
Bab 112 Jawara Kampung
Setelah jagat meninggalkan rumah kontrakan itu jagat seperti biasa, dia mampir ke warung Ceu Rodiah.
"Ceu seperti biasa mie instan Pake telor plus sayur ya, dan kopi hitam nya" pinta jagat.
Ceu Rodiah yang sedari tadi tidak sadar jagat sedang duduk di bangku depan, dia pun tersentak kaget ketika mendengar suara jagat.
"Aduh nak jagat kemana saja, sudah beberapa hari tidak mampir ke warung Ceu Ceu" ucap Ceu Rodiah sambil menghampiri jagat.
"Aku sibuk Ceu , kuliah sambil kerja juga" jawab jagat sambil memakan gorengan yang ada di meja.
Ceu Rodiah tersenyum dan menggoda "sibuk kerja atau sibuk Bersenang senang dengan 2 bidadari cantik"
"Masuk Ceu Ceu" tanya jagat.
Ceu Rodiah pun melambaikan tangannnya dan pergi ke dapur warung untuk membuatkan jagat mie telor plus sayur.
"Nanti saja ngobrolnya, Ceu Ceu siapin mie telor plus sayur dan kopi dulu" jawab Ceu Rodiah.
Setelah menunggu beberapa lama mie telor plus sayur pun jadi, Ceu Rodiah menyuguhkan mangkuk yang berisi mie tersebut dan segelas kopi hitam.
"Ini nak jagat, silahkan, selamat menikmati" ucap Ceu Rodiah.
Ceu Rodiah pun duduk di sebrang bangku jagat sehingga mereka berhadapan, dan Ceu Rodiah pun mengajak ngobrol jagat.
"Terima kasih loh nak jagat, berkat nak jagat, Ceu Ceu dan keluarga bisa menikmati makanan mahal dari hotel Arssad" ucap Ceu Rodiah.
"Oh itu, hehehe...., Itu tidak masalah karena asri sudah aku anggap sebagai adik sendiri" jagat menjawab sambil menyeringai dan mulut terisi penuh oleh mie yang dia makan.
"Eh apa benar, nak jagat ini pemilik hotel Arssad, Ceu Ceu tahu dari asri yang bercerita, bahkan kata asri selama di hotel Arssad kamu menginap di kamar hotel pribadi VVIP, apa itu benar" tanya selidik Ceu Rodiah.
"Hehehehe....apa Ceu Ceu percaya perkataan dari Asri, Dengan penampilan ku seperti ini" ucap jagat.
Ceu Rodiah menggaruk kepalanya, melihat jagat yang memakai pakaian murahan dan berpenampilan seperti orang biasa pada umumnya.
"Aku percaya kepada asri anak ku, secara kamu ini orangnya misterius, apa nak jagat ini sedang menyamar jadi orang miskin, atau sedang pura pura miskin seperti dalam cerita novel online yang sering Ceu Ceu baca.
Bahkan nak jagat ini, rela makan mie telor plus sayur buatan Ceu Ceu yang makanan murahan tidak seperti makanan hotel Arssad yang harga per porsi paling murah 500 ribu.
Dan Ceu Ceu pernah melihat KTP kamu dengan nama asli Arya Sandi Sandjaya, itu yang menjadi keyakinan Ceu Ceu bahwa kamu anak orang kaya Pemilik hotel Arssad tersebut, karena hotel itu nama inisial kamu.
Hotel Arssad yang kepanjangan dari Arya Sandi Sandjaya, apa Ceu Ceu benar"
Jagat tersenyum dan menempelkan jari telunjuk di bibirnya "Suut, Ceu Rodiah jangan cerita kepada siap siap, memang aku cucu pemilik hotel Arssad, dan kenapa aku menutupi jati diri sebagai jagat"
Jagat pun mulai bercerita kepada Ceu Rodiah dengan di bumbuhi sedikit kebohongan.
"Sebenarnya sudah lama hotel Arssad itu tidak kami kunjungi dan hotel itu hanya di pegang oleh orang kepercayaan kakek.
Sebenarnya aku seperti ini untuk, menutupi identitas ku, karena ada saingan bisnis yang mencoba untuk membunuh ku,
Sehingga saham di hotel Arssad harus rela di jual ke saingan bisnis, nah untuk menghindari hal itu dan untuk menemukan orang yang ingin membunuh ku, aku harus menjadi seperti ini"
Jagat bercerita panjang lebar kepada Ceu Rodiah, untuk menutupi jati dirinya dan terhindar dari pembunuhan saingan bisnis.
"Ternyata ngeri juga ya persaingan orang kaya itu, sampai main bunuh bubuhan gitu" ucap Ceu Rodiah bergidik.
Jagat tersenyum "iya Ceu, kalau mereka tidak bisa bersaing secara halus ya begitu, kadang aku juga sudah beberapa kali di datangi pereman tetapi aku masih bersyukur bisa selamat, dan untuk melindungi dari, sekarang aku sedang membuka perusahaan baru di bidang keamanan"
Ceu Rodiah pun penasaran "perusahaan di bidang keamanan itu maksudnya yayasan satpam ya"
"Ya iya tahu, karena dulu bapak pernah menjadi security, dan dia cukup pintar dalam bela diri, dulunya bapak juga salah satu jawara kampung" Ceu Rodiah membanggakan suaminya.
Jagat tidak percaya dan dia membelalakan matanya "Apa mang Maman jawara kampung, tapi kenapa dia berhenti jadi Satpam"
"Yayasan tempat dia bernaung bangkrut jadi semua satpam yang bernaung di yayasan itu terbengkalai dan bapak memilih bertani di lahannya pak Bambang" ucap Ceu Rodiah.
"Kalau mang Maman mau kerja jadi satpam lagi langsung aja ke hotel Arssad, bilang ingin bertemu dengan pak Hadi atas perintah aku, pasti Langsung di terima" ucap jagat.
Karena ngobrol sudah lama jagat pun pamit "berapa Ceu semuanya"
"Gak usah, itu semua gratis, karena kamarin saja asri bawa makanan yang total semuanya jutaan, ini cuman mie telor aja gak apa-apa" ucap Ceu Rodiah.
"Ah...Ceu Ceu kan lagi usaha, ini uang buat ini semua, kembaliannya buat Ceu Ceu aja, dan satu lagi besok suruh mang Maman untuk mengambil surpet ku di rumah kontrakan karena besok aku sudah pindah tidak di sini lagi" jagat pun bergegas pergi dan menaiki sepeda motornya.
*
Sesampainya di kampus Eriska sudah menunggu di tempat parkir, dia tersenyum kepada jagat dan sekarang dia tahu jadwal kuliah dari jagat sehingga tidak harus mencari kesana kemari lagi.
Eriska sekarang tahu bahwa jagat itu bukanlah Office Boy yang di kira oleh Cakra, tetapi dia dokter magang di rumah sakit Wijaya.
"Hai Jagat...." Sapa Eriska.
Seperti biasa Eriska di temani oleh ajudannya yang bernama Lina, melihat jagat dia memanyunkan bibirnya.
"Apa sih yang di suka dari pria miskin seperti dia Ka, lihat tuh bajunya juga murahan, motornya apalagi motor jadul, ingat ka kamu ini anak orang kaya, kok ingin memiliki pacar seperti dia" Lina mempengaruhi Eriska.
Lina tidak memiliki kesan baik untuk jagat, karena dia selalu menilai orang dari penampilan dan latar belakangnya.
Memang Lina juga anak orang kaya, tetapi hanya orang kaya biasa saja, sehingga selalu mengekor kepada Eriska supaya terlihat seperti anak konglomerat.
"Apaan sih Lin, suka suka aku kan, lebih baik kamu juga cari pacar, nanti kamu di anggap kambing conge loh kalau kita sedang berdua, dan tahu gak kalau kita dianggap pasangan lesbi oleh orang kampus" ucap Eriska sambil menyeringai.
"Ih apaan lesbi, aku masih normal tau, aku selama ini belum punya pacar karena nyari pacar yang kaya, bukan orang miskin seperti jagat" jawab Lina.
Pembicaraan mereka berhenti karena jagat menghampiri mereka "Tumben ada apa nih, kok tidak biasanya nunggu di parkiran seperti ini"
"Tidak... tidak ada apa apa, eh kamu tahu tidak kalau Cakra masuk ke dalam rumah sakit, katanya dia di pukuli, apa kamu yang melakukannya" tanya Eriska.
Jagat menggelengkan kepalanya "Ya tahu tapi bukan aku yang melakukannya seperti waktu itu, aku kan sedang bersama Elis dan Sofy kemarin, dia sempat memprovokasi aku tapi aku tidak merespon. Mungkin sama musuhnya yang lain, secara dia banyak musuhnya"
Eriska menganggukan kepalanya "bisa jadi sih, karena dia juga sudah banyak menyinggung orang banyak"
Eriska pun merangkul tangan jagat kemudian menariknya "ayo kita masuk kedalam bersama, ingat kamu pacaran ku sekarang, aku sudah bilang kan kemarin waktu di Club malam dan ingat jangan membantah"
Mau tidak mau jagat pun menuruti Eriska pergi bersamanya dan Lina terlihat tidak suka Eriska bersama jagat sehingga dia menghentakan kakinya.
"Pelet apa sih yang di pake jagat sehingga bisa meluluhkan hati Eriska yang sekeras batu" gumam Lina sambil mengikuti mereka dari belakang.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna