Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 186 Sleeping beauty


Bab 186 Sleeping beauty


Hari sudah gelap sekitar jam 18:30 wib jagat janji bertemu temannya yang bernama Gifari di restoran hotel Arssad.


Bukan hanya itu jagat juga punya janji dengan seorang paranormal yang hendak membeli daster kuntilanak dara.


Dan janji lainnya adalah bertemu dengan pak Adi Sucipto yang akan melakukan terapi pengobatan yang kedua kalinya.


Sofy dan Elis pun masuk ke dalam restoran hotel, tetapi di sana sofy menghentikan Elis untuk melangkah lebih lanjut.


Sofy melakukan itu karena di kursi yang ada di depannya itu terlihat ada laki laki yang mereka kenal sedang duduk sendiri.


Elis pun berbalik dan bertanya "Apaan sih ko kamu menarik ku"


Sofy pun menunjuk ke arah kursi dengan memanyunkan bibirnya "Tuh, Lihat yang duduk di sana apakah itu dokter Dian"


Elis pun langsung menengok dan mengangguk "iya itu dokter Dian, kenapa dia ada di sini?"


"Entahlah, ayo kita samperin" ajak sofy


Kemudian Elis dan Sofy pun mendatangi dokter Dian "Hai dokter Dian kenapa kamu ada di kota ini"


Mendengar ada orang yang menyapa dokter Dian pun terperangah, dia pun menengok ke sumber suara.


"Hai dokter sofy, suster Elis. Kenapa kalian berdua juga ada di tempat ini ?" tanya balik dokter Dian dengan gerakan tangan yang gemulai.


Dokter Dian adalah salah satu dokter laki-laki di divisi khusus rumah sakit Wijaya, tetapi gerak gerik nya seperti manusia tulang lunak yang lemah gemulai.


Dia mudah berteman dengan siapa saja baik laki laki maupun perempuan, dia baik dan tidak memandang orang kaya atau miskin. Dia tidak pilih pilih untuk berteman dengan siapa pun.


"Eh di tanya malah tanya balik" ucap Sofy.


"Ih dokter sofy, aku kesini sudah rutin hampir setiap 2 Minggu sekali untuk mengantarkan istri ku bertugas" jawab dokter Dian.


Sofy dan Elis pun kaget "Apa mengantar istri bertugas"


Dokter Dian mengangguk mengiyakan ucapan mereka.


Dokter Dian tidak pernah bercerita tentang dirinya pribadi, orang lain tahu dokter Dian tidak memiliki istri, dan karena tingkah lakunya seperti perempuan, orang lain kira dokter Dian itu seorang gay.


Tetapi kenyataannya hari ini, sofy dan Elis tahu bahwa dokter Dian memiliki seorang istri yang sedang bertugas di tempat ini dan dokter dia sedang menunggu istrinya.


Kemudian dokter Dian bertanya "sekarang jawab pertanyaan ku, kenapa kalian berdua ada di sini"


Sofy dan Elis pun terkekeh bersama "hehehe...."


Di sana pun tiba-tiba jagat muncul dari pintu masuk dan Sofy pun mengangkat tangannya untuk memanggil jagat.


"Ay di sebelah sini" teriak sofy


Jagat pun berjalan menuju mereka, sebenarnya jagat sedikit kaget karena ada satu laki laki yang duduk satu meja dengan Sofy dan Elis.


Jagat pun menyeliksik dan menyipitkan matanya, dia menebak siapa laki laki yang duduk dengan memunggunginya tersebut.


Mendengar ucapan sofy dokter Dian pun langsung menoleh ke arah belakang.


"Eh ternyata ada dokter jagat" sapa dokter Dian.


Jagat pun tersenyum "Dokter Dian, sedang apa di hotel ini, apakah sedang liburan ?"


Jagat menghampiri kemudian berjabat tangan dengan dokter Dian, dan kemudian jagat pun duduk.


Jagat dapat menebak siapa istri dari dokter Dian yang bekerja di hotel Arssad pusat, yang sering bepergian ke luar kota.


Dia adalah kepala Humas sekaligus wakil direktur hotel Arssad, tetapi jagat pura pura tidak tahu dan hanya memuji dokter Dian.


"Wah hebat ya dokter Dian, kamu suami idaman, bahkan istri sedang dinas di luar kota di dampingi langsung" puji jagat.


Kalau orang lain di puji seperti itu mungkin mereka akan senang, tetapi beda dengan dokter Dian, dia malah mengeluh.


"Ini juga terpaksa, gaji istri ku lebih besar dari aku sendiri, kalau bukan demi pekerjaan istri ku, aku tidak akan mau ikut seperti ini" keluh dokter Dian.


Dia pun menghela nafas kemudian melanjutkan bicaranya "sebenarnya aku takut terjadi sesuatu kepada istri ku, kalau dia berangkat sendiri, apa lagi di hotel cabang ini terdengar rumor bahwa kepala cabang sering melakukan pelecehan terhadap karyawan wanitanya dan kabar yang paling mengerikan adalah semua orang yang di lecehkan tidak berani melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib...."


Jagat, sofy dan Elis mendengarkan curhatan dokter Dian yang panjang lebar, dia bahkan membiarkan bahwa istrinya pernah hamil, tetapi keguguran karena harus bertugas keluar kota di umur kandungan yang masih muda.


Dia juga khawatir dengan kondisi istrinya yang semakin lama menunjukkan penurunan kekebalan tubuh.


Dokter Dian juga menyadari bahwa mungkin karena akibat masuk angin dan perjalanan jauh, sehingga dirinya mendampingi untuk memperhatikan kesehatannya.


Dokter Dian pun selalu memberikan suplemen makanan kepada istrinya itu, supaya badannya Tetap fit, dan mengatur waktu supaya istri nya itu dapat beristirahat dengan baik.


Dokter Dian juga khawatir dia tidak bisa memiliki seorang anak kalau istrinya terus bekerja seperti ini, tetapi ini karena untuk membantu pengobatan mertuanya yang sedang sakit dan butuh biaya banyak untuk pengobatan.


Jagat pun bertanya "Kamu kan seorang dokter, apa tidak tahu penyakit apa yang di derita mertua mu itu ?"


Dokter Dian menggelengkan kepalanya "Sudah di cek di rumah sakit penyakit yang di derita ibu mertua tidak di ketahui, bahkan dengan penglihatan spritual ku tidak ada santet yang di dapat di tubuh ibu mertua ku"


"Memangnya bagai mana kondisi dari ibu mertua dokter Dian ?" Tanya Sofy


"Kondisi ibu mertua. Orang kesehatan bilang di sebut Sleeping beauty, dia tidur dan tidak bangun bangun, dia tidak mati dan juga tidak hidup, sepanjang hari terbaring di tempat tidur" jawab dokter Dian.


Elis ikut bertanya "sudah berapa lama kejadian itu ?"


"Kejadian itu sudah 2 tahun yang lalu, ibu mertua bisa hidup sampai sekarang karena di tunjang oleh peralatan medis" jawab dokter Dian.


Kemudian jagat pun bertanya kembali "Bagai mana awal kejadiannya"


Dokter Dian pun menjelaskan bahwa ibu mertua adalah seorang peneliti tanaman obat herbal, 2 tahun yang lalu dia menemukan bahwa ada tanaman obat herbal yang bisa mengobati kanker.


Setelah di teliti, memang benar bahwa tanaman itu besa menghancurkan sel kanker tetapi sepulang dari pekerjaannya.


Tidak ada keanehan dan ibu mertua pun beristirahat tetapi keesokan harinya dirinya tidak bisa di bangunkan. Meskipun dengan berbagai cara tetap saja tidak bangun bangun.


Dokter ahli mengira bahwa penyakit sleeping beauty ini di sebabkan oleh serang seperti lalat yang lebih besar.


Setelah di periksa ibu mertua tidak terjangkit bakteri yang di sebabkan oleh gigitan lalat tersebut, sehingga penyakit ibu mertua masih misterius.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna