
Bab 236 Calon Bodyguard
Jagat yang sedang membersihkan pidato ke satpam yang ada di aula pun berbicara "Meskipun kalian semua sudah kami tempatkan di perusahaan lain, tetap saja kalian itu bekerja untuk perusahaan keamanan moeza bodyguard, dan kalian membawa nama baik moeza bodyguard.
Ingat jangan sampai kalian menyinggung perasaan pemilik dan keluar moeza bodyguard, untuk itu aku sudah menyiapkan siapa saja yang tidak boleh kalian singgung jika bertemu di kemudian hari, bahkan kalian harus memprioritaskan mereka, apa kalian mengerti"
Semua orang berkata secara serempak "Siap mengerti...."
"Aku akan mengirimkan Foto orang yang tidak boleh kalian singgung di mana pun itu dan setelah ini. Kalian yang akan di tempatkan silahkan meninggalkan tempat ini dan menuju aula sampai, karena pak Hadi sudah menunggu di sana.
Sedangkan para calon bodyguard tetap di tempat ini, kalian yang keluar tolong lipat kursi dan simpan di samping supaya aula ini bebas dari kursi"
Mereka pun berdiri dan melipat kursi mereka kemudian berbaris rapi untuk meninggalkan aula ini.
Tersisa 100 orang calon bodyguard, mereka orang yang bertugas untuk pengawalan pribadi dan siap melindungi majikannya nanti dan bahkan siap mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi majikannya tersebut.
Karena itulah tugas bodyguard. Dan bayaran mereka pun tidak murah, mungkin 3 sampai 5 kali lipat dari satpam biasa yang bertugas untuk menjaga toko atau gerbang perusahaan.
Jagat pun turun dari aula menuju ke 100 orang calon bodyguard, ada sekitar 20 orang wanita yang siap mempertaruhkan nyawa dalam pekerjaan ini.
Mereka kelihatannya kuat, karena salah satu syarat menjadi bodyguard yaitu memiliki kemampuan beladiri.
Jagat pun berbicara kepada mereka dengan sedikit merengkuhkan "Oh jadi kalian Calon bodyguard moeza bodyguard ini, apa menurut kalian, kalian itu kuat dan cocok menjadi bodyguard.
Kalian itu hanya sekumpulan orang lemah yang tergiur dengan banyaknya gaji yang di berikan oleh perusahaan kami"
Jagat pun menatap salah seorang dari mereka "Tidak menerima aku katakan kalian lemah, kalian mau marah, silahkan marah saja, kalau begitu aku tantang kalian semua untuk bertarung"
Jagat pun mengepalkan tinjunya "Ayo maju lawan aku kalau berani, apa kalian takut, kalau begitu kalian itu orang yang lemah"
Sengaja jagat memprovokasi mereka, itu juga supaya kekesalannya reda, karena amarah yang tidak tertahankan akibat Eriska di Culik dan sekarang belum ada kabar.
Jagat kembali membentak "Ayo maju dan lawan aku..."
Tadi jagat sudah mengatakan bahwa dirinya tidak boleh di singgung, tetapi dirinya sekarang memprovokasi calon bodyguard.
Mereka sebenarnya marah dan ingin menghajar jagat, tetapi mereka menahan emosi mereka, karena kalau mereka menyinggung jagat maka pekerjaannya tidak akan berlanjut.
"Oh jadi kalian tidak berani, baiklah, untuk kali ini kalian boleh menyinggung ku dan menghajar ku kalau kalian mampu"
Kemudian jagat pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompet, dia mengambil 10 lembar uang kertas berwarna merah.
Jagat pun meletakkan uang kertas itu di atas podium "Itu ada 1 juta rupiah, siapa pun dari kalian yang dapat memukul wajah ku, berhak mendapatkan uang tersebut"
Mereka pun saling menatap, mereka tidak berani meskipun sudah ada uang yang di berikan kalau bisa memukul wajah jagat.
Mereka pun melirik ke arah Irvan, Radit dan Aksan, mereka adalah trio jago yang melatih mereka di moeza bodyguard ini.
Mereka pun mengangguk dan salah seorang dari mereka mempersilahkan mereka untuk menyerang jagat, tetapi mereka semua ragu.
Kemudian jagat mengeluarkan 3 lembar uang kertas berwarna merah lagi "Aku akan berikan 100 ribu untuk 3 orang pertama yang berani menyerang diriku"
Jagat pun mengibaskan uang kertas kewajahnya itu, disana salah satu calon bodyguard wanita yang sudah tidak tahan dan kesal karena direndahkan oleh jagat langsung berlari dan menerjang.
Hiat ....
Wanita itu menendang sambil melompat sehingga tendangannya itu tidak menyentuh tanah.
Jagat pun menyeringai, dia menghindari tendangan tersebut dan di balas dengan tendangan berputar oleh jagat.
Brak....
Tendangan itu telak mengenai dada wanita itu, beruntung kedua tangan wanita itu berada di depan dada sehingga serangan jagat tidak vatal dan dia hanya terpental kedekatan podium.
Hiat ....
Dua orang wanita lagi menyerang jagat dengan pukulan dan tendangan, semuanya mengarah ke kepala jagat karena apabila bisa memukul wajah jagat, bukan hanya uang 100 ribu tetapi juga akan dapat 1 juta
Tetapi jagat berhasil menghindar dan menyerang balik hingga mereka pun tersungkur dan menubruk dinding.
Disana jagat melemparkan uang kertas kepada ketiga orang yang tadi menyerangnya.
Uang kertas itu berputar seperti suriken yang di lemparkan ninja kemudian menancap di samping telinga mereka.
Mereka pun kaget karena apa bila uang kertas itu mengenai wajah mereka maka mereka akan tersayat oleh uang kertas tersebut.
Dan setelah menancap di dinding, uang itu kembali seperti uang kertas pada umumnya.
"Ambillah uang itu, karena kalian sudah menyerang ku" ucap jagat
Jagat tidak berbohong tadi, 3 orang yang menyerangnya akan langsung di berikan uang dan dia langsung memberikannya.
"Ayo siapa lagi, hanya tinggal 1 juta rupiah siapa pun yang bisa memukul wajah ku" ucap jagat sambil merentangkan kedua tangannya.
Di sana Irvan pun memberikan komando "Ayo serang jangan ragu"
Mendengar perintah dari Irvan, mereka pun menjadi semangat dan hendak menyerang jagat dari berbagai arah.
Para satpam sebenarnya belum keluar semuanya dan sebagian menonton adegan ini di pinggir aula.
Mereka tidak menyangka bahwa owner perusahaan keamanan moeza bodyguard berani menantang 100 orang sendirian.
Mereka pun menutup mulutnya karena ngeri melihat jagat di keroyok oleh calon bodyguard.
Bahkan ada yang menutup matanya dengan tangan sambil mengintip di sela sela jari.
Bak....Buk....Bak....Buk....
Lima menit kemudian hampir semua orang tumbang, ada yang tangan dan kakinya terkilir, ada juga yang pingsan dan banyak lainnya yang cedera dan tidak bisa bangun untuk kembali menyerang.
Para satpam itu tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, hampir 100 orang tumbang hanya dalam 5 menit saja.
Dan mereka berpikir apakah tuan muda Arya pemilik perusahaan keamanan moeza bodyguard ini masih manusia atau bukan.
Jagat pun menepuk baju dengan tangannya menghilang debu yang menempel "Cih Lemah, paling juga kalian hanya bisa mengalahkan 2 ekor kecoa saja dengan keahlian beladiri seperti ini"
Jagat menepuk bajunya sambil menunduk, dia tidak tahu bahwa ada 10 orang lagi yang belum menyerang dirinya.
Ke 10 orang itu menunggu giliran bertarung karena mereka tidak mau menyerang jagat dengan cara seperti itu.
Ada 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan yang berdiri dengan tangan sedekap di depan dada.
Jagat sedikit terkejut, karena dia kira sudah semua orang dia bantai dan ternyata ada 10 orang lagi.
Kemudian salah satu dari mereka pun berjalan mendekat jagat dan kemudian memberi salam dengan menempelkan dua telapak tangannya di depan dada.
"Nama Ku Darmawan, Panggilan sehari hari Darma, Aku dari perguruan pencak silat Gunung Lawu, mohon bimbingannya" ucap Calon bodyguard yang mengaku bernama Darmawan atau Darma.
Dia pun langsung memposisikan diri dengan kuda kuda siaga dan siap bertarung melawan jagat.
Jagat pun tersenyum "Oh ternyata ada orang kuat, baiklah ayo maju dan hadapi aku.
Wuss....
Darma menyerang dengan jurus pencak silatnya dan jagat pun menahan setiap serangan tersebut.
Serangan itu sangat mematikan kalau melawan orang biasa, karena serangan Darma langsung menyerang titik vital dengan akurat.
Tetapi jagat bisa menghindari dan menepis Semua serangan tersebut, dan dia pun tidak terkena sedikitpun serangan dari Darma.
"Beladiri mu, sangat bagus Sepertinya kamu sudah berada di tahap master tingkat lanjut, tetapi itu belum cukup untuk menghadapi ku" ucap jagat.
Kemudian dia pun melanjutkan "Dari tadi kamu terus menyerang, sekarang giliran ku untuk menyerang"
Jagat pun melakukan serangan balik dan Darma pun berusaha menangkis serangan balik dari jagat, tetapi Darma tidak bisa mengimbangi kecepatan menyerang jagat sehingga dia pun terpental dan menubruk dinding.
Brak ....
Jagat menunjuk ke arah 9 orang yang tersisa "Ayo mau maju bersama sama atau bergiliran"
Kemudian dua orang pun maju mereka pun memperkenalkan dirinya "Tuan Muda, perkenalkan nama ku galih"
"Nama ku Kurnia, mohon bimbingannya"
Mereka tidak menyebutkan nama perguruan mereka tetapi mereka langsung bergerak melompat ke sana ke mari seperti seekor monyet.
***
* Bersambung