Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 275 Siap Nyonya Arssad


Bab 275 Siap Nyonya Arssad


Eriska sadar diri dia langsung duduk kembali, sudah beberapa hari Eriska tidak sadarkan diri dan baru kemarin dia siuman.


Meskipun sudah di berikan obat pemulihan dan banyak meminum air kelapa muda untuk mengembalikan cairan tubuh, Eriska masih belum 100% sehat.


Sekar yang dari tadi berdiri dia pun hendak pergi ke kamar jagat, tetapi dia juga kembali di cegah oleh Sofy "Sekar, mau kemana, sudah diam saja di sini bersama kami, sebentar lagi juga suami kita turun"


Sekar patuh dan dia pun kembali duduk di kursi yang sudah tersedia.


Kemudian kakek badar berkata "Ayo kita makan duluan, biarkan si anak nakal itu makan terakhir, kakek sudah lapar"


Mereka pun makan dengan lahap


"Elis, Minggu depan aku akan pergi ke kampung cisarati, apa kamu keberatan kalau ibu mu aku ajak ke tempat ini" kakek badar meminta ijin kepada Elis untuk mengajak ibunya.


Elis tersenyum "Akhirnya, kakek mengambil keputusan juga, aku tidak keberatan kek, malahan aku merasa senang"


Mendengar percakapan kakek badar dan Elis membuat orang di sekitarnya bingung, hanya sofy yang tahu mengenai kakek badar dan ibunya Elis.


"Cie.... Cie.... Nanti Elis tidak akan memanggil kakek lagi dong, tetapi ayah, Hahaha...." Sofy menggoda yang di akhiri tawa.


Eriska pun tersentak "Apa, ibunya Elis memiliki hubungan dengan kakek badar ?"


Sofy menjelaskan "iya, waktu muda kakek badar mengejar ibunya Elis, tetapi sayangnya ibunya Elis sudah di jodohkan, karena sekarang ibunya Elis sudah lama menjanda dan kakek badar sudah menjadi duda, maka...."


Sofy tidak melanjutkan karena dia langsung di dorong bahunya oleh Elis "Ih diam kamu, cepat habiskan makanan mu"


Elis berkata begitu karena wajah kakek badar sudah memerah karena malu. Elis pun memberikan kode kepada sofy dan Sofy pun mengerti.


"Maaf ya kek...." Sofy merapat kan kedua tangannya di depan dada.


Setelah mereka selesai makan jagat pun turun dari lantai 2 bersama Dias dan Dara.


Wajah Dias dan Dara sekarang seperti memiliki cahaya kehidupan, sekarang mereka sudah tidak pucat lagi dan sudah menjadi manusia seutuhnya karena sudah di berikan nutrisi oleh jagat.


Mereka menuruni tangga sambil tersenyum, sepertinya mereka sudah di berikan kebahagiaan oleh jagat.


Jagat menyapa semua dan menghampiri Eriska "Hai ka, bagai mana sekarang, apa sudah membaik"


Jagat tanpa ragu mencium kening Eriska yang di lihat langsung oleh kakek badar, kemudian jagat juga mencium kening Sekar dan barulah menyalami kakek badar.


"Hadeuh dasar anak nakal, membuat iri ku saja, jiwa jomblo ku meronta tahu" ucap kakek badar sambil menyambut uluran tangan jagat.


"Kalau merasa iri, cepat lamar ibu Elis, kek, biar kakek tidak merasa kepanasan melihat kemesraan kita semua" sofy menyindir sambil nyengir.


"Dasar cucu menantu, membuat aku bersemangat saja" jawab kakek badar.


Ucapan sofy malah menyemangati kakek badar supaya dia cepat pergi ke kampung cisarati untuk bertemu dengan pujaan hatinya yaitu nyai Danastri.


Setelah itu jagat duduk di kursi yang masih kosong, tetapi di sana ada yang merajuk "Kak kening ku kok tidak di dium sih, apa aku tidak cantik, seperti kakak kakak yang lain"


Jagat lupa di sana ada anak kecil lucu dan imut yang bernama Maya, jagat pun tersenyum dan kemudian menepuk jidatnya "Oh aku lupa maaf ya"


Jagat pun kembali bangkit dan kemudian mencium kening Maya kembali jagat mengusap kepalanya.


"Anak baik" puji jagat.


Maya pun tersenyum dan merasa senang karena di perlakukan sama seperti yang lainnya.


"Aku sudah makan, dan di depan ada banyak tamu yang ingin bertemu dengan ku, kalian lanjut makan saja" ucap kakek badar yang bangkit dari duduknya.


Kemudian kakek badar pun mengajak Maya "Hai nak ayo ikut kakek"


Kakek Badar, Maya dan Azuka pun keluar dari dalam ruang makan, kakek badar membiarkan jagat bersama dengan para wanitanya.


Wanita jagat yang sedang kumpul sekarang ada 6 orang di dalam satu meja makan yang besar dan jagat sekarang seperti Raja Harem yang di kelilingi wanita cantik.


Mereka pun melanjutkan makan.


Eriska membuka obrolan "kata mu, bilang bahwa jagat suami kita, apa kalian benar benar sudah menikah atau hanya kumpulan kebo"


Mendengar itu Elis dan Sofy tersenyum, Elis pun langsung menjawab "Aku istri pertama mas say, kami sudah menikah di kampung cisarati"


Kemudian sofy ikut menjawab "Aku di nikahi ay sehari sesudahnya, ya meskipun aku menikah dengan ay di acara nikahan masal, tetapi aku merasa sangat senang"


Mendengar perkataan dari Elis dan Sofy raut wajah Eriska pun menjadi berubah, keningnya sedikit menggerutu dan itu di sadari oleh Dias.


Dias yang pernah mendengar perkataan dari Eriska dulu, dia pun menghibur "Tentang saja kak, kak Eriska pernah berkata, walau pun bukan yang pertama, tapi harus jadi yang utama, mas jagat sampai kelimpungan waktu kak Eriska di Culik, itu artinya mas jagat sangat menyayangi kak Eriska"


Mendengar perkataan dari dias Eriska sedikit tersenyum dan hatinya sedikit lega.


Semua orang menganguk setuju bahkan sofy dan Elis mengiyakan ucapan dari Dias "Tenang saja, kamu itu nyonya Arssad yang sebenarnya, kami ini hanya istri jagat yang miskin dan sederhana"


Jagat tidak ikut berkomentar karena itu urusan para wanitanya, dia hanya fokus makan, karena masakan Dias ternyata sangat enak.


Selesai makan baru lah jagat berbicara kepada Eriska "Hari ini kamu pulang dulu ya, kasihan paman Candra dan ibu mu, sudah beberapa hari ini khawatir"


Eriska mengangguk "Baiklah aku akan pulang, tetapi aku akan kembali dan tinggal di rumah ini bersama kalian"


Semua orang menganguk kemudian dara menjawab "Lebih banyak orang lebih rame, kita di sini bersaudara, jadi rumah ini tidak akan lagi sepi seperti sebelumnya"


Kemudian Elis bangkit dari duduknya "Ayo sudah siang, kita berangkat kerja, sudah hampir satu Minggu mas say tidak masuk kerja"


"Iya nih, aku jadi bosan di tanya dokter Calvin Sama dokter Yohanes" timpal sofy.


"Kalau begitu aku ikut bareng saja" pinta Eriska.


Jagat melambaikan tangannnya "Tidak kamu pulang di anterin Bodyguard saja, aku sudah menyiapkan 2 bodyguard untuk melindungi mu, aku takut kejadian kemarin terjadi lagi"


"Kenapa sih, aku tidak boleh ikut bersama mu, kamu kan bisa melindungi ku" rengek Eriska.


Jagat menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak akan selalu ada di samping mu, untuk keamanan aku akan memberikan 2 bodyguard untuk mengawal mu"


Elis pun menghampiri Eriska dan merangkulnya "Sudahlah, terima kasih, itu bukti kasih sayang mas say kepada mu, dia itu trauma dan takut kamu kenapa-kenapa, kalau di kawal bodyguard, mas say akan merasa tenang"


Eriska pun menurut "Baiklah, tapi aku tidak mau bodyguard laki laki"


Jagat pun mengacungkan jari jempolnya "Siap Nyonya Arssad"


Mereka pun keluar dari rumah, jagat memanggil 2 bodyguard wanita "Eris, Nesti kemari...."


Bodyguard wanita yang bernama Eris dan Nesti pun segera menghadap "Iya siap tuan muda"


Jagat memberikan kunci mobil kepada Eris "Mulai dari sekarang, kalian berdua menjadi pengawal dan supir pribadi Nona Eriska, sekarang antar dia untuk pulang dan lakukan tugas kalian berdua dengan baik"


Eris dan Nesti pun mengangguk "Siap tuan muda akan kami laksanakan"


Mereka berdua berucap dengan nada tegas.


***


* Bersambung