Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 194 Mengangkat Adik Seorang Dokter Hebat


Bab 194 Mengangkat Adik Seorang Dokter Hebat.


Sri pun bercerita "Itu terjadi waktu aku masih berkuliah, dulu aku mencintai seseorang sampai nekat kawin lari, karena ayah dan ibu ku tidak setuju dengan lelaki yang aku cintai itu.


Aku kawin lari sampai aku hamil 3 bulan dan akhirnya aku ketahuan oleh anak buah ayah ku, aku di bawa pergi, sedangkan kekasih ku di hajar sampai cacat, karena telah berani melarikan serta menghamili ku.


Ibu dan ayah ku sangat marah besar dan memutuskan untuk mengugurkan kandungan ku. Sehingga aku di bawa ke dukun beranak, untuk menggugurkan kandungan ku.


Setelah beberapa bulan dari itu aku di bawa oleh ayah dan ibu ku ke pertemuan bisnis, dan aku di kenalkan dengan mas Adi.


Setelah pertemuan itu mas Adi langsung datang ke rumah dan melamar ku, dia bilang dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dan semenjak itu aku menutup rahasia ku selama ini, bahwa aku pernah hamil sebelumnya"


Setelah mendengar cerita itu, jagat pun menganggukan kepalanya "Oh jadi begitu ceritanya"


Kemudian Adi Sucipto pun berkata "kenapa kamu tidak pernah bercerita kepada ku"


Sri pun menggelengkan kepalanya "itu adalah aib masa lalu yang tidak harus di ungkit, bersyukur aku bersuamikan mu, yang baik dan selalu memanjakan ku, sehingga aku jatuh cinta yang ke dua kalinya dan melupakan orang yang pernah mengisi hati ku"


Sri pun bertanya kepada Adi Sucipto "Apakah kamu marah kepada ku sayang, karena aku menyembunyikan semua ini"


Adi Sucipto menggelengkan kepalanya "Aku tidak marah kepada mu, dari awal aku sudah memiliki komitmen akan menerima kamu apa adanya, yang terpenting sejak hari ini, jangan ada yang di sembunyikan dari ku"


Sri pun menganggukan kepalanya, jagat pun tersenyum karena mereka benar-benar pasangan yang serasi dan menerima apa adanya, meskipun istrinya sudah pernah hamil di luar nikah oleh laki-laki lain, tetap saja Adi Sucipto menerima dengan lapang dada.


Kemudian Adi Sucipto pun berdiri dan menarik Sri untuk bangkit dan mereka pun berpelukan, sampai jagat yang melihatnya terharu.


Setelah itu mereka pun duduk berdua saling berdampingan dan berpegangan tangan.


"Bagai mana, adik kecil, apakah kamu sudah bisa mengobati kakak ipar mu, ini biar aku bisa mendapatkan keturunan ? Tanya Adi Sucipto.


Jagat tersenyum "Bang Adi, kalau bisa jangan panggil aku dengan sebutan adik kecil, sepertinya aku masih bocah saja, kalau bisa panggil saja aku jagat"


Adi Sucipto pun mengangguk sambil tersenyum "Hehehe.... baiklah kalau begitu, adik....eh jagat. Bagai mana apakah kamu sudah bisa mengobati kakak ipar mu ini"


Kemudian jagat pun mengeluarkan 2 lembar kertas dia pun menuliskan resep untuk membersihkan kandungan Sri dan resep kesuburan, supaya Sri cepat hamil.


"Bang Adi ini resep obat herbal tradisional, anda kan mau pergi ke kota B, resep ini bisa di dapat di rumah sakit Wijaya, atau di depo obat tradisional,


Aku sudah beri ciri resep nomor 1 yang ini harus di minum rutin sehari 2 kali, selama 1 bulan jangan sampai tidak minum, dan resep nomor 2 ini di minum setelah resep nomor 1 berakhir.


Jadi resep nomor 2 ini satu bulan kemudian di minumnya, dan setelah 3 bulan coba lah cek ke dokter kandungan, bagai mana hasilnya" jagat menjelaskan dengan detail.


"Oh baiklah kalau begitu, tetapi bagai mana dengan aturan berhubungan badan, apakah harus di atur juga ?" Tanya Adi Sucipto.


"Untuk berhubungan badan, minimal 2 Minggu sekali, lebih sering lebih bagus, apa lagi bang Adi sekarang kan sudah jos, jadi aku sarankan untuk mempercepat proses penyembuhan lebih sering saja. Tapi jangan di paksakan nanti bisa gempor" jawab jagat.


Mendengar perkataan dari jagat mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak, yang awalnya tegang sekarang menjadi ada canda tawa.


Karena Adi Sucipto akan bergegas pergi menuju kota B untuk menemui tuan besar Sandjaya maka dia pun pamit.


"Terima kasih karena telah mengobati ku dan kakak ipar mu, aku tidak akan lama lagi, takutnya aku kedahuluan orang lain bertemu dengan tuan besar, aku harus orang yang pertama kali menemui beliau" ucap Adi Sucipto.


"Ya baiklah jangan sungkan karena kita sudah menjadi saudara, hubungi aku kalau bang Adi membutuhkan ku" ucap jagat.


Mereka pun berdiri dan berjabat tangan sambil berpelukan, setelah itu mereka pun berpisah.


*


"Aku dan dia menjalani ikatan kakak dan adik angkat, bukan hanya aku yang dia obati tetapi dia juga sudah menolong adik ku Anton, dan mereka juga sudah menjalin ikatan kakak dan adik angkat, apa salahnya kalau aku menjadi kakak angkatnya, kita tidak akan rugi dengan mengangkat adik seorang dokter hebat seperti dia" jawab Adi Sucipto..


"Iya sih, uang memang dapat di cari, tetapi mengenai kesehatan apa lagi sekarang penyakit harus serba masuk rumah sakit dan operasi, sedangkan dengan kita memiliki dokter seperti dia, penyakit jantung sayang pun tidak perlu masuk rumah sakit" ucap Sri.


"Nah itu kamu tahu juga, eh, sesampainya di hotel aku mau mempraktekkan ilmu yang di berikan jagat kepada mu, apa kamu mau" ucap Adi Sucipto.


Sri pun tersipu dengan menganguk malu "iya terserah aja, aku mah ok ok Bae"


**


Jagat pun kembali ke tempat duduk awal di antara Elis dan Sofy, di sana Dokter Dian pun bertanya "Apa dari pasien mu ?"


Jagat menganguk "iya aku melakukan pengobatan secara pribadi, dia orang yang pernah aku selamatkan waktu terkena serangan jantung dan dia meminta ku mengobati secara pribadi"


"Oh pantesan aja dia langsung kesini, ternyata sudah ada janji terlebih dahulu" ucap dokter Dian.


"Bukan hanya yang tadi, besok juga kita akan pergi ke kota T untuk mengobati seseorang, dia adalah pasien yang dulu datang ke rumah sakit Wijaya" timpal Elis.


"Dokter Dian, kalau kamu mau gabung dengan kita, ayo aja, toh pengobatan di luar seperti ini sangat menguntungkan dari pada mengobati pasien di rumah sakit" ucap Sofy.


Farrah pun mengelus bahu suaminya itu "Sayang, gabung saja sama tuan muda, pasti kamu akan mendapatkan pengalaman selain menjadi dokter praktek di rumah sakit, kamu juga kan tidak buka praktek di tempat yang lain"


Kemudian dokter Dian pun mengangguk "Baik lah kalau kalian tidak keberatan, aku mau ikut bergabung dengan kelompok kalian"


"Untuk kali ini kalian pulang saja besok pagi, dan kamu Farrah tolong laporkan kejadian di ke pak Bagas atau pak Alex, kalau bisa langsung ke kakek badar" ucap jagat.


Kemudian jagat pun berkata kepada dokter Dian "Aku minta rekening bank mu, ada sedikit rejeki yang aku dapat dari pak Adi Sucipto "


Tanpa ragu dia pun memberikan rekening bank milik nya dengan mengirim lewat pesan.


Kemudian jagat pun mentransfer uang sebesar 50 juta rupiah ke rekening bank milik dokter Dian.


Dokter Dian pun menerima notifikasi dari bank dan dia pun melihat berapa nominal uang yang di berikan kepada dirinya.


"Apa....apa ini tidak salah, ini terlalu banyak tahu" ucap dokter Dian kaget.


Jagat hanya tersenyum, tetapi di sana sofy lah yang berbicara "Sudah terima saja, kalau kami memiliki rejeki lebih, kami tidak akan pelit sama siapa pun"


Mata dokter Dian pun berkaca kaca "Terima kasih, kalian sangat baik"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna