Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 221 Makcomlang


Bab 221 Makcomlang


Elis pun menyodorkan batu itu dan kakek badar menerima nya "Terima kasih cucu ku"


Kakek Badar menggenggam erat bongkahan batu mentah itu.


Krekak....


Batu yang sangat keras itu berubah menjadi butiran pasir, bahkan alat pemotong batu pun harus dengan susah payah memotong batu tersebut.


Tetapi kakek badar dengan mudah meremas batu itu sampai berubah menjadi butiran pasir.


Sehingga tersisa bagian dalam yang paling keras yang berwarna hijau mulus.


"Terima kasih, giok hijau kaisar ini sangat bagus dan mulus" ucap kakek badar.


Kakek Badar pun memberikan giok hijau kaisar itu kepada firman dan seketika firman langsung tercengang.


"Astaga, benar benar giok hijau kaisar, giok sebesar ini bisa menembus Harga 1 milyar rupiah" ucap firman.


Dia tahu tentang batu mulia karena memang firman seorang manager di bidang perhiasan yang di tempatkan oleh kakek badar.


Setelah itu Sofy pun maju dan mencium punggung tangan kakek badar "Perkenalkan nama ku sofy kek"


Kakek Badar pun mengangguk "pemilik Wulung darah di dada yang bisa meregenerasi sel kulit mati yang membuat awet muda"


Sofy pun tersenyum "Terima kasih kek, anda juga terlihat awet muda, gagah dan berwibawa"


"Hahaha....kamu pintar juga memuji cucu ku, aku juga sama seperti mu, pemilik wulung darah, hanya saja Wulung darah yang aku punya berupa cincin, bukan inti darah seperti mu" kakek badar memperlihatkan tangannya yang memakai cincin batu wulung darah.


"Aku juga memiliki hadiah untuk kakek" sofy mengeluarkan batu mentah dan di berikan kepada kakek badar.


"Ini adalah red Baron bercahaya, mudah mudahan kakek suka" ucap Sofy.


Kakek Badar pun melakukan hal yang sama dengan meremas batu tersebut dan berubah menjadi butiran pasir.


Dan yang tersisa bagian terkeras yaitu batu berwarna merah dan seperti bisa mengeluarkan cahaya merah.


"Hahaha.... terima kasih, aku sangat suka pemberian kalian ini" kakek badar pun kembali memberikan batu red Baron itu ke firman.


Kemudian firman memasukkan batu red Baron itu ke dalam gelas yang dia pakai minum tadi, Dan di dalam gelas itu masih terdapat banyak air.


Wuss....


Muncul cahaya merah yang menerangi gelas dan membuat semua orang terpana.


"Benar benar red Baron, harga batu mulia ini bisa lebih dari 1 miliar rupiah" ucap firman.


Kakek Badar sangat beruntung kali ini karena dihadiahi 2 batu mulia yang sangat mahal, giok hijau kaisar bisa menembus Harga 1 milyar dan red Baron yang harganya lebih dari 1 miliar.


Kemudian kakek badar menengadahkan tangannya "hai bocah nakal, apakah kamu tidak memberikan hadiah untuk kakek mu ini"


Jagat tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Hehehe...iya aku juga punya hadiah untuk kakek"


Jagat pun mengeluarkan cincin batu wulung Ireng "ini kek, mudah mudahan muat di tangan kakek"


Kakek Badar tersenyum bahagia "Sudah lama aku menginginkan benda seperti ini, koleksi ku sekarang sudah lengkap, Wulung Ireng, batu yang sangat susah di cari ternyata kamu memilikinya"


"Hehehe....iya kek, itu karena keluarga Tandjaya yang memberikannya kepada ku" ucap jagat.


Kemudian Elis pun menimpali "Oh iya kek, ibu dan seluruh keluarga Tandjaya ku menitipkan salam kepada mu"


"Hahaha....aku jadi ingat waktu masih muda, aku mengejar ngejar seorang wanita di kampung cisarati yang bernama nyai Danastri, sayang dia sudah di jodohkan dengan pria lain, disana aku menjadi merasa galau hahaha...." Kakak badar langsung curhat dan mengingat waktu dia masih muda.


Semua orang ikut tersenyum mendengar curhatan kakek badar, stap eksekutif mengira kakek badar itu orang yang tegas dan galak, ternyata pikiran mereka salah.


