
Bab 63 Burungnya Hilang
Jagat tersenyum karena Elis ingin menebak tetapi tidak tahu namanya.
Jagat hanya tersenyum mendengar perkataan Elis yang mengatakan bahwa Eriska itu Lesb!, Tidak salah memang Elis berkata demikian, karena memang Eriska berpenampilan seperti anak Black Metal.
Dengan pakaian serba hitam serta memakai make up bawah mata memakai yang hitam, bahkan lipstik juga hitam.
Bahkan ayahnya sendiri pernah mengatakan bahwa Eriska memasuki komunitas atau sakte sesat dan entah apa itu namanya.
"Ya entahlah, aku justru malah harus mendekatinya supaya dia bisa jatuh cinta kepada ku, makanya aku di suruh kembali kuliah, walaupun itu hanya mengejar ijin praktek saja, karena dia juga menjadi mahasiswa di universitas yang sama" keluh jagat
"Kasihan juga ya dokter jagat ini, sudah di jodohkan terus harus mengejar sendiri wanita yang akan di jodohkan, ya kalau dokter jagat suka kalau tidak, itu seperti pemaksaan, lengkap sudah penderita dokter jagat yang harus mengejar cinta karena perjodohan " ucap Elis.
"Ya tapi itu berlaku sampai 6 bulan ke depan, kalau dia tidak ku buat jatuh cinta maka orang tua kami akan mempertemukan kami dalam acara pertunangan, dan kalau si wanita menolak untuk di tunangkan maka aku pun bebas" ucap jagat.
"Kenapa dokter jagat tidak menolak nya" tanya Elis.
Jagat menggelengkan kepalanya "ceritanya dulu kake ku, dan sahabatnya sudah berjanji, jika anak mereka yang satu laki laki dan yang satu lagi perempuan, maka mereka lah yang akan di jodohkan, tetapi karena anak mereka laki laki maka janji itu berlanjut ke ayah ku dan om Wijaya yang seperti saudara, dan berjanji akan menikah anaknya kalau mereka memiliki anak perempuan dan ayahku memiliki anak laki-laki"
"Terus" ucap Elis memotong cerita jagat
"Ya karena aku anak pertama, dan kebetulan anak om Wijaya perempuan meskipun berbeda beberapa tahun, aku pun di jodohkan, itu adalah janji dari mendiang ayah om Wijaya, katanya biar dia tenang di alam sana" ucap jagat.
"Berat juga kalau sudah ada ucap janji seperti itu, apalagi mereka bersumpah, kalau tidak yang mungkin kesialan akan menimpa anak cucu mereka" ucap Elis.
Setelah jagat curhat, sekarang giliran jagat yang bertanya tentang Elis "Eh ngomong ngomong, kenapa suster Elis belum punya pacar, tapi kan pasti sudah pernah memiliki pacar dan berhubungan"
Elis pun mengangguk, "iya sih dulu aku pernah memiliki pacar dan bahkan sering gunta ganti pacar"
"Oy...kalau begitu Suster Elis Play girls juga ya" canda jagat.
"Hus aku ini bukan cewek murahan tau, ini karena kekuatan supernatural yang aku miliki" keluh Elis.
"Memangnya Suster Elis memiliki kemampuan supernatural seperti apa" tanya jagat.
Elis pun menceritakan kemampuan supernatural yang dia miliki kepada jagat "kalau aku bersentuhan dengan lelaki, aku bisa mengetahui lelaki itu sudah melakukan hal apa saja sampai seminggu ke belakang, dan kebanyakan pacar ku itu pembohong maka aku putuskan semua karena aku mengetahui perbuatan mereka di belakang ku"
Jagat pun tersenyum dan mengacungkan kedua jempol tangannya "Wow...suster Elis Hebat, bisa mengetahui kejadian sebelumnya dari orang lain"
"Ya itu juga yang membuat aku menjomblo sekarang, banyak orang yang ingin menjadi pacar ku, tetapi mereka hanya ingin memanfaatkan ku saja dan mereka tidak tulus" ucap Elis kesal.
"Kenapa jadi perawat, bukan jadi polisi saja" ucap jagat.
Elis tersenyum "Kamu kaya gak tau persyaratan jadi polwan di negara ini, ya lebih baik aku menjadi perawat jadi bisa mengetahui penyakit pasien yang mereka derita"
"Iya sih, tetapi kenapa hanya kuliah keperawatan, padahal di lanjut ke kedokteran" ucap jagat.
"Maunya sih begitu, tapi takdir berkata lain, aku sudah tidak mau memutar otak dengan belajar, ya. Lebih baik bekerja kayak gini untuk masa depan" ucap Elis.
"Kalau begitu apa bisa suster Elis mengetahui apa yang sudah aku perbuat dua hari ke belakang" ucap jagat.
"Apa dokter jagat ingin mengetes kemampuan supernatural ku, baiklah aku akan mencoba, sini coba tangan dokter jagat jukurkan " pinta Elis.
Jagat pun menjulurkan tangannya kemudian di pegang oleh Elis dan dia pun berkonsentrasi, Elis cukup lama berkonsentrasi untuk melihat kilas balik yang pernah jagat lakukan 2 hari kebelakang.
Tetapi sudah cukup lama Elis tidak membuka matanya dan terus berkonsentrasi dan diam seperti patung.
Jagat pun menepis pikiran joroknya dia menepuk tangan Elis dengan tangan satunya lagi "Suster Elis apakah kamu tidur"
Elis langsung sepontan "Eh iya tidur... tidur... tidur..."
Elis pun memperagakan orang tidur sambil duduk dan ngorok "hoz...hoz...hoz...eh iya...iya..."
"Aku kita suster Elis ketiduran sambil memegang tangan ku" goda jagat
"Eng...enggak aku tidak tidur dan hanya berkonsentrasi" ucap Elis.
"Bagaimana, apakah suster Elis mengetahui kegiatan ku 2 hari yang lalu" tanya jagat.
Elis menggelengkan kepalanya "Aneh baru kali ini kemampuan supernatural ku tidak bekerja, mungkin dokter jagat terlalu sakit hingga tidak bisa aku ketahui"
Jagat pun mengusap dadanya "Syukurlah, kalau suster Elis tidak bisa melihat apa yang aku kerjakan 2 hari kebelakang, berarti aku bisa berbohong ke suster Elis tanpa di ketahui hahah..."
Elis pun cemberut "Aku ingin punya pasangan ketika aku menyentuhnya kekuatan supernatural ku tidak bekerja, supaya aku tidak sakit hati ketika dia berbohong kepadaku, tapi jangan jangan dokter jagat itu jodoh ku.."
Jagat malah tertawa terbahak-bahak mendengar candaan Elis "hahaha...suster Elis jago juga bercanda"
Obrolan mereka pun di akhiri dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam dan salah satu perawat mengetuk pintu ruangan husus.
Tok...tok...tok ....
"Iya masuk" ucap jagat dengan nada tinggi.
Perawat itu pun masuk "Maaf dokter ada pasien yang penyakitnya di luar akal sehat dan perlu penanganan anda"
"Memangnya kenapa dengan pasien ini sust" tanya jagat.
"Anu....anu....anu...." Perawat itu ingin berkata tetapi canggung baginya
"Apanya yang anu...." Tanya Elis.
"Itu.... pasien itu....burungnya Hilang..." Ucap perawat itu.
Elis malah tertawa mendengar temannya sesama perawat mengatakan burung pasien itu hilang "hahaha....memang kabur kemana burungnya, kenapa bisa hilang"
"Hus aku tidak bercanda tau, pasien itu memang burungnya hilang" ucap perawat itu.
Elis pun menggerak gerakan jari telunjuknya "maksud mu, burung.....? "
Perawat itu mengangguk "iya burung yang itu"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna