
Bab 105 Kamu Seorang Sopir Rendahan
Rendi bersih keras merayu sofy tetapi tatapan sofy masih dingin, dan kemudian tatapan Rendi melirik ke arah Elis yang imut.
Elis disangka bahwa dia perempuannya sofy sehingga Rendi langsung menunjuk ke arah Elis.
"Kamu ceweknya Sofy, aku harap kamu pergi dari hidup sofy dan biarkan dia hidup normal menjalani hubungan dengan lawan jenis, aku mencintainya, dan ingin menjadikan dia istri ku" ucap Rendi.
Elis menyunggingkan bibirnya dahinya mengerenyit, dia dituduh sebagai wanitanya Sofy.
Memang beberapa hari yang lalu sofy datang ke kosan Elis untuk mengajak kencan dirinya, tetapi Elis sedang bersama jagat di dalam kosan.
Dan pada akhirnya secara tidak langsung jagat mengobati Sofy dan merubah pola pikirnya dan rasa suka terhadap sesama jenis menjadi suka ke lawan jenis.
Selain itu jagat memasukkan Belatung Gaib untuk mematenkan pikiran sofy, dan pada akhirnya hati sofy jatuh kepada jagat sampai dia rela berbagi cinta dengan Elis.
Ketika Elis dituduh oleh Rendi dia pun membela diri dengan menarik tangan jagat dan menempelkan kepalanya di dada jagat yang sedang memegang banyak barang.
"Memangnya kamu anggap aku apa, aku wanita Normal, dan ini cowok ku" bela Elis.
Rendi kembali membentak Elis "kamu pikir aku orang yang bodoh, lihat laki laki di samping mu itu, aku tahu dia hanya sopir kalian saja, jangan pura pura menjadi pasangan kekasih"
Kemudian dia beralih kepada sofy dan membanggakan dirinya sendiri "Apa kurangnya aku untuk mu, aku bisa membuat mu bahagia selama dengan ku, lihatlah aku ini.
Aku seorang Dokter spesialis terkenal, Pegawai negeri yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah, dan gaji ku besar, kalau kamu hidup dengan ku, pasti akan berkecukupan"
"Tapi maaf aku tidak tertarik" jawab sofy sambil berlalu pergi meninggalkan Rendi.
Elis dan jagat pun mengekor Sofy dari belakang, merasa di abaikan, Rendi langsung berlari mengejar sofy.
"Tunggu" Rendi sambil menghalangi jalan Sofy
"Apa lagi, aku sudah menolak mu dan jangan halangi jalan ku" ucap Sofy.
Elis melambaikan tangannnya ke arah sofy sambil menggandeng tangan jagat "Aku duluan ya"
Sofy melirik dengan sisi matanya, jagat sebetulnya ingin membela, tetapi itu urusan cinta lama mereka, sehingga jagat membiarkan saja karena dilihat sofy bisa mengatasinya.
"Kamu tidak bisa menolak ku begitu dong, karena aku yang terbaik untuk mu" ucap Rendi percaya diri.
Dia bilang dirinya yang terbaik untuk sofy karena dia membanggakan dirinya sebagai dokter hebat yang terkenal dan pegawai negeri yang memiliki gaji besar.
"Itu menurut mu, tapi bagi ku, kamu bukanlah yang terbaik" jawab sofy ketus.
Mendengar perkataan itu Rendi menjadi geram dan marah "Sebaiknya jangan kamu menolak aku, sadarlah...."
Rendi mengangkat tangan kanannya berniat melayangkan tamparan ke wajah Sofy, sofy pun dengan tanpa sadar menutup matanya.
Seketika Sofy teringat akan kejadian waktu kecil di mana dia selalu di pukuli oleh ayahnya sendiri untuk melampiaskan rasa kesalnya karena kalah dalam berjudi.
Sofy pun tanpa sadar meneteskan air matanya. Dia pasrah apa bila Rendi mendaratkan tangannya di pipinya yang cantik, tetapi seketika tangan Rendi ada yang menahan dari belakang.
"Apa yang akan kamu lakukan terhadap wanita ku" ucap jagat sambil memegang tangan kanan Rendi yang terangkat.
Rendi pun berbalik dan berusaha melepaskan tangannya dari pegangan tangan jagat yang mencengkam kuat tangan Rendi.
Jari jari tangan jagat seperti kaki elang yang menggenggam mangsanya, sehingga tangan Rendi tidak bisa di lepaskan walaupun di goyang dengan sangat keras.
"Lepaskan tangan ku" ucap Rendi sambil menarik tangannya, dia meringis kesakitan.
Di sana sofy membuka matanya dan kemudian berlari kebelakang jagat dan memeluk Elis.
Elis berbisik di telinga Sofy "Tenang kami selalu bersama mu dan tidak akan meninggalkan mu"
Kamu bilang kamu yang terbaik untuk Sofy, tetapi sebenarnya kamu yang terburuk untuknya, Sofy sebenarnya sedang berusaha membuka hatinya untuk seorang lelaki.
Dia sedang dalam masa terapi, dia semenjak kecil sering di pukuli oleh ayahnya sehingga dia sangat benci laki laki, apa lagi laki laki seperti kamu yang dengan mudah melayangkan tamparan.
Jadi untuk sekarang lebih baik kamu pergi dari hadapan Sofy, kamu malah akan menambah parah mental dia.
Aku yakin kamu hanya menginginkan tubuh dan wajah cantik dari sofy, tetapi kamu tidak benar benar mencintainya, wanita bagi mu hanya hiasan saja, jadi lebih baik lupakan tentang sofy"
Mendengar perkataan dari jagat, Rendi langsung tertegun sebentar, entah dia menyadari perbuatan dia dan menerima penjelasan dari jagat atau kah dia masih berpendirian bahwa dia merasa paling tahu.
Rendi pun langsung menunjuk jagat "Kamu hanya seorang bocah yang belum berpengalaman, aku sudah lama kenal dengan Sofy, jangan ikut campur urusan ku, kamu hanya seorang sopir rendahan"
Rendi terus berdalih, merasa dia sudah berumur dan pengalaman hidupnya banyak sehingga memandang rendah jagat.
Kemudian Rendi menatap ke arah Sofy yang sedang memeluk Elis, ada raut ketakutan karena trauma di wajah Sofy dan dia tidak mau menatap wajah Rendi.
"Sofy Maafkan aku, aku berjanji asalkan kamu menerima ku, aku akan memperlakukan mu dengan baik" pinta Rendi masih kekeh.
Tetapi tanpa di duga sofy langsung menunjuk ke arah Rendi, tetapi wajahnya tidak melihat Rendi sama sekali, karena dia sudah merasa jijik.
"Pergi kamu dari hadapan ku, aku tidak mau melihat kamu lagi, dan jangan mengejar ku lagi. Dari awal aku tidak tertarik kepada mu" ucap Sofy.
Sofy berbicara dengan cara berteiak sehingga dia menjadi pusat perhatian.
Karena ada keributan seperti itu, security Moll pun segera menghampiri, dan manager toko ESC pun keluar karena mendengar keributan tersebut.
Manager ESC segera menghampiri dan dilihat itu adalah jagat dan dia bergegas mendekat.
"Ada apa tuan muda" tanya manager itu.
"Lelaki ini mau menampar wanita ku" Jawab Jagat.
Kemudian manager itu berbalik ke arah Rendi "Tuan Silahkan pergi dari sini sebelum kami usir anda"
"Siapa kamu berani mencampuri urusan ku, apa kamu tahu siapa aku ini" Randi malah merongos kepada manager ESC
Manager ESC pun tidak mau melayani orang sok seperti Rendi kemudian dia berteriak "Security cepat seret dia keluar, jangan biarkan dia kembali masuk ke area Big Mall ini"
2 orang Security yang sedang berpatroli langsung menyeret Rendi
Menjauh dari jagat, tetapi Rendi masih berteriak "Sofy aku akan selalu mengejar mu, aku tidak akan berhenti sebelum kamu menjadi milik ku"
Setelah Rendi jauh, manager ESC membungkukkan badannya dan meminta maaf kepada jagat "Tuan Muda maafkan kami atas ketidak nyamanan ini"
Jagat pun melambaikan tangannnya "Terima kasih anda telah membantu dan sekarang anda boleh kembali lanjut bekerja"
Jagat pun kemudian kembali mengajak Sofy dan Elis untuk melanjutkan perjalanan.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna