Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 204 Pura Pura Kesurupan


Bab 204 Pura Pura Kesurupan


Setelah masuk ke dalam mobil dan jagat menyalakan mesin mobil, kemudian tancap gas di sana sofy tersenyum kepada Elis.


Elis yang melihatnya langsung mengernyitkan dahinya "Eh kenapa kamu tersenyum jahat seperti itu"


"Enak ya di gendong sama ay, so mesra juga di depan banyak orang" ucap Sofy.


Elis tersenyum "Oh jadi kamu cemburu"


"Ya iyalah, aku juga istri dari ay, ya aku pun cemburu" ucap Sofy jujur.


Kemudian jagat tersenyum dan tertawa "Hahaha... ternyata ayang embeb ku yang satu ini bisa cemburu juga, baiklah aku janji sepulang dari sini aku akan menggendong mu, seperti putri yang di selamatkan pangeran"


Sofy pun tersenyum "Janji ya, tapi hanya aku saja, kan Elis sudah tadi"


Elis pun tersenyum sambil memanyunkan bibirnya "Huh..."


Kemudian sofy mencibir "Bagus juga akting mu tadi, so pura pura kesurupan, dan ay juga ikutan berakting juga, lah aku hanya jadi penonton saja"


Sebenarnya Elis bukan kesurupan asli tetapi dia hanyalah pura pura, pas Elis datang dia menyentuh pundak ibu ibu yang bernama Bu Rosmala.


Elis dengan kekuatan sentuhannya bisa mengetahui apa yang di perbuat oleh orang yang dia sentuh, dan ternyata Bu Rosmala yang di Pengang Elis lah yang menjadi dalang dari pertengkaran tersebut.


Sehingga Elis berinisiatif untuk pura pura kerasukan, dan kebetulan Elis tersandung sehingga jatuh, dia benar benar tersandung bukan pura pura.


Di sanalah yang menjadi momen untuk Elis berpura-pura kesurupan dan kebetulan Elis juga menyentuh Endah, sehingga Elis tahu apa yang di perbuat oleh Endah.


Endah anak yatim piatu, dia sudah di tinggalkan oleh ayah ibunya waktu masih kecil, sehingga dia di rawat oleh kakek neneknya.


Neneknya sudah meninggal terlebih dahulu sehingga dia tinggal bersama kakeknya, setelah menginjak remaja kakek yang bernama Ki marandana pun di panggil yang maha kuasa.


Dan dia mewarisi rumah yang ditempatinya sekarang, beruntung ada pemuda baik yang menikahinya, walaupun hidup sederhana Endah selalu bahagia.


Dan cenderung kalau memiliki masalah Endah selalu menyebut nama kakeknya yaitu Ki marandana, sehingga Elis menganggukan nama kakeknya itu.


Elis mengaku di rasuki oleh Ki marandana supaya semua warga percaya bahwa dia benar benar kerasukan makhluk halus.


Jagat terkekeh "Hehehe...mana mungkin istri dukun seperti ku kerasukan makhluk halus"


"Iya sih, mana mungkin, kita kan sudah di anugrahi kekuatan supernatural oleh sang pencipta" ucap Sofy.


Kemudian sofy pun mencibir "Ayo kamu berdosa tahu, Ki Marandana sudah meninggal dunia, tetapi kamu bawa bawa nama dia, Ki marandana sudah tenang di alam sana tetapi kamu malah mengusik namanya"


Elis pun merapatkan kedua tangannya kemudian menatap ke atas dan berbicara sendiri "Aki Marandana, maafkan aku karena sudah memakai nama mu, dan pura pura kerasukan oleh mu"


Setelah itu ada suara yang entah dari mana asalnya "Tidak apa apa cu, justru aku berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan cucu ku dari kesalah paham ini"


Kemudian Elis dan yang lainnya mendengar perkataan tersebut, Elis pun tersenyum kemudian langsung memeluk sofy sambil berkata dengan sedikit takut "Iya sama sama Ki .."


Ternyata arwah Ki marandana yang asli melihat tingkah Elis, dan dia pun berterima kasih kepada Elis, dan sekarang Ki marandana asli sudah merasa tenang dan kembali ke alamnya.


Sofy kembali mencibir "Nah Loch...yang aslinya hadir"


Elis pun menggelengkan kepalanya "Aku tidak berani lagi pura pura kesurupan kalau begitu"


"Mas say memang terbaik" ucap Elis sambil memberikan jempol kepada jagat dan melepaskan pelukannya dari Sofy.


Tidak lama kemudian mereka pun memasuki pemukiman lagi dan di sana terlihat ada satu rumah warga yang paling besar dan bagus.


Rumah itu milik pak sudewo dengan halaman yang besar lebih besar dari pada rumah villa milik jagat yang ada di perumahan intan permata.


Ada beberapa mobil terparkir dan kebanyakan mobil bak terbuka dan salah satunya ada sebuah truk yang sedang di isi dengan sayuran oleh para pekerja.


Pak Rt yang memakai sepeda motor memberikan instruksi tangan kepada jagat supaya mobil yang dia kendarai parkir di tempat yang pak Rt tunjukan.


Jagat pun segera memarkirkan mobilnya dan kemudian mereka pun keluar dari dalam mobil.


"Mas ini rumah pak sudewo, Mari aku antar masuk" ajak pak Rt.


Jagat pun mengikuti dari belakang dan terlihat ada pak sudewo yang keluar dari pintu rumah bersama istri dan anak anaknya.


Dia keluar dari rumah untuk menyambut kedatangan tamu yaitu jagat dan yang lainnya.


"Selamat datang Dokter Jagat, maaf aku tidak bisa menjemput mu dari pinggiran kota karena lagi sibuk muat barang" ucap pak sudewo.


"Tidak apa apa pak, ini juga kebetulan ada pak Rt yang sedia menunjukkan jalan kemari, kalau tidak mungkin aku sudah tersesat masuk ke ladang dan kebun" jawab jagat.


"Hahaha.... dokter jagat bisa aja, ayo masuk, kebetulan ada pak Rt di sini" ucap pak sudewo.


Kemudian pak sudewo bertanya "Kenapa bisa di antar pak Rt apa kalian sudah saling mengenal?"


Pak Rt menggelengkan kepalanya "Oh tidak tadi mereka singgah di pemukiman warga sehingga aku mengantarkan mereka ke sini"


Kemudian pak Rt pun menceritakan tentang kejadian di dusun tempat pak Rt berada dan pak sudewo pun mengerti kenapa mereka bisa di antar pak Rt ke sini.


"Eh iya kalau begitu aku perkenalkan kepada istri dan anak ku" ucap pak sudewo.


Kemudian pak sudewo mengenalkan jagat "Bunda ini dokter sakti yang telah menyembuhkan penyakit lumpuh ku namanya dokter jagat".


Jagat pun berjabat tangan dengan istrinya pak sudewo, dan dia mengenalkan diri bernama lani, dan kedua orang anaknya yang masih SMP bernama lili dan si bungsu bernama Rizal.


Kemudian jagat pun memperkenalkan Elis dan Sofy kepada mereka semua termasuk pak Rt yang sebelumnya tidak tahu nama mereka.


Kemudian pak sudewo menyuruh pak Rt "Rt beritahukan kepada seluruh warga bahwa aku kedatangan dokter sakti yang telah mengobati kelumpuhan ku, bilang kesemua warga, kalau mereka ingin berobat datang lah ke sini, pengobatannya gratis karena aku yang menanggung biaya pengobatannya"


Pak Rt pun mengangguk dan tersenyum "baik pak sudewo, anda sangat baik, aku akan berangkat untuk memberitahukan kepada semua warga"


Pak Rt pun langsung pergi lagi meninggalkan rumah pak sudewo, dengan memakai sepeda motor yang tadi dia kendarai.


Pak sudewo asalnya orang yang sangat sombong dan arogan, tetapi setelah dia terkena penyakit kelumpuhan, bahkan orang pintar pun tidak bisa menyembuhkan penyakitnya.


Dan setelah berobat ke rumah sakit Wijaya, dan di tangani oleh jagat hingga sembuh, sifat pak sudewo menjadi melunak, dia tidak lagi sombong dan bahkan sekarang sangat perhatian kepada para pekerja dan warga yang bertani untuknya.


***


* Bersambung