
Bab 158 Aku Pasti Datang
Setelah mereka terkulai lemas jagat pun keluar dari tempat itu sambil melambaikan tangannnya "kalian panggil lah polisi sekarang juga"
Karyawan mini market itu terdiam karena adanya keterkejutan, dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Dengan beberapa gerakan orang yang menyerang jagat langsung di patahkan tangannya, dan dengan gerakan tangan yang cepat, meskipun dari jarak jauh orang yang menyandra mereka langsung terkapar lemas.
Mereka pun tersadar setelah jagat menutup pintu mini market dan segera salah seorang dari mereka merogoh saku celananya untuk mengambil handphone dan menghubungi polisi.
Jagat keluar kemudian melihat sofy dan Elis yang sedang mengobati anak itu, peralatan medis yang ada di mobil di keluarkan oleh Elis dan Sofy melakukan pertolongan pertama.
Sofy yang melakukan pertolongan pertama sambil berbicara kepada warga yang tadi memukuli anak itu. "Apa kalian lakukan, bagai mana kalau anak kalian yang di perlukan seperti ini, bagai mana kalau adik kalian yang di tuduh mencuri seperti ini"
Semua orang menyesali perbuatannya karena provokasi dari pemuda itu yang menuduh mencuri sehingga warga langsung menghakimi anak itu.
Pemuda yang di pukul oleh jagat masih terbaring di atas tanah dan tidak lama dari itu polisi pun datang dengan 2 mobil.
Jagat pun langsung menunjuk ke arah pemuda yang pingsan itu "Pak orang ini sindikat perampokan, sisanya ada di dalam"
Kemudian polisi itu langsung memerintahkan anak buahnya "ayo masuk dan tangkap orang itu"
Seorang polisi yang berjalan paling akhir menghampiri jagat, karena merasa kenal, polisi itu pun menyapa "Apa kamu jagat"
Jagat pun terperanjat dan menoleh ke arah polisi itu, jagat pun mengenali polisi itu, dia adalah temannya di waktu SMA dan berasal dari kampung yang sama.
"Gifari, itu kamu, sudah lama kita tidak bertemu" sapa jagat.
Polisi itu bernama gifari teman jagat waktu di SMA, setelah lulus sekolah dia ikut dengan orang tuanya ke kota G, karena ayahnya juga seorang aparat yang bertugas di kota G ini.
Gifari pun mengikuti jejak ayahnya dan mendaftar menjadi polisi, setelah pendidikan dan bertugas beberapa tahun, kemudian dia di pindah tugaskan di kota G ini, sehingga sekarang gifari berkumpul bersama keluarganya.
Gifari pun bertanya kepada jagat "apa yang kamu lakukan di sini, dan kenapa orang itu pingsan"
Gifari pun melirik ke arah sofy dan Elis yang sedang membersihkan luka dari seorang anak yang tadi di pukuli.
Warga yang awalnya berkerumum segera melarikan diri setelah polisi datang, karena mereka takut di tungtut dan di masukan ke dalam penjara karena sudah main hakim sendiri.
Jagat pun menjawab pertanyaan dari gifari "dia komplotan perampok yang aku lumpuhkan, aku sedang dalam perjalanan dan hendak ke hotel Arssad cabang kota G ini. Sedangkan anak itu di jadikan pengalih oleh salah satu dari mereka, anak itu di tuduh sebagai pencuri sehingga anak itu di hakimi masa"
Jagat pun menjelaskan keadaan yang terjadi di tempat ini, setelah itu polisi yang tadi masuk ke dalam mini market keluar dengan mengangkat para perampok itu.
Salah satu dari mereka pun menghormat kepada gifari "lapor kapten semua perampok ini dalam keadaan lemah tak berdaya dan akibatnya belum di ketahui"
Kemudian gifari pun menoleh ke arah jagat "Tolong kembalikan mereka seperti semula, aku tahu yang melakukanya adalah kamu"
Jagat tersenyum "hehehe....kamu tahu juga"
Kemudian jagat pun mendekati para perampok yang terkulai lemah itu kemudian jagat mencabut jarum akupuntur yang tadi dia lempar di tepi telinga mereka.
Para polisi yang melihatnya tercengang, karena tidak percaya saja jagat bisa menusukan jarum akupuntur di tepi telinga mereka kemudian di cabut kembali.
Para perampok itu mendapatkan kembali tenaga mereka dan mereka pun bisa menggerakan kembali tangan dan kakinya.
Setelah mereka normal gifari pun memerintahkan anak buahnya "Bawa mereka ke kantor polisi untuk di introgasi"
Anak buah gifari pun mengangguk "Siap kapten....."
Jagat mendekati anak kecil itu dan menanyakan keadaanya "Bagai mana anak ini, apa dia baik baik saja"
"Luka yang dia dapat hanya memar saja tetapi mental dia sedikit tergoncang karena traoma akibat di pukuli masa sampai hampir meninggal dunia" ucap Sofy.
Gifari pun mendekat dan berjongkok di depan anak itu "Nak siapa nama mu, dan di mana rumah mu, biar aku antar kamu pulang"
Gifari menawarkan anak itu untuk di antara pulang, tetapi anak itu seperti ketakutan dan malah memeluk erat sofy seperti meminta pertolongan.
Kemudian elis pun bercerita kepada Gifari tentang keadaan anak itu, anak itu adalah salah satu pemulung di kampung yang dekat dengan tempat ini.
Anak itu di peralat oleh para pereman dan perampok itu untuk meminta minta di jalan, atau mencopet kemudian menyetor kepada mereka.
Dan kalau tidak menyetor maka mereka akan di siksa dengan di pukuli atau di jadikan umpan seperti sekarang ini.
Anak ini tidak menyetor uang hasil minta minta dan hasil memulung, karena ibunya di rumah sedang sakit, sehingga dia di jadikan umpan untuk kelancaran aksi kejahatan mereka.
Memang di kota G ini lagi marak perampokan dan pencurian di mini market dan toko sembako, tetapi pelakunya belum tertangkap karena mereka mengancam pemilik toko atau karyawan mini market untuk tidak melapor.
Gifari pun merasa bingung dan bertanya kepada elis "Kenapa anda tahu kejadian sampai sedetail itu"
Elis malah melihat kearah jagat "Mas say"
Jagat mengangguk "Lakukan lah..."
Kemudian elis pun berjongkok di antara anak itu dan gifari, kemudian elis memegang tangan anak itu dan berbicara kepada gifari.
"Pak polisi pejamkan mata anda" pinta elis.
Gifari pun memejamkan matanya, kemudian pergelangan tangan gifari di pegang oleh elis.
Wuss....
Gifari pun seakan di bawa ke sebelum kejadian bersama elis, dan di sana gifari melihat para komplotan perampok dan pereman.
Bahkan gifari mendengarkan rencana mereka dan tahu markas mereka.
Setelah itu elis melepaskan genggaman tangannya dan berkata "Bagai mana apa anda percaya sekarang"
Gifari antara sadar dan tidak sadar dia pun menganggukan kepalanya, kejadian tadi terasa mimpi.
Elis mengajaknya menerawang, di mana anak itu melihat dan mendengar kejadian satu Minggu kebelakang sampai kejadian hari ini.
Waktu satu Minggu di alam terawangan Elis menghabiskan waktu satu menit di dunia nyata, sehingga gifari menjadi melamun memikirkan hal itu.
Kemudian jagat berkata "Itu kemampuan dari istri ku, dia juga sering di mintai bantuan untuk mengintrogasi penjahat di kepolisian kota B jadi itu bukan rekayasa"
Selanjutnya jagat mendekati anak kecil yang masih dalam pelukan sofy jagat pun berbicara kepada anak kecil itu "Dek kamu tidak mengalami kejadian ini, dan yang kamu rasakan hanya mimpi, ingat ini hanya mimpi, kamu tidak di pukuli dan tidak terjadi apapun"
Ucapan jagat seolah mengancam anak itu, tetapi itu metode jagat untuk menghilangkan trauma kepada anak itu, jagat sedang menggunakan gendam atau hipnotis kepada anak itu.
Jagat melanjutkan bicaranya "Kamu bukan pemukung atau pun pengemis, kamu anak yang baik, rajin, pintar dan nurut sama orang tua, apa kamu paham"
Anak itu pun mengangguk "ya paham kak"
"Kalau kamu paham coba ulangi" pinta jagat.
Kemudian anak itu mengulangi apa yang tadi di ucapkan jagat "Ya aku bukan pemulung atau pengemis, aku anak yang baik, rajin, pintar dan menurut sama orang tua"
Jagat pun tersenyum setelah mendengar perkataan anak itu yang mengulang perkataan jagat, jagat pun memuji "bagus kamu memang pintar"
Setelah berucap demikian jagat menjentikan jarinya dan kemudian anak itu tertidur pulas.
Jagat pun mengambil alih anak itu dengan menggendongnya, kemudian gifari bertanya "Mau di bawa kemana anak itu?"
Jagat menjawab dengan bercanda "Aku akan menculiknya, kebetulan aku dokter, akan aku jual ginjal dan organ tubuh anak ini biar aku dapat duit"
Anak itu pun di raih gifari dari jagat, "sini biar aku antar anak ini pulang"
Jagat tersenyum "ya antar saja, aku akan pergi, kalau ada waktu aku tunggu kamu di hotel Arssad cabang kota G ini, malam Minggu jam 7, kita akan ngibrol sambil makan, itu juga kalau kamu tidak bertugas"
Jagat mengundang gifari, untuk makan bersamanya, karena banyak hal yang ingin jagat ceritakan karena sudah lama mereka tidak bertemu setelah lulus SMA.
Gifari dan jagat teman akrab di waktu SMA, sehingga dia tahu kemampuan jagat karena memang jagat dari keluarga kuncen dan keluarga bela diri.
Kakeknya terkenal di kota S karena perguruan silat yang dia dirikan banyak memiliki murid terutama di sekitar desa moeza dan kecamatan hutan larangan.
Gifari pun menjawab tawaran jagat "ya pasti aku akan datang, kalau mau mentraktir ku, pasti aku datang, tapi aku tidak akan sendiri, aku akan membawa rekan kerja ku"
Jagat pun menambaikan tangannya "terserah kamu, yang pasti kamu harus datang"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna