulai lemas.


Kakinya pun tidak sanggup menopang berat badannya dan langsung ambruk ke tanah sehingga di pertarungan ini sofy lah yang menjadi pemenangnya.


"Uhuoek...."


Dukun yang ada di antara penonton keluarga saksana muntah darah karena makhluk merah yang dikirimnya kalah melawan belatung gaib yang keluar dari tubuh sofy


Jagat pun sambil membantu membaca mantra untuk menghalau serangan gaib dari dukun keluarga saksana yang pada akhirnya dukun itu muntah darah.


"Ki kenapa kamu, siapa yang melakukannya kepada mu" tanya Badrun.


Dukun itu menggelengkan kepalanya "Tidak...tidak apa apa ini hanya luka ringan akibat makhluk kiriman ku kalah"


Sontak Badrun pun tersentak kaget ketika mendengar dukun itu berbicara bahwa makhluk yang dia kirim kalah.


"Apa kita ketahuan dukun tua itu, Ki ?" Tanya Badrun.


"Tidak, si tua itu tidak tahu aku mengirim makhluk untuk membantu mengalahkan jawara keluarga Tandjaya" jawab dukun itu.


"Tapi kenapa makhluk yang di kirim bisa kalah ?" Tanya kembali Badrun.


"Sepertinya wanita itu memiliki khodam pendamping, aku lihat ada 2 cahaya biru yang keluar dari tubuh wanita itu dan kemudian menyerang makhluk kiriman ku sehingga aku seperti sekarang ini" jawab dukun itu.


Di lapangan sofy berjalan menuju penonton keluarga Tandjaya dia langsung di sambut oleh Elis dan jagat.


"Sofy kamu menang" sambut Elis sambil memeluknya.


Kemudian jagat pun bertanya "Kamu tidak apa-apa beb ?"


Sofy pun menggelengkan kepalanya "Aku tidak apa-apa, tetapi aku lemas karena banyak mengeluarkan energi ku"


Jagat pun mengeluarkan 2 buah pil dari saku celananya kemudia dia berikan kepada sofy "Ambil dan minumlah, pil ini bisa mengembalikan stamina dan kekuatan mu"


Kemudian jagat melangkah pergi menuju ketengah lapang kemudian dia pun berseru "pihak keluarga saksana sudah menang satu kali begitu pun keluarga Tandjaya berarti kita seri"


Kemudian jagat menunjuk kearah para jawara dari keluarga saksana yang tersisa "kami tinggal memenangkan dua pertarungan lagi, tetapi untuk menghemat waktu aku tantang jawara dari keluarga saksana yang tersisa, dan bila aku kalah maka Wulung Ireng akan aku serahkan dan akan aku ceraikan istri ku"


Semua orang saling menatap, beberapa penonton menilai jagat terlalu sembrono dan arogan, karena meremehkan jawara dari keluarga saksana yang notabene mereka begitu kuat.


Bahkan kartu trup mereka belum di keluarkan, jagat sudah berani menantang mereka semua.


Badrun pun geram dengan jagat dia langsung membentak "Kurang ajar, kamu meremehkan jawara keluarga Saksana, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, jika kamu mati pun aku tidak akan perduli"


Jagat malah memprovokasi "Tong kosong nyaring bunyinya, kalau memang memiliki kemampuan ayo maju hadapi aku"


Salah satu jawara yang berusia sekitar 50 tahunan maju dengan membawa golok di tangannya.


"Bocah kota, karena kamu telah berani memprovokasi keluarga saksana, maka dengan terpaksa aku yang turun tangan untuk menghadapi mu, sebelum kamu mati perkenalkan nama ku Ki Wawut, salah satu Tetua dari keluarga saksana" ucap jawara yang memperkenalkan diri sebagai Ki Wawut.


Jagat malah mencibir "Hai hanya satu orang saja yang maju, ayo aku butuh dua orang yang harus aku hadapi, biar pertarungan ini cepat berakhir, aku ini pengantin baru loh, kalian datang ngajak ribut di hari spesial ku, ayolah maju hadapi aku supaya pertandingan ini berakhir dan aku bisa melakukan malam pertama ku"


Kemudian jagat menunjuk ke arah Darya "Hai kamu yang mencintai istri orang, coba bayangkan bila wanita yang kamu suka tidur dengan ku dan melakukan adegan malam pertama, apakah kamu mau menerima dia sebagai istri mu setelah aku jamah, apa tidak ada wanita lain yang harus kamu sukai, kenapa kamu menyukai istri orang lain, apa otak mu sudah gila, atau kamu memiliki kelainan yaitu ingin memiliki istri orang lain"


Jagat terus memprovokasi Darya dan keluarga saksana sehingga mereka pun menjadi marah, Darya yang sudah naik pitam langsung berseru kepada Ki Wawut "Uwa habisi anak kota itu, jangan beri ampun sedikit pun"


"Karena kamu sudah lancang baiklah terima ajal mu sekarang" ucap Ki Wawut yang melangkah pergi menuju ke tengah lapang.


Jagat dan Ki Wawut pun sudah saling berhadapan, tetapi di sana jagat masih memprovokasi "Mana teman mu maju sekaligus biar pertandingan ini berakhir"


"Sombong sekali kamu anak kota, tidak perlu yang lain lagi cukup aku saja untuk melawan mu karena hari ini kamu akan mati" ucap Ki Wawut sambil mengayunkan golok kearah jagat yang hendak menebas.


Wuss....


Hiuk....


Beruntung replek jagat sangat bagus dia bisa menghindari Tebasan golok Ki Wawut, bukan hanya menebas saja Ki Wawut setelah itu langsung menerjang jagat hingga membabi buta.


Jagat menghindari segala serangan dengan menyamping, berjongkok, melompat bahkan berguling.


Di saat berguling itu pun tangan jagat menyentuh golok yang tergeletak di atas tanah, golok itu milik jawara yang tadi bertarung dengan Sofy.


Jagat pun mengambil golok itu dan di jadikan senjatanya, serta jagat pun sekarang bisa menahan Tebasan golok Ki Wawut.


Percikan api keluar dari benturan dua buah golok yang saling beradu, sehingga nampak kelap kelip percikan api seperti seorang anak yang sedang main kembang api.


Jual beli serangan pun terjadi sampai golok mereka pun rompang atau sudah tidak tajam lagi.


Tebasan demikian bebas terus terjadi hingga mereka berdua melompat beberapa langkah kebelakang.


Ki Wawut menggosok goloknya itu dan keluar asap putih dari tangannya yang membuat golok itu kembali ke posisi semula.


Begitu juga jagat, dia pun menggunakan tenaga dalam yang bernama aji Geni, tenaga dalam itu membuat tangan jagat menjadi panas seperti panas lahar gunung berapi.


Jagat menjepit bagian tajam dari golok yang rompang itu, jari jari jagat bergeser sedikit demi sedikit yang membuat golok itu menjadi merah dan sedikit memuai.


Berlahan lahan golok itu kembali seperti baru dan ketajaman golok tersebut menjadi dua kali lipat lebih tajam dari pada awalnya.


Setelah mereka memperbaiki golok mereka masing-masing dengan ajian Kanuragan yang mereka miliki, mereka pun kembali berhadapan.


"Hebat juga kamu bocah kota, tidak di sangka bocah kota seperti mu memiliki kemampuan seperti ini" puji Ki Wawut.


"Sebelum ke kota aku ini orang kampung, sama seperti mu, tetapi setiap orang kampung yang hendak merantau ke kota harus memiliki keahlian seperti beladiri, supaya mereka tidak di tindas apabila sudah sampai di kota" ucap jagat.


"Oh ternyata kamu juga orang kampung, pantas kamu sehebat ini, tetapi kamu bukan lawan ku" ucap Ki Wawut yang percaya diri dengan keahliannya.


"Belum tentu kamu bisa mengalahkan ku Ki, sebelum ada yang kalah di antara kita" jawab jagat.


Mereka pun kembali memperlihatkan jurus mereka, dan kembali saling menyerang, satu dengan yang lainnya.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna