Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 62 Latah


Bab 62 Latah


Sore pun tiba, mereka semua berpamitan untuk pulang dan tersisa jagat dan perawat yang bernama Elis wanita cantik dan imut nampak muda seperti anak SMA tetapi sebenarnya dia berusia 28 tahun.


Jagat pun duduk di meja, dan menyiapkan sesuatu karena dia harus tugas malam, sedangkan Elis mencuci peralatan yang tadi sudah di pakai untuk mengobati pasien.


Setelah Elis selesai melakukan pekerjaannya dia ijin untuk pergi ke kantin "dokter jagat saya permisi dulu mau beli makanan ringan sama kopi instan buat nanti malam"


"Ya udah silahkan tapi aku juga nitip kopi hitam dan Roti ya" ucap jagat sambil menyodorkan uang.


Elis mengambil uang dari jagat dan kemudian dia pergi dari ruangan itu, dan jagat di tinggalkan sendiri.


"Mumpung gak ada suster Elis Lebih baik aku membuat kertas jimat yang tadi pagi sudah aku beli" gumam jagat.


Dia pun mengeluarkan kertas kuning yang sudah di potong dan spidol warna merah, beberapa lembar kertas itu sudah dibuat, tetapi kayaknya jagat memerlukan lebih banyak lagi dan dia pun mengumpulkan bekas toples bekas obat yang ada di ruangan itu.


Kemudian jagat membuat pola dan tulisan tulisan di kertas tersebut dan membentuk seperti pola sihir atau pola formasi.


Entah jimat apa yang jagat buat dan dengan keahliannya dengan beberapa waktu jagat sudah menyelesaikan dan membuat 20 kereta mantra.


Setelah itu jagat memasukkan kembali semuanya kedalam tas selempang miliknya.


Elis pun kembali keruangan tersebut dan menyerahkan roti kepada jagat "ini dok rotinya, apakah Anda mau menyeduh kopi biar aku buatin"


Jagat tidak menolak karena dari tadi dia tidak minum kopi "Boleh... terima kasih"


Elis pun melambaikan tangannya "sama sama"


Elis membuat kopi di belakang tempat duduk jagat, karena di belakang tempat duduk jagat ada meja yang terdapat peralatan seperti piring gelas dan termos air.


Jagat tidak enak duduk dia terasa ingin buang air kecil, dia pun bangkit dari tempat duduknya, karena jalan yang dilalui terhalang oleh Elis yang sedang membuat kopi dan hanya bisa di lewati dengan memiringkan badan.


Jagat pun memiringkan tubuhnya untuk melewati Elis, tetapi tidak sengaja tangan jagal menyentuh pinggang Elis, yang membuat Elis menjadi kaget.


Elis memiliki penyakit Latah, dia kalau di kagetkan suka replek berbicara ataupun bergerak spontan.


Karena ketidak sengajaan jagat yang memegang pinggang Elis dia pun menjadi spontan bergerak memaju mundurkan pinggulnya sehingga jedak jeduk ke arah jagat sambil berbicara spontan.


"E...E...E...W...Nungging...nungging...." Spontan Elis.


Jagat lupa kalau Elis itu latah dan dia tidak sengaja memancing Elis mengeluarkan jurus latahnya.


Jagat pun menjadi malu sendiri, bukan hanya itu bagian bawah Elis yang lumayan padat di goyang goyangkan sehingga si Doris yang sendan tertidur pun menjadi bangun.


Jagat pun segera lewat di belakang Elis dan meminta maaf "Maafkan aku suster Elis, tangan ku tidak sengaja memegang pinggang mu"


Raut wajah Elis menjadi memerah dan menahan malu "ti... tidak apa-apa, ini sudah biasa, kalau aku kaget suka keceplosan kadang bicara ku menjadi jorok, dan aku jadi malu sendiri"


Penyakit Latah Elis memang parah, selain latah bicara dia juga latah gerak, untuk saja tidak ada yang menyuruh membunuh pasien ketika dia memegang pisau Operasi atau gunting operasi Dangan mengatakan tusuk sambil mengagetkan Elis.


Mungkin Elis akan melakukannya dengan menusuk berulang kali kearah korban, tetapi untuk dia tidak pernah mengalaminya.


Karena kemampuan supernatural dan penyakit latahnya dia di masukan ke divisi khusus ini, karena di divisi khusus ini tidak banyak berhubungan dengan pasien, dan pasien tertentu saja yang datang ke divisi khusus ini.


"Yang sabar ya, suster Elis dan maaf aku tidak sengaja" ucap jagat sambil mengelus punggung atas Elis.


Elis pun kembali spontan bergerak seperti kucing yang ingin kawin dan sedikit mendesah "iayh...dokter...jagat..."


Mendengar itu jagat pun melepaskan tangannya, "duh maaf lupa lagi, kenapa aku harus menyentuh anda ya suster Elis, maaf ya"


Jagat pun meminta maaf yang kedua kalinya kepada Elis yang tiba tiba spontanitas dan replek. Elis mengangguk dan tersenyum ke arah jagat. Jagat pun meminta ijin untuk ke toilet.


"Aku ke toilet dulu sebentar" ucap jagat sambil berlalu pergi meninggalkan Elis.


Di Doris yang tidak kuat ingin buang air kecil di tambah lagi terbangun karena terkena jedak jeduk bemper belakang Elis yang membuat si Doris terbangun dan jeans yang di pake jagat yang awalnya longgar menjadi ketat.


*


Setelah selesai dari kamar mandi jagat pun merasa lega, dan si Doris tidak tegang lagi, dia pun kembali keruangan.


Toilet di sana terdapat di luar kantor sehingga jagat harus keluar dari kantor dan menuju toilet yang ada di samping kantor tersebut.


Setelah masuk kopi yang tadi diseduh Elis sudah tersedia, dan Elis membuat 2 gelas, 1 buat dirinya dan 1 lagi buat jagat.


Jagat pun duduk di sebrang tempat duduk Elis dan mulai bertanya "Apa latah Suster Elis sudah lama"


Elis menceritakan tentang kisah dirinya latah kepada jagat dan sepertinya dia juga sembari curhat kepada jagat, jagat terus mendengarkan curhat dari Elis dan kemudian jagat pun bertanya lagi.


"Apa suster Elis pernah di lecehkan oleh dokter atau perawat laki laki yang berada di sini, jujur saja dari tindakan ke tidak sengajaan ku memengang pinggang suster Elis, dan suster Elis merespon dengan sepontan begitu agresif" tanya jagat yang penasaran.


Raut wajah Elis berubah menjadi murung dan dia pun mengangguk "Jujur aku beberapa kali di lecehkan oleh dua orang dokter, tatapi beruntungnya tidak sampai melakukan hal begitu, dia hanya merasa buah dada ku dan suruh aku mencium dia, dengan di kagetkan sehingga aku replek spontan melakukan hal yang dia perintahkan"


"Siapa kedua orang itu" tanya jagat.


"Aku malu mengatakannya, dan dia juga mengancam Jagan sampai ada orang yang tahu, kalau dia berbuat begitu kepada ku" tutur Elis.


"Katakan saja aku akan menjaga Rahasia suster Elis ko" bujuk jagat.


Elis pun ragu untuk mengatakannya tetapi jagat sepertinya orang yang baik dan tidak memanfaatkan situasi ketika mereka sedang berduaan seperti dokter dan perawat laki laki yang lain, yang sering memanfaatkan situasi untuk dia berbuat mesum kepada Elis.


Elis pun berkata jujur kepada jagat "mereka berdua adalah Dokter Calvin dan Dokter Yohanes, di depan kita mereka seperti jutek dan sok berwibawa, tetapi di belakang mereka berdua sangat busuk, bahkan aku juga pernah di ajak begituan oleh dokter Yohanes tetapi aku menolak dengan berbagai alasan, dan hingga sekarang dia selalu mencari cara untuk mengajak ku, walaupun hanya sekadar makan"


Jagat tersenyum "mungkin Dokter Yohanes suka sama Suter Elis, makanya dia mencari cara seperti itu"


"Suka apanya, yang pasti dia hanya ingin memanfaatkan ku saja, dia itu sudah beristri dan memiliki anak, masa masih mencari wanita yang lain di luar" ucap Elis.


"Laki laki hidung belakang memang begitu, lihat yang bening sedikit aja lupa sama yang di rumah, secara Suster Elis itu wanita yang imut, awet muda dan pasti menjadi idaman para lelaki" ucap jagat sambil sedikit bercanda.


"Dokter jagat bisa aja" ucap Elis yang tersepu malu.


"Eh ngomong ngomong apa suster Elis sudah bersuami" tanya jagat.


Elis menggelengkan kepalanya "belum saya belum menikah, pacar pun tak punya"


Jagat pun tersenyum "sayang sekali"


Mendengar perkataan sayang sekali membuat Elis menjadi aneh, "Eh kok dokter jagat bilang sayang sekali, kalau laki laki lain kan malah senang kalau bertanya aku belum memiliki suami, ini malah bilang sayang sekali"


"Iya sayang sekali kalau suster Elis sudah punya suami, suaminya pasti setiap hari hatinya panas dan cemburu, karena istrinya selalu di godain laki-laki, hahaha..." Jagat tertawa.


"Sialan kirain apaan " ucap Elis sambil tersenyum.


Mereka mengobrol tidak cangkang lagi, karena mengobrol begini mereka pun menjadi akrab dan dekat satu sama lainnya.


"Kalau dokter jagat bagai mana apakah sudah menikah, kalau belum mungkin sudah punya pacar" tanya balik Elis.


"Saya ini Play Boy sust, pacar saya banyak di mana mana, secara wajah saya ini tampan bingit" ucap jagat bercanda.


"Hahah...pede sekali Dokter jagat ini" ucap Elis


"Iya dong, jadi lelaki itu harus pede, dan saya ingin lelaki normal sust, makanya saya memiliki banyak pacar" ucap jagat.


"Eh... ngomong ngomong pacar mu cewek apa cowok, biasanya lelaki kayak dokter jagat ini sukanya seperti Dokter Dian, yang seperti tulang lunak" ucap Elis sambil tersenyum.


"Haduh suster Elis ini, aku ini pejantan tangguh, ya tentu pacar ku perempuan dong" ucap jagat.


"Aku pernah dengar dari dokter Calvin, dokter jagat ini calon mantunya Pak Hendra Wijaya ya, apa itu benar" tiba-tiba Elis bertanya hal yang privasi.


Jagat tidak menyangkalnya dan dia pun mengangguk "Ya, anak om Wijaya di jodohkan dengan ku waktu aku masih kecil oleh kakek ku, dan itu keputusan mereka, tetapi belum tentu kami berdua berjodoh"


"Aku pernah bertemu dengan anaknya pak Hendra Wijaya, beberapa kali, dia wanita cantik tetapi sayangnya penampilannya urakan seperti apa itu... wanita yang menyukai sesama jenis " ucap Elis.


"Maksud suster Elis itu Lesb!" Jawab jagat.


Suster Elis pun mengacungkan jarinya "nah iya itu...."


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna