
Bab 244 Tidak Mau Tunduk kepada Jagat
Jagat dan kakek badar pun menyusun rencana untuk membebaskan Eriska, dan orang orang yang jagat perintahkan sudah menghubungi jagat.
Mereka sudah berada di perguruan pencak silat kidang Pananjung dan memantau tempat tersebut.
Di sana relatif sepi, dan hanya ada beberapa orang, dan bahkan bodyguard wanita berpura pura menanyakan Ki Maja untuk berkonsultasi dan mereka menjawab bahwa Ki Maja tidak ada di tempat.
Mereka sedang berada di hotel melati kabupaten selatan daerah tengah, untuk mempersiapkan pertandingan.
Dengan informasi itu mereka pun melaporkan kepada jagat dan di pantau juga oleh jaya, bodyguard yang memiliki ilmu mengendalikan arwah.
Dengan bertanya kepada hantu yang ada di sana, dan memang tidak ada wanita yang di sekap untuk sekarang ini.
Tetapi kemarin lusa mereka memang membawa seorang wanita pergi dari perguruan silat ini, yang berarti sekarang Eriska sedang berada bersama mereka di hotel melati.
"Ada apa mas say ?" Tanya Elis.
"Eriska ada di hotel melati di kabupaten selatan" jawab jagat.
"Sayang sekali hotel melati banyak di kabupaten selatan, bahkan saling berdekatan, coba tanyakan hotel melati berapa, aku tahu daerah Seroja. Hotel melati banyak menjamur di daerah Seroja apa lagi dekat rumah sakit umum Seroja" ucap Sofy
Kemudian jagat pun menghubungi kembali Arkam dan dia pun mengatakan bahwa mereka ada di hotel melati 2.
"Oh hotel melati 2 ya, itu di jalan cincin dekat gerbang tol Seroja" ucap Sofy.
"Suruh mereka pulang, aku akan menyuruh Alex untuk memantau hotel melati 2" ucap kakek badar.
Jagat pun menyuruh para bodyguard untuk kembali dan bersiap di club malam pesona sedangkan kakek badar menghubungi Alex supaya mencari informasi di hotel melati 2.
Alex merupakan sumber informasi bagi kakek badar dia telah membentuk jaringan informasi seperti badan intelijen di bawah tanah.
Dan sekarang saatnya menggunakan jaringan tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai Eriska yang di culik.
Beberapa menit kemudian Alex menelpon kembali kakek badar, dia mengatakan bahwa memang kelompok Ki Maja menginap di hotel tersebut bersama 10 orang anak buahnya termasuk Cakra dan Eriska.
"Baiklah nanti malam aku akan mengambil kembali Eriska dari mereka" ucap jagat yang semangat.
*
Tidak terasa malam pun tiba, jagat mengajak Elis dan Sofy untuk pergi ke club malam pesona.
Mereka pun sampai di sana dengan memakai mobil milik jagat, dan orang orang sudah menunggu di ruangan rapat.
Di sana Akram menyambut jagat "Tuan muda, semua sudah berkumpul"
"Apa kak Andi sudah datang ?" Tanya jagat.
"Oh dia sedang berada di ruangan pribadi, kalau begitu aku akan panggil kak Andi sekarang" jawab Akram.
Jagat pun masuk ke ruangan rapat di lantai atas dan mereka pun menyambut jagat "Selamat datang tuan muda"
Mereka berdiri sambil membungkukkan badannya, tetapi orang orang dari geng Beruang Hitam bingung karena baru melihat jagat, sehingga mereka hanya terdiam saja.
Setelah jagat masuk dan duduk, Andi pun masuk bersama 10 orang anak buahnya "Maaf kan aku karena terlambat.
Jagat tersenyum dan berdiri lalu memeluk Andi "Kak Andi, maaf karena harus menyuruh mu datang kemari"
"Tidak apa-apa, aku datang seperti kakak untuk adiknya " jawab Andi.
"Silahkan duduk" jagat pun mempersilakan.
Andi duduk di samping jagat, sedangkan sofy dan Elis duduk di belakangnya dan anak buahnya Andi pun mencari kursi kosong untuk dia duduk.
Mereka takut bahwa ini kebanyakan dan mereka akan di habisi di tempat ini, seperti yang di lakukan Danu yang membantai sebagian pemimpin pilar.
Ruangan pun sedikit gaduh dengan adanya obrolan kecil di antara mereka, ada sekitar 20 orang pemimpin dan wakil pilar dari geng Beruang Hitam yang masih setia kepada bang Anton sebagai pemimpin geng Beruang Hitam terdahulu.
Kemudian disana Irvan berbicara "Tolong perhatiannya, aku di sini mewakili Bang Anton memanggil kalian untuk datang ke tempat ini"
Mereka pun langsung diam tidak bersuara lagi, ke 10 bodyguard yang diperintahkan oleh jagat berdiri di belakang pra pilar geng beruang hitam.
Irvan pun melanjutkan "Sebelumnya ada beberapa hal yang akan aku umumkan, yang pertama aku akan memperkenalkan Pemimpin tertinggi Geng Beruang Hitam yang baru,
Bang Anton sudah menyerahkan sepenuhnya geng Beruang Hitam sepenuhnya dan menyerahkan pengelolaan club malam pesona ini kepada beliau.
Perkenalkan ini adalah tuan muda Arssad tuan dan pemimpin baru geng Beruang Hitam"
Jagat pun berdiri dan mengangguk sambil tersenyum, dia pun memperkenalkan dirinya sendiri "Perkenalkan Nama asli Ku Arya Sandi Sandjaya orang yang bekerja kepada ku selalu menyingkat nama ku dengan sebutan tuan muda Arssad, tetapi teman teman ku sering menyebut dengan nama panggilan jagat, aku mohon kerja samanya"
Kemudian Irvan melanjutkan "Dan sebelah tuan muda Arssad, kalian semua mungkin sudah pada mengenalnya, beliau adalah Kak Andi Ketua dari geng Serigala dari kota Timur"
Andi pun berdiri dan menyapa mereka "Halo teman teman geng Beruang Hitam, bagai mana kabar kalian, pasti tidak baik baik saja"
Andi menyeringai seperti meledek mereka orang orang dari geng Beruang Hitam.
Kemudian salah seorang dari mereka pun bertanya "Apa benar Bos Anton menyerahkan kepemimpinan dari geng Beruang Hitam kepada seorang anak muda yang masih bau kencur dan belum berpengalaman, aku tidak percaya kalau tidak mendengar langsung dari Bos Anton"
Kemudian ke 20 orang dari geng Beruang Hitam itu pun mengiyakan ucapan dari salah satu dari mereka.
"Ya kami tidak percaya, apa buktinya kalau bos Anton menyerahkan geng Beruang Hitam kepada seorang pemuda yang masih mentah"
"Aku tidak akan tunduk kepada orang yang tidak kompeten, aku yakin kami hanya akan di manfaatkan oleh geng serigala untuk memperoleh keuntungan"
Hampir semua orang protes dan tidak setuju geng Beruang Hitam di pimpin oleh jagat dan mereka tidak mau tunduk kepada jagat.
Kemudian Irvan pun berbicara "Aku yakin di antara kalian ada yang melihat club malam pesona ini di serang oleh Exs beruang hitam pimpin Danu.
Mereka ingin menghabisi bang Anton, tetapi apa yang terjadi, mereka babak belur oleh kami para bodyguard hotel Arssad.
Mereka kami patahkan tangan dan kakinya kembali kami buang di gang depan club ini, aku tahu kalian berpura pura menjadi pengunjung dan melihatnya.
Bagai mana kami membantu bang Anton untuk mempertahankan club' malam ini dan tuan muda kami melindungi bang Anton di hotel Arssad.
Bahkan geng shooting gun dan exs beruang hitam, berani menyerang hotel Arssad, sampai anak anak dari geng serigala dan para bodyguard membantu melawan mereka semua"
Kemudian di sana Andi pun turut Berbicara "Jika kalian tidak mau di pimpin oleh adik ku, bersiap lah kalian untuk pensiun karena mungkin kami lah yang akan turun dan menguasai wilayah pusat kota ini"
Salah seorang dari mereka pun menunjuk Andi "Hai apakah kamu mengancam kami"
Jagat pun menghentikan Andi ketika ingin berbicara kembali "Sudahlah kak, aku tidak mau memaksa orang"
Kemudian jagat menatap semua orang yang berasal dari geng Beruang Hitam "Aku tahu di antara kalian tidak akan menerima ku menjadi pemimpin, kalau begitu, yang menolak ku menjadi pemimpin kalian silahkan pergi dari sini, aku jamin kalian akan pergi dengan selamat, tetapi di kemudian hari jika kalian berlutut dan memohon untuk menjadi anak buah ku, maka aku tidak akan menerima kalian dan setelah pergi dari sini jangan pakai nama beruang hitam lagi karena geng Beruang Hitam milik ku sekarang"
Beberapa orang pun pergi dari ruangan tersebut, mereka yang pergi adalah para senior yang menginginkan dirinya sendiri yang menjadi pemimpin geng Beruang Hitam.
Mereka tidak puas dengan keputusan bahwa jagat yang menjadi pimpinan geng, mereka pun berniat membentuk geng sendiri di kemudian hari karena mereka juga memiliki banyak anak buah di belakang.
Ada sekitar 5 orang yang keluar dan sisanya masih duduk di kursi, dan sebelum ke 5 orang itu membuka pintu keluar jagat berbicara "Setelah keluar dari tempat ini, kalian menjadi musuh geng Beruang Hitam ku, bersiap lah jika suatu hari daerah tempat mencari nafkah kalian kami ambil alih"
Ancaman itu tidak membuat mereka takut dan mereka pun pergi dari ruangan ini tanpa berbicara sepatah katapun.
***
* Bersambung