Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 130 Sekali Dayung 2 Sampai 3 Pulau Terlampoi


Bab 130 Sekali Dayung 2 Sampai 3 Pulau Terlampoi


Setelah 30 menit mereka pun sampai di kantor pemasaran property, disana jagat di sambut oleh seorang wanita cantik berusia kurang dari 30 tahunan.


Mengenakan rok hitam selutut dengan kemeja putih di balut jas biru, sehingga nampak elegan dan perwibawa, wanita itu bernama Eva Ho, wanita keturunan yang sangat ramah menyambut jagat dan Elis.


"Selamat datang tuan, di kantor pemasaran property kami, perkenalkan nama ku Eva agen penjualan property di sini" sambut Eva sambil mengulurkan tangannya.


Jagat pun menyambut uluran tangannya "Nama ku Arya, anda bisa panggil aku dengan sebutan jagat dan ini kekasih ku Elis"


Jagat pun tanpa ragu mengenalkan Elis dan menyebut dia kekasihnya, Elis pun merasa senang dengan pengakuan jagat tersebut.


Eva pun beralih ke Elis dan menyapanya "Halo nona Elis, senang bertemu dengan anda"


Elis pun tersenyum dan balik menyapa "aku juga senang bertemu dengan anda nona Eva"


Di kantor itu bukan hanya ada Eva tetapi ada juga seorang lelaki dengan memakai celana berwarna coklat tua dan sepatu kulit pdh, serta jaket kulit hitam.


Lelaki ini bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah mereka, di sana Elis nampak mengenai sosok yang berjalan menghampiri dirinya.


Elis pun menyapa pertama kali "Pak Ruben, kenapa anda di sini, apakah anda Pacar dari nona Eva"


Lelaki itu bernama Ruben, dan Elis sangat mengenalnya, sehingga jagat pun penasaran dan bertanya "Kamu kenapa pak polisi ini"


Dari penampilannya jagat sudah mengetahui bahwa dia seorang polisi meskipun pakaian seragamnya di tutupi dengan jaket kulit hitam.


Elis pun mengangguk "iya aku kenal, karena pak Ruben ini yang selalu meminta bantuan ku untuk mengintrogasi tersangka kasus dengan kemampuan yang aku miliki"


Ruben pun tersenyum dan menyapa "Tidak di sangat kita bertemu disini suster Elis"


Eva yang melihat mereka berdua akrab dia pun menjadi celingukan, Ruben pun merangkul pundak Eva "Dia adalah istri ku, jadi sewajarnya aku ada di sini, kebetulan sebentar lagi kantor tutup dan aku menjemputnya pulang"


"Oh kalau begitu sangat kebetulan sekali" ucap Elis.


Mereka pun jadi tidak canggung lagi membahas tentang rencana jagat untuk membeli rumah lewat jasa Eva.


"Kalau begitu ayo kita berangkat menuju rumah yang akan kalian beli, mudah mudahan itu cocok, dan kalau tidak aku memiliki beberapa pilihan lainnya" ucap Eva yang mengajak untuk menuju rumah yang akan dia jual.


Kemudian Eva pun melanjutkan bicaranya "Kebetulan pemilik rumah itu sedang ada di sana, mereka baru pulang dari luar negeri dan melihat rumah yang mereka akan jual untuk yang terakhir kalinya"


"Kalau boleh tahu di mana alamatnya" tanya Elis karena belum tahu alamat tempat rumah yang akan mereka beli


Kemudian Eva pun memberitahukan alamat lengkapnya kepada Elis, dan itu juga sangat kebetulan karena pasien yang minta di tangani di alamat yang sama.


"Kebetulan sekali, sekali dayung 2 sampai 3 pulau terlampoi, pasien yang minta di tangani oleh kami juga berada di alamat yang sama" ujar Elis.


Mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil baru Jagat, disana Ruben pun bertanya kepada jagat "Apa anda dari keluarga Militer"


Jagat menggelengkan kepalanya "Maaf aku bukan dari keluarga Militer, kenapa pak Ruben berkata demikian"


"Aku meyakini bahwa mobil ini, mobil yang di pakai oleh para jenderal militer di negara kita, soalnya, warna mobil ini khas dengan warna militer, dan bukan itu saja, aku yakin kaca dan body mobil ini anti peluru" Ruben menjelaskan.


Jagat hanya tersenyum "Oh jadi mobil ini di pake juga oleh para jenderal militer di negara ini ya, soalnya aku baru saja membelinya dari dealer Yosan, dan managernya bilang, mobil ini di buat dengan kerja sama dengan kemiliteran negara"


"Ya pantas saja, anda dapat memiliki mobil bagus seperti ini, kayaknya harga mobil ini sangat mahal" ucap Ruben yang penasaran dengan harga mobil ini.


Jagat tidak memberi tahukan harga mobil itu dengan pasti, jagat hanya mengatakan mobil ini cukup murah.


Setelah beberapa lama di perjalanan, terlihat ada 2 orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor dengan berboncengan.


Motor RX-King melaju kencang dan kemudian mengetuk kaca mobil dan mereka mengintruksikan supaya jagat menepi dari jalan raya.


Kedua orang itu telah mengikuti jagat dari cafe tadi, dan sekarang jalan sedang sepi sehingga mereka berani memberhentikan mobil yang dikendarai oleh jagat.


Jagat tidak langsung berhenti dan malam maju secara berlahan, pengendara motor RX-King itu menjadi geram karena jagat tidak kunjung berhenti.


Orang yang ada di belakang motor itu mengeluarkan tongkat bisbol yang terbuat dari besi, orang itu mengayunkan tongkat bisbol tersebut ke kaca mobil bagian depan.


Brank.... Benturan yang keras terdengar, tetapi kaca mobil tidak terjadi keretakan bahkan nampak biasa saja dan tidak terjadi goresan.


Ruben tersenyum "Mobil yang bagus, bahkan benturan keras tidak berpengaruh terhadap kaca mobil ini"


Jagat tersenyum menanggapi perkataan dari Ruben, dia tidak panik melihat 2 orang yang memakai motor RX-King tersebut, karena di dalam mobil ada Ruben yang seorang polisi.


Ruben pun terlihat senang melihat kejadian ini, karena mungkin ada yang bisa dia lakukan.


Ruben pun bertanya "Apa anda kenal dengan mereka"


Jagat menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak tahu siapa mereka, tetapi sering ada orang yang mencari perkara kepada ku"


Ruben tersenyum "Bagus lah kalau begitu, aku akan menangkap mereka dengan tuduhan pembegalan dan barang bukti berupa senjata yang mereka bawa akan memberangkatkan mereka"


Jagat tersenyum dan mengangguk "bagus untuk membuat mereka jera, lebih baik mereka di penjarakan"


"Kalau begitu coba menepi kepinggir aku akan menangkap mereka" Ruben memberikan perintah.


"Kalau bisa aku dulu yang turun pak, supaya mereka turun dari sepeda motor, kalau bapak yang langsung turun mereka bisa melarikan diri" ucap jagat yang memberikan ide.


"Baiklah kalau begitu"ucap Ruben yang sepakat dengan rencana jagat.


Jagat pun segera menepikan mobilnya kepinggir jalan, pengendara motor RX-King itu pun memberhentikan motornya 10 meter jauhnya dari mobil.


Mereka pun turun dari motor, orang yang ada di belakang membawa tongkat bisbol, dan yang menyetir motor mengeluarkan parang yang lumayan panjang, sekitar 40 centimeter.


Jagat membuka pintu mobil dan keluar, kedua orang itu pun menunjuk kearah jagat dengan nada yang angkuh "Kamu...., Gara gara kamu kami berdua di pecat dari dealer TOYA, dan sekarang kamu tidak akan bisa selamat"


"Iya betul, karena kami berdua akan menghajar kamu sampai babak belur" ucap orang yang membawa tongkat bisbol.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna