
Bab 299 Memotong Salah Satu Jari
Jagat yang sedang asik mengobrol dengan Dias dan Dara mendengar ribut ribut dari belakang, kemudian dia pun berbalik.
"Ada ribut apa ini ?"
Melihat jagat yang berbalik, lani langsung menunjuk ke arah jagat "Kak itu dia si kurang ajar yang tidak mau ganti rugi, tolong hajar dia untuk ku, kalau bisa patahkan kaki dan tangan"
Kemudian lain berteriak kepada jagat "Hai miskin, tadi bukanya kamu menantang kakak ku, sekarang dia sudah datang, rasakan karena sekarang ini hari sial mu"
Jagat tersenyum "Oh ternyata wanita yang tidak tahu diri ini kembali, apakah benar hari ini adalah hari sial ku atau hari sial mu"
"Kurang ajar, kamu sudah memprovokasi adik dari ketua pilar geng Beruang Hitam, sekarang dia sudah datang, ayo bersujud dan meminta maaf, kalau tidak nasib mu akan berakhir di rumah sakit" lain terus sesumbar
Tetapi Agus yang melihat jagat, jantungnya langsung berteriak hebat, kakinya langsung gemetaran.
Anak buah Agus pun bertanya "Bos bukanya dia tuan muda Arssad"
Agus menjawab dengan terbata bata "I...iya dia memang tuan muda Arssad"
Kemudian Agus bergumam "Dosa apa yang telah aku perbuat, hingga keluarga ku sendiri menyinggung orang yang tidak boleh di singgung"
Lani terus mencerocos menghina jagat "Ayo berlutut kalau tidak...."
Plak....
Ada tangan yang melayang dan mendarat di pipi lani, kemudian lani pun berbalik dan melihat siapa yang telah menampar pipinya.
"Kakak, kenapa kamu menampar ku...." Teriak lani.
Plak....
Kembali pipi lani di tampar, Agus pun membentak "Diam, jangan berbicara lagi"
Karena bentakan Agus lani pun mematung seakan bertemu dengan Dewi ular yang bisa membuat orang bisa merubah menjadi batu jika melihat matanya.
Dia tidak percaya bahwa kakaknya itu tega menampar pipi adiknya sendiri yang dari dulu sangat di sayanginya bahkan di manjakan.
Tetapi beberapa lama kemudian Agus langsung jatuh berlutut yang di ikuti oleh anak buahnya.
"Tuan muda, maafkan adik ku ini yang tidak tahu diri, maafkan dia karena telah menyinggung anda" Agus memohon.
Lani membelalakan matanya "Kakak kenapa kamu berlutut, dia hanya lelaki miskin, kenapa kamu sampai setakut itu"
Agus kembali membentak adiknya itu "Diam kamu, cepat berlutut dan minta maaf"
Pemandangan itu menjadi tontonan semua pengunjung BIP Mall sampai mereka berkerumun di sekitar itu.
Lani enggan berlutut, karena dia tidak tahu latar belakang dari jagat yang sebenarnya, dia hanya tahu bahwa jagat memakai pakaian murah dan lani menebak bahwa jagat hanyalah orang miskin yang tidak memiliki kekuatan atau pun pengaruh.
Agus kembali membentak sambil menarik lani supaya berlutut "Cepat berlutut dasar wanita bodoh, kalau tidak aku yang akan mengajar mu sendiri dan tidak akan mengakui kamu sebagai adik ku"
Lani masih kekeh sambil bertanya "Emangnya siap lelaki miskin ini"
Agus kesal kepada adik, dia pun menariknya paksa supaya berlutut "Dasar sialan, ayo berlutut, dia adalah tuan muda Arssad pemimpin gangster beruang hitam yang sebenarnya"
Brak....
Kaki lani langsung lemes mendengar bahwa orang itu ketua geng Beruang Hitam yang sebenarnya.
Dia pun berlutut dan menyesalinya, tetapi tidak ada penyesalan di awal, penyesalan itu selalu datang terakhir.
Jagat berdiri dan kemudian mendekati mereka yang sedang berlutut.
"Agus apakah dia adik mu, dia sudah menabrak ku, lalu kemudian dia fitnah aku sudah menabraknya dan menuduh sudah merusak barangnya, kemudian dia mengandalkan nama mu untuk menakuti ku"
Kemudian jagat melanjutkan "aku tahu itu adalah trik yang dilakukan oleh adik mu itu untuk memeras orang, dan aku kira dia melakukannya bukan hanya satu kali, apa tebakan ku benar"
"Tu....tuan muda maafkan aku, karena tidak tahu apa yang di lakukan oleh adik ku, dia selalu menelpon ku ucap membereskan masalahnya, aku tidak tahu menahu kalau dia mengandalkan nama ku untuk menipu dan memeras orang lain"
Agus geram karena adiknya melakukan hal itu, walaupun itu hanyalah prediksi jagat, tetapi jagat tahu bahwa lani melakukan pemerasan itu sudah berulang kali.
Dan Agus pun tidak pernah menyangkalnya, setiap kali lani mengadu ke Agus dia selalu bilang di tabrak dan barang yang dia beli rusak dan orang yang menabraknya tidak mau mengganti.
Karena pengaruh dari Agus maka mau tidak mau korban tipu daya lani pun mengganti rugi barang lani meskipun tidak ada kerusakan.
Jagat kembali berbicara "sudah 2 kali kamu berurusan dengan ku, kemarin adik mu yang bernama Bram, sekarang adik perempuan mu yang bernama lani, apakah kamu ingin aku gantikan dengan orang lain"
Agus langsung sujud di kaki jagat "Jangan tuan muda, tolong berikan aku kesempatan satu kali lagi"
"Karena sekarang hati ku sedang senang, aku akan memberikan kamu satu kesempatan, tetapi tetap saja aku harus menghukum mu, sekali lagi kamu berbuat salah tidak akan ada ampunan, apa kamu ingin seperti Danu yang berkhianat kepada bang Anton ?"
Agus menggelengkan kepalanya "tidak...aku tidak akan berhianat, Terima kasih sudah memberikan ku kesempatan, dan tolong hukum lah Ku seringan mungkin"
Agus sungguh orang yang tidak tahu diri, dia sudah 2 kali menyinggung jagat dan malah meminta hukuman seringan mungkin.
"Aku tidak tahu hukuman yang pantas untuk mu, tetapi bang Anton pasti tahu hukuman yang pantas untuk mu"
Jagat segera menelpon bang Anton dan tidak lama kemudian suara bang Anton terdengar di ujung telpon
"Halo adik ku jagat, tumben kamu menelpon ku, apa ada masalah dengan geng Beruang Hitam yang kamu pimpin"
Kemudian jagat bertanya "Bang aku hanya ingin menanyakan, hukuman apa yang pantas bagi anggota yang sudah 2 kali melanggar kode etik geng Beruang Hitam ?"
Bang Anton menjawab dengan tegas "Kita memiliki aturan Biasanya aku akan memotong salah satu jari mereka yang melanggar kode etik geng Beruang Hitam"
Jagat tersenyum "oh kalau begitu terima kasih bang"
Jagat pun mengakhiri panggilanya.
Setelah menutup telponnya jagat meraih pisau yang ada di meja, pisau itu sering di pakai untuk memotong daging stik.
Pisau itu kemudian jagat lempar ke hadapan Agus "Apa tadi kamu dengar ucap dari bang Anton di telpon, cepat potong salah satu jari mu sendiri, atau aku sendiri yang akan memotongnya"
Agus mengambil pisau itu tanpa ragu kemudian memegang dengan mantap.
"Kak jangan lakukan itu" cegah lani.
Agus melirik ke arah lain dengan marah "Apa kamu tahu ini gara gara kelakuan kamu, tuan muda masih berbelas kasih dan aku menyanggupinya"
Krekak....
Jari kelingking Agus langsung di potong oleh tangannya sendiri, darah pun keluar sangat deras.
Salah satu anak buah Agus merobek bajunya sendiri dan kemudian berlari mendekat untuk membalut luka Agus.
"Bagus, aku akui keberanian mu, kamu mengakui kesalahan mu dan berani memotong jari mu sendiri, sekarang pergilah, dan ingat jangan melakukan kesalahan lagi" ucap jagat acuh tak acuh.
Agus pun mengangguk "Terima kasih atas kemurahan hati tuan muda, aku permisi undur diri"
Agus pun mengajak anak buahnya untuk pergi meninggalkan tempat itu, lani dan suaminya pun ikut pergi bersama Agus.
Jagat tidak menindak lani yang membuat Agus terjerumus, itu sengaja supaya Agus tahu kalau membela orang yang salah itu akibatnya akan fatal.
Dan jagat juga memprediksi bahwa setelah menyinggung dirinya, lani akan mengalami kesialan, sehingga jagat tidak perlu menindak lani.
***
* Bersambung