
Bab 164 Bidadari
Mendengar penjelasan dari Uda pemilik rumah makan Padang ini, sofy pun menjadi tertarik, Karena si Uda mengatakan bahwa, Keluarga Tandjaya adalah keluarga Jawara yang menikahi bidadari.
Kemudian sofy pun bertanya kepada Uda "Apa benar ada manusia yang bisa menikahi bidadari, apa itu hanya mitos saja"
Uda pun menggelengkan kepalanya "Tidak tahu mitos atau fakta, tetapi cerita rakyat di kota G ini sudah pada tahu, tentang cerita itu karena di ceritakan turun menurun, aku baru 3 tahun di sini saja tahu cerita itu dari penduduk sekitar"
Uda pun mulai bercerita tentang keluarga Tandjaya "Dahulu kala katanya kampung Danao ada sungai besar yang mengalir bersih dan indah, disana sering terjadi fenomena pelangi.
Pelangi itu adalah tangga untuk para bidadari turun dari langit dan mandi di sungai tersebut, di kabarkan ada 2 orang pemuda yang mengintip bidadari yang sedang mandi tersebut yang bernama Jaka Tandjaya dan Tura Saksana.
Jaka Tandjaya orang yang baik hati tetapi Tura saksana orang yang serakah, Tura berusaha mencuri selendang bidadari yang paling cantik dan berniat untuk menikahinya.
Dia pun melancarkan aksinya mencuri selendang itu, singkat cerita Tura saksana pun berhasil mencuri selendang dan semua bidadari kembali ke kerajaan langit.
Tetapi 1 bidadari tidak bisa kembali karena selendang yang membuatnya bisa terbang hilang, sehingga dia tidak bisa kembali ke kerajaan langit.
Setelah lama mencari kemudian, Tura saksana muncul dan memperlihatkan selendang yang dia curi.
"Hai bidadari cantik, apa ini selendang mu, aku akan memberikan selendang ini asalkan kamu bersedia aku nikahi" ucap Tura saksana.
Bidadari itu pun menunjuk kearah selendang yang Tura saksana pegang "Kembalikan selendang ku, dasar pencuri, aku tidak akan mungkin menikahi pencuri seperti mu, lebih baik aku mati dari pada harus menikahi penjahat seperti mu"
Dengan tatapan mesum Tura saksana pun menjawab "Ayolah cantik, jangan marah seperti itu, aku sudah berhasil mengambil selendang mu, itu juga yang telah di lakukan Jaka Tarub dahulu kala dan Menikahi Bidadari seperti mu"
"Dasar pencuri, Jaka Tarub bukan pencuri, dia menemukan selendang bidadari yang hanyut terseret arus sungai, sedangkan kamu berusaha untuk mencuri dan memaksa ku untuk menikahi mu, jangan mimpi, kembalikan selendang ku atau akan aku habisi nyawa mu" ancam bidadari itu.
Kemudian dengan berani bidadari itu menyerang Tura saksana dan perkelahian pun terjadi.
Tura saksana adalah seorang jawara sehingga dia sangat hebat, bidadari itu pun makhluk yang luar biasa dia bisa bertarung.
Pertarungan itu pun sangat sengit, tetapi sayangnya Tura saksana kalah dan melarikan diri dengan membawa selendang yang dia curi.
Walaupun menang bidadari itu terluka saat parah dan setelah Tura saksana kabur, bidadari itu pun pingsan.
Jaka Tandjaya dan Tura saksana sebenarnya bukan teman, mereka berdua sering mengintip bidadari mandi di tempat yang berbeda.
Jaka Tandjaya memang seorang jawara tetapi tidak sehebat Tura saksana, dia dari tadi melihat pertarungan itu dan tidak berani keluar, karena level kekuatan yang berada.
Setelah terasa aman Jaka Tandjaya pun keluar dari persembunyiannya, dan segera menolong bidadari itu, kemudian dia membawa kerumahnya untuk di obati.
Setelah sembuh Jaka Tandjaya dan bidadari itu pun menikah, dan memiliki anak, tetapi bidadari itu melarang kepada keturunan mereka untuk jatuh cinta dan menikah dengan keluarga saksana.
Sehingga sampai sekarang keluarga saksana dan keluarga Tandjaya saling bermusuhan"
Uda si pemilik rumah makan Padang menceritakan kembali apa yang penduduk ceritakan tentang kisah ini, dan kisah ini di jadikan dongeng pengantar tidur.
"Itulah cerita yang aku tahu dari penduduk " ujar Uda.
Kemudian jagat dan Sofy menatap ke arah Elis, dan Sofy pun bertanya "Kamu orang daerah sini, tetapi tidak pernah bercerita kepada kami"
Elis menggaruk kepalanya"Heheh....itu hanya cerita rakyat, tidak mungkin aku menceritakan kisah itu di kota lain"
Elis berdalih, seperti itu karena dia juga sebenarnya sedang menutupi jati dirinya, sebagai keluarga Tandjaya.
Sofy dan jagat pun tidak tahu Elis dari mana dia hanya mengatakan akan pulang kampung dan kampung halamannya lumayan jauh dari pusat kota.
Hanya orang yang sudah mencapai level praktis bela diri yang bisa merantau ke luar daerah, tidak terkecuali.
Sehingga sofy dan jagat hanya mempercayainya saja, tanpa mengetahui bahwa Elis dari keluarga Tandjaya yang di kenal sebagai keturunan bidadari.
"Iya aku merantau untuk berkuliah dan bekerja di kota B, dan sekarang baru sempat pulang kampung, jadi aku tidak tahu spesifik tentang keadaan Kota ini sekarang" jawab Elis.
Begitu asik mendengar cerita dari Uda tentang keluarga Tandjaya dan mengobrol ngaler ngidul, mereka pun menjadi tambah akrab dan menjadi lupa akan ancaman bang Jupri dan si Ucup.
Setelah beberapa ternyata bang Jupri kembali ke rumah makan Padang milik Uda, tetapi mereka tidak berani masuk dan yang berdiri di halaman rumah makan.
Tangan bang Jupri sudah di balut dengan perban, dia juga membawa 15 pereman terminal dan bosnya ketempat itu.
Bang Jupri pun membungkukkan badannya dan berkata kepada Bos besarnya "Bos orang yang menghina dan menantang anda ada di dalam, aku akan memanggil mereka keluar"
Sepertinya bang Jupri sudah memanas manasi bosnya itu yang bernama Tandi Tandjaya, dengan kata kata yang mengada Ngada dan di bumbui kebohongan.
Sehingga Tandi Tandjaya turun langsung ke lapangan untuk menindak tegas orang yang telah menghina dan menantang dirinya.
Bang Jupri pun berteriak "Hai anak muda, aku kembali, sekarang kamu tidak akan selamat karena bos besar ku ada di sini. Ayo keluar Minta maaf dan berlutut lah, mungkin bos ku akan mengampuni kamu"
Di dalam rumah makan Padang itu, Uda langsung panik, dilihatnya beberapa pereman sudah berkerumun di depan restorannya
"Aduh bagaimana ini, bang Jupri datang dengan membawa bos besar, hancur sudah tempat usaha ku" Uda sambil menepuk jidatnya.
Uda pun berniat untuk keluar dan memohon ampunan kepada bos besar Tandi Tandjaya, supaya tidak menghancurkan rumah makan miliknya ini
Tetapi dia keburu di cegah oleh Elis "Berhenti Uda, mau kemana"
Uda pun menoleh sambil gemetar dan membawa tas kecil yang tadi dirampas sofy dari bang Jupri "Aku akan memohon dan meminta maaf, serta memberikan uang ini lagi, supaya mereka tidak menghancurkan rumah makan ku ini "
Elis tersenyum, karena dia mengenal siapa bos besar pereman itu, kemudian Elis meminta Uda untuk tenang "Sudah duduk saja, rumah makan mu tidak akan apa apa"
Jagat pun berdiri, dia bermaksud untuk menghadapi mereka semua sendirian, dengan kekuatan beladiri dan ilmu totok petir dia bisa menghadapi lawan lebih dari 50 orang sendirian.
Waktu melawan anak buahnya Andi yang di pimpin beni pun, jagat bisa dengan mudah membereskan mereka semua, apa lagi sekarang.
Tetapi Elis mencegah jagat "Mas say, biar aku sendiri yang menghadapi mereka, hanya dengan 2 menit aku akan menaklukkan bos besar mereka"
Mendengar perkataan Elis, sofy pun melotot dan menegur "Hey kamu jangan ceroboh, mereka itu banyak, kalau hanya 5 orang biasa aku juga bisa menghadapinya, tapi mereka 15 orang lebih dan terlihat kuat"
"Tenang saja percaya padaku" jawab Elis.
Kemudian sofy menoleh ke arah jagat "Ay bagai mana ini, aku takut Elis terluka, dia tidak sehebat kamu dalam bertarung"
Jagat hanya tersenyum karena dari sentuhan kulit Elis, jagat bisa tahu apa yang akan di lakukan oleh Elis.
"Tenang saja, Elis tidak akan berkelahi dengan mereka, kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh dia"
Elis tersenyum karena jagat percaya kepada dirinya "Terima kasih mas say, kamu mempercayai ku"
Elis pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar rumah makan.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna