
Bab 307 Elephant Land
Setelah beberapa lama datang Aditya dengan membawa berkas akuisisi dan sertifikat hak milik club malam Nirwana ini.
"Tuan muda, ini adalah berkas akuisisi dan sertifikat hak milik, anda hanya perlu membubuhkan tanda tangan di sertifikat ini sebagai bukti kepemilikan anda" ucap Aditya sambil menyerahkan berkas tersebut.
Jagat langsung melambaikan tangannnya "Sofy kemari lah dan tanda tangani sertifikat ini"
Sofy sedikit tersentak "Ay kenapa harus aku, kan semua ini milik mu"
Jagat tersenyum dan menjawab "Ya, tapi aku mendapatkan ini berkat mu yang bertarung melawan Azuka, jadi sekarang ini adalah milik mu, maka kamu harus menandatanganinya"
Semua orang yang ada di sana langsung mengucapkan selamat kepada sofy karena club malam Nirwana ini di berikan kepada dirinya.
Sofy pun tidak menolaknya dan dia pun menandatangani sertifikat tersebut.
"Ay bolehkah aku mengganti nama Club Malam Nirwana ini, memang di sini seperti surganya para pecinta hiburan malam, tetapi nama Nirwana menurut ku sudah tidak cocok lagi" ucap Sofy yang menyarankan ganti nama.
Jagat mengangkat tangannya sampai bahu "itu terserah kamu saja, karena kamu sekarang pemiliknya"
"Baiklah aku akan memberikan nama baru club malam ini, bagai mana kalau aku beri nama Golden Phoenix "
Semua orang mengacungkan jari jempolnya "Nama yang bagus"
Kemudian Eriska berseru "Ayo bersulang untuk Golden Phoenix dan Sofy"
"Ya bersulang...."
Semua orang meneguk minuman yang ada di gelas yang mereka pegang masing-masing.
Eriska berseru lagi "Ayo berpesta sampai puas....."
Semua orang bersorak "ya......"
Semua orang bergembira dan semua bodyguard satu persatu menyanyi meskipun ada beberapa orang yang suaranya jelek tetapi karena hati mereka sedang senang mereka malah menertawakan dan menjadi hiburan tersendiri.
Jagat pun Menyawer mereka semua tanpa terkecuali.
Tetapi setelah jagat Menyawer semua orang, tiba tiba.....
Brak....
Pintu Ruangan ini ada yang menendangnya sampai pintu itu terbuka.
Semua orang yang ada di dalam terkejut dan segera siaga.
Kemudian muncul seorang lelaki dari balik pintu dengan di kawal beberapa bodyguard yang tinggi besar, sepertinya mereka para praktisi beladiri dan ada beberapa dari mereka mantan tentara karena di lihat dari rambutnya yang cepak.
Musik pun segera di matikan dan ruangan ini pun menjadi senyap.
"Hai siapa kamu dan mengapa mengganggu kami ?" Tanya jagat.
Lelaki itu langsung bertolak pinggang di tengah ruangan "Oh jadi kamu yang bernama Tuan muda Arssad yang memenangkan taruhan dengan si Thomas Liem"
Jagat tersenyum dan mencibir "Seharusnya kamu kenalkan dulu siapa kamu ini dan bisakah kamu tidak merusak pintu untuk masuk ke sini, seperti seekor sapi yang menyeluduk untuk masuk kandang saja"
Orang itu di samakan dengan seekor sapi oleh jagat, kemudian jagat melanjutkan "Aku harap kamu memberikan kompensasi untuk ganti rugi pintu itu"
Lelaki itu malah tertawa "Hahaha.... Mengganti ! Aku tidak akan mengganti rugi karena sebentar lagi club malam ini akan menjadi milik ku"
Lelaki itu sangat percaya diri berkata seperti itu, entah apa yang dia pikirkan, atau kah lelaki itu salah minum obat.
"Aku Wiliam Atmajaya, aku sudah lama gincar club malam ini, aku dengar si Thomas kalah taruhan, sehingga memberikan club malam ini kepada mu apa itu benar ? Bagai mana kalau kita taruhan, kamu harus bertaruh dengan club malam ini bagai mana" lelaki yang mengaku bernama Wiliam Atmajaya itu menantang jagat bertaruh.
Mendengar perkataan itu jagat sangat bersemangat "Apa yang akan kamu pertaruhkan, kamu boleh memilih untuk menantang bertarung orang orang yang ada di sini"
Kemudian Wiliam Atmajaya mengacungkan 3 jari ke arah jagat, dan memberitahukan tantangan serta aturannya
"aku ingin menantang 3 pertandingan, selain bertarung aku mau menantang lomba minum dan lomba makan, masing masing pertandingan di wakili oleh 3 orang jadi total 9 orang bagai mana"
Mendengar itu jagat pun setuju "baiklah aku setuju, tetapi yang kalah juga harus membayar semua biaya yang di lombakan dan aku belum mendengar apa yang kamu pertaruhkan"
Wiliam Atmajaya tertegun sejenak kemudian dia bersuara "Apa kamu tahu Elephant Land, dulu adalah destinasi wisata paling viral di kota ini, sekarang bangkrut, itu semua adalah properti milik ku karena lalai dalam pengelolaannya, aku akan mempertaruhkan tempat itu. Bagai mana"
Jagat menggelengkan kepalanya "Tidak, itu pasti tidak akan sebanding dengan club malam ku ini"
Wiliam Atmajaya tersenyum "Justru lebih, didalamnya bukan hanya area bermain yang luas tetapi ada juga restoran, hotel dan tempat hiburan total semuanya lebih dari 20 milyar rupiah, dan itu semua masih layak pakai, aku tidak menjalankan bisnis itu lagi karena banyak karyawan yang terlibat dan tidak mampu membayar semua karyawan itu, sehingga aku bangkrut"
Mendengar semuanya masih layak pakai jagat pun setuju "Baiklah aku terima, pertandingan apa dulu yang kita jalankan"
Wiliam Atmajaya menyeringai "Tentu saja lomba minum dan lomba makan, lomba minum anggur merah siapa pun yang mabuk terlebih dahulu dan tidak bisa berdiri lagi itu orang yang kalah.
Sedangkan lomba makan yaitu lomba makan kerupuk kulit, Siapa pun yang tersedak dan minum air itu yang kalah"
Wiliam Atmajaya memberitahukan pertandingan yang akan di laksanakan dan aturan yang di tetapkan.
Jagat menyeringai dan bergumam dalam hati "tentu saja aku akan menang dengan mudah dalam lomba minum anggur merah ini, aku memiliki Dias, Dara dan Sekar yang tidak akan bisa mabuk sedikit pun, bahkan mereka kebal akan racun karena sejatinya mereka bukan lah manusia"
Kemudian jagat pun bertanya "baiklah aku setuju, tetapi aku tidak akan percaya kalau kamu benar mempertaruhkan Elephant Land itu, aku sekarang memegang sertifikat hak milik club malam ini, apakah kamu membawa sertifikat Elephant Land ?"
Wiliam Atmajaya menepuk tangannya 3 kali dan kemudian seseorang menghampiri dari belakang dan membawakan berkas sertifikat Elephant Land.
"Aku selalu membawanya kemana pun aku pergi, tadinya aku akan mengadaikan sertifikat ini ke bank untuk tambahan modal, tetapi aku dengar bahwa si Thomas kalah taruhan sehingga aku putuskan bertaruh dengan mu, dan dengan pertaruhan ini dapat di pastikan akulah pemenangnya"
Wiliam Atmajaya membanggakan dirinya sendiri.
Kemudian jagat menoleh ke arah Aditya "Adit, bawa anggur merah yang banyak, dan juga kerupuk kulit, bawa secepat mungkin"
Aditya pun mengangguk dan pergi "siap tuan muda"
Wiliam Atmajaya sangat percaya diri bisa memenangkan pertaruhan ini, karena dia membawa orang yang dia anggap terbaik di bidangnya.
Wiliam Atmajaya memiliki 3 orang juara minum anggur merah, dan 3 orang juara makan, bahkan belasan orang Petarung bawah tanah dari luar negri.
Disana ada dua meja besar dan meja itu pun di pakai untuk pertandingan, meja yang satu untuk lomba minum dan meja satu lagi untuk lomba makan kerupuk kulit.
Beberapa menit kemudian para pelayan membawakan banyak botol anggur merah dan beberapa karung plastik kerupuk kulit.
"Ayo Siapa yang akan maju terlebih dahulu dari pihak mu ?" Tanya Wiliam Atmajaya.
Jagat pun menunjuk "Dias, Dara dan Eriska kalian bertiga maju untuk pertandingan ini"
Eriska pun sangat bersemangat, dia sebenarnya kuat minum sehingga jagat menyuruh Eriska untuk maju.
"Meskipun aku sudah minum beberapa gelas, aku tidak akan mabuk kalau meminum beberapa botol lagi" ucap Eriska yakin.
***
* Bersambung