Kemudian Elis tersenyum "Beliau adalah ibu kandung ku kek, kalau kakek masih berminat, ibu ku masih cantik dan dia sudah menjanda sangat lama, semenjak ayah ku meninggal dunia dia tidak mau berumah tangga lagi, sepertinya ibuku menunggu kakek"


"Hahaha.... Dasar cucu kurang ajar, apa kamu mau aku menjadi ayah tiri mu dan sekaligus cucu menantu ku" ucap kakek badar


"Kalau kakek suka kenapa tidak, kan tidak ada yang melarang, toh nenek juga sudah lama meninggal dunia, setidaknya masa tua kakek ada yang menemani di samping kakek" timpal jagat.


"Kebetulan ibu ku akan mengundurkan diri menjadi kepala keluarga Tandjaya dan digantikan adik sepupu ku, kalau dia sudah tidak terikat menjadi kepala keluarga Tandjaya, ibu ku bisa keluar dari dalam kampung cisarati" ucap Elis.


Sofy pun ikut nimbrung "Ini bisa menjadi kesempatan, kebetulan Ay memiliki proyek di kampung cisarati, kakek bisa mendekati ibunya Elis dengan alasan proyek tersebut"


"Hahaha ....cucu menantu kurang ajar, kalian seperti makcomlang saja yang menjodohkan seseorang yang jomblo" ucap kakek badar.


Semua orang pun jadi ikut tertawa terbahak-bahak, kemudian kakek badar mulai serius dan membahas masalah hotel Arssad.


Direktur umum sudah di ganti dengan Farrah, bagian humas pun di ganti dengan yang baru dan kemarin lusa, kepala koki mengundurkan diri sehingga di ganti sama yang baru.


Setelah selesai membahas semuanya Elis dan Sofy pun pamit karena sekarang mereka harus bekerja.


Mereka berdua pun pamit kepada kakek badar, dan jagat pun memberikan kunci mobil, supaya sofy dan Elis memakai mobil miliknya.


"Pakai mobil ku, biar lebih cepat" ucap jagat.


"Tapi kan ay, sepeda motor mu rusak, jadi mau pakai apa kamu ke kampus ?" Tanya Sofy.


Jagat tidak pergi ke rumah sakit, karena hari ini ada mata kuliah dan dia akan pergi menggunakan jasa ojek online.


"Gampang, aku akan memesan ojek untuk pergi menuju kampus" jawab jagat.


"Kalau begitu kita pergi dulu" ucap Sofy.


Elis dan Sofy pun pergi dari hotel Arssad dan para eksekutif pun ikut keluar ruangan karena rapat mereka sudah selesai.


Di dalam ruang rapat sekarang hanya tersisa 3 orang yaitu kakek badar, firman, idhang dan jagat.


Setelah semua orang keluar, jagat menepuk jidatnya sendiri "Astaga sampai lupa, aku juga punya hadiah untuk paman Firman dan paman Idhang"


Jagat pun meletakkan 2 buah batu mentah di atas meja "Pilih lah mana yang paman suka, masing-masing dapat 1 buah"


Firman dan idhang pun matanya berbinar, karena melihat batu mentah yang ada di depan matanya.


Kemudian mereka berdua pun dengan cepat mengambil batu itu, dan mereka berkata secara bersamaan "Terima kasih tuan muda"


"Hai kita adalah keluarga, panggil aku jagat saja, paman berdua sudah aku anggap sebagai paman ku sendiri" ucap jagat.


Mereka berdua pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Baiklah kalau begitu"


Mereka berdua memang murid dari kakek badar, tetapi karena sering di perintahkan untuk melakukan bisnis di keluarga Sandjaya sehingga mereka jarang latihan.


Mereka berdua hanya berada di master tingkat lanjut dan sebentar lagi akan menuju master tingkat akhir, sehingga mereka berdua tidak dapat meremas batu mentah yang di berikan oleh jagat.


Mereka pun hanya menyimpanya di dalam tas kecil yang mereka bawa, setelah itu barulah kakek badar membahas hal yang lain.


"Bagai mana hubungan mu dengan anaknya si Candra Wijaya, apakah kamu sudah mengaet hatinya ?" Tanya kakek badar.


Jagat pun tersenyum "Ya kek, dia sudah menjadi bagian dari Harem ku, tidak di sahkan saja seperti Elis dan Sofy"


"Dasar anak nakal, bisa bisanya kamu berbuat begitu" ucap kakek badar


***


* Bersambung