
Bab 216 Tentara Oren
Setibanya di kamar hotel, Elis dan Sofy pun melepaskan jaket switer mereka, dan sekarang terlihat jelas lekuk tubuh dan buah dada mereka berdua.
"Mas say, apa kamu mau bertempur dengan kita berdua hari ini atau tidak ?" Tanya Elis.
Jagat pun menjawab dengan tersenyum "ya pasti dong jiwa laki ku sudah bergelora dari tadi"
Jagat pun hendak memeluk sofy karena dia yang terdekat dari jagat, tetapi sofy mencegahnya "Aet... tunggu dulu, kalau mau bertempur dengan kami sekarang ada syaratnya"
Jagat pun terbengong "Apa ada syaratnya juga, padahal kemarin kemarin aku tinggal ceb saja"
"Sekarang lepaskan dulu pakaian mas say dan lakukan ritual tarian belalai gajah sebelum bertempur dengan kita, itu wajib sebagai tanda tarian perang" timpal Elis.
"Oh jadi yang dari tadi kalian bicarakan itu seperti ini, baiklah aku akan terima tantangan kalian" ucap jagat.
Dia pun langsung membuka pakaiannya dan melakukan tarian belalai gajah "begini dan seperti ini bukan"
Melihat jagat menggoyang pinggulnya Elis dan Sofy pun tertawa terbahak-bahak, sampai mereka pun tidak kuat menahan tawa.
"Ay Putarkan sedikit lalu goyang kekiri dan ke kanan lalu keatas dan kebawah" ucap Sofy.
Jagat pun melakukan apa yang di perintahkan oleh sofy, sampai batang kehidupannya tidak bergerak lagi karena sudah menegang.
"Ini sudah selesai karena sudah tidak bisa di goyangkan lagi" ucap jagat.
Dia pun hendak menerkam sofy dan Elis tetapi mereka berdua menghidar dan naik ke atas tempat tidur "ayo tangkap kami kalau bisa hahaha...."
Mereka pun main India India an sampai pada akhirnya mereka pun melakukan pergulatan yang hebat dan lama.
Setelah mereka selesai dan membersihkan diri, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu dengan keras.
Seperti yang dilakukan tadi oleh Rian Wicaksono, mengedor gedor pintu dengan tidak sopan.
Brak....brak....brak....
"Hai kalian yang di dalam, keluar" ucap orang yang menggedor pintu.
Jagat pun bertanya kepada Elis "Siapa mereka berani sekali mengganggu orang?"
"Dia orang gila yang tadi hampir sofy hajar, dan sekarang sepertinya dia kembali" jawab Sofy.
"Memangnya, ada masalah apa dengan kita ?" Tanya kembali jagat.
"Sebenarnya kamar yang kita tempati ini sudah ada yang ngeboking, tetapi karena penjaga resepsionis melihat kartu hitam yang kita bawa, dia memberikan kamar ini untuk kita tempati" jelas Elis.
"Oh jadi seperti itu, baiklah aku akan keluar " ucap jagat.
"Tidak usah, biar aku dan Elis saja yang menangani masalah ini" ucap Sofy.
Elis pun keluar dan membuka pintu sambil membentak "Apa ada keberanian kamu kembali lagi"
Mendengar perkataan dari Elis lelaki yang mengetuk pintu itu tertegun, dan Elis pun tidak menyangka bahwa yang mengedor pintu bukan orang yang tadi
Tetapi ada sekitar 10 orang pereman yang mengenakan pakaian seragam tentara Oren.
Mereka sepertinya oknum ormas yang berprofesi sebagai tukang parkir dan pereman pasar dan bergabung dengan pasukan Oren untuk meningkatkan wibawa mereka dan menakut nakuti warga dan para pedagang.
Tetapi mereka salah tempat, yang mereka datangi ini adalah hotel Arssad, yang di mana tidak ada hubungannya dengan para tentara Oren ini.
Walaupun ada Rajia, yang datang bukan tentara Oren, tetapi satpol PP, tetapi ini yang datang malah tentara Oren sehingga mereka salah tempat.
"Apa yang kalian lakukan dengan mengganggu istirahat kami ?" Bentar Sofy.
Jagat pun keluar dari dalam kamar dengan menggunakan kimono, pemimpin pereman itu pun mengusap dagunya sambil memperlihatkan tatapan mesum ke arah sofy dan Elis.
"Hai cantik, apa yang kalian berdua lakukan di kamar ini dengan hanya ada satu lelaki di antara kalian berdua ?" Tanya ketua pereman.
"Hai apa peduli mu, kamu mau melakukan apa pun itu terserah kami, ada urusan apa kalian datang dan menggedor pintu seenaknya ?" Bentar Elis.
"Jangan galak galak tahu, cantik cantik kok galak, kami yang datang secara rutin untuk memeriksa setiap pengunjung hotel ini" jawab ketua pereman.
"Kalian salah tempat, tidak ada hak kalian memeriksa semua pengunjung hotel, karena kalian bukan aparat pemerintahan" ucap jagat.
Ketua pereman mengacungkan jari kearah jagat "Tahu apa kamu, kami melakukan ini karena ada laporan mengenai salah satu kamar yang di pakai untuk berjinah, dan ternyata itu kalian, ayo ikut kami ke kantor atau bayar denda kepada kami sebesar 300 ribu"
Sebenarnya ini hanya lah motif si ketua pereman untuk mencari masalah dan supaya mereka bertiga keluar dari kamar hotel ini dan beralih di tempati oleh Rian Wicaksono
Para perman yang memakai pakaian seragam tentara Oren ini sebenarnya di suruh oleh Rian Wicaksono, karena kesal kepada Elis dan Sofy.
Dia menggunakan jasa kenalannya untuk melakukan hal ini, dengan hanya memberikan mereka minum keras dan beberapa lembar uang mereka, mereka sudah bisa di perintahkan untuk melakukan hal apa pun.
Dan sekarang para pereman ini di tugaskan untuk mengusir jagat, Elis dan Sofy dari kamar yang sedang dia tempati.
"Hai apa yang kalian tahu, kalian sudah berbuat dosa di tempat ini, ayo ikut kami dan keluar dari kamar hotel ini" ucap ketua pereman.
Ketua pereman itu hendak meraih tangan Elis, tetapi Elis mengibaskan tangannya "Apa yang kalian lakukan, dan tahu apa tentang dosa yang kami lakukan"
Dengan tatapan mesum ketua pereman itu berbicara "Oh Kalian menolak untuk kami bawa, kalau begitu..."
Ketua pereman itu pun menoleh ke anak buahnya "Tangkap mereka dan bawa kemarkas, yang laki laki kalian pukuli sampai habis lalu tinggalkan dan yang wanita kita bawa untuk bersenang senang, karena aku tahu mereka hanyalah ******"
Mereka ternyata memiliki maksud terselibung, melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Elis dan Sofy, mereka pun menjadi memiliki maksud jahat.
Yang awalnya mereka hanya ingin mengusir dan menakut nakuti, sekarang mereka ingin mencicipi Elis dan Sofy.
Para pereman itu langsung bergerak mengepung mereka bertiga dan berniat menangkap mereka.
Elis yang marah langsung membentak "Apa kalian sebut kami apa, kalian lah yang ******, ibu dan ayah kalian yang ******"
Kemudian sofy menimpali "kalian ingin bersenang-senang dengan kami, jangan mimpi"
Hiuk....
Sofy melakukan tendangan memutar kearah peraman yang menghampirinya
Buk....
Tendangan sofy telak terkena wajah pereman itu
Brak....
Pereman itu langsung jatuh tersungkur.
Di sana Elis pun tidak tinggal diam, Elis melakukan tendangan gejuk, kearah perut ketua pereman dan tendangan Elis masuk langsung mengenai ulu hati.
Buk....
Argh....
Ketua pereman itu langsung memegangi perutnya yang sakit sambil berlutut di lantai.
Jagat pun bergerak dengan kecepatan, jagat memukul pereman yang tersisa di tengkuk dan perut mereka sehingga mereka langsung tersungkur.
Hanya dalam kurang dari 30 detik mereka sudah dapat di kalahkan.
*
Sebelumnya, ketika para pereman berseragam tentara Oren ini datang, resepsionis langsung menghubungi Raya, dan dia pun bergegas datang ke hotel Arssad.
Karena rumah dinas yang dia tempati itu sangat dekat dengan hotel ini, dan perjalanan hanya beberapa menit saja.
Raya yang datang langsung menuju kamar VVIP yang ditempati oleh jagat, Elis dan Sofy.
Raya kaget karena melihat para pereman itu sudah tergeletak, raya hendak mendekati jagat tetapi di cegah oleh Rian Wicaksono yang memperhatikan di lorong.
"Tunggu sayang, mau kemana kamu" cegah Rian Wicaksono.
"Kenapa ada pereman yang masuk dan menggangu, ini bisa jadi masalah, awas jangan halangi aku" ucap Raya.
Raya pun bergegas menghampiri sambil membentak "Apa yang kalian lakukan, siapa yang menyuruh kalian, cepat pergi kalau tidak aku akan panggil polisi"
Mereka pun bangkit sambil terhuyung dan pergi melarikan diri dari tempat tersebut.
***
* Bersambung