Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 252 Membawanya Sendiri


Bab 252 Membawanya Sendiri


Sebelum keluar dari kamar, jagat pun menyuruh Sekar untuk masuk kedalam cincin batu wulung dan nanti ketika dia memerlukan Sekar, jagat akan memanggilnya keluar.


Sekar pun setuju dan dia pun masuk kedalam cincin batu wulung Ireng yang di pakai di jari jagat, kemudian jagat pun keluar dari kamar.


"Bagai mana, apakah kamu sudah berhasil mengembalikan kembali jiwa dari Eriska ?" Tanya kakek badar.


"Aku tadi sudah menggunakan ajian meraga Sukma, dan di antara Sekar si hantu pemakan jiwa, aku menemukan jiwa Eriska, dia sekarang berada di kota kabupaten, dan sekarang kita harus mengambil jiwa Eriska yang di sekap di dalam guci yang ada di sana" jawab jagat.


"Kalau begitu aku ikut dengan mu" ucap Andi.


"Aku akan tinggal di sini, tetapi bawa juga kedua paman mu untuk membantu, aku tahu anak buahnya di Maja itu sangat merepotkan" ucap kakek badar.


Kakek Badar menyuruh idhang dan Firman untuk ikut dengan jagat mengambil guci yang di pakai untuk menyekap Eriska.


"Pakai mobil ku saja, jangan pakai mobil yang lain karena terlalu mencolok" ucap Andi.


Mereka pun mengangguk setuju, karena memang di vila ini yang menggunakan mobil biasa hanya Andi


Dia memakai mobil kijang yang umum di pake orang kebanyakan dan mobilnya juga luas serta bisa banyak membawa orang.


Delapan sampai 10 orang bisa masuk ke dalam mobil kijang ini sehingga mobil milik Andi lah yang di pakai.


Ada pun milik sofy, itu hanya mobil kecil yang hanya muat menampung empat orang Saja.


Kalau mereka menggunakan mobil yang sering di pakai oleh kakek badar itu sangat mencolok sekali apa lagi menggunakan mobil yang baru yaitu Rolls-Royce.


Mereka akan ketahuan dari mana mereka berasal dan mudah di deteksi, maka lebih baik menggunakan mobil milik Andi saja .


Mereka pun berangkat dengan mengajak serta keempat bodyguard wanita yang kemarin malam menginap di mes vila.


Perjalanan dari vila ke kota kabupaten memakan waktu satu jam karena di sebagian jalan macet.


Mereka pun sampai di lokasi dan jagat pun menepuk pundak Andi "Kak berhenti di sini, kita parkir mobil di sini saja biar nanti mudah untuk melarikan diri"


Andi pun mengangguk, dia pun memutarkan mobilnya sebelum memarkirnya.


Setelah itu mereka pun turun dari mobil sebelum berangkat jagat membagi tugasnya "adakah di antara kalian yang bisa mengendarai mobil"


Jagat bertanya kepada keempat bodyguard wanita dan dua dari mereka mengacungkan tangan "Aku bisa tuan muda"


"Ya aku juga bisa"


"Baiklah kalau begitu, kalian berdua tunggu di sini dan bersiap" ucap jagat.


Andi pun menyerahkan kunci mobil kepada mereka berdua kemudian jagat melanjutkan "Nanti kalian berdua menarik perhatian murid Ki Maja yang sedang berjaga, dan sisanya kami akan masuk ke dalam karena di dalam juga banyak orang"


Salah satu dari bodyguard itu bertanya "Setelah menarik perhatian apa yang musti kami lakukan ?"


"Kalau terjadi bentrokan kalian berdua lawan saja, tetapi kalau tidak kalian berdua cepat kembali ke mobil" ucap jagat yang memberi perintah.


Mereka pun pergi ke gubuk yang di tuju sewaktu jagat meraga Sukma, dan benar saja di sana ada 2 orang murid dari Ki Maja yang sedang duduk di depan gubuk tersebut.


Jagat pun memberikan kode supaya kedua bodyguard itu maju terlebih dahulu untuk menarik perhatian supaya mereka pergi dari depan gubuk tersebut.


Mereka berdua pun mengangguk dan pergi menghampiri dua orang murid Ki Maja.


Bodyguard itu pun pura pura bertanya "maaf mas, boleh bertanya, kamar mandi di sebelah mana ya, aku mau numpang pipis"


Kedua murid Ki Maja pun saling melirik, bahkan alis mereka bergerak gerak.


"Di tempat ini tidak ada kamar mandi atau toilet non, paling sebelah sana ada toilet umum terbuka, kalau hanya untuk buang air kecil di sana juga bisa" jawab salah satu murid Ki Maja.


"Bisa di anter gak mas, takutnya aku tersesat, sekalian kalau mas mau pipis enak juga boleh kita barengan saja" ucap salah satu bodyguard sambil mengedipkan mata genit


Dengan terpaksa bodyguard satunya lagi mengangguk dan tersenyum "Iya mas ayo anter biar kita berdua berdua gitu"


"Cih.... Nesti ternyata dia juga sama satu frekuensi dengan ku" gumam bodyguard yang bernama Widi.


Namanya juga lelaki, apa lagi mereka itu lelaki hidung belang, bisa di katakan mereka itu seperti kucing yang di kasih ikan, dengan semangat mereka pun mengangguk.


"I...iya kalau begitu ayo ....." Ucap kompak murid Ki Maja.


Widi dan Nesti pun segera menggandeng tangan mereka dan pergi meninggalkan gubuk tersebut untuk pergi ke toilet umum terbuka.


"Mereka pergi ayo kita masuk" ajak jagat.


Mereka pun pergi dari persembunyian dan bergegas mendekati gubuk, jagat dan firman masuk ke dalam gubuk untuk mengambil guci tempat mengurung jiwa Eriska, sedang idhang dan Andi berada di luar.


Setelah jagat dan firman masuk ke dalam, mereka pun mencari guci tersebut, karena banyak sekali guci yang sama sehingga mereka pun menjadi bingung.


"Jagat, yang mana guci tempat mengurung jiwa Eriska, disini ada banyak sekali guci ?" Tanya firman.


Jagat pun tersenyum "gak usah repot-repot kita ambil saja semuanya"


Firman tersentak kaget "Apa semuanya, bagai mana caranya kita bisa membawa semua guci ini"


Firman berpikir bahwa mereka tidak akan bisa membawa semua guci tersebut karena banyak, bahkan kalau ada kain sarung dan di masukan ke sana semua maka tetap saja tidak akan terbawa semua.


Firman tidak berfikiran bahwa jagat memiliki cincin batu wulung Ireng yang dapat menampung semua benda untuk di masukan kedalam ya.


"Tenang saja paman, aku kan memiliki ini" ucap jagat sambil menunjukkan cincin batu wulung Ireng di jarinya.


Firman pun menepuk jidatnya sendiri "Oh iya....ya. Aku lupa"


Jagat pun memasukan semua guci itu kedalam cincin batu Wulung Ireng tanpa tersisa, tetapi di sana jagat memiliki keraguan, bahwa masih ada guci yang pasti telah di sembunyikan.


Jagat pun mengeluarkan Sekar dari cincin batu wulung Ireng tersebut "Sekar keluar lah, aku butuh bantuan mu"


Wuss....


Sekarang pun keluar dari dalam batu wulung Ireng "Iya mas, ada apa"


"Semua guci yang disini sudah aku masukkan ke dalam cincin batu wulung, tetapi aku ragu masih ada guci tersisa, aku takut bahwa guci yang di sembunyikan itu adalah guci yang isinya jiwa Eriska" jelas jagat kepada Sekar


Sekar pun mengangguk "Baiklah mas aku akan melihat benang gaib yang menghubungkan jiwa Eriska di mana berakhir"


Sekar pun menggunakan kekuatan matanya untuk melihat benang gaib milik Eriska dan ternyata dugaan jagat benar, benang gaib milik Eriska tidak terhubung masuk ke dalam cincin batu wulung, tetapi benang merah itu masuk ke dalam tanah.


Sekar pun menunjuk "Mas benang gaib masuk ke dalam tanah, sepertinya di bawah ada tempat penyimpanan"


Jagat dan firman pun segera menggulung tikar yang menutupi bagian bawah gubuk tersebut, dan ternyata ada 3 papan kayu yang menutupi lubang.


Mereka pun membongkar papan kayu itu dan terlihat ada beberapa guci lagi, ada sekitar 5 guci, dan guci yang menyimpan jiwa Eriska ada di bagian tengah.


Jagat pun memasukan guci lainnya kedalam cincin batu wulung dan memegang erat guci yang menyimpan jiwa Eriska.


"Ayo kita pulang" ajak jagat.


"Mas apakah guci itu tidak akan di masukkan ke dalam batu wulung ?" Tanya Sekar.


Jagat pun menggelengkan kepalanya "Tidak usah, aku saja yang akan membawanya sendiri"


Sekar pun mengangguk, karena tugasnya sudah selesai, maka Sekar pun kembali masuk kedalam cincin batu wulung.


***


* Bersambung