Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 50 Jimat Kontrak Darah


Bab 50 Jimat Kontrak Darah


"Sialan kamu jagat, aku tidak bisa memanggil dan memakai kekuatan Leluhur" kesal Arman.


Jagat tersenyum mendengar perkataan Arman yang kesal "Gunakan kekuatan diri sendiri, kalau kamu tidak mampu bilang saja, aku akan membantu mu"


Arman tetap menolaknya "tidak usah aku bisa mengalahkan siluman harimau ini dengan kekuatan ku"


Arman kembali menerjang dan menyerang siluman harimau itu, meskipun level bintang 4, siluman harimau itu cukup tangguh untuk di hadapi, tetapi tidak untuk jagat.


Siluman level bintang 4 bagi jagat hanyalah seekor serangga, karena level bintang 4 masih masuk ke level rendah, sedangkan jagat sering menaklukan makhluk astral di atas level bintang 6 atau level pertengahan.


Secara tidak langsung jagat pun ingin membantu Arman yang kewalahan melawan siluman harimau, jagat mengeluarkan 2 kartu Arwah dan mengaktifkan kartu tersebut sehingga makhluk astral yang ada di kartu Arwah keluar.


Ke 2 makhluk astral yang keluar itu langsung berlutut di hadapan jagat yang sedang duduk santai melihat pertarungan Arman.


"Yang mulia Raja Serigala Putih, Apakah ada tugas untuk kami berdua" ucap salah satu makhluk astral yang di keluarkan jagat dari kartu Arwah.


"Bangunlah, tugas kalian hanya membantu bila teman ku yang sedang bertarung dengan siluman harimau itu sudah tidak berdaya lagi" perintah jagat


"Baiklah yang mulia Raja serigala putih" ucap makhluk itu


Jagat di panggil sebagai Raja serigala putih, itu hanyalah julukan yang di berikan oleh Ratu penguasa gunung moeza di hutan larangan.


Ratu siluman Serigala yang menguasai hutan larangan gunung moeza, memberikan gelar raja serigala putih karena jagat sudah di anggap sebagai anaknya sendiri.


Dan makhluk yang di keluarkan dari kartu Arwah itu adalah 2 siluman serigala tingkat prajurit dengan level bintang 6.


Para siluman serigala itu pun tersenyum dan berkata kepada jagat "Hanya siluman harimau tingkat rendah, aku sendirian juga bisa menanganinya yang Mulia raja"


"Sudahlah lihat saja Siapa pun yang akan turun tangan itu terserah kalian" ucap jagat.


Siluman harimau melihat siluman serigala yang kekuatannya lebih tinggi dari pada dirinya menjadi gemetar dan tidak fokus bertarung melawan Arman, dia pun mendapatkan beberapa serangan telak.


Dan terhuyung kebelakang hingga akhirnya jatuh tersungkur, siluman harimau itu segera bangkit kembali tetapi dia tidak menyerang kembali Arman, malahan siluman harimau itu berlutut dan merapatkan kedua tangannya untuk menyembah.


"Ampun aku menyerah" ucap siluman harimau itu.


Arman yang masih engos engosan karena kecapean tersenyum lebar kemudian dia tertawa "Hahaha.... Kalau kamu menyerah maka jadilah anak buah ku, patuh dan taati lah segala perintah ku"


Siluman harimau itu pun mengangguk "Baik tuan ku, aku akan mematuhi segala perintah ku"


Arman pun berbalik untuk membanggakan diri kepada jagat, ketika dia membalikkan badannya dia pun terkejut melihat siluman serigala yang berdiri di samping kanan dan kiri jagat sambil menyilangkan tangan di depan dada.


Kepercayaan diri Arman sangat tinggi meskipun terkejut dia pura pura biasa saja dengan bangga dia menepuk dadanya sendiri "lihatlah Aku berhasil mengalahkan siluman harimau itu tanpa bantuan mu"


Jagat tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya "Bagus kalau begitu berarti kamu hebat"


Jagat berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Arman sambil mengeluarkan kertas berwarna kuning segi empat seukuran uang kertas yang sudah ada ukiran dan tulisan seperti Formasi dan segel sihir.


Arman kebetulan menyeka dahinya yang berdarah karena terbentur meja, tetesan darah menempel di jarinya, kemudian jagat meraih tangan Arman dan menggoreskan darah Arman yang ada di tangannya ke kertas kuning tersebut.


Arman hanya melihat tidak berani bertanya untuk apa darahnya di tempelkan ke kertas yang jagat pegang, kemudian jagat memberikan kertas kuning itu kepada Arman.


"Tempelkan jimat ini kedahi siluman harimau itu" pinta jagat.


Arman mengambil kertas kuning yang di sebut jagat sebagai jimat, dengan ada bercak dirinya di dalam kertas jimat itu.


Setelah kertas jimat itu menempel, jagat langsung berucap "Aktifkan kertas jimat"


Kertas jimat itu seketika terbakar dan hilang menjadi asap putih, tetapi asap putih itu tidak langsung menghilang tetapi berputar di kepala siluman harimau tersebut, kemudian turun ke leher, asap itu mengelilingi leher siluman harimau dan lambat laun asap berubah bentuk menjadi kalung di leher siluman harimau.


Setelah kejadian itu barulah Arman bertanya "kenapa jimat itu berubah menjadi asap dan kemudian menjadi kalung yang melingkar di leher siluman harimau"


"Itu jimat pengikat, di sebut juga jimat kontrak Darah, supaya makhluk astral yang kamu jadikan anak buah tidak berkhianat, dan apa bila tidak mematuhi perintah mu maka kalung yang ada di lehernya akan mengencang dan mencekiknya sampai mati" jelas jagat.


Arman pun menepuk pundak jagat "Orang yang di anggap sebagai orang biasa ternyata Kamu orang yang memang hebat, berarti mereka tidak bisa melihat aura mu karena kekuatan mereka tidak sehebat kamu"


Jagat tersenyum mendengar pujian dari Arman "Bukan aku yang hebat, tetapi mereka yang merasa paling hebat.


Kemudian Arman bertanya tentang sosok 2 makhluk astral yang sekarang ada di belakang jagat, sosok siluman serigala yang sedang menyilangkan tangan di depan dada.


"Apa mereka berdua anak buah mu" tanya Arman.


Jagat mengangguk "mereka para pengawal ku" kemudian jagat berbicara kepada kedua siluman serigala itu "Sudah selesai kembali masuk"


Kedua siluman serigala itu mengangguk "baik yang mulia" siluman serigala itu pun berubah menjadi asap putih dan kemudian bergerak masuk kedalam kartu Arwah yang ada di saku celananya.


Arman pun tidak mau kalah dia mengambil toples kecil dari saku celananya pemberian dari jagat dan membuka tutup karet yang menempel di toples tersebut.


"Siluman harimau bangun lah, sekarang aku akan memanggil kamu dengan nama Bahu Wirya, dengan panggilan Wirya" ucap Arman yang memberi nama kepada siluman harimau tersebut dengan nama Bahu Wirya.


Jagat pun merogoh benda bulat yang ada di tasnya kemudian melemparkannya ke Bahu Wirya "Ini hadiah dari ku, karena kamu bersedia menjadi anak buah sahabat ku" ucap jagat.


Bahu Wirya menangkap benda bulat tersebut, kemudian dia melihatnya "ini Apel Jin " Bahu Wirya merasa senang kemudian dia membungkukan badannya "Terima kasih tuan"


Arman pun ikut mengucapkan terima kasih "Terima kasih kamu sudah memberikan hadiah kepada anak buah ku"


"Sama sama, itu hadiah yang biasa saja bukan barang mewah" ucap jagat.


Kemudian Arman pun memerintahkan kepada Bahu Wirya untuk masuk kedalam toples yang dia pegang. "Wirya masuklah kedalam toples ini kalau aku membutuhkan mu, aku akan memanggil kamu"


Bahu Wirya pun mengangguk "Baiklah tuan ku" Bahu Wirya pun berubah menjadi asap dan kemudian masuk kedalam toples kecil yang di pegang oleh Arman.


Jagat membuka barier pelindung kembali karena penakluk siluman harimau sudah selesai.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, sehingga jagat harus kembali pulang.


"Arman aku pamit pulang ya, selamat jaga malam" ucap jagat sambil keluar dari ruangan tersebut.


"Terima kasih jagat kamu telah membantu ku" jawab Arman sambil tersenyum menatap kepergian jagat.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna