Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 119 Maaf Aku Tidak Tertarik Dengan Lelaki Arogan


Bab 119 Maaf Aku Tidak Tertarik Dengan Lelaki Arogan.


Jagat yang sudah berada di dalam kamarnya dia sudah memakai baju dan bawahnya hanya memakai sarung saja.


Dia pun menghela nafasnya membayangkan adegan di kamar mandi tadi apabila terjadi adu mekanik dengan Eriska.


Jagat yang tadi sore meminta Dias dan Dara kepada Elis dan Sofy tidak diberikan dan terpaksa harus berpuasa.


Tetapi tadi Eriska sudah bersiap, malah jagat yang menolak dan pergi begitu saja, padahal si doris sudah dalam mode siap bertempur.


Di sana jagat hanya melamun sambil rebahan di tikar spon yang dia bawa dan berbantalkan, bantal angin yang dia beli dari penjual online.


Tidak lama kemudian pintu kamar ada yang mengetuk, orang yang mengetuk itu sambil berkata marah "Hey jagat cepat buka, kalau tidak akan aku dobrak pintu ini"


Terdengar suara Eriska yang kesal karena kejadian tadi dan sekarang mengetuk pintu.


Jagat pun bangun kemudian membukakan pintu, setelah daun pintu terbuka Eriska pun segera masuk sambil memeluk tubuh jagat.


"Bodoh sudah aku beri kesempatan kamu malah pergi begitu saja, mengapa kamu Campakan aku begitu saja" Eriska berucap dengan nada tinggi kepada jagat.


Setelah itu Eriska melepaskan pelukannya dan mendorong jagat, Eriska berbalik dan menutup pintu serta mengunci pintu kamar itu dari dalam.


Jagat yang terpelanting jatuh ke tikar spon tidak berkata apa pun, dia hanya menatap Eriska yang sudah berganti baju basah sekarang dia memakai lingerie merah yang panjangnya sampai di atas lutut.


Eriska berdiri di depan jagat sambil bertolak pinggang, rambutnya terurai sedikit basah karena efek di siram air oleh jagat dan hanya di keringkan dengan handuk sebentar.


Matanya menatap tajam kearah jagat bak seekor Harimau yang akan menerkam mangsanya.


Karena jagat diam terpana melihat Eriska, Eriska pun mendekati jagat dan menarik paksa sarung yang jagat pakai. Sehingga tarik menarik pun terjadi.


Eriska yang kalah tenaga dengan jangan dia pun jatuh kedepan dan menimpa tubuh jagat, Eriska menahan tubuhnya dengan tangan dan kepala mereka berdua hampir bertemu.


Jagat pun tidak menunda kesempatan tersebut, Eriska berniat memaksa jagat karena tadi di kamar mandi dia tidak melakukannya .


Dan Eriska sudah tidak tahan dan sudah becek di bagian bawahnya sehingga dia mendatangi jagat


Sekarang wajah mereka sudah hampir bertemu, jagat pun yang sedari tadi sudah kepengen dan sok jual mahal tanpa di komando langsung ******* bibir Eriska.


Eriska pun merileksasikan tangannya dan sengaja menindih jagat, bergukuman pun terjadi hingga beberapa waktu.


Bibir Eriska yang merah dan terasa sangat lembut, dan sedikit manis, tangan jagat pun mengerayang liar.


Tangan jagat pun naik naik kepuncak gunung, tangan jagat sesekali meremas, terasa kenyal dan kencang sehingga pas di tangan.


"Eeemmmhhhh...." Desah lirih Eriska akibat tangan nakalnya jagat.


Eriska menjambak rambut jagat dan membenamkan mulutnya lebih dalam lagi.


Jagat yang sudah puas berada di puncak gunung kemudian dia turun kelembah dan di lembah itu jagat sedikit membenamkan jarinya dan terasa sedikit becek.


Adu mekanik pun terjadi sampai pada akhirnya mereka kelelahan dan Eriska pun tidur di kamar kosan jagat.


**


Pagi menjelang mereka pun sudah bersiap untuk beraktivitas seperti biasa.


Eriska yang akan pergi ke kampus sedang jagat dia akan pergi terlebih dahulu ke hotel Arssad.


"Ka, apa kamu mau bareng dengan ku, Secara kita sejalur" ajak jagat.


"Aku ada perlu ke hotel Arssad, setelah itu pergi ke rumah sakit, karena hari ini dosen ku sedang sakit jadi tidak ada kuliah yang harus di ikuti" jawab jagat.


"Kalau begitu, antara aku ya" pinta Erisk.


Jagat pun mengangguk, setelah itu mereka pun pergi dengan memakai motor jagat.


Ibu Rasmin yang melihatnya langsung geleng geleng kepala, Eriska yang dikenal oleh penghuni kos wanita yang jahil dan urakan kini takluk dengan jagat penghuni baru kosan ini.


Jagat pun mengantarkan Eriska sampai pintu gerbang dan kebetulan Toni yang memakai mobil melihat jagat yang mengantar Eriska memakai motor jadul.


Toni pun memerintahkan sopirnya untuk berhenti dan memarkirkan mobilnya, dia bergegas keluar menghampiri Eriska.


"Eriska, kenapa kamu di antara Pakai motor rongsokan kaya gini, apa kamu tidak malu, secara kamu ini Nona muda Wijaya, kenapa mau di antara orang kampung ini, di mana mobil mu" tanya Toni so perhatian.


Eriska pun hanya tersenyum tidak menanggapi perkataan Toni, Eriska malah menatap dan kemudian mencium pipi jagat sambil mengucapkan kata perpisahan.


"Hati hati di jalan ya sayang, nanti kita ketemu lagi" ucap Eriska.


Jagat pun mengangguk dan menjawab "Iya, kamu juga belajar yang rajin ya, aku berangkat dulu"


Jagat pun memutar balik motornya dan kemudian pergi meninggalkan Eriska di Depan pintu gerbang universitas.


Toni yang melihat itu merasa cemburu, dia sudah lama mengejar Eriska, tetapi menghormati Cakra karena si Cakra juga mengejar Eriska.


Sekarang Cakra sudah memiliki tunangan sehingga giliran Toni yang maju untuk mengejar Eriska.


Tetapi apa yang mau di kata, Eriska mencium lelaki kampung yang miskin dan hanya memakai motor rongsokan di depan mata Toni.


Toni pun merasa sangat sangat marah "Apa yang dilihat dari pria miskin seperti dia, aku Toni Raharjo Yang pewaris keluarga Raharjo, tetapi kenapa dia malah mengabaikan ku" gumam Toni


Kemudian dia pun berjalan lebih mendekati Eriska "Ka, kamu tahu aku mengejar diri mu, tetapi mengapa kamu tidak menghargai ku dan malah pacaran sama pria miskin seperti dia, aku kira dia hanya sopir pribadi mu, ternyata dia...."


Toni tidak melanjutkan perkataannya, disana Eriska malah tersenyum dan menepuk dada Toni "Maaf, aku tidak tertarik dengan lelaki arogan seperti mu"


Eriska pun berjalan meninggalkan Toni yang berdiri mematung, kemudian Toni pun tersadar dan berlari mengejar Eriska.


"Apa kurang ku, sehingga kamu menolak ku, kalau masalah sifat arogan ku aku bisa berubah, terima lah aku dan putuskan pacar miskin mu itu...Ka....Eriska...." Teriak Toni.


Eriska menghiraukan perkataan Toni dan dia terus berjalan menjauhi Toni.


Toni pun kembali berlari dan kemudian meraih tangan Eriska "Ka, dengar aku, apa yang kurang dari hidup ku, ingat kamu anak dari keluarga Wijaya, derajat mu akan turun kalau memiliki pacar miskin seperti dia, aku Toni Raharjo pewaris keluarga Raharjo, apa yang kurang dari ku, bahkan perusahaan keluarga kita saling bekerja sama"


Eriska pun berhenti melangkahkan kakinya karena di pegang tangannya oleh Toni.


"Justru itu yang tidak aku suka dari mu, mengandalkan nama keluarga dan kekayaan keluarga untuk mendapatkan sesuatu, aku suka lelaki yang mandiri seperti jagat, dia memang miskin tetapi dia berusaha bekerja keras untuk mencapai tujuan, bahkan rela menjadi office Boy di hotel dan sekarang magang di rumah sakit" ucap Eriska yang membandingkan jagat dengan Toni.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna